
- Jumlah kata
- 181.6K
- Popular
- 8.7K
- Subscribe
- 347
Sinopsis
Lie Al ghifari seoarang anak desa berusia 16 tahun yang lahir di negara yang sangat fanatik dengan sepak bola, bercita cita suatu saat nanti akan menjadi bintang lapangan hijau, dengan latar belakang yang pas pasan, dengan bakat yg ada pada dirinya dia mulai menata kariernya sedikit demi sedikit, sampai dirinya menemukan sytem yang membantunya mewujudkan impiannya menjadi salah satu bintang besar di lapangan hijau dan di minati oleh club club raksasa. Bagaimana kisah perjalanan seorang lie menjadi bintang besar...?
Ulasan
9 ulasan
Zalniy
3/2/25 11:35
keren banget min, lanjut lagi.Gak sabar nunggu kelanjutan lie ke liga champions, ketemu tim tim besar lainnya
PILIHANSintaa Jelek
31/8/25 12:30
Iniiiiii udhhhh tamaattttttt di apkkkk novellll bahkan udhhhh menangggg piala duniaaaaaaa jdii jangannn
BAB 1
Pada sore hari di sebuah desa bernama lebak maja, saat ini terlihat sangat ramai dan riuh seperti sedang di adakan pasar malam yg memang rutin setiap tiga bulan sekali selalu ada pasar malam.
Terlihat orang orang berbondong bondong berdatangan menuju ke sebuah lapangan yg saat ini sedang berlangsung kompetisi sepak bola antar kampung (tarkam) yang memperebutkan hadiah utama dari kompetisi tarkam ini adalah Domba, yang mana semua peserta kompetisi ini terdiri dari 10 kampung yg mengirimkan tim terbaik mereka.
Lebak maja sendiri selaku tuan rumah mereka sudah pasti mengirimkan tim terbaiknya yang bernama satelit FC, untuk mengikuti kompetisi Domba cup ini, yg mana satelit Fc ini memang sudah terbiasa mengikuti kompetisi di berbagai kampung, tim ini terdiri dari lima belas orang pemain, dimana dari kelima belas orang ini sebelas orang termasuk kedalam pemain inti dan sisanya adalah pelapis.
Lie alghifari bocah berusia lima belas tahun adalah anak dari pasangan ragil nugraha dan sinta anggraeni yang kebetulan mereka adalah warga di kampung lebak maja tersebut, dan keluarga mereka termasuk salah satu penggemar sepak bola, karna dahulu ibu dan ayah dari lie merupakan salah satu suporter dari sebuah club yg sangat besar di kota mereka tinggal,jadi karna hal itulah Lie sebagai anaknya pun kebawa menyukai sepak bola, dengan support dari sang ayah di tambah dengan bakat yang di milikinya, walaupun tidak sahabat dan sebagus para anak anak muda pada umumnya tetapi di kampung lebak maja Lie adalah salah satu pemain yg sangat di andalkan dan sering di ajak untuk mengikuti kompetisi antar kampung.
Sore hari ini sedang berlangsung pertandingan antara SATELIT FC melawan GUNDALA FC dari kampung karasak, lapangan yg menjadi tempat untuk bertanding sekarang nampak sudah penuh oleh penonton dan para pedagang yg coba mengais rejeki, dan sudah menjadi hal yg lumrah jika di kampung sedang ada acara pasti banyak orang yg berjualan di tempat acara.
Pembawa acara pertandingan nampak sudah bersiap siap mengeluarkan suara emasnya di depan mikrofon, dan tidak lupa juga di sampingnya duduk dua orang yg sama sama sedang memegang mikrofon, yg akan menemani jalannya pertandingan.
Di pinggir lapangan saat ini nampak seorang pria setengah baya sedang memberikan instruksi taktis kepada para pemain khususnya kepada Lie, ingat Lie tugas kamu adalah mengalirkan bola dan mencari pergerakan teman mu yg kosong, usahakan penguasaan bola di kakimu sangat kuat dan tidak mudah di rebut oleh lawan, ciptakan celah dari pergerakan tanpa bola dan peluang bagi teman temanmu untuk membuat goal.
Lie hanya menganggukkan kepalanya mendengar instruksi yg berikan oleh pria tua itu sebagai pelatih dari tim SATELIT FC, nampak dia tidak keberatan dengan tugas yg di berikan oleh sang pelatih karna memang dirinya sudah terbiasa berada di posisi sebagai gelandang serang yg membongkar pertahanan lawan, dan menciptakan banyak peluang untuk teman satu timnya.
Setelah beberapa saat kemudian nampak kedua tim sudah mulai bersiap siap memasuki lapangan pertandingan bersama dengan satu orang wasit utama dan dua orang hakim garis, terdengar suara teriakan dan tepuk tangan dari penonton di pinggir lapangan dengan sangat antusias.
Sekedar informasi, lebak maja adalah salah saru nama kampung yg terletak di wilayah administrasi kota parahiyangan dan termasuk di dalam provinsi barat di negara nusantara, yg termasuk salah satu negara fanatik dengan sepakbola yg mana negara tersebut memiliki populasi sekitar tiga ratus juta jiwa, yg mana bisa di katakan sekitar 70% warganya baik yg muda sampai tua semuanya gila dengan sepakbola maka dari itu setiap ada pertandingan sepakbola baik club maupun tim nasional negara nusantara pasti akan selalu penuh dan masih banyak juga orang yg melakukan acara nonton bareng dll.
"kembali ke cerita"
Tepat pukul 15:00 para pemain kedua tim berserta ketiga wasit yg betugas mulai berjalan memasuki lapangan dan terdengar suara kicauan dari pembawa acara dan kedua komentator mulai bersahutan demi memeriahkan acara, di sudut dekat dengan tempat berkumpulnya para pelatih dan pemain dari tim SATELIT FC, sepasang suami istri sedang menonton sambil berteriak memberikan semangat untuk anaknya.
"Lie ayo tunjukan kehebatanmu nak, kasih paham mereka...!!"ucap ragil nugraha
"Ayo sayang main yg bagus nanti mamah kasih makan enak kalau kamu main bagus...!!" sahut sinta tidak kalah dari sang suami.
Bagi warga lebak maja dan kampung terdekat mereka sudah sangat paham akan tabiat kedua orang Lie yg sangat gila dengan sepak bola, bahkan setiap hari sepulang dari sekolah Lie selalu di latih oleh ayahnya, dari pasing dribling penguasaan bola dan latihan fisik, intinya setip hari para warga sekitar selalu melihat ragil selalu melatih teknik dasar dalam bermain bola.
Setelah kedua tim berkeliling bersama satu sama lainya akhirnya pertandingan pun di mulai, dimana tim satelit menjadi < Bab 1 Tarkam pihak pertama sebagai pemegang bola, presing keras langsung di perlihatkan oleh tim Gundala, mereka ingin menunjukan permainan cepat dengan melakukan presing, membuat tim tuan ruan rumah dalam lima sepuluh menit awal nampak kesulitan untuk mengembangkan pemainan mereka.
Teriakan dan instruksi pelatih satelit fc dari pinggir lapangan terdengar menggema disaat timnya mendapatkan terkanan dari tim lawan,
semua penonton nampak tidak menghiraukan teriak teriak dari sang pelatih masing masing tim, mereka semua asik bersorak disaat tim yg mereka dukung sedang menyerang ke gawang tim lawan. Saat ini terlihat tim satelit mendapatkan kesempatan untuk menyerang setelah kiper mereka berhasil mengagalkan tendangan sudut yg di peroleh oleh tim Gundala,.terlihat mereka membangun serangan dari bawah dengan sabar, mereka mengalirkan bola dari kaki ke kaki sambil berlari untuk membuka ruang, terlihat saat ini Lie sedang menggiring bola dengan tenang sambil matanya melirik ke kanan dan kiri melihat pergerakan teman temannya dari samping kiri dan kanan karna untuk area depannya terlihat sangat padat di penuhi oleh para pemain tim Gundala yg turun ke jantung pertahanan mereka, karena tim Gundala memang memakai formasi 3-5-2
Sedangkan untuk tim satelit mereka memakai formasi 4-3-1-2.
Dimana Lie posisi Lie yg sebagai gelandang serang di tugaskan menjadi seorang play maker dan di wajibkan mengalirkan bola dan mengirim umpan umpan yg bisa di maksimalkan oleh temannya menjadi Goal.
Lie dengan sangat teliti dan sabar terus mengalirkan bola dari depan ke belakang, kembali ke dirinya dan berpindah ke kanan bali ke belakang kembali, hal itu trs berulang berulang sambil menunggu celah yg bisa langsung di manfaatkan nya mengirim umpan kepada temannya yg terlihat kosong.
Akhirnya setelah beberapa menit bersabar muncul sebuah kesempatan di saat Lie dengan skill individunya mencoba menerobos masuk kedalam kotak pinalti, dirinya meliuk liuk di atas lapangan bagaikan belut yg sangat licik dan itu membuat para pemain tim Gundala berusaha untuk menghentikan pergerakan dari Lie "Lie oper sini...!" teriak seseorang yg berada tepat di belakang lie yg sedang di kepung oleh tiga orang pemain tim satelit.
"Dan terima ini dan langsung oper cepat ke si bayu yg lagi kosong..!"teriak lie setelah dirinya melakukan operan cepat ke belakang dan langsung dirinya berlari ke depan dekat dengan bayu yg sudah menerima operan bola dari hamdan.
Setelah Lie dekat beberapa meter dari bayu, lie langsung meminta bola dan langsung menggerakkan tangan kirinya sebagai tanya agar bayu masuk lebih dalam menuju kotak penalti, Lie langsung memberikan bola itu kembali ke arah bayu yg nampak sudah bergerak maju, terlihat bayu yg menerima bola itu langsung di dikerubungi oleh empat orang pemain, dan tidak mungkin bayu bisa mempertahankan bola itu, makan dengan cepat bayu memberikan bolanya kembali ke arah Lie yg nampak saat ini sudah bergerak sedikit maju beberapa langkah dari posisi sebelumnya.
Daftar bab
145 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
145 bab








