
when i meet the silent producer
ViviSeptianingrum|Bersambung
- Jumlah kata
- 4.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
- Jumlah kata
- 4.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
Sinopsis
Yoon Gi-an seorang mahasiswa sound producer yang terkenal jenius tapi tertutup. tiba-tiba bertemu seorang gadis yang berani mengkritik musiknya. tanpa disadari gadis itu menjadi satu-satunya orang yang bisa mengubah cara dia mendengar dunia. Ini adalah cerita original, Semua karakter dan tempat adalah fiksi.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
BAB 1 Producer
Menjadi produser musik adalah keinginanku aku cinta dengan musik, aku berbicara dengan musik yang mewakili semua dibenakku yang penuh.
✨
Haneul Art university
Musim gugur telah tiba pohon-pohon nampak berguguran bernuansa orange menghiasi kota Seoul yang sibuk.
Kegiatan kampus yang begitu sibuk sekarang akan mengadakan festival kampus di musim gugur, acara ini selalu ada saat musim gugur di tiap kampus di Korea.
Kampus yang lengkap dengan fasilitas ada ruangan berbagai alat musik dan juga studio musik rekaman untuk membuat sebuah karya lagu.
Haneul art university terkenal sebagai jajaran kampus terbaik di Korea dengan jurusan seni musik, music production, vocal performance dan songwriter.
Kampus ini banyak mencetak generasi berprestasi tiap jurusan, terutama di prodi jurusan music production setiap tahunnya.
Yang diraih oleh sosok pria yang terkenal dingin, pendiam dan juga genius namanya Yoon Gi-an sosok produser musik terkenal di kampus Haneul art university yang memiliki banyak prestasi.
Karena sekitar dua minggu akan diadakan festival musik kampus, jadi Yoon Gi-an memanfaatkan kesempatan untuk seharian berada di studio rekaman yang berada di kampusnya, kebetulan ada sekitar lima studio rekaman jadi bisa dipakai satu studio seharian oleh Gi-an dan itu tidak masalah bagi pihak kampus.
"Oke, lagunya pas dan hampir selesai cuma kurang di chorus aku harus memperbaikinya" gumam Gi-an
Yoon Gi-an melihat jam sudah menunjukkan waktu 10.00 kst jadi harus kembali ke kelas dulu sebentar.
Setelah sampai di kelas fakultas langsung ketempat duduk andalannya dibelakang pojok paling kanan, berlalu melewati teman-temannya tanpa menyapa.
Memang sedingin itu sosok Yoon Gi-an.
Dosen kampus masuk ke kelas untuk menyapa mahasiswa nya, ada yang lebih menarik ada sosok wanita disamping dosen.
"Selamat pagi, bapak ingin perkenalkan ke kalian ada kedatangan mahasiswi baru dari Indonesia, ayo berkenalan dulu"
Dosen meminta mahasiswi baru itu untuk memperkenalkan diri di depan mahasiswa lainnya.
"Haloo semua perkenalkan aku Viara dari Indonesia, saya disini mengambil prodi jurusan vocal performance dan songwriter, salam kenal"
"Wowwww vocal performance?"
"Daebak!"
"Kau mengambil dua prodi sekaligus Daebakkk!"
Seluruh mahasiswa di kelas itu ramai mengomentari secara terkejut karena mengambil prodi jurusan vocal karena jarang sekali yang mengambil prodi itu, karena dinilai sulit.
Sementara itu Yoon Gi-an menatap gadis di depan kelas itu nampak datar tidak seantusias mahasiswa lainnya.
"Baiklah Viara kamu bisa duduk di samping Yoon Gi-an di pojok kiri belakang" dosen memberi instruksi mempersilahkan duduk.
"Terima kasih pak" Viara akhirnya duduk disamping orang misterius itu dimatanya.
Dosen angkat bicara
"Gimana project musik kalian sejauh ini untuk festival musik kampus musim gugur ini, sudah siap?" Dosen mengingatkan soal festival kampus
Dosen mengatakan lagi
"Kalian harus melakukan yang terbaik buatlah karya kalian dengan bagus" ujar dosen
Dosen itu melihat pria dingin bertepatan diujung belakang sana.
Yoon Gi-an sudah siapp?" Tiba-tiba dosen menyebut nama mahasiswa dingin siapa lagi kalo bukan Yoon Gi-an.
"Sedang dipersiapkan pak" ucap Yoon Gi-an yakin.
Viara menoleh pria itu seketika memperhatikan.
"Pria ini tampan tapi sayang dia terlalu dingin" gumam Viara dalam hati
"Oke baiklah kalian harus mempersiapkan diri dari sekarang terima kasih" dosen lalu beranjak dari kelas itu.
Ada seorang mahasiswa mendatangi bangku Viara.
"Heyy, kamu udah tahu kelompok mu untuk festival nanti?" Tanya salah satu mahasiswa
"Aku belum memutuskannya, nanti aku putuskan" keputusan final Viara saat ini
"Oke baiklah" jawab sosok mahasiswa
Ada satu mahasiswi bertanya penasaran
"Viara, mengapa kamu memilih kampus ini lalu jurusan mu kamu ambil dua sekaligus apalagi jurusan tersulitpun kamu pilih"
Mahasiswi itu menjeda pertanyaan nya
"Apa alasannya?"
Viara menjawab dengan penuh keyakinan
"Alasannya karena aku suka menyanyi sejak kecil dan suka menulis juga jadi aku ingin mengasahnya, karena aku suka K-Pop jadi aku memilih kampus ini untuk mengasah kemampuan ku, orangtuaku mengizinkan ku"
Jawab Viara lugas.
Dan sesekali Yoon Gi-an melirik gadis itu sebentar.
"Oke kamu cukup berani kuliah disini sedangkan kamu asal Indonesia" ucap lagi salah satu mahasiswi dengan tatapan sinis Viara bisa lihat ekspresi itu.
"Kenapa? Ada yang salah kah? Semua orang dapat kesempatan yang sama dan berhak juga, apapun yang kupilih itulah yang aku yakini" ujar Viara tegas.
"Baiklah santai aja" ucap lagi salah satu mahasiswi.
Mahasiswa dan mahasiswi yang penasaran itu berlalu pergi dari kursi Viara dan diam sejenak.
"Emang ada yang salah yaa, aku orang Indonesia berkuliah di Korea, aku akan buktikan bahwa aku layak" gumam kecil Viara.
Tanpa sadar gumaman Viara terdengar oleh sosok pria yang terkenal dingin, Yoon Gi-an.
Waktu pulang kampus pun tiba, Yoon Gi-an bergegas kembali ke studio rekaman untuk menyelesaikan musik nya.
Dengan fokus headphone besar berada di sekitar kepalanya, mata fokus monitor dan tangannya mengatur ritme tempo memulai mixing, Yoon Gi-an tampak fokus.
Tiba-tiba Yoon Gi-an diam sejenak teringat gadis di kampus tadi teringat nama Viara asal Indonesia, dan ia keringat juga gumaman tadi.
"Ternyata dia tangguh juga" gumam
Yoon Gi-an
Tiba-tiba Yoon Gi-an ingin keluar sebentar dari studio untuk membeli kopi Americano kesukaannya, kopi sudah ditangan ingin balik ke studio lagi.
Tanpa sengaja melihat sosok wanita duduk ditaman sendirian ia melihat seperti mengenalinya, saat di perhatikan ternyata Viara yang berdiam diri disana.
Yoon Gi-an ragu untuk mendekat
Tiba-tiba Viara berdiri dan tanpa sengaja mereka saling bertatapan, Yoon Gi-an pun sedikit terkejut dan Viara terlihat segan padanya.
Viara menyapa duluan dan menghampiri Yoon Gi-an disana.
"Haloo" sapa Viara
" kamu sendirian belum pulang?" Ucap Yoon Gi-an dingin
"Belum aku masih ingin disini" ucap Viara pelan dan bertanya lagi.
"Ohh iya kamu Yoon Gi-an kan di kelas tadi yang dipanggil pak dosen?"
Yoon Gi-an hanya mengangguk
"By the way ngapain kamu masih disini?" Tanya Viara
Yoon Gi-an berpikir untuk mengajaknya ke studio, ia diam sejenak.
Dan melihat Yoon Gi-an melamun jadi Viara mengibaskan tangannya ke wajahnya
"Heyyy kamu kenapa?" Viara menatapnya bingung
Sudah diam terlalu lama jadi Yoon Gi-an angkat bicara
"Ayoo ke studioku"
Ucap Yoon Gi-an singkat
Viara mengerenyitkan dahinya " kamu yakin ngajak aku?"
Yoon Gi-an beranjak pergi tanpa menghiraukan pertanyaan Viara
Viara sedikit berlari dan berteriak
"Gi-an tunggu!"
✨
Studio musik Yoon Gi-an
Tibalah mereka berdua di studio rekaman
Viara melihat ruang rekaman itu sangat takjub di ruangan itu Viara melihat alat mixing, monitor, keyboard dan yang penting ruangan itu bersih dengan wangi lavender menyeruak di ruangan itu, menenangkan bagi Viara.
"Wowwww kerennnn, kamu bikin musik disini?" Ucap Viara antusias.
"Iyaa benar" ucap Yoon Gi-an singkat
"By the way untuk apa kamu ajak aku kesini?" Tanya Viara
"Karena aku mau ajak kamu colab, kamu nyanyi dan aku yang buat musiknya" jawab Yoon Gi-an spontan
"Hahh kamu serius?" Ucap Viara terkejut benar-benar terkejut kali ini.
"Iyaa aku serius, tapi sebelum itu aku ingin dengar suaramu" permintaan sosok
Yoon Gi-an tiba-tiba.
"Okay baiklah aku akan bernyanyi, aku akan nyanyi lagu BREATH kamu dengar yaaa"
Viara mulai menunjukkan suaranya, bernyanyi dengan penuh penghayatan tentunya tahu isi dari lagunya jadi Viara bisa masukkan rasa di lagi yang ia nyanyikan ini.
Yoon Gi-an mendengarnya takjub dalam hati karakter suaranya tebal tapi ia bisa memperhalus suara, artikulasinya jelas walaupun full lagunya bahas Korea, terutama rasa dari lagu ini yang Viara nyanyikan itu selaras dan yang terpenting ia tak buta nada.
Yoon Gi-an tertegun mendengar suaranya
"Suaranya indah, ini akan cocok dengan lagu yang baru aku ciptakan" gumam Yoon Gi-an dalam hati.
"Gimana suaraku Gi-an?" Viara menunggu jawaban dari Yoon Gi-an
"Gi-an kamu baik-baik aja kan" Viara mengibaskan tangannya ke muka Yoon Gi-an yang melamun.
Lagii...
"Ahhh iyaa suaramu bagus, tempo pas dan gak buta nada" Yoon Gi-an berpendapat sepentingnya.
"Ahh terima kasih Gi-an" ucap Viara tersenyum.
"Baiklah kita sepakat buat colabb" ucap Yoon Gi-an yakin dan berjabat tangan dengan Viara tanda sepakat.
"Deall?"
Dan Viara juga menyambut jabat tangan dari Yoon Gi-an tanda sepakat.
"Deall!!!" Viara penuh semangat sambil memperlihatkan senyuman nya
Viara tersenyum membuat Yoon Gi-an sedikit terpaku.
Yoon Gi-an ucap dalam hati "Viara manis"
✨
Demo song vibes
Dua mau sejoli ini sedang sibuk membuat lagu demo mereka buat festival.
Yoon Gi-an sibuk dengan monitor dan keyboard nya dan Viara sibuk menulis liriknya
Viara menatap kertas di tangannya
"Aku coba tulis sesuatu... Tapi masih kasar" katanya pelan
Yoon Gi-an tidak menjawab, dia hanya menekan tombol play pada laptopnya.
Beat lembut memenuhi studio
Viara menarik nafas dan memulai menyanyi perlahan mengikuti tempo dan alunan musik
"I write a melody in the quiet night..."
Suaranya memenuhi ruangan studio kecil itu
Viara lanjut ke lirik berikutnya dengan emosional yang ia bawa dalam lagunya.
"Oke dari tipe suaramu sepertinya kamu cocok dengan nada minor"
"Dan aku akan mengubah tempo lagu jadi 72 bpm, biar ada keserasian antara lirik dan lagu"
"Tambah reverb pada vokalnya, ada sedikit ciri khasnya"
Intruksi Yoon Gi-an bisa dimengerti oleh Viara dan membuat Viara terasa nyaman.
"Every note was drifting without a light
Then i head a voice through the open door
Suddely the silence was gone once more"
Nada demi nada dalam alunan lirik yang Viara bawa mengalun sangat indah penuh penghayatan, lagunya menjadi hidup.
Gi-an yang biasanya tidak berekspresi tiba-tiba berenti mengetuk meja.
Setelah beberapa menit, chorus akhirnya selesai direkam.
Viara melepas headphone itu perlahan.
"Gimana?"
Yoon Gi-an tidak langsung menjawab, ia memutar ulang rekaman itu dari awal, suara Viara memenuhi studio kecil itu.
Viara mendengarkan suaranya di bagian chorus, lalu mengatakan.
"Sepertinya dibagian chorus ini kurang pas, aku ingin mengulangnya lagi" ucap Viara inisiatif.
" tetap kontrol suaramu dan fokus" ucap singkat Gi-an.
Viara memulai ulang bagian chorus
"Your voice in my song
Where my lonely notes belong
In the space between the sound and the air
I find you there
Your voice in my song
Now the silence feells less wrong
Every line that i write feels true
when the melody find you"
Viara bernyanyi dengan membawa rasa dilagu itu jadi hidup, Yoon Gi-an membuat lagu seperti biasa tapi saat diisi vokal dengan warna suara Viara yang unik.
Untuk pertama kalinya sejak lagi itu dibuat
Musiknya sangat lengkap dan bernyawa.
Yoon Gi-an menikmati suasana studio yang menenangkan karena suara Viara menjadi pelengkap ketenangan dari sosok pria dingin ini.
Viara sudah melakukan ulang rekamannya, Yoon Gi-an menunjukkan keseluruhan lagunya yang telah rampung.
Mendengarkan dengan tenang dan BOOM
"Wowww lagunya baguss nadanya itu menyatu banget sama suaraku" ucap Viara terkejut
"Yoon Gi-an"
"Hmmm"
"Ini lagu kita kan? Jadi lagi beneran kan?"
Tanya Viara memastikan.
"Iyaa ini beneran lagu kita" jawab Yoon Gi-an yakin.
"Woahhhh gak nyangka banget beneran bikin lagu sendiri"
"Terima kasih telah mengajakku"
Ucap Viara dengan tulus
Yoon Gi-an memutar kursinya menghadap Viara.
"Sebenarnya aku bingung aku bakal ikut project festival musik ini sama siapa, semua orang meremehkan aku, tapi untung nya kamu mengajakku aku merasa beruntung sekarang"
"Terima kasih aku harap suatu hari kamu bisa jadi produser terbaik" ucap Viara tulus dengan senyumannya.
Yoon Gi-an terpaku mendengarnya terutama melihat senyummannya, bikin tenang.
Ia diam sejenak entah kenapa studio kecil itu terasa lebih hangat dari biasanya.
Yoon Gi-an menjawab
" Aku tidak mengajak sembarang orang"
Ia jeda sebentar, lalu menambahkan
"Suaramu memang cocok untuk lagu itu"
"Kamu yang membuat lagu itu menjadi hidup"
"Dan satu lagi masalah kamu diremehkan itu urusan mereka, aku hanya peduli dengan suaramu"
Ujar Yoon Gi-an yakin
Viara berkedip beberapa kali baru kali ini bisa mendengar Yoon Gi-an bicara sepanjang itu.
" Tetap saja aku berterima kasih padamu"
Viara menatap Yoon Gi-an dengan senyuman yang lebih tulus.
Gi-an melirik Viara dari sudut matanya
Dia jauh lebih bahagia dibanding saat pertama kali masuk ke studio tadi.
Entah kenapa...
Melihatnya seperti itu membuat Gi-an
Memang merasa lagu ini layak dibuat.
Gi-an mematikan musik itu akhirnya
"Besok kita lanjutkan " ucap singkat Gi-an
"Baiklah besok kita sudah mulai latihan kan"
Gi-an hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"Kita akan latihan di studio musik besok "
"Baiklah aku akan pulang sekarang, sampai ketemu besok Yoon Gi-an"
Viara menatap Yoon Gi-an
"Selamat malam" ucap Viara dengan melambaikan tangannya dan berlalu pergi di balik pintu studio itu.
Hari sudah malam tak terasa momen yang mengesankan awalnya tidak saling mengenal menjadi bertemu tanpa sengaja di sebuah projek dadakan.
Colaborasi yang serasi dengan kemampuan masing-masing, Viara melaraskan antara lirik dan nada, lalu Yoon Gi-an melengkapi irama menjadi sebuah karya yang layak dipamerkan.
Menjadi produser adalah cita-citanya, walaupun orangtuanya menentangnya tetapi tetap yakin dengan jalannya.
Yoon Gi-an tidak tahu mengapa dengan adanya Viara berada disampingnya merasa hidup, seperti lagu yang ia ciptakan yang dibuat tanpa sengaja menjadi sebuah lagu yang lengkap sekarang.
Daftar bab
2 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








