Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
AKU TAMPAN

AKU TAMPAN

Fateemah Ali | Bersambung
Jumlah kata
36.4K
Popular
100
Subscribe
25
Novel / AKU TAMPAN
AKU TAMPAN

AKU TAMPAN

Fateemah Ali| Bersambung
Jumlah Kata
36.4K
Popular
100
Subscribe
25
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalCinta SekolahTime TravelBadboy
petualangan Egy menembus dimensi alam mimpi, membuatnya seakan hidup di dua tempat yang berbeda, ia terkenal dengan visualnya yang tampan, namun di dunia lain ia justru hidup sebagai hewan kucing yang melindungi Aina—seorang gadis buta yang tinggal sendirian di rumahnya, bagaimana caranya Egy bisa kembali ke wujud normalnya sebagai manusia? lalu mengakhiri Lucydream yang selama ini membuatnya frustasi.
BAB 1 - Aina & Egy

Egy berlari sekuat tenaga menyusuri gang sempit yang berliku. Napasnya sampai ikut terengah-engah, rambutnya yang sedikit berantakan menempel di dahinya karena cucuran air keringat.

“Sial… kenapa tuh ciwi ciwi masih ngejar gue terus sih!!” gerutunya kesal.

Di belakangnya, suara teriakan para penggemarnya terus menggema dengan keras

“EGYYY!”

“Egy, saranghaeyo!”

Kerumunan fans fanatik yang menamai diri mereka sebagai EGLOV terus mengejarnya tanpa ampun. Sejak namanya melejit saat memenangkan lomba tanding basket antar sekolah, para siswi remaja putri selalu ikut mengejarnya.

Namun hari itu rasanya sudah keterlaluan. Saat berbelok cepat di sebuah arah menuju kantin sekolah, tiba-tiba saja ia bertubrukan dengan seorang gadis tunanetra bernama Aina.

BRUK!

Tubuhnya menabrak gadis itu. Egy dan Aina seketika jatuh bersamaan. Sebuah nampan yang dibawa remaja gadis itu terlepas dari tangannya. Pisang goreng yang tersusun rapi di atasnya kini berceceran di atas lantai.

“Eh, goblok! Jalan tuh pakai mata! Buta lo, ya?!” sembur Egy refleks.

Gadis itu terdiam sejenak, lalu dengan nada sedikit tegas ia menjawab, “Memang saya buta. Kenapa?”

Ucapan itu bak petir yang menyambar dada Egy. Ia seketika langsung terdiam, lalu barulah ia sadar dan memperhatikan wajah gadis itu sejenak.

Parasnya bersih dan lembut, dengan sorot mata kosong namun tetap indah. Jilbabnya rapi tertiup angin, dan ekspresinya menyiratkan kemarahan yang sedang ia tahan.

"Ya Allah, daganganku... Bagaimana ini, aku pasti di omelin bibi.." lirih Aina.

Egy menelan ludah dengan berat. Ia ingin sekali menolong Aina, akan tetapi di sisi lain, suara para penggemarnya semakin mendekat.

“Egyyyy!”

Nama itu kembali diteriakkan dari ujung kelas, membuat Egy dilanda kepanikan luar biasa. Di hadapannya, pisang goreng milik Aina sudah berserakan di lantai, Sementara itu, gadis tunanetra tersebut tampak berusaha meraba-raba mencari dagangannya yang masih bisa di selamatkan, walau sudah berceceran.

Perasaan bersalah mulai muncul di hati pemuda berusia 18 tahun itu. Egy buru-buru ikut membantu semampu dirinya, memungut beberapa potong pisang goreng yang sudah kotor lalu menyingkirkan sisa debu yang menempel.

" Gu-gue minta ma-af ya!"

Namun teriakan fans barbar itu terdengar jelas, Langkah kaki mereka bahkan sudah semakin dekat. Tanpa sadar, Egy mundur perlahan secara mengendap-endap.

Namun saat ia hendak kabur, tiba tiba Aina segera menarik kakinya.

“Tunggu!” Tangan Aina tiba-tiba refleks menahan.

“Heh! Lepasin! Gue lagi buru buru!!” protes Egy kaget ketika Aina mencegatnya untuk pergi.

“Ganti rugi dulu! Pisang goreng saya jadi jatuh semua!” ujar gadis itu kesal.

Egy mengacak-acak rambutnya frustrasi.

“Arrrggghhh… timing-nya ini enggak bisa lebih buruk lagi, apa? Ketampanan ini membuat gue tersiksa!!” Egy mendengus kesal.

Ia lalu merogoh kantong saku celana dan mengeluarkan sebuah kartu nama dari dalam dompetnya. “Nih… ambil,” katanya sambil memaksa menempelkan kartu itu ke telapak tangan Aina.

“Apa ini?” tanya gadis itu kebingungan.

“Itu kartu nama gue, lah. Masa gak bisa baca sih?” ucap Egy dengan nada ketus.

“Aku kan buta. Mana mungkin aku bisa baca!”

Seketika Egy menepuk dahinya.“Astaga.. benar juga. Berdosa banget gue hari ini.” Ia terus menyalahkan dirinya sendiri.

Teriakan para Remaja Siswi itu semakin lama semakin dekat. “Pokoknya gue janji bakal ganti rugi semua barang dagangan lo ini!” ucapnya cepat. " Lo harus percaya sama Gue.." Remaja tampan itu pun segera berlari, namun dirinya sempat melirik wajah gadis itu sekali lagi.

"Nih cewek Cakep juga. Sangat cantik. Natural, tanpa riasan berlebihan," batin Egy.

Namun ia tidak punya waktu lama untuk terus memandangi wajah Aina lebih dalam lagi, ia pun segera berlari untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu gadis buta yang bernama Aina tersebut kini sedang berdiri kebingungan sambil memegangi kartu nama yang bahkan ia sendiri tidak bisa membacanya.

***

Jam waktu belajar sekolah sudah selesai, remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMA itu masih berusaha untuk menghindar dari kejaran para gadis gadis di sekolahnya, Egy juga merupakan siswa pindahan, selain itu ia juga seorang influencer, tak ayal ia pun banyak di kenal orang orang.

Saat Egy tengah berlari, tubuhnya mulai kelelahan, sampai akhirnya langkah kakinya terhenti di sebuah rumah sederhana yang terlihat Pintunya terbuka sedikit.

Ia lalu menoleh ke belakang "Kayaknya gue harus sembunyi di sini deh, tuh cewek cewek gak pada capek apa ngejar ngejar gue Mulu."

Tanpa berpikir panjang, Egy pun langsung masuk ke dalam rumah tersebut. Napasnya masih terasa agak sesak, lalu ia pun duduk di sofa yang tampak sangat sederhana.

" Capek banget.." gumamnya sembari mengatur napas.

Namun tiba-tiba ia merasa ada yang tidak beres dalam tubuhnya, Perutnya terasa bergejolak. "Ehhh…” Ia menekan perutnya. “Aduh… perut gue mules banget."

Egy segera mencari toilet di dalam rumah itu.

Sementara itu, di luar rumah, seseorang yang tampak sebagai sang pemilik tiba tiba saja datang.

“Astagfirullah, ada-ada aja musibah…” Aina mendengus kesal. Ia baru saja pulang Sekolah setelah membereskan dagangannya yang jatuh tadi.

Tangannya lalu meraba kenop pintu.

CEKLEK!

“Loh… kok pintunya kebuka?” gumamnya pelan. “Apa aku lupa ngunci ya?”

Ia melangkah masuk sambil meraba dinding, seperti biasa, Namun tiba-tiba ia mendengar ada bunyi air keran yang sedang di nyalakan dari arah kamar mandi. Aina pun langsung berhenti. Keningnya sampai ikut berkerut.

“Apa aku lupa mematikan air keran juga, ya…?”

Perasaannya mulai aneh, ada hal yang mengganjal di pikirannya. Perlahan ia pun berjalan untuk menuju kamar mandi untuk memastikan firasatnya.

Saat Aina mendorong pintu kamar mandi kuat-kuat...

BRAK!!

Ternyata Egy masih belum selesai buang hajat. Sontak Remaja itu pun terkejut dan langsung menjerit ketakutan.

“AAAAAAA!”

Refleks ia pun membanting pintu kamar mandi untuk kembali menutupnya.

BRAK!

“Aduh!” Aina terpekik ketika kepalanya terbentur pintu. “Hei...Siapa di sana?! Ke—keluar! Cepat ke- keluar dari dalam rumahku!”

Walau gemetar hebat, Aina meraih tongkat penuntun miliknya untuk memukul Egy yang di yakini sebagai penjahat.

Sementara itu di dalam kamar mandi, Egy buru-buru keluar dengan wajah panik.

PLETAK!

Tongkat milik Aina langsung menghantam kepala Egy.

" Aduh.." Egy mengerang kesakitan.

“Rasakan itu!” bentak Aina.

Lalu tongkat itu kembali diayunkan. Walau tidak bisa melihat, pendengaran Aina jauh lebih peka dan sangat tajam. Ia bisa merasakan pergerakan di manapun Egy berada.

BUGH!

Tongkat itu tepat mengenai bagian paling sensitif milik Egy.

“ARGH!”

Egy langsung meringkuk kesakitan. “Masa depan gue! Biji gue sakit banget!” Ia memegangi area sensitifnya.

Aina semakin marah karena ada orang asing masuk secara tidak sopan ke dalam rumahnya. “Siapa kamu sebenarnya?! Cepat katakan!! Kenapa kamu berada di rumahku?!”

Egy memegangi dirinya sambil meringis.

“Ehh sialan..tanggung jawab lo!” ucapnya menahan sakit.

“Tanggung jawab untuk apa?! Kamu pasti orang jahat yang mau mencuri barang-barang di rumahku kan? Cepat mengaku!”

Barulah saat itu Egy mulai fokus memperhatikan wajah Aina dengan jelas, Egy terkejut, gadis remaja itu adalah wanita yang di jumpainya barusan.

“Lah… loe lagi?. Btw, lo cakep juga ya!” spontan Egy memuji.

Aina segera mengayunkan tongkatnya kembali. “ Apa kamu bilang?? Dasar cowok mesum! Jaga ucapanmu! Kamu pasti mau berbuat hal buruk sama aku, kan? Rasakan ini!”

SWING!!!

“Eits! Gak kena!” kata Egy sambil menghindar ke kiri dan kanan.

“Awas ya! Kamu dimana?!” Aina terus meraba raba dinding untuk mencari remaja tampan itu berada.

Aina memasang pendengarannya dengan tajam, Sementara Egy terus saja berputar-putar di ruangan seperti kucing yang sedang ketakutan.

“Nyebelin banget sih!” omel Aina. “Kamu siapa sebenarnya?!”

Kejar-kejaran konyol itu pun terjadi di dalam ruangan kecil itu, Sampai tiba-tiba pintu rumah kecil itu pun kembali terbuka. Seorang pria berdiri di sana.

Pak Roni—seorang ketua RT setempat, matanya ikut membelalak saat melihat pemandangan di hadapannya, yakni seorang remaja tampan sedang sibuk berlari-lari di dalam rumah Aina, sementara Aina mengejarnya dengan tongkat yang biasa ia gunakan setiap harinya.

“Astagfirullahaladzim!”Ketua RT itu menggeleng tak percaya.

“Aina! Ari kamu sedang apa?!”

Lalu ketua RT itu kembali menunjuk pada Egy dengan ekspresi curiga.

“Naha aya lalaki sejen di jero imah?” (Kenapa ada laki-laki lain di dalam rumah?)

Mata pak Roni ikut menyipit.“ kalian pacaran?"

Bersambung...

Lanjut membaca
Lanjut membaca