
Asef dan cincin keberuntungan
yunafi|Bersambung
- Jumlah kata
- 3.7K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 14
- Jumlah kata
- 3.7K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 14
Sinopsis
Pada suatu hari asef sedang memancing ikan di sungai, namun ikan besar menarik jorannya hingga ke tengah sungai ia tenggelam dan tak bisa bernafas. Namun saat ia tenggelam dirinya melihat sebuah cincin bersinar di dasar sungai lalu mengambilnya. mulai saat itu ketika dia memakai cincinnya, keberuntungan selalu mendatanginya entah soal rezeki atau asmara. Tanpa ia tahu bahwa sebenernya cincin itu milik siapa dulunya. Ayo ikuti perjalanan asef dan cincin keberuntungannya menaklukan kehidupan yang dijalaninya, hingga ia menjadi salah satu orang terkaya didunia dengan banyak istri yang cantik jelita.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
1. Cincin keberuntungan
Pada jaman dahulu kala, saat dunia masih di kuasai oleh kerajaan kerajaan sebagai kepala negaranya.
Ada sebuah kerajaan kuno yang bernama Ardelia yang dipimpin dalam masa kejayaannya oleh Raja yang adil dan bijaksana.
Dia adalah Raja theodon Raja yang masih muda berumur 25 tahun, dalam masa mudanya ia sudah sukses menaklukkan berbagai wilayah serta menaklukkan wanita dengan ketampanannya.
Saking sudah tidak ada lagi tantangan, kerjaan Raja sehari hari hanyalah berburu rusa di hutan bersama ajudannya.
Namun suatu hari Raja theodon tidak ingin di kawal, saat itu ia melihat rusa yang sangat besar di hutan.
Ia langsung semangat membuntutinya sampai kedalam hutan belantara.
Saat sudah dekat dengan targetnya, Raja melepaskan anak panah tepat mengenai tubuh dari hewan besar itu.
Rusa besar itu lari kesakitan menuju hutan lebih dalam menuju sungai, tak tinggal diam raja thedon pun ikut mengejarnya.
Raja theoden selalu hoki dalam semua masalah entah itu perang, politik dan kisah asmaranya tak terkecuali soal berburu.
Itu dikarenakan cincin keberuntungan yang ia dapatkan terun temurun dari Raja Raja sebelumnya.
Lalu setelah Raja theodon membuntuti rusa besar yang terkena anak panah, hewan itu masuk menyebrangi sungai.
Raja tak tinggal diam, ia melepas sepatu kerajaannya lalu mulai turun ke dasar sungai mengejar hewan tersebut, karena kepala dan tanduk yang besar dari hewan rusa adalah reward terbesar dalam dunia berburu.
Biasanya para pemburu memajang kepala dan tanduk setiap hewan buruannya di rumah mereka sebagai kebanggan atas pencapaian nya.
Saat raja turun tanpa menggunakan sandal ia terburu-buru mengejar namun kakinya terpeleset karena menginjak batu yang licin, sehingga raja terjatuh.
Saat jatuh kepala sang Raja terbentur batu sehingga ia tak sadarkan diri dan terbawa arus sungai yang deras.
Di persimpangan antara sungai besar dan kecil sesuatu jatuh dari saku raja itu adalah cincin keberuntungan nya.
Cincin itu masuk kedalam sungai dan tertimbun abadi di sana.
Ratusan kilo meter Raja terbawa arus dan akhirnya raja meninggal kehabisan nafas dan oksigen, itu karena cincin keberuntungan nya sudah tidak ada pada diri nya lagi.
Seharian raja theodon tidak pulang membuat istana ketar-ketir.
Semua prajurit masuk hutan mencari keberadaan dari sang Raja, namun sampai saat ini beliau tidak ditemukan.
Hanya sepatu raja di pinggir sungai yang mereka temukan untuk di bawa ke istana.
Setelah kepergian raja theodon dan cincin keberuntungan kini kerajaan sedikit demi sedikit hancur dan musnah seiring perjalanannya dalam peradaban umat manusia.
---
Sepuluh ribu tahun kemudian....
Sampailah pada jaman kita sekarang.
Sungai yang dahulu, kini masih saja mengalir sampai sekarang, namun tidak ada yang tahu bahwa di dasar sungai itu ada cincin keberuntungan yang sangat berharga.
Suatu hari ada seorang pemuda hidup sebatang kara yang bernama Asef.
kehidupan nya selalu dipenuhi dengan kesialan setiap harinya.
Kerja di sawah di suruh suruh terus sama bosnya, salah sedikit di marahin abis abisan dan semua cewe memandang sebelah mata pada dirinya karena selain tampang pas pasan dirinya juga gak mapan.
Suatu hari Asef bolos kerja di sawah karena masalah kecil tapi di marahin bos di depan teman-teman nya.
Sekecil apapun Asef namun dia tetap manusia, dia punya hati dan harga diri.
Akhirnya untuk sedikit menenangkan pikirannya Asef pergi mancing untuk refreshing .
Di saung tempat para petani istirahat Asef melihat pancing milik salah satu temannya, tanpa berpikir panjang ia langsung membawa ke sungai.
Spot terbaik untuk mancing di sungai itu menurut orang-orang adalah pertigaan tempat pertemuan sungai kecil dan besar.
Tak lama kemudian Asef sudah sampai di titik tersebut, ia memasangkan cacing untuk umpannya lalu melemparkan joran ketengah sungai.
Beberapa jam Asef memancing tapi tak dapat hasil sampai cacing umpannya pun kering.
Dia marah pada dirinya sendiri kenapa setiap kerjaan yang dia lakukan selalu apes.
Melihat umpan sudah kering dan tak bisa di pake lagi, Asef putus asa.
Dia hanya melempar lempar joran pancing tanpa pake umpan sebuah ekspresi kekesalan dengan apa yang di alami nya.
Namun siapa sangka gerakan lempar lempar itu justru memicu ikan babon keluar, ikan itu penasaran dengan cipratan air yang kemana mana.
Ikan mas dengan bobot dua puluh kilogram itu dengan segera menyambar kail dari pancing Asef.
Membuat Asef kaget sekaligus panik.
Karena tidak ada persiapan dari Asef akhirnya joran itu di tarik oleh ikan ke dalam sungai
"Sialan... Mana ikannya besar lagi" ucap Asef sambil ragu ragu.
Akhirnya ia memutuskan untuk berenang masuk kedalam sungai mencari joran dan ikan besarnya.
Saat di dalam sungai benar saja Asef melihat ikan monster itu diam sedang melepaskan diri dari kail.
Namun saat di dekati dan hendak di ambil malah ikan itu pergi lagi ke arah tengah sungai.
Namun saat Asef mengikuti arah ikan sesuatu tersibak di dasar sungai, sesuatu yang bersinar yang menyilaukan matanya.
Asef kembali kepermukaan untuk mengambil nafas kemudian kembali lagi ke dasar sungai untuk mengambil sesuatu yang bersinar.
Asef menggapai benda tersebut lalu menggengam benda itu beserta lumpur yang terbawa di tangannya.
Lalu ia berenang kepinggir sungai, di sana ia membuka tangannya sebuah cahaya berkilau keemasan menyilaukan matanya.
Ternyata itu sebuah cincin emas elegan, yang langsung memikat hati Asef untuk mencintainya.
Asef tersenyum menciumi cincin tersebut. Lalu sesuatu membisiki jauh di relung hatinya.
"Asef... Pakailah aku"
Ia tersenyum lebar lalu mulai memasukan cincin itu di jari manis nya.
Saat cincin terpasang di jarinya, asef merasakan getaran energi yang aneh, hatinya yang dulu merasa kacau sekarang merasa tenang seakan dunia mendukung segala urusannya.
Lalu ia memutuskan untuk pulang.
Namun saat Asef mau pulang sesuatu dari tengah sungai berenang mendekatinya, ternyata itu adalah ikan mas besar tadi beserta joran yang masih terpasang di mulut nya.
Asef tersenyum dalam hatinya "tumben gua hoki"
Setelah menangkap ikan tersebut, akhirnya sore itu asef memutuskan untuk pulang ke rumah.
Namun saat di perjalanan pulang menelusuri pinggir sungai, Asef melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelum nya .
Sari anak bos nya sedang mandi dengan pembantunya di sungai .
Padahal selama ini Sari belum pernah mandi di sungai, ini pertama kalinya.
Namun siapa sangka laki-laki yang beruntung melihat pemandangan indah ini adalah Asef.
Asef mendekat, ia sembunyi di belakang batu besar mengendap ngendap sambil menikmati pemandangan di depan matanya .
Buah delima yang indah milik Sari sedang di sirami air, mata Asef langsung melotot tanpa berkedip.
Kata asef dalam hatinya "biasanya cuma bisa liat kecantikan Sari dari kejauhan kini bisa melihat keindahan buah delimanya langsung"
Tidak hanya milik Sari saja, buah delima milik mbak Iis pembantunya, juga gak kalah besar namun tetap masih Indah punya Sari gadis 17 tahun.
Buah delimanya masih ranum berwarna merah muda mendekati matang sempurna.
Pemandangan di depan matanya membuat Asef gelisah, pusaka asef di bawah celana nya mendadak aktif.
Ujung kepala pusaka besarnya basah sedikit, karena selama ini ia belum pernah menikmati pemandangan seperti ini.
Mata Asef sibuk melihat kedua wanita yang mandi kiri kanan kiri kanan. Sampai pusaka miliknya tidak bisa di kontrol lagi.
Ia segera melepaskan ikan dari genggaman nya. Kini genggamannya pindah ke pusaka miliknya, tanganya coba menjaga agar pusaka sakti milik Asef tidak berontak.
Saat sari selesai mandi dia mau berdiri dari jongkoknya dan inilah momen yang di tunggu tunggu Asef dari tadi, melihat kebun mungil nan indah milik sari.
Mata Asef sudah mode zoom, kayanya di bandingkan mata elang sekarang mata Asef lebih tajam, bahkan pusaka sakti miliknya ingin mengeluarkan energi besar.
Sari mau berdiri....
Nanum sebuah teriakan ibu ibu dari atas membuat Asef mengurungkan niatnya.
Daripada ia ketahuan ngintip anak bos nya lalu di pecat ia memilih sembunyi lagi di balik batu besar.
"Sialan.." Gumam Asef.
Sayang sekali moment melihat kebun mungil indah sari enggak jadi.
Dan ternyata yang manggil adalah ibu sari, ibunya ingin sari segera pulang karena hari mau gelap.
Setelah selesai lalu sari dan pembantunya Iis naik keatas.
Hanya bemper belakang mereka yang kini di pandangi oleh Asef.
Setelah kejadian itu lalu Asef bergegas pulang kerumahnya untuk memasak ikan besar hasil tangkapan nya..
Sore itu di perjalanan Asef senyum senyum sendiri dengan hal yang menimpanya sore ini.
Dapet ikan besar dan melihat buah delima anak bosnya, yang hal itu membuat Asef puas karena selama ini bosnya gak baik ke dirinya.
Daftar bab
3 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








