
Reo si culun penuh misteri
Oyal|Bersambung
- Jumlah kata
- 21.5K
- Popular
- 304
- Subscribe
- 99
- Jumlah kata
- 21.5K
- Popular
- 304
- Subscribe
- 99
Sinopsis
Reonal, seorang mahasiswa dari keluarga berlimpah harta, menyimpan rahasia besar yang tak diketahui siapa pun—ia terlahir dengan indera keenam, mampu melihat makhluk tak kasatmata. Namun, demi menghindari tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya, Reo memilih menyembunyikan kemampuannya di balik sikap culun dan polos. Sayangnya, penampilan itulah yang membuatnya sering menjadi sasaran bully di kampus, terutama oleh Axcel, teman sekelasnya. Situasi semakin rumit ketika Reo menaruh hati pada Sherly, gadis yang diam-diam ia kagumi, dan justru membuat Axcel semakin membencinya. Di tengah kesepian dan tekanan, Reo bertemu dengan Gladis—seorang arwah wanita misterius yang tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Pertemuan itu perlahan mengubah segalanya, membawa Reo ke dalam kisah yang penuh rahasia, persahabatan tak terduga, dan keberanian untuk menghadapi dirinya sendiri.
Ulasan
2 ulasan
MC Lee
8/9/25 04:04
Wah serem 😱 tapi seru ceritanya 🫰🏻 semangat update ya Author 😘 Penasaran Reo pacaran sama Sherly apa Gladys 🫣
Aina
8/9/25 03:35
Halo Kak, cantik saya mampir nih, seru ish, dari bab pertama Terus semangat updatenya kak sampai tamat, kalo ga saya guling-guling nih 😂
Tertawa dengan yang Tak Terlihat
Seorang pemuda yang terlahir di keluarga berlimpah harta. Dia memiliki kemampuan atau kelebihan, yaitu indra ke enam. Karena indra keenam yang dimilikinya, ia terlihat aneh di mata orang-orang.
Sejak kecil, orang tua Reo sudah mengetahui keanehan pada anaknya, karena ia sering berbicara dan tertawa sendiri di dalam kamar. Suatu hari, mamanya bertanya, “Reo, kau sedang berbicara dengan siapa? Kok tertawa sendiri?”
“Itu, mam. Ada temanku yang mengajak bermain,” ucap Reo polos.
Mamanya melihat sekeliling, tetapi tidak ada satu orang pun. Merasa khawatir dengan anaknya, ia lalu membawa Reo ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan psikolog mengenai kondisi putranya. Dokter pun menyatakan bahwa Reo baik-baik saja, tidak ada keanehan atau masalah.
“Berdasarkan pemeriksaan, kondisi anak Ibu dalam batas normal. Tidak ada tanda-tanda kelainan atau gangguan yang perlu dikhawatirkan saat ini.” ucap dokter.
Namun, ibunya Reo masih merasa cemas saat perjalanan pulang dari rumah sakit PKU Yogyakarta.
“Tanpa disengaja, mamanya Reo bertemu seorang ibu-ibu di sebuah rumah makan Gacoan. Saat itu, Reo ikut makan di luar bersama mamanya. Perempuan itu pun mendekati Reo dan berkata, ‘Nak, siapa namamu?’”
“Namaku Reonal,” jawab Reo.
“Ibu itu langsung tersenyum sambil mengelus kepala Reo. "Apa kau bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa lihat? Coba, tante mau tanya… ada apa di dekat tanaman itu?”
Reo menoleh ke arah tanaman di samping jendela. ‘Iya, di sana ada seorang anak kecil seumuran denganku yang sedang berdiri, tapi wajahnya sedih,’ ucapnya pelan.”
“Ibu itu pun menoleh kepada mama Reo. "Tak usah cemas. Sebenarnya, ini adalah anugerah dari Tuhan yang sudah dimiliki anakmu sejak lahir,’ ujar ibu itu.”
“Mamanya Reo merasa bingung dengan ibu itu. "Maaf, maksud Anda apa, ya? Saya tidak mengerti sama sekali, anugerah apa?’ tanyanya.”
“Ibu itu menjelaskan bahwa Reo memiliki indra keenam, seperti indigo kemampuan untuk melihat hantu dan juga berkomunikasi dengan mereka. Tentu saja, hal itu membuat ibunya Reo kaget bukan main. Ia masih sulit percaya tentang hal itu.”
“Dari mana Anda tahu kalau anak saya bisa berkomunikasi dengan makhluk halus? Begini, ya, di keluarga saya tidak ada yang punya indra keenam. Kan aneh kalau anak saya bisa punya indra keenam?” tanya ibunya.
“Karena saya melihat pandangan Reo selalu tertuju ke tanaman itu, padahal menurut orang biasa tak ada apa-apa di sana. Berbeda dengan Reo yang memiliki indra keenam, pasti bisa melihat bahwa ada seseorang yang sedang berdiri di sana. Saya tahu, karena saya pun memiliki kemampuan yang sama seperti Reo sejak kecil,” ucap ibu itu sambil mengelus punggung Reo.
Reo hanya tersenyum melihat ibu itu menjelaskan kepada mamanya tentang keanehan pada dirinya. Setelah pertemuan tersebut, mamanya Reo sudah tidak terlalu khawatir lagi. Namun, karena kemampuannya itu, Reo sering diganggu makhluk halus di sekitarnya yang mencoba berkomunikasi dengannya. Meski begitu, ia sama sekali tidak menghiraukan gangguan makhluk halus tersebut.
Enam belas tahun pun berlalu, dan kini Reo sudah beranjak remaja. Ia tumbuh menjadi pria dengan penampilan sederhana, bahkan sering dipanggil ‘anak culun’ oleh teman-temannya di sekolah. Di sekolah, ia selalu menyembunyikan kemampuannya; tak ada satu pun temannya yang tahu tentang itu. Ia tidak ingin diolok-olok atau dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya.
Suatu malam, saat ia tertidur pulas, terdengar suara bisikan di telinganya yang memanggil-manggil namanya.
"Reo... Reo... bisakah kau membantuku?"
Reo pun terbangun dari tidurnya setelah mendengar bisikan di telinganya. Betapa terkejutnya, ternyata ada sosok hantu di atap ternit kamarnya.
“Astagfirullahaladzim! Dasar setan!”
“Hah? Siapa kau? Kenapa kau mengagetkanku? Mengapa kau ada di atas? Aduh! Kenapa kau meminta tolong kepadaku, sih?” tanya Reo.
“Karena hanya kau yang bisa melihat dan berkomunikasi denganku, jadi tolonglah aku,” ucap sosok itu. Suaranya terdengar sedih.
Tiba-tiba terdengar suara ibu Reo dari luar kamar yang memanggilnya.
“Reo, ada apa? Kamu mimpi buruk?” teriak mamanya.
“Iya, Bu, ini mau lanjut tidur lagi,” jawab Reo.
“Kalau mau tidur, berdoalah dulu biar nggak diganggu setan,” sahut ibunya.
“Maaf, mam, sudah membuatmu terbangun.”
Reo pun langsung berbicara kepada hantu laki-laki yang mendatanginya.
“Terus, apa yang harus aku lakukan agar bisa membantumu? Ceritakan dulu, apa permasalahan yang membuatmu merasa sangat terbebani sehingga kamu tak tenang seperti ini?” tanya Reo.
Hantu itu pun menceritakan permasalahannya.
“Sebenarnya, saya merasa tidak tenang bukan karena kecelakaan kerja, tetapi karena istriku yang kutinggalkan. Dia selalu mengurung diri di kamar, tak mau melakukan apa pun. Tolonglah berbicara kepadanya atas nama diriku,” ucap hantu itu sambil memohon kepada Reo.
Baiklah, aku akan membantumu. Akan kupinjamkan tubuhku dan berbicaralah sendiri dengan istrimu setelah aku pulang dari kampus," jawab Reo.
“Terima kasih, kamu mau membantuku.”
Hantu itu pun sangat berterima kasih kepada Reo.
Reo pun kembali melanjutkan tidurnya sebelum keesokan paginya berangkat ke kampus. Saat pagi tiba, ibunya Reo membangunkannya.
"Reo, bangunlah sudah pagi! Sudah waktunya kamu berangkat ke kampus!" teriak mamanya.
"Iya, mam, ini mau mandi," jawab Reo.
Reo bersiap lalu berangkat ke kampus dengan motor Supra kesayangannya. Setelah tiba di kampus, Reo berpapasan dengan wanita yang ia sukai. Namanya Sherly. Ia adalah wanita populer di kampusnya karena kecantikannya, kepintarannya, serta posisinya sebagai kapten tim voli dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Karena matanya tertuju pada Sherly, Reo tidak memperhatikan jalan sehingga ia menabrak orang yang sering membullynya.
"Maaf, aku tak sengaja menabrakmu," ucap Reo.
"Elu kalau punya mata, itu dipakai!" balas seorang mahasiswa sinis.
“Eh, eh, elu kenapa ngelirik-lirik Sherly? Jangan mimpi kamu bisa mendapatkan Sherly, ngaca dulu diri kamu!” ujar Excel dan teman-temannya sambil tertawa mengejek Reo.
“Iya, nih. Muka aja jelek gitu, masa mau mencintai primadona di kampus kita? Nggak level kali. Hahaha!”
Reo tak menanggapi mereka dan memilih untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
Tanpa disadari Reo, hantu yang tadi mengikutinya ke kampus muncul kembali. Saat Excel mencoba menjegal kakinya, Reo melihat hantu itu ingin membalas dengan menjambak rambut Excel. Reo pun terkejut melihat Excel kesakitan.
"Siapa yang berani menjambakku dari belakang? Hah? Belum tahu apa siapa saya?!” teriak Excel marah.
Teman-temannya langsung heran.
“Eh, kenapa, Cel? Siapa yang jambak lo? Nggak ada siapa-siapa, tuh.”
Excel menggeram kesal, matanya menyapu ke sekeliling. “Jangan main-main sama gue, ya! Kalau ketahuan, bakal gue hajar!”
“Masa bodo amat, salah siapa jahat? Hahaha,” ucap hantu itu sambil tertawa.
Reo berdiri kaku, jantungnya berdegup kencang. Ia tahu pasti siapa yang melakukannya, karena hanya matanya yang bisa melihat hantu laki-laki itu berdiri di belakang Excel dengan ekspresi dingin.
Daftar bab
20 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








