
Cuan dengan Mengejar Wanita Cantik
Leonord_83|Tamat
- Jumlah kata
- 274.4K
- Popular
- 60.1K
- Subscribe
- 2.0K
- Jumlah kata
- 274.4K
- Popular
- 60.1K
- Subscribe
- 2.0K
Sinopsis
Awalnya Xavier hanya ingin malas dan bejat, tetapi sistem malah mengirimkan uang kepadanya untuk mengejar gadis impian dengan rasio membayarnya 1000 akan dikonversi menjadi 100.000 saldo rayuan. Ini setara dengan barang berharga yang sulit terjangkau orang lain, dan Xavier dapat membelinya dengan puluhan ribu!! Tapi uang itu hanya bisa digunakan untuk wanita, khususnya wanita yang lebih dari 90 poin. Sejak saat itu, Xavier memulai dunia haremnya, dari adegan terkenal para wanita saling menjambak rambut dan menampar satu sama lain, hingga saling cemburu dan berebut perhatian darinya!
Ulasan
2 ulasan
Lie Koden Koden
21/6/25 11:10
last ending TK mencukupi,org jahat TK mati,frust btl2 lah...tapi ok ceritanya menarik,blh terus buat novel yg baru,lebih seru ok Thor tq
Pino Cchio
19/3/25 06:35
tiap upload bab nya dibanyakin thor,biar pembaca nggak nanggung..baru jg dibaca sebentar udah habis..
Bab 1
Hari itu Xavier memilih untuk libur. Dua pekerjaan paruh waktu akhir-akhir ini terasa membosankan. Rutinitas yang tidak kunjung usai, tetapi kehidupannya tidak mengalami banyak perubahan. Seperti melakukan hal yang sia-sia. Xavier menghela napas panjang. "Tidak ada salahnya menikmati hidup," bisiknya pada diri sendiri.
Pria berpostur tinggi itu dengan yakin melangkah ke arah kompleks perumahan Yadara. Di sana ada sebuah tempat pijat refleksi di lantai bawah. Setiap hari, ada dua atau tiga wanita muda berpakaian minim, memamerkan tubuh mereka. Ketika ada pria yang masuk, mereka berdiri dengan patuh, menunjukkan sikap malu-malu namun penuh perhatian. "Selamat datang, Tuan," sapa mereka genit nyaris bersamaan.
"Siapa yang kamu cari malam ini, tampan?" tanya seorang wanita dengan gaya santai bersandar pada dinding dengan segelas alkohol di tangan. Dia bertanya demikian karena tahu Xavier sebelumnya pernah ke sana, tetapi tidak memesan satu pun layanan. Meskipun Xavier memiliki figur yang lumayan untuk seorang lelaki, tetapi yang tampak mencolok justru kesan lusuh dan tidak terawat dengan pakaian seadanya yang dikenakan.
Xavier tahu panggilan tampan yang diterimanya tidak lebih hanya sekadar sapaan hangat untuk setiap pelanggan yang datang. Sehingga dia masih saja mengedarkan pandangan, dan tidak ada niat untuk menjawab. Matanya mencari seseorang yang memiliki wajah mirip dengan wanita yang disukainya.
"Hei, aku bertanya padamu," tegur perempuan tadi yang gemas karena Xavier yang acuh.
"Terapis nomor 8. A-aku mencarinya." Xavier terpaksa menjawab dengan sedikit tergagap.
"Oo … terapis nomor 8? Aku seharian tidak melihatnya. Lagi pula yang aku dengar, dia sudah pulang kampung untuk menikah," jelasnya. Melihat Xavier yang tampan, perempuan itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. "Bagaimana kalau denganku saja?" tawarnya.
"Tidak, terima kasih," tolaknya.
Akhirnya Xavier keluar dari toko memasang wajah muram. Seminggu yang lalu dia sempat bertanya berapa harga terapis nomor 8. "99.999. Apa kau punya uangnya?" tanya si terapis nomor 8. Meskipun sempat tergoda untuk memesan, tetapi Xavier memilih untuk pergi.
Xavier sebelumnya terjebak dengan seorang wanita toxic yang membuatnya bekerja keras mencari uang. Siang hari dia bekerja menjadi satpam yang menghadang kurir makanan, tapi malamnya dia sendiri malah menjadi kurir yang harus melewati hadangan satpam. Kemudian beberapa hari lalu, dia melihat wanita yang dicintainya bermesraan dengan seorang pria paruh baya botak di dalam mobil.
Sebenarnya Xavier sangat ingin memakinya, tetapi tidak bisa berkata apa-apa karena wanita itu bukan pacarnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk sedikit "tersesat" dan mencoba menjadi pria nakal. Namun, saat tekadnya sudah bulat, terapis nomor 8 malah pergi, membuatnya sangat kecewa.
Saat itu, seorang wanita dengan tubuh seksi keluar dari tempat pijat refleksi tersebut. Pikiran Xavier penuh dengan hal-hal dewasa.
"Apa kau punya korek api?" Wanita itu mendekati Xavier dengan percaya diri. Melihat Xavier menatapnya, dia tersenyum dan bertanya, "Bukannya kamu bilang hanya mau nomor 8? Bagaimana kalau kamu ikut denganku saja? Aku kasih diskon."
'Wanita yang cukup agresif,' pikir Xavier.
"Lupakan saja dia." Si wanita seksi berkata. "Nomor 8 itu penuh penyakit, pelanggan sampai marah-marah. Manajer akhirnya mengusir dia, tapi dia beralasan pulang kampung untuk menikah."
Xavier terkejut. Terapis nomor 8 yang selama ini dia pikirkan ternyata tidak sebaik yang dibayangkan. Salah dirinya juga karena hanya menilai dari tampilan fisik dan kemiripan wajah dengan wanita yang disukainya.
Tiba-tiba wanita itu bergeser mendekat. Tanpa rasa canggung, dia menempelkan dadanya ke tangan Xavier dan berkata, "Aku baru saja mulai, masih bersih. Mau coba tidak?"
Xavier sebagai pria normal tentu saja tergoda dengan bujukan wanita seseksi itu. Namun, tiba-tiba muncul tulisan kecil di pikirannya. Terbaca di sana: fitur pemindaian aktif, silakan habiskan uang untuk wanita dengan daya tarik 90 poin untuk mengaktifkan sistem ini. Lalu pada pandangan Xavier tiba-tiba muncul jendela biru yang bisa dihidupkan atau matikan sesuai keinginan. Xavier sangat gembira. "Ini pasti sistem yang sering ditulis di novel-novel itu!" gumamnya.
Kemudian Xavier melihat ke wanita di sebelah. Beberapa informasi muncul,
Nama: Wendy Lestari
Usia: 31 tahun
Daya tarik: 72
Jumlah hubungan: 349.
Catatan: Jumlah hubungan mengacu pada jumlah pria yang pernah tidur bersama. Xavier tercengang. Wanita ini sudah tidur dengan 349 orang, tetapi masih berani bilang baru bekerja?
"Bagaimana?" tanya Wendy yang masih menaruh harapan rayuannya berhasil.
Namun, sistem sudah memberikan informasi yang bertolak belakang dengan ucapan Wendy, dan itu membuat Xavier risih. Dengan jumlah sebanyak itu, pasti ada risiko penyakit. Dia tidak berani ambil risiko. Tanpa berpikir dua kali, dia pun segera pergi dan tak menghiraukan panggilan Wendy. Lalu dia masih sempat memindai semua wanita yang dijumpainya di toko pijat refleksi itu, tetapi tidak ada seorang pun yang daya tariknya lebih dari 70 poin.
'Tidak ada yang menarik,' batinnya sebelum benar-benar kabur.
Sepanjang jalan, dia terus mencari wanita dengan daya tarik 90 poin, tetapi semuanya biasa saja. "Wanita sebanyak ini, apa tidak ada yang melebihi angka 70?" Xavier menggerutu sendiri. Dia pun duduk dan membuka kaleng minuman yang baru saja dibeli. Seteguk minuman bersoda itu seketika menyegarkan otaknya.
"Jangan-jangan." Sebuah ide segera terlintas di benaknya. Dia membuka galeri foto di ponselnya. Meskipun sempat ragu, tetapi ternyata sistem juga bisa menampilkan daya tarik melalui foto dan hal itu sangat membuatnya bersemangat.
Dia memeriksa satu per satu foto wanita cantik, hingga berhenti pada sebuah foto yang menampilkan informasi,
Nama: Angelika
Usia: 25 tahun
Daya tarik: 93
Jumlah hubungan: 1
Angelika adalah wanita cantik seperti bidadari, idaman banyak pria. Xavier sebelumnya tidak berani berharap, tetapi kini dengan sistem, dia merasa percaya diri.
Dia menemukan akun DoPay, sebuah aplikasi dompet digital, milik Angelika dan berpikir, jika sistem meminta pengeluaran, mungkin jumlah kecil juga bisa. Dia membuka menu transfer dan memasukkan 1.000 rupiah. Walaupun sedikit memalukan, transfer diterima. Lalu terdengar suara notifikasi: Sistem Bucin berhasil diaktifkan.
"Berhasil." Xavier nyaris melonjak dan menarik perhatian siapa pun yang lewat, tetapi dia segera menahan diri untuk bereaksi berlebihan.
Kemudian terpampang penjelasan jika dirinya melakukan pengeluaran untuk wanita dengan daya tarik di atas 90 poin, maka Xavier dapat menggunakan Saldo Rayuan untuk pembayaran. Saldo Rayuan saat ini adalah 0. Setiap 1.000 rupiah yang dikeluarkan akan dikonversi menjadi 100.000 Rayuan.
Untuk meningkatkan tingkat rasa suka wanita idaman hingga 80 (cinta), Rayuan yang dikeluarkan untuknya akan dikembalikan dalam bentuk tunai. Jika tingkat rasa suka mencapai 100 (setia sepenuh hati), akan ada hadiah khusus. Xavier menyadari bahwa tiba-tiba ada kartu emas di tangannya. Dengan ragu, dia mengisi saldo sebesar 100.000 rupiah. Lalu terdengar notifikasi: Saldo Rayuan saat ini 1.000.000 rupiah. Xavier bertanya-tanya apakah uang 1.000.000 rupiah ini bisa digunakan.
Saat itu, tiba-tiba sebuah notifikasi pesan singkat masuk ke ponsel Xavier. Angelika mengirim pesan, "Kamu siapa? Berani mengirim 10.000 rupiah?"
Daftar bab
264 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
264 bab








