Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
The Five Kingdoms of Astralis

The Five Kingdoms of Astralis

mizuki_tomoya | Bersambung
Jumlah kata
63.8K
Popular
100
Subscribe
4
Novel / The Five Kingdoms of Astralis
The Five Kingdoms of Astralis

The Five Kingdoms of Astralis

mizuki_tomoya| Bersambung
Jumlah Kata
63.8K
Popular
100
Subscribe
4
Sinopsis
FantasiIsekaiIsekaiHaremReinkarnasi
Sinopsis: THE FIVE KINGDOMS OF ASTRALIS "Lima Elemen, Lima Kerajaan, Satu Kiamat yang Mengancam." Benua Astralis adalah tanah di mana keseimbangan dunia dijaga oleh lima ras utama: Manusia (Api), Erufu (Angin), Beastman (Tanah), Mistis (Kegelapan), dan Artificial (Petir). Namun, kerdamaian itu hanyalah ilusi. Selama ribuan tahun, masing-masing ras terusik oleh kebanggaan elemen mereka sendiri, menjadikan perang sebagai hal yang tak terhindarkan. Kini, ketegangan itu mencapai puncak. Sebuah nubuat kuno menyebutkan bahwa jika perang besar pecah, energi elemental yang bertabrakan akan memicu Kiamat Elemental—penghapusan total seluruh kehidupan. Di tengah kebuntuan takdir ini, Aion, Dewa Keseimbangan, turun tangan dengan cara yang tak terduga. Ia memanggil seorang jiwa dari dunia lain yang kosong, Ren Akiyama. Ren bukanlah pahlawan biasa; ia diangkat menjadi Spirit Astral, gelar suci yang setara dengan legenda dan mitos, memberikannya wewenang penuh untuk menghentikan perang. Sebagai bukti otoritasnya, Ren dianugerahi Astravia, sebuah pedang bermata ganda (depan dan belakang) yang merupakan artefak divine. Namun, kekuatan ini datang dengan konsekuensi besar: Ren adalah satu-satunya makhluk di Astralis yang mampu menguasai seluruh elemen, sebuah kemampuan yang dianggap mustahil dan sesat oleh hukum alam setempat. Dengan pedang yang masih terkunci (sealed) dan kekuatan yang harus ia sembunyikan demi menghindari kepanikan global, Ren memulai misi mustahilnya: menyatukan lima kerajaan yang saling bermusuhan. Dari istana megah Kerajaan Manusia hingga kota logam dingin Dominion Machina, Ren harus menavigasi intrik politik yang kotor, mengalahkan monster kelas bencana, dan merebut hati para putri kerajaan—kunci politik untuk menyatukan benua. Dapatakah seorang utusan dewa yang kesepian mematahkan siklus kebencian tanpa menjadi ancaman itu sendiri? Atau justru kehadirannya akan menjadi percikan yang menyalakan kiamat? Catatan Alur Cerita: Senjata: Astravia diberikan Dewa Aion dalam kondisi sealed (terkunci). Setiap kali Ren berhasil menyatukan satu kerajaan atau menyelesaikan misi besar, segel itu akan terbuka sedikit demi sedikit, membangunkan kekuatan sejati pedang itu. Status: Meskipun Ren adalah Spirit Astral (Rank Tertinggi), ia harus mendaftar sebagai petualang rendahan di Guild untuk bergerak bebas tanpa dicurigai oleh para raja yang angkuh.
Bab 1

Bab 1: Utusan Dewa, Pedang Bermata Dua, dan Sistem Dunia Astralis

Kegelapan total menyelimuti kesadaran Ren Akiyama. Tidak ada suara klakson kendaraan yang ramai, tidak ada dengusan bos yang pemarah, dan yang pasti tidak ada tulisan "Deadline" yang mengejarnya. Hanya keheningan absolut yang dingin, namun anehnya menenangkan. Hingga akhirnya, cahaya keemasan yang sangat terang memaksanya membuka mata perlahan.

Ren tidak berada di kamarnya yang berantakan, juga bukan di rumah sakit. Ia berdiri tegak di atas lantai yang terbuat dari awan putih padat, dengan langit berwarna ungu galaksi membentang tanpa batas di sekelilingnya. Bintang-bintang berkelip dengan jarak yang sangat dekat, seolah ia bisa meraihnya hanya dengan mengulurkan tangan. Di hadapannya, sosok humanoid tanpa wajah yang seluruh tubuhnya terdiri dari cahaya bintang berdiri diam dengan wibawa yang luar biasa.

"Selamat datang, Jiwa Terpilih," suara itu bergema, terdengar seperti paduan suara ribuan manusia yang berkumandang sekaligus, namun tetap lembut.

Ren tersentak mundur selangkah, mencoba memahami situasi. Ia menggosok matanya, berharap ini hanya mimpi buruk akibat terlalu banyak lembur di kantor. "Ini... mimpi? Atau aku sudah mati karena kelelahan?"

"Kau tidak mati, namun kau telah dipindahkan," jawab sosok itu dengan tenang. "Aku adalah Aion, Dewa Keseimbangan. Dunia yang akan kau tinggali, Benua Astralis, berada di ambang kehancuran total."

Tiba-tiba, sebuah layar holografis transparan muncul di depan mata Ren. Tampilan itu mirip sekali dengan antarmuka game Role-Playing Game (RPG) yang pernah ia mainkan, namun dengan tingkat realisme yang sangat tinggi. Layar itu menampilkan peta benua yang luas, terbagi menjadi lima wilayah dengan warna berbeda.

"Sebelum kau melangkah lebih jauh, pahamilah situasi dunia ini," ujar Aion. Dengan jentikan jari, peta itu membesar, menampilkan informasi detail mengenai lima kerajaan.

[Lima Kerajaan Utama Benua Astralis]

Kerajaan Regalia (Manusia): Penguasa Elemen Api. Terletak di dataran tengah.

Kerajaan Sylvarion (Erufu): Penguasa Elemen Angin. Terletak di hutan belantara timur.

Federasi Bestia (Beastman): Penguasa Elemen Tanah. Terletak di pegunungan selatan.

Kekaisaran Umbral (Mistis): Penguasa Elemen Kegelapan. Terletak di lembah gelap utara.

Dominion Machina (Artificial): Penguasa Elemen Petir. Terletak di kota logam barat.

"Selama ribuan tahun, kelima ras ini hidup dalam ketidak seimbangan," jelas Aion. "Masing-masing ras dianugerahi satu elemen utama oleh leluhur mereka. Manusia hanya bisa memanipulasi Api, Erufu hanya bisa mengendalikan Angin, Beastman menguasai Tanah, Mistis menguasai Kegelapan, dan Artificial menguasai Petir. Mereka tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa, mempelajari elemen ras lain. Hal ini menciptakan kesombongan dan prasangka yang dalam."

Ren membaca teks di layar dengan seksama.

[Sistem Elemen Astralis]

Aturan Dasar: Setiap ras memiliki afinitas elemen tetap sejak lahir.

Larangan: Tidak ada individu yang dapat memiliki dua elemen berbeda secara alami. Upaya memaksakan elemen lain akan mengakibatkan ketidak stabilan jiwa dan kematian.

Konflik: Ketidakmampuan saling memahami elemen lain menjadi sumber perang tak berujung.

"Karena perang tak berujung ini, energi elemental di Benua Astralis menjadi kacau. Jika perang besar pecah kembali, energi lima elemen itu akan bertabrakan dan menciptakan 'Kiamat Elemental', sebuah ledakan yang akan menghapus seluruh kehidupan di semua benua, bukan hanya Astralis," lanjut Aion dengan nada serius.

Layar holografis Ren berubah, menampilkan misi besarnya.

[Misi Utama: Satukan Lima Kerajaan]

[Target: Cegah Kiamat Elemental / Hentikan Perang Ras]

[Ganjaran: Kehidupan Baru di Dunia Baru]

[Kegagalan: Penghapusan Jiwa Total]

"Penghapusan Jiwa Total?!" Ren berteriak, panik melihat teks peringatan berwarna merah darah itu. "Tunggu sebentar! Aku hanyalah seorang karyawan swasta biasa, bukan seorang diplomat atau pahlawan! Kenapa aku?"

"Karena kau memiliki jiwa yang kosong, tidak terikat oleh elemen duniamu. Kau adalah kanvas putih yang bisa menerima warna apapun," jawab Aion. "Untuk misi ini, aku memberikanmu kekuatan yang melampaui logika dunia Astralis, dan sebuah gelar yang telah lama dilupakan."

Dengan jentikan jari lain, sebuah senjata legendaris muncul di tangan kanan Ren. Senjata itu bernama Astravia. Gagangnya hitam legam dengan ukiran rune emas yang berkilauan. Namun, yang membuat Ren terkejut adalah struktur bilahnya. Pedang ini memiliki dua mata tajam: satu bilah menjulur ke depan seperti pedang pada umumnya, sementara bilah kedua menjulur ke arah belakang (belakang gagang), melindungi tangan dan memungkinkan serangan balik instan.

"Ini adalah Astravia, Pedang Asal Mula. Senjata ini adalah perpanjangan dari kehendakku. Namun, kekuatannya saat ini masih dalam keadaan Terkunci (Sealed). Kau harus membuka segelnya satu per satu seiring dengan keberhasilan misimu di setiap kerajaan," jelas Aion.

Ren mencoba mengayunkannya. Terasa berat, namun seimbang. "Senjata unik. Tapi bagaimana aku bisa bertahan di dunia itu? Aku butuh informasi."

Aion mengangguk. Layar itu kembali berubah, menampilkan struktur sosial dunia.

"Untuk bertahan dan bergerak bebas, kau harus bergabung dengan Harmony Guild. Mereka adalah organisasi netral yang mengatur para petualang. Berikut adalah sistem ranking yang berlaku di seluruh benua."

[Sistem Ranking Harmony Guild]

Peringkat petualang ditentukan oleh kemampuan tempur dan kontribusi:

Rank Chip (Batu Kali): Tingkat terendah. Pemula yang hanya mengerjakan tugas ringan.

Rank Iron (Besi): Tingkat menengah bawah. Mampu menghadapi monster kecil.

Rank Mythril (Mithril): Tingkat veteran. Petualang andal yang diakui.

Rank Orichalcum: Tingkat elit. Setara komandan pasukan kerajaan.

Rank Astral: Tingkat mitos. Sangat jarang, hampir tidak pernah terlihat. Hanya diberikan kepada legenda hidup.

"Tapi statusmu lebih istimewa," ujar Aion. "Aku memberimu gelar Spirit Astral. Ini bukan sekadar rank guild, melainkan status divine. Kau adalah Utusan Dewa. Secara teori, wewenangmu setara dengan Raja-raja, dan sistem dunia akan mengenalimu sebagai entitas khusus. Namun, waspadalah. Jika identitasmu sebagai pemilik segala elemen terbongkar terlalu dini, kau akan menjadi target semua pihak."

Layar itu kemudian menampilkan data bahaya.

[Klasifikasi Monster & Tingkat Ancaman]

Local Threat (Kelas F - C): Monster liar yang mengancam individu. Contoh: Slime, Goblin.

Regional Threat (Kelas B - A): Monster yang bisa menghancurkan desa atau kota kecil. Contoh: Ogre, Wyvern.

National Disaster (Kelas S): Monster yang mengancam negara. Butuh pasukan besar untuk ditaklukkan.

Continental Calamity (Kelas SS): Monster legenda penghancur benua.

"Ingat, Ren. Kau bisa menggunakan semua elemen. Kau bisa menciptakan es dari Air dan Angin, atau lava dari Tanah dan Api. Kau adalah pengecualian satu-satunya. Pergilah sekarang, dan selamatkan Astralis."

Cahaya itu membutakannya kembali. Lantai awan menghilang.

Lokasi: Hutan Perbatasan, Kerajaan Regalia (Wilayah Manusia).

Suara benturan keras mengguncang dedaunan kering. Ren mendarat dengan posisi jongkok, menciptakan kawah kecil. Ia terengah-engah, memegang pedang Astravia di tangan kanannya. Tubuhnya terasa ringan, penuh energi yang tidak biasa.

"Ini nyata... benar-benar nyata," gumamnya sambil memukul-mukul bajunya.

Ia melihat sekeliling. Hutan lebat dengan udara yang sangat segar. Ren kemudian memfokuskan pandangannya ke udara kosong, berharap sistem itu masih ada. Dengan niat membuka status, layar holografif transparan muncul.

[Jendela Status]

Nama: Ren Akiyama

Ras: Manusia

Gelar: Spirit Astral (Divine Envoy)

Level: 1

HP: 9999/9999

MP: Unlimited

Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kegelapan, Cahaya, [???]

Skill Unik: [Appraisal], [Element Fusion], [Map Navigation], [Harem Flag (Pasif)].

Senjata: Astravia (Segel Tahap 1: Active).

"Spirit Astral... jadi ini gelarku sekarang," ucap Ren. Ia melihat pedang di tangannya. Astravia dalam tahap sealed ini terlihat seperti pedang besi hitam yang sederhana, namun ketajamannya tidak bisa diragukan. Rune emas di gagangnya menyala redup.

Tiba-tiba, semak belukar di depannya bergetar. Keluarlah seekor makhluk bertubuh besar, kulit abu-abu kasar, membawa gada besar. Seekor Ogre.

Ren segera mengaktifkan [Appraisal].

[Peringatan: Monster Terdeteksi]

[Nama: Ogre]

[Tingkat Ancaman: Regional (Rank B-)]

[Catatan: Fisik kuat, lemah terhadap sihir cepat.]

"Rank B- di awal game? Kamu bercanda, Dewa?" Ren memegang pedangnya kencang.

Ogre itu meraung dan langsung menyerbu, mengayunkan gadanya ke arah Ren. Refleks Ren bergerak. Ia tidak bisa menghindar ke samping karena terhalang pohon. Kali pertama ia merasakan aliran energi di dalam tubuhnya.

"Tanah, lindungi aku!" seru Ren.

Dari tanah, dinding batu tiba-tiba menjulang, menahan pukulan gada Ogre. BAG! Dinding itu retak, namun bertahan. Ogre itu terkejut.

"Manusia bisa menggunakan Tanah?!" walaupun Ogre tidak bisa berbicara, ekspresi wajahnya terlihat sangat bingung. Di dunia ini, manusia hanya bisa pakai Api.

Kesempatan itu digunakan Ren. Ia melompat ke atas dinding batu yang retak. "Sekarang, Api!"

Pedang Astravia menyala merah. Ren mengayunkannya ke bawah. Api membelah udara. Ogre itu mencoba menahan dengan lengan, namun potongan api itu mengenai dadanya, menciptakan luka bakar dalam.

Ogre itu marah. Ia mengambil batang pohon besar dan melemparkannya seperti lembing.

"Angin, beriku kecepatan!" Ren merasakan angin membelakangi kakinya, mendorongnya bergerak cepat ke samping, menghindari batang pohon itu dengan sempurna.

"Ini... menyenangkan!" Ren menyadari bahwa menggabungkan elemen membuatnya sangat fleksibel. Ia mendekati Ogre yang sedang terhuyung.

Namun, Ogre itu bukanlah monster bodoh. Saat Ren mendekat, Ogre itu memukul tanah, menciptakan guncangan gelombang kejut (shockwave) yang membuat Ren kehilangan keseimbangan.

"Gah!" Ren jatuh terduduk. Ogre langsung menginjak-injak tanah, berusaha menghancurkan Ren.

Ren menggigit gigi. "Tidak bisa menyerang balik dengan pedang dari jarak dekat dengan posisi begini... Tunggu, pedang ini punya bilah belakang!"

Ren tidak berusaha bangun. Ia justru memegang pedang dengan posisi terbalik, menodongkan ujung gagang ke arah kaki Ogre yang akan menginjaknya. Bilah belakang Astravia yang tajam menghadap ke atas.

"Astravia, tebas!"

Saat kaki Ogre turun untuk menghancurkan Ren, bilah belakang pedang itu menancap dan menebas kaki monster itu dengan brutal.

SKHAACK!

Ogre meraung kesakitan yang mengerikan. Ia tersungkur ke samping, kakinya terluka parah. Ren segera bangkit, memutar pedangnya dengan lincah, lalu menancapkan bilah depan tepat di tengah kepala Ogre.

THUD!

Monster itu mati seketika. Tubuhnya menghilang menjadi partikel cahaya.

[Musuh Terkalahkan: Ogre (Rank B-)]

[Eksperensi Diperoleh: 50.000]

[Level Up!]

[Level saat ini: 15]

[Skill Baru: Heavy Blow]

Ren memasukan pedangnya ke sarung di punggung. "Astaga, bilah belakang itu benar-benar mematikan. Senjata ini memang dirancang untuk pertarung yang nekat."

"Bravo! Pertunjukan yang memukau untuk seorang pemula."

Suara itu datang dari balik pohon besar. Ren menoleh cepat, siaga.

Seorang gadis melangkah keluar. Ia mengenakan armor emas yang elegan, rok putih panjang, dan rambut pirang berkilauan. Di pinggangnya ada rapier yang indah. Matanya biru laut, tajam namun cantik.

Ren menggunakan [Appraisal] lagi.

[Nama: Celestia Von Regalia]

[Ras: Manusia**]**

[Gelar: Putri Mahkota Kerajaan Manusia**]**

[Level: 45**]**

[Rank Guild: Orichalcum**]**

[Afeksi: 10% (Tertarik)]

Gadis itu tersenyuh tipis. "Kau menggunakan Tanah untuk bertahan, Angin untuk bergerak, dan Api untuk menyerang. Lalu, serangan terakhirmu... itu mengandung niat membunuh yang dingin."

Celestia mendekat. "Di Kerajaan Regalia, hanya keluarga kerajaan yang bisa menggunakan Api. Tapi kau menggunakan tiga elemen. Kau bukan dari sini, kan?"

Ren mengangkat tangan. "Aku seorang pengembara. Namaku Ren."

"Pengembara yang statusnya... aneh," kata Celestia, seolah ia bisa merasakan gelar "Spirit Astral" yang tersembunyi di balik penampilan Ren. "Aku sedang dalam patroli. Ikut denganku. Ayahku akan sangat tertarik dengan 'pengembara' yang bisa mengalahkan Ogre Rank B- sendirian tanpa cedera."

Ren menatapnya. "Jika aku menolak?"

Celestia menarik rapier-nya sedikit, menunjukkan ujungnya. "Maka kau akan kuanggap sebagai ancaman dan kukenakan hukum kerajaan. Pilihannya mudah, Ren. Jadilah tamu, atau tawanan."

Ren menghela napas. "Baiklah, Putri."

Celestia tersenyum puas. "Panggil saja Celestia. Selamat datang di Benua Astralis."

Di sudut pandang Ren, layar holografis muncul lagi.

[Misi Baru: Antarkan Putri ke Ibu Kota]

[Rute Harem: Manusia (Celestia) - Dimulai]

Ren mengikuti sang putri. Langkah pertamanya di dunia baru telah dimulai dengan pertarungan yang menegangkan dan pertemuan dengan bangsawan yang kuat.

Lanjut membaca
Lanjut membaca