
Aku Menjadi Misumi Makoto
Jeruk Manis|Bersambung
- Jumlah kata
- 28.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
- Jumlah kata
- 28.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
Sinopsis
Makoto memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh siapa pun. Rahasia itu adalah bahwa dirinya merupakan seorang reinkarnasi dari era modern. Di dunia sebelumnya, dia adalah seorang otaku yang menyukai cerita bertema fantasi dan isekai. Di dunia lamanya, dia sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah minimarket, ketika saat berjalan, dia tersambar petir yang datang tanpa diduga dan meninggal di tempat. Setelah terlahir kembali, ingatan tentang kehidupan masa lalunya mulai muncul ketika dia memasuki tahun pertama SMA. Pada saat yang sama, ia menyadari bahwa dirinya telah bereinkarnasi menjadi tokoh utama dalam anime Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu. Bersamaan dengan itu, Makoto juga merasakan adanya sesuatu yang bersemayam di dalam pikirannya. Apa yang akan terjadi pada Makoto? dan pilihan hidup seperti apa yang akan membentuk jalan takdirnya? Catatan: Gambar bukan milik saya.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
05 Sihir
Setibanya makoto di tempat penyucian yang Ema katakan, tempat penyucian yang Ema sebut lebih mirip gua yang digali untuk tempat tinggal. Tapi mengingat bahwa tempat ini merupakan tempat yang tandus dan tidak ada satupun tanaman yang dia temui selama berjalan tiga hari membuatnya memakluminya. makoto disambut dengan hangat setelah Ema memberitahu bahwa makoto telah menyelamatkannya dari monster dan menawarkan makoto untuk singgah dan beristirahat untuk menghilangkan letihnya. Makoto dijamu dengan makanan dan minuman, makoto yang tidak makan apapun selain biskuit kompres selama tiga hari makan dengan lahap. Ketika sedang makan, makoto melihat Ema menggunakan sihir transportasi untuk membawa makan membuat makoto ingat bahwa dia ingin meminta Ema mengajarinya sihir. Ketika Ema meletakkan makanan yang dibawanya di depan makoto dia bertanya.
" Ema-san, sebenarnya aku ingin minta tolong ke padamu" keta makoto sambil menatap Ema dengan serius. "Apa yang bisa saya bantu?, Jika saya bisa membantu makoto-sama, saya akan membatu dengan sepenuh hati " kata Ema sambil menatap dengan serius wajah makoto. "Sebenarnya, aku belum pernah menggunakan sihir, Bisahkah kau mengajariku cara menggunakan sihir?" Kata makoto dengan nada yang sedikit malu. "Bukankah makoto-sama sangat kuat, bagaimana bisa makoto-sama tidak bisa menggunakan sihir?" Tanya Ema dengan ekpresi terkejut. Makoto hanya bisa tertawa kecil dan menggaruk keningnya sambil berkata " banyak hal telah terjadi jadi aku belum pernah menggunakan sihir". Ema melihat wajah canggung makoto dan tidak bertanya apa-apa, " baiklah makoto-sama, setelah makan malam aku akan mengajarkan makoto-sama dasar-dasar sihir" kata Ema dengan senyum lembut.
Setelah makan malam Ema dan makoto pergi ketempat yang lebih luas di dalam gua. (Kenapa tidak di luar gua kalian tanya? Siapa juga mau melakukan latihan menggunakan sihir di luar yang bisa manarik perhatian monster) kembali lagi ke Ema dan Makoto. " pertama-tama dari dasar" kata Ema dam mulai membaca mantra "muncullah, bara yang merupakan inti api, brid" bola api kemudian muncul di atas telapak tangan Ema. " WOAH , hebat!" Kata makoto dengan takjub ketika melihat sihir pertama kali. " mantra ini menambahkan elemen dan perubahan pada kekuatan sihir, semacam kunci untuk sihir. Meskipun ini bukan bahasa orc, ini mungkin sedikit sulit untuk dimengerti " kata Ema sambil menjelaskan fungsi mantra. Makoto yang dari awal merasa bahasa yang digunakan Ema terdengar sama di telinganya, makoto lalu teringat kemampuan bahasa yang di berikan dewi sebelum menjatuhkannya dari langit.
"muncullah, bara yang merupakan inti api, brid" seketika setelah makoto membaca mantra, makoto merasakan sebuah energi mengalir ke telapak tangannya. Kemudian bola api yang lebih besar muncul di telapak tangan makoto." AKU BERHASIL!!!" Kata makoto yang merasa sangat gembira oleh sihir pertama yang dia gunakan. Ema hanya bisa terpukau karena makoto bisa melakukannya dalam sekali coba. " mulai dari sini apa yang harus aku lakukan" tanya makoto kepada Ema " bayangkan sebuah bola api dan lemparkan pada sasaran" kata Ema setelah tersadar dari shock, entah itu shock karena makoto dapat menggunakan sihir pada percobaan pertama atau shock karena aura mana yang di keluarkan oleh makoto. Makoto kemudian membayangkan sebuah bola dan bola api di tangannya berubah menjadi bola bulat, ketika makoto membayangkan melempar bola, bola api di tangannya tersebut terlempar ke arah dinding gua kemudian meledak. ledakan cukup keras meninggalkan bekas merah panas akibar suhu yang tinggi dan menarik perhatian orc yang lain untuk menonton.
Ledekan yang keras itu membuat Ema yang berdiri disamping makoto tidak bisa berkata apa-apa. "Apa aku sudah menguasainya" tanya makoto dengan gembira, " bisa-bisanya dengan semudah itu, makoto-sama berapa level anda?" Tanya Ema dengan melihat makoto. Makoto tahu bahwa dia level 1, tapi tidak tau bagaimana memberitau Ema. "Bagaimana kalau kita mengukurnya lagi" kata makoto dengan nada misterius. Setelah Ema kembali dengan membawa gulungan yang berfungsi mengukur level, kemudian memberikannya kepada makoto. Para orc yang menonton dari jauh merasa penasaran dan melihat lebih dekat, makoto menggapai dan memegang gulungan tersebut. Gulungan yang di pegang mengeluarkan cahaya biru muda. " level 1" kata ema dengan nada tidak percaya. " makoto sangat kuat kenapa cuma level 1?" Tanya Ema dengan terheran. "Sudah aku bilang, bayak hal yang terjadi" meskipun makoto tidak mengetahui kenapa dia hanya level 1, tapi menurut makoto level tidahlah begitu penting.
Mungkin karena makoto berasal dari dunia lain dan bukan penduduk dunia ini, mungkin juga karena ini merupakan kehidupan kedua makoto. Yang membuat makoto memiliki pandangan yang berbeda dengan mareka, para orc yang berkumpul dan melihat makoto cuma level 1, membuat mereka pergi dan berhenti menonton. " um, kalau mau aku bisa menuliskan mantra-mantra yang lain untuk anda", " iya, terima kasih Ema-san" makoto cuma bisa berterima kasih kepada kebaikan Ema dan menerima gulungan yang berisi beberapa mantra sihir. Ketika pagi tiba saat Ema memanggil makoto untuk sarapan, ruangan makoto telah kosong hanya. Meninggalkan sebuah surat yang memberitaukan kepada Ema bahwa makoto pergi untuk bernegosiasi dengan shin, Ema yang membaca surat dari makoto wajahnya menjadi pucat.
Karena dari sudut pandang Ema, shin merupakan naga superior yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Ema dengan tergesa-gesa pergi menyusul makoto dan membujuknya untuk tidak pergi menemui shin. Tetapi ketika Ema tiba di tempat persembahan, Ema menemukan makoto dengan seorang wanita yang sangat cantik, namun Ema mengabaikanya dan berlari ke arah makoto. " makoto-sama kau tidak boleh menemui shin-sama, shin-sama adalah naga superior yang punya kekuatan yang sangat kuat" kata Ema dengan nafas yang terengah-rengah. Makoto dan shin saling bertukar pandangan," apa yang kau maksud adalah aku?" Kata shin di hadapan Ema" tapi shin-sama adalah maga superior", " sudah aku bilang aku adalah shin, aku berwujud seperti ini karena kontrak yang aku buat dengan makoto-dono" kata shin sambil melempar beberapa sisik naga yang terlepas setelah melawan makoto. Ema yang memeluk beberapa sisik naga dan merasakan aura yang dikeluarkan oleh shin, Ema kemudian pingsan karena shock.
Daftar bab
21 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








