Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Sistem Pengubah Si Pecundang Jadi Dominator

Sistem Pengubah Si Pecundang Jadi Dominator

Athara | Bersambung
Jumlah kata
38.6K
Popular
355
Subscribe
60
Novel / Sistem Pengubah Si Pecundang Jadi Dominator
Sistem Pengubah Si Pecundang Jadi Dominator

Sistem Pengubah Si Pecundang Jadi Dominator

Athara| Bersambung
Jumlah Kata
38.6K
Popular
355
Subscribe
60
Sinopsis
PerkotaanAksiBalas DendamSistemCinta Sekolah
David murid beasiswa di sekolah elit, karena miskin dia selalu dikucilkan dan dibully oleh teman-teman sekelasnya. Meski sering tertekan dan terluka, David tetap bertahan demi mengubah nasib agar bisa membahagiakan ibunya yang telah berjuang membesarkannya seorang diri. Suatu saat David dikurung digudang ruang bawah tanah, diapun tanpa sengaja menemukan sistem dimana sistem tersebut mampu membantunya mengubah dirinya yang tadinya pecundang menjadi dominator. Satu persatu David mulai membalas dendam para mereka.
Bab 1

"Yo... Pantesan tiba-tiba tercium aroma kemiskinan, ternyata karena si pecundang sudah datang."

"Tebal banget mukanya, sudah tahu di sini khusus sekolah anak elit kok nekat jadi badut!"

"Tapi dilihat-lihat dia tuh lumayan ganteng loh, cuma sayangnya terlalu kurus karena kurang gizi!"

"Hahahaha... Aku jamin makanannya tidak lebih bergizi dari anjingku."

Semua orang di kelas pun tertawa terbahak-bahak, bahkan ada yang sampai terjungkal dari tempat duduknya.

David hanya menundukkan kepalanya, hinaan-hinaan seperti itu sudah biasa dia dapatkan setiap hari.

David pun duduk di bangku paling belakang, sendirian. Di sekolah ini dia sama sama sekali tidak punya teman. Keberadaannya di sini memang dianggap sebagai salah satu kuman bagi mereka anak orang kaya. Tapi ia bertekad bisa lulus sekolah, dengan begitu masa depannya akan terjamin.

Di antara semuanya, pembully yang paling parah adalah James dan Leon. Jika yang lainnya hanya sekedar kata-kata kasar, tapi mereka berdua berani bermain tangan. Itu karena James anak kepala sekolah sementara Leon putranya kepala kepolisian. Sehingga keduanya kebal hukum.

Murid beasiswa terdahulu yang mencoba melapor, mereka justru berakhir di cabut beasiswanya bahkan ada yang menghilang tanpa jejak. Dari 9 murid beasiswa, yang mampu bertahan hingga kelas dua ini hanyalah David.

Sungguh mengerikan nasib anak yang terlahir dari keluarga miskin dan tidak punya kekuasaan. Makanya David memilih diam setiap kali di bully, itu karena dia tak ingin mereka semakin menjadi-jadi.

"Heh, Gembel! Hari ini ada ulangan untuk pemilihan lomba Olimpiade, awas ya kalau nilai kamu lebih baik dariku! Pokoknya aku harus mendapat nilai tertinggi!" ancam James.

David tidak menjawab, membuat James kesal dan memukul lengannya cukup keras.

"Iya," jawab David dengan suara gemetar menahan sakit.

"Bagus kalau sadar diri," balas James kembali ke tempat duduknya.

Di sekolah ini, tiga murid terpintar adalah Nabilla, James dan David.

Setiap ulangan atau tes, juara satu kalau tidak David yang Nabilla. James menyukai Nabilla, makanya bersikeras menekan David agar David mau mengalah.

"Nanti setelah selesai mengerjakan, jangan langsung kabur. Kamu harus kirim jawaban milikmu ke aku!" timpal Leon.

David hanya mengangguk, dengan begitu mereka akan diam.

Tapi setelah guru datang dan membagikan soal, David tidak melakukan apa yang mereka katakan.

David mengerjakan soalnya sebaik mungkin, itu karena ini menyangkut masa depannya. Jika berhasil ikut Olimpiade dan mendapat juara satu, dia akan mendapatkan beasiswa lagi di jenjang kuliah serta uang 500 juta.

Dan untuk Leon, David memberikan jawaban yang sama dengan miliknya hanya lima puluh persen saja.

Saat jam pelajaran terakhir, suara speaker untuk mengumukan murid-murid yang akan mewakili sekolah dalam Olimpiade diumumkan.

"Selamat siang, saya sebagai kepala sekolah akan mengumumkan dua murid yang akan mewakili sekolah untuk mengikuti Olimpiade. Yang pertama adalah Nabilla dan yang kedua adalah David. Bagi murid yang terpilih silakan datang ke kantor."

David merasa beryukur karena terpilih, meskipun tatapan James padanya seolah ingin membunuhnya. Tapi David tidak peduli, karena dia sangat membutuhkan uang 500 juta untuk membayar hutang ibunya. Jika tidak rumahnya akan dilelang oleh bank.

Diapun buru-buru keluar dari kelas, menuju ke kantor guru. Sesampainya di sana David bertemu dengan Nabilla.

David memberikan senyuman tipis untuk menyapanya, sementara Nabilla hanya menganggukkan kepalanya.

Nabilla merupakan putri dari keluarga terkaya di sekolah ini. Dia paling berbeda dari murid-murid lainnya, tidak suka membully tapi cuek terhadap urusan lainnya. Nabilla terobsesi belajar dan menjadi juara satu.

"Selamat untuk kalian berdua karena sudah terpilih, ini adalah buku-buku materi yang harus kalian pelajari. Waktu perlombaan masih ada sebulan lagi, jadi kalian berdua harus sering-sering belajar bersama biar bisa kompak!"

"Iya, Bu. Terima kasih," jawab David dan Nabilla secara bersamaan.

Setelah mendapat bagian bukunya masing-masing, mereka pun pamit pulang.

Tak jauh dari ruang kantor sudah ada dua bodyguard perempuan memakai jas yang sudah menanti Nabilla. Sebagai pewaris tunggal memang Nabilla mendapat keamanan yang ketat.

Sementara David? Dia berjalan ke tempat parkir untuk mengambil sepedanya.

Tapi sesampainya di sana, sepeda miliknya sudah hilang. David hanya bisa menarik napas, pasti James dan Leon pelakunya.

Diapun berusaha mencari, tapi tiba-tiba kedua lelaki itu muncul di hadapannya.

BUG

David terpental karena mendapat tendangan di perutnya.

"Sialan, berani sekali kamu melanggar perintahku!" gertak James sembari mencengkram kerah seragam sekolahnya.

David hanya memejamkan matanya, pasrah untuk dipukuli.

"James, kayaknya kalau cuma dipukuli dia nggak akan kapok. Kita kunci saja di di gudang bawah tanah sana, biar semalaman tidur bersama tikus dalam kegelapan!" saran Leon.

"Bagus juga idemu, ayo tarik dia!" ajak James antusias.

"Jangan!" pekik David mencoba melepaskan diri.

Kalau hanya dipukul, David masih bisa menahannya. Tapi jika di kurung dan tidak bisa pulang, David takut membuat ibunya cemas dan kebingungan mencarinya.

"Tolong... Tolong...!" teriak David.

Saat itu sekolah tidak benar-benar sepi, bahkan ada satpam dan beberapa murid yang melihatnya di bawa paksa oleh James dan Leon.

Tapi tak ada dari mereka satupun yang mau menolong, mereka justru bertingkah seolah-olah tidak melihat apa-apa.

David menangis atas ketidakberdayaannya.

Setelah menelusuri lorong, dia didorong ke ruangan bawah tanah yang sebagai gudang.

"Anak miskin sepertimu berani sekali saingan denganku! Dasar tidak tahu diri!" umpat James kembali memukuli David.

BUG

BUG

BUG

David merasa tubuhnya remuk, darah mulai mengalir dari bibir dan pelipisnya.

"Sudah James, nanti dia mati. Kita nggak punya mainan lagi," sela Leon.

Meski mata David sudah terkena tetesan darah, tapi dia masih bisa melihat cahaya mulai redup setelah pintu ditutup oleh mereka.

KLIk

Suasana benar-benar gelap. David takut, yang terbayang dalam pikirannya adalah wajah ibunya yang selalu menunggunya pulang sekolah.

Air matanya pun bercampur dengan darah, bahkan untuk mengusapnya kedua tangannya merasa lemah.

Saat kesadarannya mulai memudar, tiba-tiba sebuah sinar biru putih muncul di atas kepalanya. Lalu muncul suara robot.

Sistem pengubah si pecundang menjadi dominator diaktifkan!

Nama : David Nugroho

Usia : 17 tahun

IQ : Di atas rata-rata

Nyali : Minus

Dominator : 0 persen

Bonus pengaktifan sebesar 10 poin, bisa ditukarkan dengan pil ajaib. Setiap berhasil menaikkan level Dominator akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah.

Dengan sisa tenaga, David menekan tombol tukar poin. Setelah itu muncul sebuah pil yang melayang-layang tepat di depan wajahnya.

David pun segera membuka mulut, begitu pil masuk dan tertelan dia merasa tubuhnya bugar kembali. Semua rasa sakit menghilang dalam sekejap.

David pun tersenyum puas.

"Sekarang aku punya sistem, orang-orang yang sudah menyakitiku akan mendapatkan balasannya!"

Lanjut membaca
Lanjut membaca