Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
pacarku kuntilanak cantik

pacarku kuntilanak cantik

senja menulis | Bersambung
Jumlah kata
47.3K
Popular
100
Subscribe
10
Novel / pacarku kuntilanak cantik
pacarku kuntilanak cantik

pacarku kuntilanak cantik

senja menulis| Bersambung
Jumlah Kata
47.3K
Popular
100
Subscribe
10
Sinopsis
HorrorHorrorSpiritualDunia GaibIndigo
Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Asnawi, dia adalah mahasiswa dari salah satu kampus di bandung. Asnawi bertemu dengan sosok makhluk kuntilanak, di saat berjalanya waktu, Asnawi menyukai makhluk tersebut. akan kah cinta Asnawi di sambut??
tugas dari kampus

Hari Selasa 14 November 2017, Asnawi, Febri dan Eka pergi ke daerah irigasi cimanuk untuk menyelesaikan tugas besar mata kuliah Irigasi di lapangan.

Asnawi, Febri dan Eka adalah mahasiswa teknik sipil semester 7 di sebuah universitas negeri di Bandung. Selama beberapa bulan terakhir mereka sering mengunjungi tempat itu untuk mengambil data teknis tentang irigasi yang mereka teliti. Mereka juga harus berpacu dengan waktu karena lokasi irigasi yang mereka teliti berada di daerah Cimanuk yang terkenal sangat angker. Selama waktu penelitian, mereka tidak pernah sekalipun berada di lokasi itu sampai malam karena mereka tahu bahwa tempat itu terkenal sangat angker.

Jalan menuju ke irigasi cimanuk cukup sepi, meskipun mereka selalu lewat pada siang hari. Tidak terasa Hari mulai malam. Febri dan eka langsung berkemas membereskan peralatan dan mdimasukan ke dalam tas ransel mereka, namun tidak dengan Asnawi, dia masih tetap sibuk mengerjakan tugasnya. Asnawi sudah pernah mengambil kuliah ini 2 kali dan kali ini dia tidak mau sampai gagal dalam menyelesaikan tugas besar.

Wi, udahan yu, kita pulang,”ajak Febri sambil bergegas memasukan peralatan ke dalam tas. Asnawi malah asyik mengerjakan penghitungan hasil penelitian. “ ayo Wi, kita pergi, nnti setan setan disini keburu keluar “ ajak Eka yang sudah berada diatas motor dan siap meluncur.

kalian duluan aja, gue mau beresin dulu, kagok yeuh” kata Asnawi sambil terus menulis dan tidak mengacuhkan Febri dan Eka.

woy serius nih? Ntar lo diculik ama setan, lo kan paling penakut diantara kita bertiga” kata Febri “Kita ga tanggung jawab,“

udah kalian pergi aja, gue lebih takut kalo tugas laknat ini ga selesai, gue harus ngulang lagi semester depan” tegas Asnawi memandangi mereka sambil mengernyitkan dahi.

yaudah bro, kita duluan yah, hati2 di belakang lo ada kunti lagi liatin , hahahahaha” teriak Eka sambil menjalankan motornya berboncengan dengan Febri.

Mereka pun pergi meninggalkan Asnawi sendirian, “dasar kampreett….” Kata Asnawi yang kembali menulis catatan dari hasil penelitiannya. Bebrapa menit kemudian matahari pun mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Di sekitar lokasi sama sekali tidak terdengar suara adzan magrib karena jauh dari wilayah perkampunga warga. Malam semakin larut, keadaan di sekita Asnawi berada mulai terjadi banyak kejadian-kejadian aneh yang dimulai dengan suara-suara lolongan anjing , benda jatuh, bahkan sesekali terdengar tangisan perempuan hingga suara anak kecil yang sedang ketawa-ketawa seperti saat sedang bermain.

Asnawi terus melanjutkan mengerjakan tugasnya tanpa menghiraukan kejadian aneh tersebut. Bagi Asnawi jauh lebih mengerikan gagal tugas dibanding bertemu dengan setan. “Alhamdulillah, akhirnya beres juga nih tugas besar” Asnawi berbicara sendiri sambil menngeliat menghilangkan pegal.

merinding ya, mending gue buru-buru pergi dari tempat ini” gumam Asnawi dalam hati sambil memasukan semua peralatan ke dalam tas. Dia lari menuju tempat motor terparkir dan langsung manyalakan motor mio nya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan lokasi itu.

Suasana malam sangat horror, jalanan yang sangat sepi dan banyak pohon pohon rindang di pinggir jalan ikut meperparah keadaan. Asnawi tidak berani menengok kiri-kanan, dia hanya memandang lurus kedepan saat menjalankan motornya.Jalan dari lokasi irigasi Cimanuk menuju keramaian kota cukup jauh sekitar 15 km, namun karena sangat angker dan sepi Asnawi merasa kalo jalan ini panjangnya 100 km. Motor mio nya terus digeber biar capat meninggalkan daerah itu. Di depan terdapat tanjakan yang sangat angker, konon katanya disana sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh sosok kuntilanak yang selalu muncul disana.

Jantung Asnawi semakin berdtak kencang dan berusaha melawati tanjakan itu dengan sangat cepat dan berharap tidak melihat kuntilanak yang sering dibicarakan orang. Akhirnya motor pun melewati tanjakan itu dengan selamat, dan terus melaju dengan lancar, Asnawi senang bisa melewati tanjakan itu namun ketika kesenangannya belum berakhir, tiba tiba dia melihat ada sosok wanita memakai gaun putih berjalan dipinggir jalan. Seketika Asnawi pun makin takut dan yakin wanita itu adalah kuntilanak. Dia langsung tancap gas, namun rasa penasaran yang besar membuat dia menoleh ke arah sosok wanita tersebut.

Dia ingin meyakinkan bahwa sosok itu adalah kuntilanak. Ketika menoleh kearah wanita tersebut, tiba-tiba ada seekor anjing melintas ke tengah jalan, Asnawi kaget dan banting stang menghindari anjing itu dan langsung terpelanting jatuh ke jalan. Motor Asnawi jatuh dan terperosok ke semak-semak dipinggir jalan. “AANyyIIIING…” raung Asnawi ketika badannya jatuh ke jalan, berguling-guling hingga akhirnya kepalanya terbentur dengan keras pada sebongkah batu. Badan Asnawi lemas, terlentang di pinggir jalan, pandangan mata mulai kabur, dan rasa sakit mulai menjalar keseluruh tubuh dari ujung kaki ke kepala. Darah mengucur deras dari pelipis menganak sungai di pipi dan mengalir ke jalanan. Asnawi setengah sadar dan ditengah pandangan yang mulai kabur, dia mulai melihat sosok wanita tadi menghampirinya.

Sayup sayup dia mendengar suara wanita itu “ mas, kamu ga apa-apa?, aku tolongin mas”. Asnawi merasa lega karena wanita itu manusia bukan kuntilanak seperti yang dia pikirkan. Asnawi berpikir kalau kuntilanak pasti tidak akan menolong dan akan langsung mengabil jiwanya. Asnawi pun pingsan. Wanita itu pun langsung menolong Asnawi, badan Asnawi diseret dan disandarkan ke sebuah pohon besar, terus wanita itu pun membersihkan luka Asnawi dan mengobatinya. Beberapa menit kemudian, Asnawi mulai sadar, dia kaget dirinya sudah dalam posisi duduk dan bersandar ke batang pohon.

Dia juga kaget luka lukanya sudah dalam keadaan bersih. Luka sobek di pelipis kanan kepalanya tampak sudah dijahit dan diolesi oleh betadine dan begitupun dengan luka di kakinya pun sama. “ mas sudah sadar? syukur atuh akhirnya mas sadar juga, aku dari tadi was-was liat keadaan mas…hihihih” terdengar suara wanita dari belakang pohon. Asnawi selintas kaget dan senang, dia membayangkan ditolong oleh wanita cantik, dari suaranya pun tedengar manis. Ketika wanita itu mendekat, secara perlahan Asnawi menoleh kebelakang perlahan dan dia melihat wanita itu.

SETAAAANN….KUNTIIIIII……………..AARRRRGHHHH!!!!!!!!” seketika Asnawi langsung berteriak, kaget dan berusaha untuk lari. Wanita itu berambut hitam panjang terurai, muka putih pucat, senyum menyeringai, raut wajah senyum tapi sangat menyeramkan. Matanya berwarna kuning terang, sebelah kanan bola matanya keluar dari rongga mata dan menggantung ke pipi, yang sebelahnya nya lagi menatap Asnawi dengan tatapan kosong. Asnawi bergegas langsung berdiri dan lari ke arah motornya, namun apa daya keadaan kakinya yang terluka akibat kecelakaan membuatnya terjatuh dan kesulitan untuk berdiri lagi.

mas mau kemana?...jangan jalan dulu, kaki kamu masih sakit,…sini mas aku tolongin…..” kata kunti sambil melayang mendekati Asanawi yang merangkak untuk terus mendekati motornya yang terparkir di pinggir jalan.

pergiii…sana jangan ganggu gue, kaditu siah….” teriak Asnawi “mas…hihihihihi” tawa kunti “anjiisss malah ketawa ……………….pergiiiiii” teriak Asnawi sambil merangkak menjauhi pohon tadi dan kemudian dia menengok kebelakang tubuhnya dan melempar batu pada Kunti kemudian Kunti itu hilang seketika .

“ untung dia udah ilang” Asnawi bernapas lega. Asnawi bernapas terengah-engah sambil duduk menghadap kearah pohon tempat dia tadi bersandar. Dia melihat-lihat keadaan di sekelilingnya Sesaat dia merasa baru bangun dari mimpi buruk. Asnawi berusaha untuk menggerakkan kakinya dan berusaha berdiri. Butuh waktu lima belas menit bagi Asnawi untuk berdiri.

akhirnya gue bisa berdiri, saatnya gue pulang”. Ketika dia membalikan badan, tiba tiba sosok Kunti itu muncul di depannya. mau pergi kemana mas….”Kata Kunti dengan senyum menyeringai dan wajah pucat menyeramkan. Melihat hal barusan, Asnawi langsung pingsan, badannya jatuh ke tanah dengan kencang .

yaah pingsan lagi, padahal aku kan Cuma nanya.” Kata kunti geleng-geleng kepala. “terpaksa aku harus mengankat dia lagi ke pohon, mana berat lagi…..uuhh” keluh Kunti sambil mengangkat badan Asnawi kembali ke tempat tadi dan berusaha memnyandarkannya dengan nyaman kemudian membersihkan lukanya lagi. Beberapa menit kemudian Asnawi mulai sadar namun ketika melihat dihadapannya ada kunti, Asnawi kembali pingsan.

Setidaknya Asnawi pingsan 3 kali sampai akhirnya kunti jadi sangat kesal. Dia membaringkan badan Asnawi di atas tanah dan menempatkan kepalanya diatas pangkuan kunti. Kunti itu mulai mengelus-elus rambut Asnawi kemudian dia memijat kepalanya. Beberapa menit kemudian Asnawi mulai membuka mata kembali dan berteriak kencang karena melihat dirinya tengah berbasring di pangkuan sang kuntilanak. Dengan cepat Kuntilanak itu pun menutup mulut Asnawi dengan tangannya. “

aku akan buka mulut kamu, tapi kamu harus tenang yah jangan teriak, nanti bakalan mengundang setan- setan yang lain”. Asnawi menganggukkan kepalanya dan Kunti itu pun menyingkirkan tangannya dari mulut Asnawi. Asnawi takut bukan kepalang, dia harus berbaring diatas pangkuan kuntilanak dengan kondisi seluruh badan sakit gara-gara kecelakaan.

Tubuh Asnawi bergetar karena merasakan dingin yang menjalar dari kepalanya. Dia serasa tidur dengan bantal es karena paha kuntilanak itu sangat dingin. Karena sudah tidak kuat lagi menahaan rasa takutnya Asnawi pun mengompol di celana. Dia pasrah dengan keaadaan yang dialamainya, dia tidak bisa berdiri apalagi berlari. “apa yang lagi kamu lakuin ke aku ? .....ampun kunti, jangan ambil jiwa aku……jangan makan otak ku ...........ampuunn, aku belum khawin” Asnawi memelas

Lanjut membaca
Lanjut membaca