
MENINGGALKAN KONOHA MENAKLUKKAN LAUTAN
Hollow_King|Bersambung
- Jumlah kata
- 8.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 5
- Jumlah kata
- 8.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 5
Sinopsis
Setelah bertransmigrasi ke Konoha dan lahir sebagai anggota klan Uchiha, ia mencurahkan tenaga dan jasanya demi kemajuan desa. Namun, alih-alih mendapatkan penghargaan, yang diterimanya justru kecurigaan dan pengucilan. "Jadi, Konoha memilih menjauhkan klan Uchiha? Kalau begitu, kami juga tidak punya alasan untuk tetap tinggal! Klan Uchiha akan meninggalkan Konoha dan mengarungi lautan. Menjadi bajak laut ataupun marinir bukanlah masalah, asalkan kami tak lagi hidup di bawah tekanan dan perlakuan para petinggi Konoha."
Ulasan
2 ulasan
Ttan de tru
6/8/26 16:04
saya sangat merekomendasikan novel ini bagi penggemar Naruto maupun one piece. 😆 tidak terkecuali pembaca awam yang tak mengetahui keduanya. karena penulisan dari novel ini masih terasa cukup rapi dan mudah untuk diikuti bagi pembaca yang hanya mengetahui anime Naruto seperti saya. saya rasa pembaca yang tak mengetahui keduanya seharusnya juga dapat enjoy dengan ceritanya, tanpa harus mengetahui semua informasi dari karya aslinya. 🤔 bukan tipikal novel dengan cerita yang berat. pacingnya cepat, tak terlalu dibuang-buang untuk mengenal dunia lebih jauh. namun tetap nyaman untuk diikuti selama pembaca tak menuntut cerita kompleks yang menyentuh akar-akar dunia dan hanya enjoy dengan perjalanan uchiha ray. 🤗
Benux Project
6/8/26 10:53
BAB1
Desa Konoha, Kompleks Klan Uchiha
Tap...
Dua sosok muncul tanpa suara di halaman sebuah rumah. Gerakan mereka begitu ringan hingga nyaris tak menimbulkan jejak.
Dari dalam rumah, terdengar suara yang tenang namun hangat.
"Apakah itu Shisui dan Itachi?"
"Ya, Kak Rai. Kami sudah kembali."
Beberapa saat kemudian, pintu rumah terbuka perlahan. Seorang pemuda berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun melangkah keluar dengan sikap tenang.
Wajahnya tampan dengan garis rahang tegas yang memancarkan kesan dingin sekaligus berwibawa. Sepasang mata hitam pekatnya tampak dalam dan tajam, seolah mampu menembus isi hati siapa pun yang menatapnya.
Meski memiliki aura yang kuat, senyum lembut yang selalu menghiasi sudut bibirnya mampu menghapus kesan angkuh. Sebaliknya, senyum itu menghadirkan kehangatan yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.
Uchiha Rai mengangkat tangan sambil tersenyum, menyambut kedatangan keduanya.
"Shisui, Itachi, kalian datang tepat waktu."
"Aku baru saja selesai menyiapkan makan malam. Ayo masuk, kita makan bersama."
"Tidak perlu, Kak Rai," jawab Shisui dengan nada tenang.
"Apa yang pernah kau katakan... ternyata benar. Danzo benar-benar berniat merebut Sharingan milikku."
Hari itu, Danzo memang sengaja mengatur sebuah pertemuan dengannya.
Mengingat peringatan Rai beberapa waktu sebelumnya, Shisui tidak lengah. Ia telah mempersiapkan diri dengan menggunakan Kage Bunshin untuk menemui Danzo, sementara tubuh aslinya tetap berjaga.
Benar saja, seperti yang telah diperkirakan, Danzo langsung melancarkan serangan begitu kesempatan muncul.
Setelah berhasil menggagalkan rencana tersebut, Shisui segera menemui Itachi dan menceritakan seluruh kejadian. Tanpa membuang waktu, keduanya pun bergegas menuju kediaman Uchiha Rai.
Uchiha Itachi akhirnya angkat bicara.
"Kak Rai, situasiku juga persis seperti yang sudah kau duga."
"Anbu benar-benar menugaskanku untuk mengawasi Klan Uchiha. Di sisi lain, Ayah juga memintaku menjadi agen ganda demi kepentingan klan sekaligus Desa Konoha."
"Itu belum semuanya. Perintah terpenting yang diberikan Anbu kepadaku adalah mengawasimu."
"Aku juga mengalami hal yang sama," sambung Uchiha Shisui. "Para petinggi Konoha memerintahkanku untuk terus mengawasimu."
Suasana seketika menjadi hening.
Meski selama ini dikenal selalu tenang, raut wajah Shisui kini memperlihatkan sedikit keraguan.
"Kak Rai... apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Mendengar laporan dari keduanya, Uchiha Rai hanya tersenyum tipis. Tidak ada sedikit pun kepanikan di wajahnya.
"Tidak perlu khawatir," ucapnya tenang. "Keadaan belum sampai pada titik yang tidak bisa diselamatkan."
Ia memandang Shisui dan Itachi secara bergantian sebelum mengajukan sebuah pertanyaan.
"Shisui, Itachi... izinkan aku bertanya kepada kalian."
"Jika suatu hari Klan Uchiha benar-benar berperang melawan Desa Konoha... pihak mana yang akan kalian pilih?"
"..."
Pertanyaan itu membuat keduanya terdiam.
Mereka adalah anggota Klan Uchiha.
Namun, pada saat yang sama, mereka juga merupakan shinobi Desa Konoha.
Jika masih ada pilihan, mereka sama sekali tidak ingin melihat peperangan terjadi antara klan dan desa yang selama ini mereka lindungi.
Sayangnya, melihat keadaan yang terus memburuk, perang tampaknya semakin sulit untuk dihindari.
Shisui dan Itachi saling berpandangan sejenak.
Sesaat kemudian, mereka menjawab dengan suara yang hampir bersamaan.
"Kami akan mengikuti keputusan Kak Rai."
Rai tersenyum tipis.
"Mengikuti keputusanku? Bagus."
"Aku memang sudah memikirkan sebuah rencana."
Tatapannya tetap tenang saat melanjutkan.
"Karena kalian berdua tidak menginginkan perang antara Klan Uchiha dan Desa Konoha... bagaimana jika kita meninggalkan Konoha?"
"Meninggalkan Konoha?"
Shisui langsung menggeleng tegas.
"Itu tidak mungkin, Kak Rai."
"Kepala Klan dan para tetua tidak akan pernah menyetujuinya. Terlebih lagi, Desa Konoha juga tidak akan membiarkan Klan Uchiha pergi begitu saja."
Klan Uchiha merupakan salah satu klan terkuat di Dunia Shinobi.
Kekkei Genkai mereka, Sharingan, dikenal luas karena kekuatannya yang luar biasa. Bagi Konoha, kehilangan kekuatan militer sebesar itu adalah sesuatu yang mustahil untuk diterima.
Apalagi jika suatu hari Klan Uchiha bergabung dengan desa ninja lain. Hal itu akan menjadi ancaman besar yang dapat mengguncang keseimbangan kekuatan di Dunia Shinobi.
Rai tetap terlihat tenang. Senyum tipis kembali terukir di wajahnya.
"Izin?" katanya pelan.
"Lalu, sejak kapan kita membutuhkan izin mereka untuk menentukan jalan hidup kita sendiri?"
Rai tersenyum tipis sebelum kembali membuka suara.
"Sejak kapan Klan Uchiha membutuhkan izin orang lain untuk menentukan jalan mereka sendiri?"
Usai mengucapkan kalimat itu, ia berdiri dengan tenang lalu membalikkan badan.
"Ayo."
Itachi mengernyit bingung.
"Kak Rai, kita akan pergi ke mana?"
"Ke Kuil Naka."
Kuil Naka merupakan kuil leluhur Klan Uchiha sekaligus tempat paling sakral bagi seluruh anggota klan. Selain menjadi simbol sejarah, tempat itu juga digunakan sebagai lokasi pertemuan penting yang menyangkut masa depan Klan Uchiha.
Malam itu, sebuah rapat rahasia tengah berlangsung.
Tujuannya hanya satu.
Mempersiapkan kudeta terhadap Desa Konoha.
---
Kuil Naka
Di dalam aula kuil yang diterangi cahaya obor, para anggota Klan Uchiha telah berkumpul dengan raut wajah serius.
Di hadapan mereka berdiri sang Pemimpin Klan, Uchiha Fugaku.
Tatapannya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya ia mulai berbicara dengan suara yang tegas dan penuh wibawa.
"Semuanya, kalian tentu mengetahui bahwa putraku telah bergabung dengan Anbu dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa."
"Namun, selama beberapa tahun terakhir, para petinggi Desa Konoha terus mengucilkan Klan Uchiha."
"Mereka menutup jalan bagi kita untuk ikut serta dalam setiap pengambilan keputusan penting di desa."
"Padahal, sejak awal berdirinya Konoha, desa ini dibangun bersama oleh Klan Senju dan Klan Uchiha."
"Seharusnya, Klan Uchiha memiliki hak yang setara atas desa ini."
"Itu benar!"
"Tepat sekali!"
Sorakan para anggota klan bergema memenuhi ruangan, menyambut setiap kata yang diucapkan Fugaku.
Melihat reaksi tersebut, Fugaku kembali melanjutkan pidatonya.
"Namun kenyataannya, selama bertahun-tahun kita bukan hanya disingkirkan dari urusan pemerintahan desa."
"Kita juga terus menjadi sasaran kecurigaan dan pengucilan yang tidak berdasar. Perlakuan itu membuat posisi Klan Uchiha semakin terdesak dari hari ke hari."
"Sebagai Pemimpin Klan Uchiha, aku memikul tanggung jawab yang tidak bisa kuhindari."
"Kita telah bersabar... berkali-kali memilih menahan diri demi menjaga kedamaian."
"Namun, balasan yang kita terima hanyalah penghinaan dan penindasan. Para petinggi Konoha terus menginjak harga diri kita, seolah ingin menguji sampai di mana batas kesabaran Klan Uchiha."
"Karena mereka terus memperlakukan Klan Uchiha seperti ini... maka mulai malam ini, Klan Uchiha akan—"
Krieet...
Sebelum Uchiha Fugaku sempat menyelesaikan kalimatnya, pintu utama Kuil Naka terbuka perlahan.
Tiga sosok melangkah masuk.
Mereka adalah Uchiha Rai, Uchiha Shisui, dan Uchiha Itachi.
Rai mengangkat sebelah tangannya sambil tersenyum santai.
"Yo, semuanya. Maaf, sepertinya kami datang sedikit terlambat."
Melihat kedatangan mereka, wajah Fugaku sedikit melunak.
"Rai, Shisui, Itachi. Kalian datang tepat pada waktunya."
Meski usianya masih sangat muda, nama Uchiha Rai telah lama dikenal di dalam klan sebagai salah satu shinobi paling berbakat.
Bahkan, beredar desas-desus bahwa kekuatannya telah melampaui sebagian besar ninja di Desa Konoha, membuat banyak orang menjulukinya sebagai shinobi terkuat generasi muda.
Di bawahnya ada Uchiha Shisui, seorang jenius yang terkenal karena kecepatan luar biasa dan kemampuan Sharingan yang mengerikan.
Sementara itu, meskipun menjabat sebagai Kepala Klan Uchiha, kekuatan Fugaku sendiri diyakini masih berada di bawah Rai dan Shisui.
Adapun putra Fugaku, Uchiha Itachi, juga menunjukkan bakat yang jauh melampaui usianya. Pada usia sebelas tahun, ia telah membangkitkan Sharingan Tiga Tomoe dan resmi menjadi salah satu anggota elit Klan Uchiha.
Seluruh anggota klan percaya bahwa suatu hari nanti, Itachi akan menjadi salah satu pilar utama yang menopang kejayaan Klan Uchiha.
Di mata para anggota klan, Uchiha Rai, Uchiha Shisui, dan Uchiha Itachi dikenal sebagai Tiga Jenius Klan Uchiha.
Keberadaan mereka bertiga merupakan kebanggaan terbesar klan sekaligus simbol harapan akan masa depan.
Bahkan, salah satu alasan terbesar Fugaku memiliki keyakinan untuk melaksanakan kudeta adalah karena kekuatan luar biasa yang dimiliki ketiga pemuda tersebut.
Daftar bab
7 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








