
- Jumlah kata
- 305
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0

Di sebuah desa yang terpencil di ujung samudra ,hiduplah seorang pemuda yang lusuh rambut gondrong badan kurus tak terurus namanya john ,dia seorang pemuda yang hidup sendirian karena sudah lama ayah dan ibunya meninggalkan dunia pekerjaannya sehari hari hayalah memancing tiada hari tanpa mancing ,setiap pagi setelah subuh dia bangun untuk mempersiapkan alat perang berupa joran dan kail yang terbuat dari bambu yang di temukan di sungai ujung desa ,setelah siap dia langsung bergegas mengayuh sepeda ontelnya yang merupakan peninggalan dari ayahnya dengan bunyi kriek kriek dia kayuh sepeda tua itu ,karena dia mendengar dari tetangga tetangganya yang juga pemancing bahwa di daerah timur ada danau yang besar dan di huni banyak sekali ikan mulai ikan mas,nila,tawes,gabus bahkan ada ikan yang bukan endemik daerah tersebut ,dengan motivasi itu johnpun makin memacu sepeda tuanya yang bakan tidak mampu mengikuti irama kayuhan john,sepanjang jalan john terus berhayal "nanti sampai sana pasti dapat ikan banyak trus bisa makan enak malam ini"gumam john,tidak selang berapa lama john tiba2 mergerem sepedanya dengan sedalam dalamnya sampai sepeda tuanya berbunyi ciiit!! john pun kaget melihat di depannya ada seorang bapak tua yang tiba2 muncul dari semak belukar yang rimbun ,johnpun bertanya tanya dalam hatinya "ini beneran orang atau bukan orang ya tadi gak ada tiba2 muncul" akhirnya johnpun membetaraikan diri untuk menyapa orang tua itu," badhe teng pundi pak" tanya john,"arep nyang sawah lee"jawab pak tua sambil menunjuk arah barat ,johnpun bertanya lagi sambil minta maaf"ngapunten pak nggeh kulo sampun ngageti njenengan" !!!!BERSAMBUNG KE EPISODE SELANJUTNYA!!! TUNGGU TANGGAL MAINNYA
setelah john mengobrol lama dengan pak tua itu akhirnya pak tua memberi john sebuah joran dari bambu ,jorannya nampak tua dan sudah lapuk seperti sudah berjuta juta kali strike ikan baik besar maupun kecil,johnpun bertanya kepada orang tua tersebut "mengapa pak tua memberi saya joran padahal saya sudah bawa joran andalan yang sudah lam malang mlintang di dunia permancingan nusantara raya" pak tua menjawab "ini joran turun temurun dari keuarga kakek nak ,karena kakek tidak punya anak laki laki jadi kakek bingung harus mewariskan kepada siapa joran ini,tolong terima joran pemberian kakek ini" akhirnya dengan sedikit rasa berat hati johnpun menerima joran tersebut ,setelah serah terima joran tersebut akhirnya pak tuapun pamit kepada john, setelelah beberapa kayuhan sepda tua john,johnpun menoleh betapa kagetnya john kakek yang dia ajak ngobrol ngalor ngidul tadi tiba2 hilang dari pandangnnya ,bulu kuduk johnpun berdiri sambil mengguman "pak tua tadi beneran orang tua biasa atau orang tua dunia lain yaa" dengan perasaan yang campur aduk johnpun melanjutkan perjalanannya ,john akhirnya mengayuh lebih cepat sepeda bututnya ,semakin cepat semakin cepat lebih cepat lagi akhirnya dia merasa capek juga johnpun berhenti di bawah pohon beringin gedhe banget sampai semua langit tertutup oleh seluruh daunnya,sambil rebahan dan bersandar di bawah pohon tiba2 ada satu biji buah beringin yang menjatuhi kepala john ,seraya bergumam "ternyata TUHAN memang adil ya kepada semua umatnya dengan pohon yang setinggi dan segedhe ini buahnya cuma kecil saja berbanding terbalik dengan pohon semangka yang merambat mempunyai buah yang besar" ternyata tuhan memang maha pencipta dengan menciptakan semu makhluk dengan fungsi dan kemampuan masing masing yang bisa saling melngkapi kekurangan,di tempat jatuhnya biji pohon beringin tadi muncullah seekor cacing tanah menggeliat berusaha meraih buah beringin yang jatuh tadi tapi langkahnya serasa berat karena terhalang oleh dedaunan yang rimbun serta akar pohon beringin yang menjalar memenuhi hutan ,BERSAMBUNG KE EPISODE BERIKUTNYA
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.







