
- Jumlah kata
- 1.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
Sinopsis
Ketika Cinta dan Dendam dipersatukan. Dave dan Angelica, dua insan yang tumbuh bersama sejak kecil, hubungan yang terjalin baik antar dua keluarga pun Thomas dan Jonathan menjadi buruk karena sebuah kesalahpahaman. Dave, sang pewaris mempunyai hati yang cukup dingin juga terkesan berdarah dingin. Tidak segan dia menghancurkan orang orang yang mencari masalah dengannya. Karena ingin balas dendam, Dave pun terpaksa menikahi Angel, wanita cantik yang tulus mencintai Dave sejak lama. Pertengkaran, kesalahpahaman terus terjadi di antara keduanya, sifat Dave yang dingin menambah jarak antara keduanya. Hubungan yang dilandasi rasa sayang berubah menjadi dendam yang tak pernah padam di hati Dave. Akankah Dave bisa berubah mencintai Angel kembali?
Ulasan
1 ulasan
LoeydA
27/1/26 09:09
semangat ya nulisnya Author. aku juga udah subscribe. teman - teman ini cerita bagus ko mari mampir.
Aku kembali
Brentwood, Los Angeles. Wilayah yang cukup tenang namun mewah, dengan rumah rumah bergaya modern klasik yang harganya bisa mencapai ratusan milyar jika di rupiahkan. Disanalah Dave Emanuel Thomas tinggal.
Dave berdarah Indonesia, yang berasal dari sang ayah, Josh Thomas, asli Sulawesi Utara. Sementara sang Ibu Mira, blasteran Italia, Belanda juga Manado. Lelaki tampan berusia 28 tahun ini berhasil menjadi salah satu Ceo di sebuah perusahaan properti.
"Good morning Dad," sapa Dave
"Good morning Mom," sapa Dave kembali kepada sang Ibu.
Baik Josh juga Mira tersenyum mendengar sapaan putra tunggal mereka, "sit down, baby!" perintah sang Ibu.
"Oke, sambil kita sarapan. Daddy akan bilang sesuatu sama kamu, Dave."
Josh memulai pembicaraan penting keluarga pagi itu.
"Ada apa, Dad? pentingkah?" tanya Dave.
Mira sebetulnya ingin menghentikan keduanya dan menyuruh ayah dan anak itu untuk sarapan terlebih dahulu, namun urung dia lakukan melihat kondisi sang suami saat ini.
Josh mulai mengambil gelas dan minum sejenak. "Begini,Dave. Daddy perlu bantuan kamu sekarang! Rigth now!" tanpa basa basi lagi sang Ayah langsung pada intinya.
"Ada apa Dad? kenapa kamu terlihat cemas," seru Dave melihat wajah sang Ayah.
"Salah satu perusahaan utama kita di Indonesia, saat ini sedang mengalami krisis besar."
Josh mulai menceritakannya. "Salah satu orang kepercayaan di perusahaan sudah berbuat curang dengan menjual data perusahaan kepada perusahaan pesaing kita"
Braakk!
Dave dengan kasar menghentak meja makan. "Apa? Siapa yang berani melakukan itu?"
Jelas, wajah Dave sudah berubah merah menahan emosinya.
"HM, Daddy masih akan melakukan investigasi lagi,Nak." Jawab,Josh.
"Namanya? Jangan Daddy sembunyikan lagi, Daddy pasti sudah tau kan? aku pun pasti akan tau," balas Dave meminta penjelasan dari sang Ayah.
Ada pergolakan batin besar dalam diri Josh untuk mengungkapkan nama itu, nama yang sangat dia jaga nama baiknya di depan Dave. Nama yang selalu dia banggakan di depan putranya. Nama yang bahkan dia percaya untuk menjadi besannya kelak.
"Kenapa Dave bersikeras untuk mengetahui orangnya, biasanya dia akan cuek dengan hal ini. Lalu bagaimana kalau setelah aku ungkap, sementara aku masih harus menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Sekalipun dia sudah tertangkap tangan, tapi sungguh aku tidak percaya kalau dia bisa melakukan itu"Ucap Josh dalam hatinya.
"Daddy?"
Dave mencoba menyadarkan sang ayah.
Wajah Daddy tampak begitu khawatir, cemas entahlah aku merasa Daddy sedang menyembunyikan sesuatu, seharusnya reaksi Daddy adalah marah, kenapa malah begini. Siapa sebenarnya orang itu?" pikir Dave dalam hati mencoba menerka nerka lagi.
Mira hanya bisa menundukan wajahnya melihat ketegangan di wajah suaminya, Josh. Serta wajah menahan emosi marah di wajah sang putra, Dave.
"Ehmm.. Nanti kita lanjutkan lagi, Daddy pasti akan kasih tau kamu kalau investigasi sudah selesai nak, fokus kamu saat ini adalah bagaimana caranya mengembalikan kepercayaan para klien lagi juga membuat nama perusahaan kembali baik," jawab Josh pada akhirnya memilih tetap bungkam.
"Untuk saat ini. Ya, setidaknya untuk saat ini, Dave tidak boleh tau kalau Edwin, adalah orangnya. Karena aku akan menyelidikinya lebih jauh, aku merasa ada sesuatu yang besar yang sedang terjadi jauh dari pada sebuah pengkhianatan," ucap Josh dalam hati.
"Ok, baiklah. Kalau seperti itu mau, Daddy."
"Kalau Daddy gak kasih tau aku sekarang, aku akan mencari tau sendiri siapa orangnya, orang yang sudah mengkhianati perusahaan, namun Daddy masih coba melindunginya". Batin Dave.
"Sekarang apa yang harus Dave lakukan, Dad?"
Gardenia Residence, Bintaro.
Di salah satu rumah Hook, yang cukup asri dan sejuk. Rumah dua lantai berukuran sedang dengan dominasi cat berwarna putih dan abu abu membuat kesan hangat bisa terasa dari rumah itu.
Namun tidak bagi pemilik rumah itu, Edwin Jonathan, pria paruh baya itu tampak gusar, wajahnya cemas ketakutan.
"Apa yang sudah aku lakukan? kenapa bisa aku terjebak dalam permainan kotor mereka?" sesal Edwin sambil menjambak rambutnya sendiri. "Josh, kamu harus percaya sama aku, aku tidak melakukan itu semuanya, aku tidak mungkin mengkhianati kamu, sahabat baikku , keluargaku sendiri,"kembali ucap Edwin bermonolog seorang diri.
"Papa, kenapa wajah papa tegang sekali?" tanpa Edwin sadari, kegiatannya pagi itu membuat sang putri semata wayangnya, Angelica terus memperhatikan ayahnya.
Edwin hanya bisa menatap wajah putri cantiknya tanpa suara.
"Bagaimana nasib kamu dengan Dave nanti Nak?" batin Edwin.
Sementara itu, Dave sudah melakukan investigasi sendiri, melalui anak buah juga orang orang suruhannya di Indonesia.
Sebuah pena patah di tangan Dave. "Edwin, Om Edwin Jonathan. Rupanya kamu orangnya yang sudah mengkhianati Daddy. Pantasan Daddy begitu melindungi kamu. Lihatlah, aku akan membalas semua perlakuan kamu kepada keluargaku. Angelica, Angelica Jonathan." Dave terus bermonolog sendiri menahan emosinya.
"Rendy, kita kembali ke Indonesia nanti malam!"
Selesai menutup teleponnya, Dave pun tersenyum sendiri.
"Aku akan menghancurkan kamu Edwin, lewat putri kamu sendiri," ucap Dave.
Sementara itu, Telepon Angelica berbunyi. Dia begitu senang menerima pesan masuk dari pria yang sangat dia kagumi. Pria yang sejak kecil selalu melindunginya, pria yang di gadang gadang menjadi calon suaminya kelak.
"Akhirnya, Ka Dave akan kembali. Aku senang sekali," pekik Angel senang.
Edwin yang masih tampak kosong itu tiba tiba melihat putrinya berlari dari arah kamarnya dengan wajah ruang penuh kegembiraan. "Ya, ampun Nak, hati hati. Jangan lari, bagaimana kalau jatuh?"
"Maafin Angel, ya Pa." Balas Angel. "Angel senang banget," serunya kembali.
Edwin jelas melihat raut kegembiraan di wajah putri cantiknya itu. "Ada apa? Kamu sampai senang begini?"
"Ka Dave, Ka Dave akan kembali ke Indonesia Pah, Ka Dave akan pulang," teriak Angel senang.
Namun tidak bagi Edwin. Wajahnya berubah tegang, panik, takut semuanya jadi satu.
"Dave akan kembali? itu artinya, Josh sudah menceritakan semuanya pada Dave" pikir Edwin dalam hati.
Kepergiaan Dave mendapat penolakan dari kedua orangtuanya. "Dave, jangan libatkan Angel," punya Josh, sang Ayah.
"Benar,Nak. Jangan libatkan Angel, dia gak salah apa apa," kali ini pinta sang Ibu.
Dave berhenti sejenak dan melihat kedua orangtuanya lalu tertawa. "Daddy, Mom. Aku pun tidak tau apa apa tapi aku harus terlibat karena masalah yang dibuat oleh orang tua gadis itu, jadi, untuk apa masih membelanya."
Meskipun kedua orangtuanya sempat menahanya, namun kini Dave sudah berada dalam pesawat.
Dave mengeluarkan selembar foto wanita cantik berambut coklat gelap bergelombang.
"Cukup sudah semua kebaikan yang keluargaku berikan padamu dan keluargamu. Kini saatnya kamu merasakan apa arti sebuah penghianatan yang ayahmu lakukan terhadap ayahku. Aku akan tidak akan membuat ayahmu masuk penjara, karena aku ingin dia melihat anak kesayangannya menderita di depan matanya sendiri."
Geram Dave penuh kebencian, lalu dia merobek robek foto Angel.
"Tunggu aku, kita akan bersenang-senang disana," ucap Dave kembali dengan tangan terkepal.
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








