
- Jumlah kata
- 118.7K
- Popular
- 4.2K
- Subscribe
- 236
Sinopsis
Di kehidupan sebelumnya dia seorang penguasa alam ilahi yang dikenal sebagai Kaisar Petarung. Sekarang jiwanya berpindah ke tubuh sampah tidak berguna. Seluruh kota menertawakannya, mencemooh dan menghinanya. Tapi dengan ingatan kehidupan masa lalu, Arga Kusuma berhasil membangkitkan kekuatan di tubuh tersebut. Dari seorang sampah yang ditertawakan, menjadi pria tangguh yang membuat siapapun akan hormat ketika bertemu dengannya. "Sampah yang kalian injak ini, akan menuntut balas!"
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab - 01 : Berpindah Tubuh
Seorang pria muda tampak terbaring di atas tempat tidur. Di antara cahaya lilin, kulitnya pucat dan nafasnya terdengar berat. Dia sekarat, dan mungkin akan meninggal dalam waktu dekat.
Namun, entah dari mana seberkas cahaya berwarna kuning tiba-tiba memasuki tubuh pria muda itu. Melesat menembus kening lalu membuat tubuhnya menggelinjang dan tampak kesakitan.
Bukan hanya itu, kekacauan juga terjadi di dalam ruangan. Mangkok porselen yang ada di meja berjatuhan dan pecah berceceran. Ruangan yang semula hangat menjadi dingin mencekam. Seperti ada aura kekuatan maha dahsyat yang datang tak diundang.Pria muda yang terbaring di atas tempat tidur menjadi kejang-kejang, hingga kemudian sebuah energi kekuatan memancar dari tubuhnya. Dengan cepat menyebar, menelan aura kekuatan dingin dan mengembalikan keadaan menjadi seperti semula.
Uh...Sial!
"Apa yang terjadi?!"
Seorang pria muda tampak terbaring di atas tempat tidur melenguh sambil tangannya bergerak menyentuh kepala yang terasa berat.
Seperti orang yang kehilangan ingatan, dia menatap sekeliling ruangan dengan bingung. Satu tangannya masih memegang kepala, sementara tangan lain meraba wajah yang serasa berbeda.
"Tunggu dulu! Kenapa jadi seperti ini?!" Cepat-cepat pria muda itu berjalan ke sebuah cermin yang ada di samping tempat tidur. Tidak lagi mempedulikan pusing yang mendera, rasa penasaran telah mengalahkan semua rasa sakitnya.
Namun, ketika sampai di depan cermin, sungguh ia terkejut menjumpai sosok pemuda tampan berusia 20-an tahun. Mengenakan pakaian mewah dengan aksesoris emas, yang semakin menambah kebingungan di wajahnya.
"Apa ini sungguh diriku ...."
Belum sempat dia mengatupkan bibir, puncak kepalanya seperti dijatuhi sebuah kapak raksasa.
Sakit!
Jika bisa, ia ingin berteriak untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi pada saat ini mulutnya justru seperti dibungkam oleh tangan-tangan besar.
Di waktu yang sama, puluhan keping ingatan bermunculan secara acak dalam kepalanya.
"Sampah!"
"Kamu adalah aib Keluarga!"
"Arga Kusuma! Dasar menantu tidak berguna! Kamu hanya menjadi beban bagi mertua dan istri!" Belasan orang merundung dan berkata begitu kasar.
Arga Kusuma! Itu memang namanya. Tapi ingatan yang begitu memilukan ini benar-benar asing. Dia tak ingat pernah melalui hari yang begitu menyedihkan. Dalam ingatannya, dia adalah Kaisar Petarung. Penguasa Alam Ilahi yang paling dihormati.
Namun....
Arga yang perlahan mendapatkan kembali kesadarannya mulai berdiri. Dengan puluhan keping ingatan yang telah dilihat sebelumnya, ia sepenuhnya sadar telah berada di sebuah tubuh yang bukan miliknya.
"Dalam ingatanku sebelumnya, aku sedang berkultivasi di Gunung Mahameru. Tiba-tiba aku berpindah ke tubuh ini, mungkinkah terjadi sesuatu pada tubuhku?" Arga adalah Kaisar Petarung. Dia telah mencapai puncak tertinggi seni bela diri dan akan menerobos ke tingkat abadi. Dia melakukan kultivasi tertutup dan menyerahkan urusan Alam Ilahi pada saudara angkatnya.
Satu-satunya orang yang tahu di mana ia berkultivasi juga adalah saudara angkatnya, Bayu Wijaya.
Pikiran buruk tentang Bayu Wijaya sempat terbesit dalam benaknya. Tapi Arga langsung menepis pikiran itu. Hubungan antara dirinya dengan Bayu Wijaya benar-benar baik. Selain itu, ada terlalu banyak musuh yang berambisi membunuhnya. Mungkin satu dari musuhnya tanpa sengaja tahu tempat ia berkultivasi dan membuat rencana pembunuhan.
Arga berkedip dua kali, matanya menatap sosoknya dalam pantulan cermin. Wajah tampan berambut hitam panjang dan garis alis yang tajam.
Sungguh mahakarya yang luar biasa!
Bagaimana bisa ada pria setampan ini?
Arga diam-diam mulai membandingkan dirinya yang dulu dan sekarang. Bagai langit dan bumi, dia yang dulu benar-benar jelek sehingga dirinya bahkan malu untuk mengakuinya.
"Langit benar-benar adil!" Arga meregangkan tangan dan memeriksa kekuatannya.
Namun, wajahnya tercengang ketika menyadari tidak ada energi dalam tubuhnya. Dantian bermasalah dan saluran pembuluh darah berantakan.
"Sial! Apa-apaan ini?!"
Arga dengan cepat menyesali ucapannya dan berkata dengan mengeluh, "Ini sama sekali tidak adil. Tidak adil!"
Memiliki wajah yang tampan memang bagus. Tapi tanpa kekuatan, ini jelas adalah kutukan.
Jika dirinya diperkenankan untuk memilih, tentu saja kembali ke hidupnya dulu adalah pilihannya. Tidak perlu ditanya dua kali, karena paras yang elok sama sekali tidak berguna di dunia yang memuja kekuatan.
"Pantas saja semua orang memberi julukan sampah pada pria ini. Tubuh ini memang sampah!"
Arga menghela nafas, lalu dia memejamkan mata mencoba mengingat apakah ada cara untuk memperbaiki tubuh barunya.
Hem...
"Sepertinya memang ada!" Senyum di wajahnya terungkap nyata. Harapan yang hilang kembali muncul bersama dengan sebuah ingatan pada kehidupan sebelumnya.
Arga meninggalkan cermin dan berjalan kembali ke tempat tidur. Mata terus berpendar mencari sesuatu yang dapat berguna, tapi di dalam ruangan ini benar-benar kosong. Hanya ada rongsokan!
"Sepertinya posisiku di sini sangat-sangat rendah." Arga mencemooh dirinya. Meski ini bukan hidupnya, tapi mulai sekarang ia yang akan menjalaninya.
Tap tap...
Derap langkah kaki terdengar samar dari balik pintu. Arga menyipitkan mata. Mulai bertanya-tanya siapa gerangan yang datang ke tempatnya.
Dalam ingatan Arga lama, selain pecundang, dia juga tidak memiliki siapapun bahkan jika itu adalah seorang pelayan. Jadi sangat mencurigakan ketika ada yang datang terlebih di tengah malam.
Arga naik kembali ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya dan menarik selimut setinggi pundak.
Tidak lama kemudian pintu terbuka, seorang wanita berpakaian seperti pelayan tampak mengendap-endap dan bersikap sangat mencurigakan.
Bak pencuri yang telah memastikan keadaan aman terkendali, dia menutup pintu dengan hati-hati lalu berjalan ke tempat Arga.
Arga sama sekali tidak tahu apa yang wanita ini lakukan. Tapi secara samar muncul ingatan yang memberitahunya tentang wanita yang datang mengunjunginya itu.
"Sari?" Arga tahu jika wanita ini adalah pelayan adik iparnya. Selama ini adik iparnya sangat tidak menyukai dirinya dan ingin mengusirnya dari kediaman Keluarga Linata. Tapi semua usahanya selalu sia-sia karena ayah mertua yang terus melindunginya.
"Arga, jangan salahkan aku yang bertindak seperti ini. Salahkan dirimu karena telah menghancurkan reputasi Keluarga Linata." Setelah berkata seperti itu, Sari meraih ujung pakaian dan menyobeknya secara brutal. Tidak cukup sampai di sana, gadis berambut pendek dengan poni mengembang itu mengeluarkan sebotol air dan menuangkan ke tubuhnya.
"Ini adalah penghinaan karena aku harus mengorbankan harga diriku." Sari kembali berkata sambil menggertakkan gigi, lalu berjalan lebih mendekat hingga berada tepat di samping tempat tidur.
Arga mengintip dari sela mata, keningnya berkerut ketika melihat penampilan Sari yang kacau dan berantakan. "Apa yang ingin kau lakukan?"
Sari tak menjawab. Lirikan matanya yang licik membuat Arga menyadari jika Sari sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Namun, alih-alih panik, Arga terlihat cukup tenang dan hanya menggelengkan kepala samar.
"Ingin menjebakku dengan trik seperti ini? Benar-benar konyol!"
Daftar bab
110 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
110 bab








