
Aku Kembali ke Era Kesultanan Mataram
cipiiyyy|Bersambung
- Jumlah kata
- 22.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 11
- Jumlah kata
- 22.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 11

cipiiyyy|Bersambung
"Raden mas!! raden kenapa bisa ada disini" tanya seorang penjaga seperti ksatria yang mencoba membangunkan arya. arya mengerjapkan matanya sambil berfikir sejak kapan ia ganti nama menjadi raden. saat membuka mata ia terkejut, mendapati banyak prajurit yang mengelilinginya dengan raut wajah kebingungan dan juga khawatir. "hahh? raden?? siapa raden?" tanya arya yang mencoba berdiri sambil bertanya pada mereka yang mengelilinginya. sebelum sekelompok prajurit itu menjadi, tiba-tiba dari kejauhan ada seorang pria yang mendekat kearah arya. "Raden Mas Prabasuyasa kenapa bisa sampai sini? lelah saya mencari Raden selama beberapa hari ini" ucapnya "haa? prabasuyasa? aku??" tanya arya kembali, mencoba memahami apa yang terjadi. "saya mengerti raden mas suka bercanda hahaha" "siapa yang bercanda, aku serius. kamu siapa? aku dimana ini" tanya arya pada orang itu. "RADEN MASS??!! ANDA TIDAK INGAT PADA PELAYAN RENDAHANMU INII??" yap. orang itu berteriak karena arya mengatakan tidak mengingatnya pelayan itu ternyata adalah santo. yang bersamanya dari dia berumur 15 tahun dan prabasuyasa berumur 7 tahun. santo menjelaskan kalau arya adalah raden mas prabasuyasa anak dari Raden Mas Suryaputra atau yang lebih dikenal dengan nama Amangkurat IV. raja dari kesultanan mataram di kartasura saat ini. begitu mendengar penjelasan santo, arya pun terdiam dan terduduk. dia tercengang karena ternyata saat ini ia melakukan perjalanan waktu dan menempati tubuh dari toko besar sekaligus raja kesultanan mataram terakhir dalam sejarah. akankah surya dapat menyesuaikan diri dan berjuang di kesultanan mataram. atau dia akan sekuat tenaga menghindari konflik dan mencari cara untuk kembali ke masa depan?
1 ulasan
Arunaa
28/5/26 02:55
semangat Thor keren cerita tentang kerajaan pasti banyak membaca tentang sejarah ini supaya bisa membuat alur ceritanya. lanjut Thor semangat terus
"Raden Mas, mari saya antar anda kembali ke keraton" ucap santo sopan, sambil mengarahkan arya untuk menaiki kuda.
okeh. tenang arya. kamu pahami dulu apa yang sebenernya terjadi dan nanti baru mencoba untuk menarik kesimpulan. okeh aku lakukan seperti itu.
Arya pun menaiki kuda itu. beruntung dia pernah berkuda dengan kakeknya dulu. mereka pun berkuda sampai ke keraton. saat sampai arya dibuat takjub dengan ukiran dan detail dari bangunan itu. megah nan juga indah. santo menyuruhnya turun dan kuda yang mereka naiki di bawa oleh prajurit yang berjaga di dekat sana ke kandang.
santo menuntut arya kembali kekamarnya. tapi sekali lagi arya benar-benar takjub dengan dekorasi didalam keraton. semuanya benar-benar mempesona dan teratur. arya memang suka membaca cerita bertema kerajaan. dan saat menyaksikan secara langsung, ia benar-benar senang.
saat tengah asyik melihat pemandangan itu, ia dikejutkan dengan gerombolan perempuan yang menghampirinya. ada tiga wanita di baris paling depan dan dibelakangnya diikuti beberapa pelayan yang mendampingi. dari pakaian yang dikenakan arya bisa menebak bawa wanita ditengah itu pasti ratu amangkurat, yaitu nyimas cendana yang adakah ibu kandung dari prabasuyasa. dan dua wanita dikanan kirinya adalah selir ayah handanya, mas ayu tejawati dan mas ayu karoh
"nak, kamu dari mana saja? kenapa kamu tiba-tiba menghilang nak" cemas nyimas cendana
"putra dalem tersesat dihutan. maaf jika kulo membuat ibunda cemas" jawab arya sambil sedikit menunduk untuk menunjukkan rasa hormatnya pada sang ibu yang sekaligus seorang ratu.
*putra dalem: putra ibu (sebutan ini jika kita seorang pangeran dan berbincang dengan ibu yang merupakan seorang ratu)
*kula (kulo): aku dalam bahasa jawa halus (kromo)
"kamu pasti lelah, istirahatlah anakku. ibunda ingin bertemu dengan ayahmu karena ada keperluan" ucap nyimas cendana sambil mengusap pucuk kepala prabasuyasa dan berlalu bersama selir dan pelayan lainnya.
arya pun menunduk sambil menunggu rombongan sang ibu berlalu meninggalkannya. tak lama santo berlutut didepannya, dan tentu saja membuatnya terkejut.
"santo kamu kenapa?"
"raden prabasuyasa, apakah hamba melakukan kesalahan besar hingga diperlakukan seperti ini"
"haa? kesalahan apa? coba kamu kalau berbicara yang jelas. dan juga tidak perlu berlutut, bangun dan bicaralah padaku"
"tadi saat dihutan, raden tidak ingat pada hamba. tapi begitu bertemu kanjeng ratu, anda langsung tau beliau adalah ibu anda. hamba fikir anda hilang ingatan tadi"
eee... ga salah sih kamu santo. tapi ga bener juga. lagian pakaian semenonjol itu, bodoh kalau aku gatau ia ratu disini
"kamu tidak salah santo, aku memang tidak mengingatmu tadi. tapi begitu melihat pakaian ibunda, mustahil aku tidak tau ialah ratu di tempat ini, aku hanya menebaknya tadi"
"hamba kira, raden marah besar pada hamba" jawab santo lega
"sebut saja aku kamu jika kita hanya berdua. bicaralah dengan lebih santai kedepannya, agar aku merasa memiliki teman bicara, aku benar-benar tidak ingat apapun saat ini"
"baiklah jika itu yang raden inginkan, hamb.."
"emm tadi aku bilang apa santo"
"a-aakk-ku hahh aku akan bicara lebih santai pada raden mas"
"kenapa masih raden mas?"
"aku hanya bisa memanggil aku tidak bisa memanggil raden mas dengan kamu"
"yasudah senyamanmu aja, mari kita kembali ke kamar. aku ingin istirahat"
"baik, mari raden aku antar"
santo pun mengantar arya kembali kekamar prabasuyasa yang akan menjadi identitasnya mulai saat itu.
namun, di perjalanan arya berpapasan dengan prajurit yang memiliki tato dibagian dalam pergelangannya. tato ini memang tidak terlihat, tapi karna prajurit itu berhenti sejenak dan memberi salam padanya jadi pergelangan itu terlihat dan menunjukan tato tersebut.
tiba-tiba muncul gambaran tentang tato itu. itu adalah ingatan dari prabasuyasa. namun ingatannya hanya tentang tato itu dalam persekian detik.
•••
santo memanggil arya agar makan di pendopo yang tidak jauh dari kamarnya. arya pun keluar dengan setengah sadar karna santo membangunkannya dari tidur.
"silahkan basuh muka dulu disini, raden mas" ucap santo sambil menunjukan baskom berisin dan kain bersih yang ada di samping kamar arya.
arya pun membasuh mukanya perlahan dan setelahnya mengelap wajahnya dengan kain bersih didepannya.
"wah ternyata raden mas tambah ganteng yah" celetuk minah
"raden mas memang tampan hahaha" jawab santo
arya berjalan menuju pendopo untuk menghampir dua manusia itu.
"sudah puaskan kalian berdua menjahiliku" tanya arya bercanda sambil tersenyum
"hehe maaf raden mas, istri hamba hanya memuji anda karena anda memang sangat tampan" jelas santo
TUNGGU!! I-IISTRII??!! BUKANKAH SANTO BARU 23 TAHUN?? GIMANA BISA DIA UDAH PUNYA ISTRI
"hahh? dia... istrimu santo?" tanyaku heran dan memastikan bahwa hal yang ku dengar tadi adalah benar.
"iya raden mas, minah namanya dia istri hamba"
"raden mas tidak ingat dengan hamba"
"raden mas hilang ingatan minah, setelah aku menemukannya di hutan siang tadi" jelas santo
minah terkejut. namun, dia segera mengkondisikan raut wajah agar tetap biasa saja. kalau raden mas hilang ingatan, harusnya dia tidak kembali ketempat itu kan. tanya imah dalam batinnya
"izinkan hamba memperkenal diri. hamba minah, pelayan dapur keraton yang kebetulan bisa dekat dengan raden mas karena suami hamba adalah pelayan setia raden mas. jika raden ada pertanyaan atau hal yang ingin ditanyakan dan kami tau jawabannya, pasti sebisa mungkin kami akan menjawabnya" jelas minah
"betul itu raden, saya dan minah akan menjawab pertanyaan anda, selama kami tau jawabannya" imbuh santo.
arya pun kemudian duduk dipendopo itu. dan minah pun mengambilkan makanan untuknya
"emm minah, kamu sama santo menikah udah berapa lama" tanya arya
"sudah 2 tahun, raden mas" jawab minah sopan
"kalau kita sedang berkumpul begini sebut aku den/aden aja. nama raden mas terlalu panjang untuk ku dengar. kamu juga santo, agar terdengar lebih santai, aku suka panggilan ini" perintah arya pada kedua pelayannya itu
mereka berdua, santo dan minah terdiam sejenak. bagi mereka ini bukan hal yang seharusnya, tapi melihat raden mas yang mereka layani, yang menyuruhnya. akhirnya setelah berfikir cukup lama mereka pun menyanggupi perintah dan juga keinginan tuannya itu.
"emm minah, ini cara makannya gimana? ga ada sendok kah??" tanyaku, arya pada minah
minah menyodorkan wadah berisi air dan irisan buah lemon kepada arya. dan berkata untuk memasukan tangannya dulu ke dalam air itu. baru setelahnya dia bisa makan. arya pun melakukannya.
saat mencoba mengambil suapan, ia membuatnya dengan sangat besar. santo menghentikan dan mencontohkan padanya untuk mengambil sedikitt dengan sedikit agar bisa pas masuk ke mulut tanpa ada yang jatuh.
22 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.