
Bertahan Hidup: Aku Memiliki Sistem
Silver Bullet|Tamat
- Jumlah kata
- 229.8K
- Popular
- 63.8K
- Subscribe
- 1.5K
- Jumlah kata
- 229.8K
- Popular
- 63.8K
- Subscribe
- 1.5K
Sinopsis
Saat Jason sadar kembali, dia melihat miliaran orang berpindah ke dunia apokaliptik! Bertahan hidup pun menjadi tujuan semua orang! Sedangkan Jason dapat melihat informasi tersembunyi. [Selamat! Kamar ini tidak ada zombie sama sekali, bahkan juga ada kotak persediaan level 1!] [Buah mutan ini terlihat manis, tapi cukup gigit sekali, nyawamu menghilang!] [Daging tikus mutan bisa jadi makanan, bahkan juga bisa meningkatkan kekuatan Anda!] Ketika semua berhati-hati menelusuri dunia baru, Jason telah mendominasi di dunia apokaliptik...
Ulasan
4 ulasan
Silver Bullet
28/10/24 01:15
Hallo Riders, mulai bulan depan yah aku up rutin 2 bab perhari. Tunggu saja, yang penting aku selalu up, terima kasih atas pengertiannya.
PILIHANC. gaming
29/10/24 02:48
tambah dong kak bab nya jangan dikit" lahh biar seruuu cepet juga naik rating nya kak min 5 bab lah per hari
Bab 1
Jason Handerseon, seorang pria yang hobi main game, kebetulan sedang berjalan pulang setelah berbelanja di supermarket.
Tin! Tin!
Terdengar sebuah klakson mobil beberapa kali. Jason menoleh ke arah suara, matanya membola ketika melihat seorang bocah yang berada ditengah-tengah jalan raya.
"Awas!" seru Jason langsung menjatuhkan barang belanjaannya dan berlari untuk menyelamatkan si bocah.
Tanpa ragu Jason menarik bocah itu dan melemparkannya ke samping. Jason menatap mobil yang sudah dekat dengan dirinya.
"Ah, apakah ini akhir dari hidupku?" gumam pria itu pasrah dalam hati.
Namun, tiba-tiba waktu berhenti, tubuh Jason dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan, membuat Jason terkejut.
"Apa ini?" tanya Jason sambil melihat tubuhnya sendiri yang dibalut oleh cahaya.
Perlahan cahaya itu reda, Jason mendapati dirinya berdiri di tengah jalan raya yang lebar dengan delapan jalur dan tempat itu tidak ia kenal sama sekali. Di sekelilingnya, beberapa mobil terbalik, seolah baru saja terjadi kecelakaan beruntun.
"Tempat apa ini?" gumam Jason bingung, dia melihat sekelilingnya.
Pria itu semakin terkejut dan cemas saat melihat keberadaan ratusan zombie yang berdiri tidak jauh darinya, dengan tatapan kosong dan kulit yang pucat, bahkan terlihat pembuluh darah mereka berwarna ungu.
Darah berceceran dimana-mana membentuk genangan di tanah, dan ada banyak mayat yang hancur tak bisa dikenali.
Jason menelan ludah, dia mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi, kemudian menyadari bahwa ia telah terperangkap di dunia pasca-apokaliptik, seperti dalam Game yang ia mainkan.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini? Apakah ini hanya mimpi?" Jason bertanya-tanya pada dirinya sendiri, lantas mencubit lengannya, rasa sakit pun terasa. Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin...."
Jason menatap para Zombie yang tidak bergerak dan menyerangnya. Ia masih mencerna apa yang terjadi, tidak berani bergerak, takut jika melakukan gerakan sedikit saja akan membangunkan zombie-zombie itu.
Di sela kebingungan yang menghantui pikirannya. Tiba-tiba, sebuah suara mirip robot terdengar dalam benaknya.
[Selamat datang di dunia akhir zaman, permainan reinkarnasi akan segera dimulai.]
Kemudian, sebuah peta dunia yang berbeda terlihat dalam layar hologram yang muncul hadapann Jason secara tiba-tiba.
Jason tertegun masih bingung, kemudian mengingat sebuah Game yang ia mainkan. "Apakah ini benar-benar, bukan di Bumi?" tanyanya memastikan, meski takut tetapi dia harus mencari jawaban atas kejadian ini.
[Anda sekarang berada di Planet Sian, yang luasnya seribu kali lipat dari Bumi, dengan jumlah kota sepuluh ribu kali lipat dari kota-kota di Bumi. Peradaban dan teknologi di planet ini mirip dengan peradaban Bumi, tetapi dunia ini telah dikuasai oleh zombie dan berbagai makhluk mutasi.]
Mendengar jawaban tersebut. Tubuh Jason terasa lemas, jika benar perkataan sosok yang bicara padanya, sekarang dia berada di dunia lain.
"Bagaimana caranya aku bisa bertahan hidup di tempat ini?" gumam Jason tak berdaya, melihat ratusan Zombi disekelilingnya, dia yakin tak akan mampu bertahan jika mereka menyerang.
[Saya akan membimbing Anda, ikuti petunjuk yang saya berikan, maka Anda akan bisa bertahan dan menjadi lebih kuat!]
Jawaban suara tersebut membuat Jason memiliki harapan. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya. "Aku tidak tahu tempat apa ini, tapi aku tidak boleh mati di sini! Katakan petunjuk itu, aku harus bertahan hidup di sini?!"
[Pertama, seluruh dunia diliputi energi khusus, membunuh zombie dan makhluk mutasi akan mengumpulkan poin energi untuk meningkatkan diri, kadang-kadang lebih efektif dibandingkan menggunakan senjata api.
Kedua, sumber air alami telah terkontaminasi, air yang belum dimurnikan dapat membunuhmu!
Ketiga, tidak semua tumbuhan dan hewan mutasi berbahaya, beberapa dapat dimakan dan bahkan memiliki efek positif untuk kesehatan.
Keempat, banyak kotak barang tersebar di seluruh dunia, di dalamnya mungkin ada barang-barang yang tidak terduga.
Kelima, setiap orang memiliki cincin ruang yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dengan menghabiskan poin energi, ini adalah teman baik untuk bertahan hidup dan juga menjadi incaran para penyintas lainnya.
Keenam, menggunakan "Kemampuan pengumpulan" dapat membantumu dengan cepat mengambil barang dari zombie dan makhluk mutasi.
Ketujuh, setiap malam, zombie dan makhluk mutasi akan menjadi lebih aktif, disarankan untuk mencari tempat perlindungan yang aman.
Kedelapan, tingkat mutasi zombie dan makhluk mutasi sedang ditekan, dan kemampuan penekanan akan berkurang setiap 30 hari, jadi bersiaplah!
Permainan akan dimulai dalam lima menit!]
"Jadi tempat ini benar-benar mirip dengan Game? Di sini juga ada tempat penyimpanan, " gumamnya sambil melihat cincin yang melingkar dijarinya.
Jason berpikir ditengah jalan, dia pun mengerti setelah permainan dimulai maka semua Zombie akan bangkit dan tentunya itu tidak baik buat dirinya, karena dia akan mati jika dimakan mereka.
"Aku harus segera menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi. Tapi dimana?" Jason benar-benar berpikir keras, menyapu pandangannya ke berbagai arah. Dia melihat banguna pertokoan yang berjejer dipinggir jalan.
"Apakah ada zombie ada di dalam toko-toko itu?"
Jason ragu untuk melangkah, ia kemudian melihat sebuah restoran di pinggir jalan. Hampir semua bangunan toko berlumuran darah, tetapi tempat itu tampak bersih, dia pikir bisa menjadi tempat persembunyian yang baik.
Jason memantapkan tekadnya, bersiap untuk bergerak ke sana. Dengan langkah mantap ia pun bergegas menghampiri Restoran tersebut.
Saat dia berada didepan Restoran, sebuah layar hologram pemberitahuan muncul di samping bangunan itu.
[Di dalam restoran ada 30 zombie yang kelaparan jika kamu masuk dengan tergesa-gesa, mereka pasti akan melahapmu.]
Jason seketika berhenti melangkah karena terkejut. "Apakah ini sebuah peringatan?"
[Ada sebuah grup obrolan, saya sudah memasukan Anda ke dalam obrolan!]
Layar hologram menunjukan chat dalam obrolan tersebut.
"Tolong aku, di sini banyak sekali Zombie!" ujar seorang pria yang sangat ketakutan.
"Siapa pun yang ada di luar, tolong selamatkan aku." Seseorang bersembunyi di dalam lemari tampak meminta bantuan.
Beberapa orang lainnya juga meminta tolong, tetapi dari semua chat tersebut, mereka tidak ada yang tahu pasti keberadaan Zombie yang ada di dalam tempat itu, mereka hanya ketakutan meminta tolong dalam grub obrolan.
Ini menunjukkan bahwa pemberitahuan tersebut hanya bisa dilihat oleh Jason, jika tidak, mengapa mereka khawatir tentang zombie di di luar?
Jason mencoba mencaritahu lebih lanjut, ia mengalihkan pandangannya ke sebuah supermarket kecil, dan pemberitahuan muncul lagi.
[Ada 6 zombie, beberapa air murni, jika Anda memiliki senjata yang tepat dan cukup gesit, mungkin bisa masuk.]
Jason menghela napas. "Bagaimana caranya aku mengalahkan enam Zombie itu? Bahkan aku jarang sekali olahraga?" gerutunya kesal karena tak mungkin bisa selamat.
Dalam keputusasaannya Jason tak sengaja melihat ke sebuah agen properti, dan muncul pemberitahuan.
[Selamat, tidak ada zombie, dan terdapat kotak suplai barang tingkat pertama.]
Wajah Jason berbinar. "Tanpa Zombie dan ada kotak suplai, ini tempat yang aku cari!" ucapnya bersemangat.
Jason melihat zombie di sampingnya, dan pemberitahuan muncul.
[Zombie dalam keadaan diam, tidak dapat bergerak atau dibunuh, waktu tersisa 4 menit 26 detik.]
"Baiklah, aku tidak memiliki banyak waktu dan harus segera ke sana," ucap Jason yang memperkirakan bahwa jarak ke agen properti itu hanya 30 meter. Dalam 10 detik, ia bisa masuk dan menutup pintu. "Tapi aku juga harus menyiapkan sesuatu, jika ingin bertahan hidup. Waktu hanya tersisa 4 menit, berpikirlah, Jason!
Pandangan Jason tertuju pada seorang zombie yang mengenakan pakaian polisi anti rudal. Dia mengulas sebuah senyum.
Jason berlari ke arah Zombie tersebut dan melepas helm anti rudal dari kepala Zombie. "Ternyata aku juga bisa mengenakan barang mereka," ucapnya senang dengan penemuan tersebut. Helm itu tampak kuat dan bersih, jadi ia langsung mengenakannya.
Kemudian, ia mencoba merebut perisai anti rudal dari tangan zombie itu. Zombie dalam keadaan diam, sehingga jari-jarinya juga kaku.
"Brengsek, lepaskan!" Jason berjuang keras untuk mendapatkan perisai tersebut, dan dia pun berhasil mendapatkan perisai tersebut, setelah itu ia mencari senjata lagi dan menemukan sebuah granat air mata di saku Zombie.
Tak sampai di situ saja, Jason melihat sekeliling, ia melihat seorang zombie lain mengenakan pakaian anti rudal dan memegang pistol.
Saat dia hendak mendekati Zombie tersebut, layar hologram yang menunjukan waktu untuk permainan dimulai sudah muncul di depannya.
[Satu menit menuju permainan di mulai!
59, 58, 57....]
Daftar bab
227 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
227 bab








