Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
TRANSMIGRASI BIAN

TRANSMIGRASI BIAN

elissa | Bersambung
Jumlah kata
57.1K
Popular
100
Subscribe
34
Novel / TRANSMIGRASI BIAN
TRANSMIGRASI BIAN

TRANSMIGRASI BIAN

elissa| Bersambung
Jumlah Kata
57.1K
Popular
100
Subscribe
34
Sinopsis
FantasiIsekaiTransmigrasi
Bian Putra Diantara yg harus mati di tabrak truk dan bukannya ke alam baka dia malah masuk ke dalam novel yg di kasih oleh sahabatnya, Bian harus menempati tubuh seorang pemuda bernama Shaka Devano Kusuma. Shaka pemuda tampan yg harus mati karena mencoba menculik protagonis wanita yg bernama Bela tapi rencana Shaka harus gagal, karena rencananya di gagalkan oleh para protagonis pria yg bernama Alex, Alvaro, Arga, dan Shaka harus mati di tangan para protagonis pria. Bagaimana cara Bian supaya tidak terlibat dan tidak mau mati di tangan protagonis. Banyak typo, jadi mohon maklum ya. Nanti akan di perbaiki : Non baku/baku
1. [Transmigrasi]

"Lo dari tadi baca apa sih, gue panggil nggak nyahut?" tanya Bian.

Kepada satu pemuda yang sedang asyik dengan novel yang dia baca, dan mengabaikan ucapan yang diberi oleh Bian.

Bian yang tidak direspon sama temannya hanya bisa mengendus sebal sama temannya. Dia memilih duduk di samping temannya dan mulai memainkan HP-nya.

Waktunya pulang, Bian memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan keluar kelas, menuju parkiran sekolah. Tapi sebelum dia sampai parkiran dan menaiki motornya, dia sudah dihadang oleh seseorang yang tidak lain adalah temannya yang dari tadi membaca novel itu.

"Mau apa sih lo, gue mau pulang Cok" ucap Bian kepada temannya yang bernama Alan.

"Tunggu dulu, gue mau kasih ini" ucap Alan.

Alan mengeluarkan sebuah novel yang berjudul "Love Kash". Dan Bian hanya menerimanya dan langsung meninggalkan temannya itu, lalu naik ke motornya dan pergi dari sekolah.

Saat sampai di rumah, Bian langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya pada ranjang.

"Capek amat" ucap Bian.

"Habis itu gue buat apa ya, malas gue" ucap Bian.

Tapi dia teringat dengan novel yang diberikan oleh Alan dan dia langsung mengambil novel itu yang ada di dalam tasnya, lalu langsung membaca novel tersebut.

"Anjing, bodoh banget dah ini antagonis, buat apa lo kejar-kejar protagonis wanita dah" ucap pemuda yang sedang membaca sebuah novel, dengan marah-marah dan memaki antagonisnya. Dan pemuda itu adalah Bian. Bian langsung membuang novel itu sembarangan dan dia beranjak untuk membersihkan tubuhnya.

Selesai mandi.

Bian langsung mengambil kunci motornya dan turun ke bawah karena dia akan membeli makanan.

Karena melamun saat membawa motor, Bian tidak sadar bahwa dari seberang ada sebuah truk yang melaju dengan cepat. Belum sempat mengerem motornya, Bian sudah ditabrak oleh truk, dan brak! Tubuh Bian terpental jauh dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran, dia mendengar suara teriakan dan pandangannya mulai kabur dan gelap.

Di sisi lain, terlihat seorang pemuda yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit sambil ditemani oleh seorang wanita paruh baya.

"Kapan kamu sadar, Nak? Bunda udah tunggu kamu lama" ucap wanita itu.

Tiba-tiba terdengar gumam "eeng" dari pemuda yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit dan mata pemuda itu sedikit terbuka. Wanita yang sedari tadi ada di sampingnya langsung menghampiri pemuda itu.

"Kamu sudah sadar, Nak. Bunda panggil dokter dulu ya" ucap wanita itu dan keluar dari ruangan itu.

Pemuda itu yang baru saja bangun dan melihat sekelilingnya, "Eh, bukannya gue udah mati karena kecelakaan" ucap pemuda itu, tidak lain adalah Bian.

Tiba-tiba pintu dibuka dan terlihat seorang dokter dan wanita paruh baya itu.

"Kalian siapa?" tanya Bian.

Saat melihat dua orang itu, sedangkan wanita paruh baya itu langsung bertanya ke dokter.

"Dok, ini kenapa anak saya?" tanya wanita itu.

Dan dokter mulai memeriksa Bian. Setelah dokter itu memeriksa Bian, dia memberi tahu bahwa anak anda mengalami amnesia.

"Gara-gara benturan pada kepalanya yang lumayan keras, itu menyebabkan lupa ingatan" ucap dokter tersebut.

"Apa bisa sembuh, Dok?" tanya wanita itu.

"Saya belum bisa memastikan itu, karena benturan yang keras, bisa menjadi amnesia permanen" ucap Dokter.

"Kalau begitu saya permisi" ucap Dokter lagi dan meninggalkan ruang rawat tersebut.

"Iya Dok, terima kasih" ucap wanita tersebut.

Wanita itu melihat ke arah Bian dan memanggil Bian, tapi bukan dengan nama Bian melainkan nama Shaka.

"Shaka" ucap wanita itu. Dan Bian yang mendengar wanita itu memanggil lantas mengarahkan pandangannya ke arah wanita tersebut dengan tatapan bingung.

"Maaf, nama saya bukan Shaka, tapi nama saya Bian Putra Diantara" ucap Bian.

"Tidak, nama kamu Shaka Devano Kusuma, bukan Bian, Sayang" ucap wanita itu. "Kok gue nggak asing dengan nama itu" ucap Bian dalam hati, dan tiba-tiba dia teringat dengan novel yang dia baca sebelum dia kecelakaan. Dan dia meminta cermin kepada wanita itu, "Cermin, gue butuh cermin" ucap Bian.

Dan wanita itu yang mendengar itu langsung memberikan cermin kepada Bian. Bian langsung menerimanya dan melihat wajahnya yang ada di cermin, dan betapa terkejutnya melihat wajah yang ada di dalam cermin itu, dan bukan wajahnya.

Akhirnya Bian sadar kalau dia bertransmigrasi ke dalam novel yang dia baca itu. "Shaka, kamu nggak apa-apa kan, Sayang?" ucap wanita itu kepada Bian. Bian langsung melihat wanita itu lalu mengangguk. "Kalau begitu, kamu kan amnesia, perkenalkan, nama saya Lia Kusuma, saya adalah Bunda kamu. Dan nama kamu itu Shaka Devano Kusuma, gabungan Bunda sama almarhum Ayah kamu" ucap Bunda dengan lembut.

Dan Bian hanya mengangguk saja. "Sekarang kamu istirahat supaya cepat sembuh" ucap Bunda lagi.

Dan Bian hanya mengangguk saja sebagai jawaban. "Kalau begitu Bunda keluar dulu ya, Bunda mau ambilin kamu buah-buahan" ucap Bunda sambil melangkah keluar ruang. "Iya, Bunda" ucap Bian dan sang Bunda hanya tersenyum lalu keluar.

Dan hanya tersisa Bian yang ada di dalam ruangan itu. "Kenapa gue harus transmigrasi ke novel sial ini sih, dan lagi-lagi gue menempati nih tubuh antagonis, bikin kesal aja anjir" ucap Bian.

"Oke, sekarang gue harus gimana supaya gue nggak mati di tangan si protagonis pria. Yang perlu gue lakuin adalah menjaga jarak dari protagonis wanita dan protagonis pria aja, supaya gue nggak mati deh" ucap Bian.

"Persetan dengan alurnya, yang penting gue nggak mau mati" ucap Bian dan mulai tidur sambil menunggu Bunda kembali.

Sekarang kita panggil Bian dengan sebutan Shaka, oke.

Waktunya Shaka bisa pulang dari rumah sakit, dia sangat bosan di rumah sakit. Dan sekarang dia sedang di perjalanan ke rumahnya, dan mobil mereka sudah sampai di rumah yang cukup besar dan mewah.

Shaka keluar dari mobil dan diikuti oleh Bunda, dan mereka masuk ke dalam rumah tersebut. "Kang, tolong bawa masuk barangnya" ucap Bunda kepada salah satu pekerja di sana, dan dianggukkan oleh orang itu. Lalu Bunda dan Shaka masuk ke dalam.

"Sekarang kamu istirahat ya, Nak. Nanti Bunda panggil untuk makan malam ya, Sayang. Dan kamar kamu di lantai atas, pintu kamar kamu ada nama kamu" ucap Bunda.

"Iya, aku ke kamar ya, Bunda" ucap Shaka.

Dan pergi ke kamarnya. Saat sampai di kamarnya dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan juga dia melihat kamarnya itu.

"Tidak terlalu buruk juga warna kamarnya" ucap Shaka dan segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Sehabis mandi, Shaka pun tidur sebentar.

________________________________________________

Sampai di sini dulu yah Sampai jumpa lagi

Jangan lupa follow aku gue, vote dan komen juga ya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca