
- Jumlah kata
- 5.6K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 2
Sinopsis
"Aku tak mengharapkan apapun tentang apa yang sudah berlalu, aku tak menginginkan yang bias di masa lalu kembali, tak kudapati pelajaran di sana, yang ku pandangi saat ini...hanya hamparan luas mempelajari masa depan dan berjalan seimbang di jalurnya. "Bisik Alyssa, pada sebuah angin,yang terus menyapa nya, seakan menjadi sosok yang diperlukan kehadirannya oleh Alyssa.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Gak Rukun
"Ngakak banget ih ketawa lo, kasihan tau si Alyssa!" ejek Devina seakan ia peduli, ia juga salah satu teman sekelas Alyssa sejak duduk di bangku sekolah dasar, Devina selalu menyaksikan kebiadaban Karina, bahkan dirinya sendiri yang melakukan kekerasan verbal maupun nonverbal pada Alyysa. Kini mereka sudah menempuh sekolah menengah atas, namun aksi Karina dan antek-anteknya tidak pernah berhenti dan semakin tidak masuk akal perlakuan-nya kepada Alyssa meskipun sudah bertahun-tahun lama nya, mereka tidak pernah merasa kapok akan puluhan hukuman yang sudah mereka alami dan mereka jalankan.
"SURUH SIAPA DIA TERUS SO SO-AN UNGGUL DI HADAPAN GUE, SO CAKEP LO!" Bentak Karina yang meraih kepala Alyssa dengan menjambaknya keras. Alyssa tidak peduli akan hal itu, dia hanya tersenyum sinis lalu menghempas tangan Karina dan mendorongnya. Cukup masa lalunya yang ia rusak oleh kedua wanita benalu tersebut, karena untuk Devina, ia tahu kenapa gadis itu terpaksa membully nya. Alyssa saat ini harus berani melawan dan menjalani masa depannya dengan cerdas dan tegar. Baginya, kecerdasan salah satu senjata untuk mengatasi manusia-manusia hama layaknya Karina dan anak bawangnya.
"SIALANN LO, BERANIII MELAWAN GUE SEKARANG?" Karina membentak kembali namun ia diacuhkan oleh Alyssa yang memilih berlalu seraya merapihkan rambutnya yang sempat di jambak. Dengan muka tenang dan raut wajah cerianya, ia keluar dari belakang perpustakan, dan menjumpai teman-temannya yang sedang jajan di warung kantin sebelah perpustakan tersebut.
"Habis ngapain lo Sya?" Tanya Clarissa karena sudah menunggu Alyssa lebih dari delapan menit,
"Urusan biasa," jawab Alyssa seraya memakan lontong sayur nya yang sudah dipesan olehnya sebelum menjumpai Karina.
"Sering banget lo ketemu mereka, gak ada masalah kan lo?" Tanya Queen kali ini. Diantara teman baik Alyssa, yang bisa dikatakan paling peduli ,mungkin yang pertama ia akan tulis adalah Queen, dapat diperhatikan dari sosoknya yang terus meneliti dan memperhatikan kondisi Alyssa semenjak mereka masuk SMA NUSA BANGSA itu.
"Fine ko," Singkatnya walau sesekali ingatan masa lalu nya terus berulang di kepala nya tanpa ia minta.
"Oiya, lo tadi di panggil pak Yahya buat ke lapangan, di suruh latihan noh buat pertandingan nanti," Info Queen mengingat dirinya di amanahkan untuk menyampaikan sesuatu kepada Alyssa.
"GYYYLAAAAA ATLETTT KITAAAAAAA NIHHH BOSS, KEK NYA BAKALAN MAKIN HARUM NIH NAMA KELAS KITA....YAHH...SELAIN TERKENAL OLEH KENAKALAN-NYA," Timpal Ethan yang tiba-tiba nimbrung seraya mencomot gorengan milik Queen sekali suap.
"JIHHHH, MAENNN COMOT AJA LO NYETT, IZIN DULU NAPAAAA....KELUARINNNN GAKKK DARI MULUUTTT LOO SET-HAAANNNNNNN!" Jerit Queen tak terima, pasalnya gorengan miliknya tinggal sebiji dan effort membeli cemilan tersebut harus berani war dengan siswa lain.
"OGWAHHH LGADHIAN MHANA-"
"TELENNN DULU ETHAANNN....TELENNN DULUUU!" Titah Clarissa yang gemas dengan kelakuan unik Ethan, baru aja semester satu di kelas sebelas, energinya langsung tersedot oleh mahluk-mahluk mitos di kelasnya, salah satunya adalah Ethan.
"SORRY SORRY, LAGIAN NIH...MANA ADA SEORANG QUEEN MAKAN GORENGAN!" Ejek Ethan yang tidak tahu diri setelah memakan cemilan milik Queen.
"EMANG QUEEN GAK BOLEH MAKAN GORENGAN APA? GUE MERAKYAT EGEE!" Sebal Queen yang tak tahan lalu menampol Ethan dengan buku paket yang baru ia bawa dari perpustakaan, untuk ia pelajari di rumah nanti bersama Alyssa.
"PAKKK"
"SAKIIDD ANJIMMMM!" Desis Ethan meringis, ia mengusap-ngusap kepalanya dengan keras, untuk menetralkan rasa sakitnya yang kian terasa.
"Dah ah, gue cabut dulu nemuin pak Yahya. Oh iya Clarissa...gue nitip ni bocah berdua ya, kalau gak baikan tinggalin aja!" Pinta Alyssa pada Clara yang memang Alyssa menjabat sebagai ketua dikelasnya,
"Aman kalau gitu, gue catet nanti dibuku ketertiban kalau mereka berulah." Ancam Clarissa, yang di pelototin oleh Ethan dan Queen disampingnya.
Dirasa beres dengan permsalahan nya, setelah membayar makanannya, Alyssa mulai menemui pak Yahya yang mungkin sudah menunggunya sejak tadi. Selama perjalanan pun, banyak orang yang ikut menyapa dia karena Alyssa salah satu siswi Famous, yang selalu menjuarai berbagai macam perlombaan, baik budaya, seni ataupun olahraga, walaupun kehadirannya kurang lebih baru dua tahun di SMA Nusa Bangsa. Bagi beberapa pria, yang paling menarik dari Alyssa adalah wajah cantiknya yang alami, menurut para pengagumnya juga, Alyssa membawa kesan khas tersendiri, sehingga tak sedikit orang yang mengajaknya untuk menjalin hubungan.
Namun Alyssa selalu menolak dengan lembut semua itu, bukan karena dia sombong ataupun anggapan buruk semacamnya. Melainkan ia ingin mempunyai pasangan yang menerima dia, bukan hanya dari sisi cantiknya saja, atau berpatok karena ia berprestasi. Rasa tulus dan jauh dari penghianatan, rasanya Alyssa nomor satukan jika ada seseorang yang ingin menjalin keseriusan dengannya.
"Permisi pak, bapak memanggil saya?" tanya Alyssa sopan seperti biasa,
" Udah di sampaikan ternyata, bapak kira kamu gak akan ke sini, biasanya suka gercep," jawab pak Yahya dengan bahasa nya yang selalu ia selaraskan dengan anak didiknya. Mungkin salah satu pendekatan signifikan, agar tak terasa canggung jika siswa-siswi nya ingin berinteraksi dengan dia.
"Hehe...maaf pak, tadi ada perlu sebentar. Oiya pak, latihan-nya sekarang banget? bukannya masih ada jam pelajaran lanjutan ya pak?" tanya Alyssa heran, untung saja ia membawa baju olahraga nya saat ini, ia akan berterima kasih pada partnernya yakni Sean, walaupun berada di sisi nya tak pernah ada kedamaian, pria itu selalu mengingatkannya untuk membawa hal-hal penting yang mungkin nanti ia perlukan. Sean dan dirinya dibuatkan grup khusus oleh pak Yahya bersama atlet lainnya, jadi mudah bagi Sean untuk menghubungi Alyssa via grup whatsapp tersebut.
"Bapak udah meminta izin seperti hari-hari lalu kepada guru mapel kalian, lagian waktu kita mepet seminggu lagi sebelum pertandingan, jadi usahain kita latihan lebih maksimal, agar hasilnya memuaskan ya, sekarang lakukan peregangan dulu lalu lari sepuluh kali mengelilingi lapangan basket. Tapi tunggu Alyssa dulu untuk berganti pakaian ya!" Jelas pak Yahya yang bertitah pada para atlet sekolahnya, mereka menuruti permintaan pak Yahya, kecuali Sean yang rasanya ingin mengajak by one Alyssa sekarang.
"Menyusahkan!" ujarnya yang tak diterima oleh Alyssa. Alhasil Alyssa pun memungut kerikil, lalu melemparnya ke arah Sean sebelum ia pergi untuk berganti pakaian.
"DASAR KUNTILANAKKK," Umpat Sean merasa kesal, padahal dia sendiri yang mulai.
Beberapa menit dari Alyssa berganti pakaian, mereka mulai berlari mengelilingi lapangan. Namun di putaran ke sembilan, Sean dan Alyssa mulai beradu argumen kembali, bahkan suara mereka sedikit mengundang atensi orang-orang yang tengah lewat.
"WOYYY, JANGAN DORONG-DORONG NAPA!” kesal Alyssa yang sesekali menghadap belakang karena Sean terus mengganggunya,
"LARI LO LAMBAT, YANG ADA JADI BEBAN NANTI!” sarkas Sean yang rasanya meminta Alyssa mencakar wajah sempurnanya dengan sukarela.
" BUAJINGANNN....GUE LAMBAT KARENA LO TERUS GANGGU GUE," Alyssa tak terima ia di ejek, kini ia malah kejar-kejaran dengan Sean, begitupun dengan Sean yang terus menganggu Alyssa. Pada akhirnya mereka sukses menjadi bahan tontonan yang membuat orang sekitarnya tertawa.
" Mereka udah sedekat itu ya?" tanya Olivia pada rekannya, ia ikut menyaksikan semuanya karena posisinya berada di belakang Alyssa dan Sean saat berlari. Mereka ikut serta menyaksikan kehebohan dari keduanya pada latihan kali ini.
Sedangkan di jarak beberapa meter “sosok nenek sihir” panggilan yang disematkan oleh Alyssa untuk Karina, tengah mengawasi nya bersama dua rekannya yang menindasnya lagi tadi pagi. Alyssa tau, mungkin wanita itu tengah kepanasan kala sang pujaan hatinya alias Sean, akhir-akhir ini sering beriterkasi dengannya dibandingkan pada Karina. Tatapan tajam Karina, di balas tatapan meremehkan oleh Alyssa, ia sangat senang jika raut wajah Karina kesal karena ulahnya.
"Cihh...lo kira dengan begitu ke gua bakalan diem aja? gue gak akan biarin lo bahagia," Ancam-nya setengah berbisik, yang nampak oleh Alyssa seperti bah dukun baca mantra, komat-kamit tidak jelas.
Daftar bab
5 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








