
- Jumlah kata
- 2.4K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Ares adalah dewa perang dalam mitologi Yunani. Ares adalah anak dari Zeus dan Hera dan termasuk dalam 12 Dewa Olimpus. Ares dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan, berkuasa atas alat-alat perang, penyerangan dan pertahanan kota, pemberontakan, penjarahan, kejantanan, serta keberanian. Di antara para dewa, Ares adalah yang paling tidak dipercaya. Dalam Iliad dikatakan: "Kau adalah dewa Olimpus yang paling membenciku," Zeus berkata pada Ares, "Perselisihan, perang, dan pembantaian adalah hal yang kau sukai. Ares dewa yang paling dibenci oleh dewa-dewa lain karena memiliki sifat yang cenderung kejam dan brutal sehingga dijuluki sebagai Dewa Perang. Tapi apa yang terjadi jika Ares mendapat kutukan dari sang Ayah? Bagaimana jika Zeus mengutuk Ares menjadi manusia?! Terlahir lagi menjadi manusia setengah dewa?? Apakah Ares versi modern akan sama kejamnya dengan Ares pada zaman Yunani?!?
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bad Boy
"Dijelaskan didalam mitologi Yunani ada tiga dewa terkuat yang mengatur keseimbangan dunia... Zeus, Posseidon dan Hades" jelas Mr. Will yang tidak lain adalah seorang dosen dalam ilmu Mitologi dan prasejarah Yunani
"Zeus.. ayah dari segala dewa penguasa Olimpus, Posseidon dewa penguasa lautan, dan Hades sang dewa kematian yang tinggal dilembah bawah atau biasa disebut neraka" jelas Mr. Will lagi..
"Ada saat dimana mereka turun kebumi, lalu bertemu dengan manusia dan mereka melakukan Ehm.. Apa namanya.."
"Bersetubuh Pak.." sahut seorang murid berambut cepak yang kemudian diikuti tawa dari beberapa murid lainya
"Iya.. Pada suatu waktu mereka turun kebumi dan bercinta dengan manusia, sehingga lahirlah manusia setengah dewa akibat hubungan tersebut"
"Emang para dewanya gak pakai kondom Pak? Hahaha" kali ini murid berambut kribo yang berbicara, membuat murid-murid yang lain ikut tertawa lebih keras daripada sebelumnya
"Oke semuanya tenang.. Mari kita lanjutkan" seru Mr. Will dengan lantang
"Ada banyak manusia setengah dewa yang tidak diketahui didunia ini, salah satunya Hercules.. Dia mempunyai kekuatan dewa dan menjadi pah......."
Praanngggg
Penjelasan Mr. Will terhenti saat mendengar suara keributan diluar kelas. Mr. Will segera berlari keluar kelas, dan disana terlihat dua orang laki-laki yang saling menghantam satu sama lain..
Salah satu laki-laki berkulit putih memakai sweater abu-abu sedang menghajar lawan bertarungnya dengan brutal.
Meskipun lawanya sudah hampir kualahan dan melemah, akan tetapi laki-laki tersebut masih memberi pukulan bertubi-tubi kepadanya.
"Kalian apa-apa'an ini..." Teriak Mr. Will lantang, sementara yang diteriaki masih sibuk dengan aktifitasnya
"Berisik lo jangan ganggu.." balas lelaki tersebut tanpa menghiraukan gurunya
"Antares..." Teriak Mr.Will lagi membuat laki-laki tersebut mendongak dan menghentikan aksinya
"keruangan saya sekarang juga..." lanjut Mr.Will sambil pergi meninggalkan tempat kejadian
-------------------------------------------------------------------------------
Antares Pov
Hai my name is Ali Antares, tapi biasa dipanggil Antares. Banyak sekali hal yang aku benci daripada yang aku suka.
Salah satu hal yang aku benci adalah mendengar ocehan Mr. Will dosen Mitologi dikampusku.
Aku tidak mengerti kenapa dia begitu hobi menceritakan tentang sejarah dewa dewi Yunani, karena menurutku itu hanya mitos dan sebuah omong kosong belaka.
Oh hei apa kalian benar-benar percaya dengan adanya dewa di dunia ini? Bahkan dizaman modern seperti saat ini? Haha Itu konyol.
Maka dari itu aku membolos tadi saat mata pelajaran Mr.Will karena bosan.
Belum cukup dengan membolos, aku malah membuat onar.. Haha pasti Mr. Will akan menceramahiku habis-habisan kali ini.
Siapa suruh tadi Rey menghinaku dan menyulut emosiku, Jadi kuberi sedikit pelajaran padanya.
Ya laki-laki yang kuhajar tadi namanya Rey, musuh bebuyutanku
"Ali Antares sudah berapa kali kamu berbuat onar dikampus ini?" Tanya Mr.Will, aku hanya mengedikkan bahu menanggapinya
"Dengar ya kalau bukan karena paman kamu adalah donatur terbesar dikampus ini, saya mungkin bisa men-D.O kamu saat ini juga"
"Seharusnya kamu bersyukur karena saya masih memberi kamu peringatan"
"Apa kamu tidak bisa diam sehari saja, dan berhenti membuat dosen-dosen disini Migrain karena ulah kamu"
Entah apa yang dibicarakan Mr.Will, karena aku tidak menghiraukannya. Pikiranku justru melayang kemana-mana, berimajinasi tentang sesuatu hal yang hanya diketahui laki-laki.
Privacy donk..
"Bagaimana kalau kita buat sebuah perjanjian..."
Kata Mr.Will lagi, aku mengeryitkan dahiku tanda penasaran
"Berhentilah berbuat onar, dan saya tidak akan melaporkan kejadian ini pada Kepala Dekan"
"Katakan padaku? Kenapa aku harus menurutimu Mr.Will?" Jawabku santai.. Mr.Will hanya menyeringai, seringaian yang tidak bisa kuartikan
"Karena jika tidak, kamu akan tau sendiri akibatnya" katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku.
-------------------------------------------------------------------------------
Aku berjalan keluar dari ruangan Mr.Will dengan perasaan dongkol. beraninya dia mengancamku, memangnya dia pikir dia siapa.
"Hai bos.. Dapat masalah lagi hah?"
Sapa Dimas padaku, aku hanya mengagguk. Dimas adalah temanku satu-satunya karena aku memang tidak punya teman yang lain.
Mereka menganggapku bermasalah dalam hal kekerasan, maka dari itu tidak yang mau dekat-dekat denganku.
"Tenang bos, nanti kita hancurkan mereka bersama" kata Dimas tersenyum miring. Dimas juga sering membuat onar, dia juga lumayan jago dalam hal berkelahi.
Karena hobi yang sama inilah kami bisa berteman, Hobi berantem maksutnya..
"Hei Antares urusan kita belum selesai" teriak seseorang yang sudah tidak asing bagiku. Rupanya itu Rey bersama dengan antek-anteknya.
Huh dasar pengecut.. tadi udah kalah, sekarang malah bawa pasukan.
"Saatnya bersenang-senang bos" seru Dimas, entah sejak kapan dia sudah maju duluan menghampiri mereka. Aku hanya tersenyum, lalu kemudian ikut maju dengan semangat yang berkobar.
Ya saatnya bersenang-senang membantai mereka.
------------------------------------------------------------------------------
19 tahun berlalu semenjak Antares lahir kedunia, kehidupanya tidak pernah tenang. Saat Antares berusia 7 tahun, rumahnya terbakar habis dan tak menyisakan apapun. Tapi yang lebih aneh, pihak polisi tidak dapat mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut. Sejak saat itulah Antares beserta Elisabeth (Ibunya) mengungsi kerumah Pamanya. Meskipun telah tinggal bersama pamanya, akan tetapi pamanya tidak pernah bersikap baik terhadapnya.
Tumbuh dewasa tanpa Ayah, membuatnya mendapat pandangan negatif dari orang-orang disekitarnya. Banyak yang mengatakan kalau Antares lahir akibat hubungan gelap Ibunya dengan lelaki yang tidak diketahui. Banyak juga yang beranggapan kalau Antares lahir karena suatu 'kecelakaan' alias hamil diluar nikah.
Sensitif dan Pemarah. Itulah sifat Antares sekarang. Dia tidak akan segan-segan menghajar siapapun yang berani menghina dirinya dan ibunya. Seperti yang terjadi siang tadi, saat Rei mengatai Elisabeth dengan sebutan Bitch. Tanpa segan Antares langsung menghajarnya habis-habisan.
Sementara itu, Antares berdiri didepan pintu rumahnya, ingin sekali rasanya untuk tidak kembali pulang ke tempat yang disebut rumah. Tapi baginya ini bukanlah rumah, melainkan neraka. Kalau bukan karena Ibunya, mungkin Antares sudah pergi meninggalkan tempat ini sejak dulu.
"Aku pulang..." dengan langkah gontai Antares berjalan memasuki neraka tersebut. Tapi ada yang aneh? Kenapa malam ini suasana begitu sepi? Biasanya saat Antares pulang, Rick paman Antares akan langsung mengomel dan memarahi dirinya. Apalagi tadi pagi Antares telah berbuat ulah dikampus, tidak mungkin jika Rick tidak tahu. Mengingat hubungan Rick dengan kepala dekan dikampusnya sangat dekat.
"Ma.." Antares memanggil ibunya, tapi juga tidak ada jawaban!? Kemana perginya mereka?
Dengan malas Antares menuju kedapur, hendak mengambil sesuatu untuk dimakan. Betapa terkejutnya Antares saat melihat percikan noda merah yang berceceran dilantai.
Antares menunduk dan mengamati noda tersebut. Hei ini bukan noda, tapi darah?! Benar-benar darah sungguhan! Bercak darah itu berceceran hingga kearah taman belakang rumah.
Mata Antares terbelalak saat melihat pamanya tergeletak ditanah. Darah bercucuran disegala tempat. Bahkan yang paling parah organ dalam tubuh pamanya berhamburan keluar. Seperti ada sesuatu yang baru saja mencabik-cabik tubuh pamanya.
"Eeuu.. menjijikan" Antares tidak terlalu memperdulikan kondisi pamanya, oh siapa peduli Iblis itu memang pantas mati. Yang dikhawatirkanya saat ini adalah Ibunya. Dia berharap semoga Ibunya tidak bernasib sama seperti pamanya.
Antares mengedarkan pandangan kesegala arah, tapi nihil dia tidak menemukan apapun.
"Grrrrr...." sebuah suara aneh cukup mengejutkan Antares. Dia tadi hanya sendiri dan sekarang tiba-tiba ada suara. Suara itu berasal dari belakang. Antares membalikan tubuhnya perlahan dan mendapati dua ekor Anjing besar sejenis Header menatapnya dengan tatapan membunuh.
Oh hei bukan dua tapi satu, hanya saja kepalanya yang ada dua dan besarnya sangatlah tidak normal. Ukuranya lebih besar daripada Anjing pada umumnya. Mungkin lebih cocok disebut monster daripada Anjing.
Daftar bab
2 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








