
Monster Penjara Kembali ke Kota
Gatchan|Tamat
- Jumlah kata
- 2.1M
- Popular
- 3.4M
- Subscribe
- 23.6K
- Jumlah kata
- 2.1M
- Popular
- 3.4M
- Subscribe
- 23.6K
Sinopsis
Demi melindungi keluarganya, Jackie memilih untuk masuk penjara. Namun hal yang tak diduga justru dia bertemu dengan guru yang bisa segalanya dan mewariskan ilmu yang tak tertandingi! Bos dunia bawah tanah yang mendekam dalam penjara? Dia hanya penjilat Jackie saja. Raja Tinju yang terkurung di penjara? Dia hanya teman latihan Jackie saja. Dokter genius dalam penjara? Dia terus memohon pada Jackie untuk menjadi gurunya. Setelah keluar dari penjara, Jackie mulai menyelamatkan adiknya yang dilecehkan, keluarganya yang sakit berat. Sembari membalas dendam, dia juga menuntun keluarganya pada masa depan yang cerah, lalu mencari cinta sejatinya...
Ulasan
63 ulasan
Ferr Yanto
17/4/25 12:08
lanjut min cerita lagi seru ini jangan di setengah2min di keluarinya sekalin sampai tuntas enak baca ya
PILIHANKathYa
4/7/26 05:14
Izin promosi 🙏 Bagi yang suka cerita Harem. Zero to hero, boleh mampir. judulnya: Kutukan Giok: Budak Cinta Sang Penguasa
BAB 1
"Rasakan ini!"
Dhuast!
Seorang pria tinggi besar yang mengenakan busana napi berwara oranye mendaratkan tinju di pipi kiri Jackie. Semua tahanan yang berada di ruangan gym bersuara.
"Waaah…!"
Wajah Jackie terlempar ke arah kanan. Tetapi, dia baik-baik saja. Laki-laki yang menghantam wajahnya terperangah.
Cepat saja, Jackie memandang ke sekeliling. Para sipir Penjara Margista memandang ke arah dia.
Penjara Margista adalah 'neraka dunia' bagi para kriminal. Jackie ditahan di sana hanya karena perkara sepele.
Tapi ternyata, orang yang Jackie hajar adalah anak seorang 'petinggi'. Dasar sial, Jackie dituduh melakukan penganiayaan dan mendekam di Penjara Margista.
"Ayolah, beri aku tanda," ucap Jackie dalam hati.
Sesuai dengan yang ia harapkan, pemimpin sipir yang bertugas mengangguk tak kentara pada dia. Bersamaan dengan itu, pria yang Jackie hadapi kembali maju dan berniat untuk kembali melayangkan pukulan.
Tap…!
Bugh!
Jackie menangkis serangan lawan. Dengan cepat seperti tidak terlalu bertenaga, kepalan Jackie mendarat tepat pada titik di mana empedu lawan berada.
Seketika itu laki-laki gundul dengan jambang tebal tersebut terdiam. Lantas, dia merasakan ada nyeri yang menyebar dari badannya hingga ke kepala.
Sejurus kemudian, lelaki yang tubuhnya dipenuhi oleh otot itu lunglai dan jatuh meringkuk di lantai ruangan gym.
Bluk!
"YEAAAH…!"
"JA-CKIE…, JA-CKIE…, JA-CKIE…!"
Seketika itu, para napi yang berada di ruangan gym bersorak mengelu-elukan Jackie yang tetap tenang. Teman-temannya sesama napi mendatangi dia. Mereka merangkul, memijat-mijat pundaknya disertai mimik riang. Jackie tersenyum kalem.
Para sipir mengangkat tubuh lawan Jackie dan membawanya pergi. Salah seorang di antara mereka menghampiri Jackie.
"Terima kasih, Jackie. Tak terpikirkan olehku seperti apa suasana di sini nanti setelah kau bebas," ucap sang sipir sembari menepuk pundak Jackie. Ia tersenyum.
Saat Jackie dijebloskan ke dalam penjara, ada seorang pria tua dengan rambut panjang dan cambang yang sudah memutih satu sel dengannya.
Semua orang disekitarnya melihatnya jorok, tidak suka mendekatnya.
Awalnya Jackie juga tidak menyangka mendapat teman satu sel yang seperti gini, sudah tua dan jorok lagi.
Sipir juga menyebut laki-laki bernama Dewa Agung itu sebagai: 'si jorok'.
"Aku sengaja mencari masalah agar bisa masuk kemari, karena dunia luar terlalu bosan dan tidak menarik, tidak yang menemaniku. Kalau disini, masih ada tahanan lain yang menemaniku hahahaha." kata Dewa Agung sembari sibuk merangkai benda yang ia sebut.
Meski begitu, ia harus akui, seluruh perkataan Dewa Agung masuk akal.
Setelah Jackie mendekam dalam sel selama 1 minggu, Dewa Agung berkata padanya.
"Maukah kau menjadi muridku?"
Meskipun ragu, Jackie tetap menerima tawaran Dewa Agung.
Awalnya meremehkan, lama kelamaan Jackie mengetahui, Dewa Agung mungkin jorok tapi laki-laki tua tersebut mengajarkan dia banyak hal. Mulai dari ilmu bela diri, ilmu medis, hingga ilmu kultivasi.
"Terimalah ilmu dewa dariku ini, Nak."
Perkataan Dewa Agung bukan isapan jempol belaka.
Digembleng selama bertahun-tahun, Jackie bertransformasi menjadi tahanan yang paling disegani di Penjara Margista.
Para pembuat onar bertekuk lutut di tangannya. Kepala lapas pun tahu, siapa orang yang dapat diandalakan untuk menyembuhkan napi yang sakit.
Sebenarnya sebelumnya, tidak ada yang percaya bahwa Jackie benar-benar bisa mengobati orang.
Hingga suatu hari, seorang sipir yang pingsan, membuat semua orang panik.
Bahkan dokter yang tergesa-gesa datang mengeceknya pun sudah memberikan surat kematian.
Semua orang menganggap tidak ada harapan lagi untuk si sipir ini, tapi si Jackie malah muncul, mengatakan dirinya bisa mengobatinya.
Mulai saat itu lah, semua orang menghormatinya, percaya ia memiliki ilmu medis yang kuat, dan di perlakukan istimewa didalam penjara.
Menjelang siang itu, Juan Hardian, Kepala Lapas Penjara Margista mendatangi sel Jackie. Dia mengatakan ada seseorang yang membutuhkan perawatan.
"Wanita ini adalah Vanessa Halim, putri pemilik Halim Group, dia mendengar tahanan lain yang sudah keluar dari penjara, mengatakan sini ada tabib ajaib, dia datang untuk minta diobati." tutur Juan yang berjalan menuju klinik penjara bersama Jackie.
"Kalau dia sakit, kenapa dia tidak ke rumah sakit saja?" tanya Jackie lugu.
"Penyakit dia tidak biasa, sebelumnya Vanessa juga sudah cari tabib ajaib yang terkenal di seluruh kota, tabib ajaib itu tidak punya cara untuk mengobatinya, sehingga dia datang untuk meminta anda mengobatinya." Juan menjelaskan dan Jackie yang memiliki gaya dingin mengangguk-angguk, dirinya pun terpaksa mencoba mengikutinya.
Tiba di klinik, Jackie melihat ada seorang perempuan yang cantik luar biasa tergolek di atas tempat tidur pasien. Kulitnya pucat, keringat dingin memenuhi kulit putihnya yang mulus.
Dari asisten Vanessa yang bernama Yeni, Jackie mengetahui pasiennya terkena kecelakaan, dan sudah mengobati beberapa kali tapi tidak ada hasilnya.
"Kalau begitu, saya harus memeriksa apakah penyakitnya parah atau tidak." Jackie menanggapi usai mendengarkan penjelasan asisten Vanessa yang bernama Yeni.
Jackie memegang pergelangan tangannya Vanessa, dia menemukan bahwa hasil terakhir dioperasi, bagian jantungnya ada sedikit masalah pembuluh yang membuatnya sering sakit kesemutan, jika mau mengobatinya harus membuka baju untuk menggobati pakai akupuntur.
Setelah Jackie mengomongin hasil pengecekannya, Vanessa terkejut!
"Apa…?! Tidak bisakah kau langsung mengobati aku tanpa melihat? Bukankah kau adalah seorang dokter jenius?!" tentang Vanessa yang lemah, tapi dia masih bisa berbicara dengan nada tinggi.
"Maaf, Kak. Beliau adalah Kak Vanessa Halim, tidak mungkin kami mengizinkan Anda untuk melihat ataupun menjamah bagian penting tubuhnya," jelas Yeni.
"Jangan aji mumpung, mentang-mentang kamu adalah seorang dokter, lantas kau memintaku memepertontonkan tubuhku padamu!" celoteh Vanessa yang sepertinya memang memiliki bentuk tubuh molek.
"Maaf, Kak Vanessa. Menurut Anda, apakah logis jika seseorang mengalami luka pada dada tapi hanya tangannya yang diperiksa?" balas Jackie tenang.
"Bisa saja jika dia adalah seseorang yang benar-benar ahli!" tentang Vanessa.
Tanpa bersuara sedikit pun, Jackie membalikkan tubuh dan beranjak menuju pintu klinik.
Segera itu Vanessa, Yeni, dan Juan membisu karena terkejut.
Melihat tingkah Jackie, Juan segera menyusul dan berkata pada tahanannya. "Jackie, tolonglah…, jangan ngambek seperti itu, si keluarga Vanessa Halim kaya loh, kalau kamu mengobatinya, masa depanmu pasti jaya setelah keluar dari penjara." mohon dia.
Juan benar, dirinya sebenarnya tidak ingin mengobatinya, tapi keingat mungkin ada rezeki yang didapati dari si Vanessa Halim Ini, dia pun menerimanya.
"Pak, aku bisa menyembuhkan nona muda itu, asal dia mau membuka bajunya," ujar Jackie.
Akhirnya Juan menghela napas. "Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana," katanya, lalu dia kembali ke dalam klinik.
Entah apa yang disampaikan Juan pada Vanessa dan Yeni.
Setelah beberapa saat, Jackie berada dalam klinik berdua saja dengan putri konglomerat tersebut.
"Jika aku merasa tidak nyaman atau kamu melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya, akan aku pastikan kau bakal mendekam seumur hidup di sini, Bung!" ancam Vanessa meskipun dia tampak lemas.
"Anda akan sembuh, Kak. Aku berjanji," pasti Jackie.
"Jangan membual! Dengar: aku sudah menjalin perjanjian dengan Pak Juan. Seandainya kamu gagal menyembuhkanku, kau akan tinggal di sini seumur hidup!" gerutu Vanessa.
Jackie diam saja. Tapi kemudian, dia dibuat terkaget-kaget. Bukan karena kata-kata yang diucapkan Vanessa barusan.
Melainkan, karena Vanessa yang sebelumnya berbaring terlentang mengubah posisinya menjadi duduk. Kemudian tanpa ragu, ia membuka baju yang dirinya kenakan…
Daftar bab
1938 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
1938 bab








