Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Tanteku Terlalu Bersemangat

Tanteku Terlalu Bersemangat

Si Rubik | Bersambung
Jumlah kata
45.1K
Popular
2.6K
Subscribe
499
Novel / Tanteku Terlalu Bersemangat
Tanteku Terlalu Bersemangat

Tanteku Terlalu Bersemangat

Si Rubik| Bersambung
Jumlah Kata
45.1K
Popular
2.6K
Subscribe
499
Sinopsis
18+FantasiIsekai21+Romansa ManisSelingkuh
Natan, pemuda tampan yatim piatu yang masih duduk di bangku SMA. Hidupnya yang awalnya seperti neraka mulai berubah menjadi surga dunia semenjak bertemu dengan Tante Maya; seorang wanita kaya raya dengan penampilan sempurna dan tubuh yang erotis. Pertemuan mereka berawal dari kecelakaan di jalanan. Bermodalkan wajahnya yang tampan dan sedikit pijatan manja pada ‘roti kukus’ Tante Maya di Rumah Sakit, membuat dewi wanita tersebut bertekuk lutut. Akankah Natan menjadi brondong simpanan Tante Maya?
Chapter 1 - Pertemuan Tak Terduga

Natan adalah siswa kelas dua SMA. Remaja yatim piatu ini mendiami kediaman sederhana warisan orang tuanya.

Saat jam sekolah usai, para siswa sebaya Natan umumnya akan langsung bermain atau melanjutkan kegiatan bimbingan belajar.

Namun, bagi Natan, sepulang sekolah ia harus bergegas menuju bengkel milik Bang Alan untuk bekerja, demi mengumpulkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan harian.

Natan terlambat pulang karena mendapat hukuman membersihkan toilet sekolah akibat tidak membawa buku pekerjaan rumah (PR). Ia bergegas berlari sekencang mungkin menuju bengkel Bang Alan agar segera dapat memulai pekerjaannya.

Sayangnya, karena terlalu terburu-buru, ia tidak memperhatikan kondisi sekitar saat menyeberang jalan. Tanpa disadari, sebuah mobil sedan melaju kencang ke arahnya.

Brak!

Natan terpental setelah ditabrak mobil sedan itu dan jatuh membentur keras permukaan aspal. Kepalanya mengeluarkan darah, pandangannya mulai memudar, dan kesadarannya perlahan meredup.

Di momen terakhir sebelum pingsan, Natan melihat siluet seorang wanita yang amat cantik dan mempesona. Wanita tersebut tampak berteriak ke arahnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

Ketika Natan siuman, ia mendapati dirinya telah terbaring di ranjang rumah sakit. Saat membuka mata, ia terkejut melihat wanita yang dilihatnya sebelum pingsan kini sedang tertidur di sampingnya.

Ia tertegun melihat lekuk tubuh wanita itu, terutama pada 'buah semangka' yang tampak jelas di balik pakaiannya, bersandar di atas kasur tepat di sisi tangannya yang terpasang infus.

Natan tidak berani mengeluarkan suara ataupun bergerak sedikit pun. Tiba-tiba wanita tersebut menggeliat, 'roti kukus' wanita ini ikut bergeser hingga berada di atas tangan Natan. Natan dilanda kepanikan, di satu sisi ia merasakan sakit karena tangannya tertekan oleh 'bukit kembar' milik wanita itu hingga menekan selang infus, namun disisi lain ia merasakan sensasi kehangatan dan lembutnya 'roti kukus'.

Sesekali ia terbuai nafsu dan sedikit meremas 'roti kukus' tersebut dengan pelan. Terdengar erangan halus dari mulut wanita itu, dan ia berulang kali memeriksa apakah gerakannya telah membangunkan wanita tersebut atau tidak.

Natan melirik wajah cantik wanita itu, namun tiba-tiba seorang suster masuk, mengejutkan Natan sekaligus membangunkan wanita tersebut.

"Ehh si ganteng udah sadar, ayok dimakan dulu makanannya, terus minum obatnya yaa ganteng!" ucap Suster dengan nada menggoda.

Natan sering sekali menerima perlakuan genit dari wanita-wanita di sekelilingnya. Namun, ia tidak pernah berani membalas godaan dari para wanita tersebut. Bukan karena ia tidak mau atau tidak suka, tetapi karena ia merasa tidak mampu menanggung biaya untuk mengajak wanita berkencan.

"Gimana kondisinya, Sus!??" tegur Tante Maya kepada Suster.

"Tenang aja Bu, si ganteng baik-baik aja, cuma perlu istirahat sama minum obat habis itu sembuh" ucap Suster menenangkan Tante Maya.

Natan kemudian memotong pembicaraan mereka dan bertanya "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku ada di rumah sakit??"

"Tenang yaa ganteng, istirahat aja, semua udah Tante yang urus" jawab Tante Maya menenangkan Natan.

"Tante siapa? kenapa aku di rumah sakit? aku harus segera ke bengkel Bang Alan untuk bekerja" ucap Natan dengan nada panik dan khawatir.

"Nama Tante, Maya. Tadi Tante mengemudi terlalu cepat dan kurang berhati-hati, lalu kamu tiba-tiba menyeberang. Akhirnya, mobil Tante mengenai kamu," jelas Tante Maya tentang kronologis kejadian yang menimpa Natan sebelumnya.

"Iyaa kamu istirahat aja ganteng, nanti suster yg temenin kamu, kamu butuh apa bilang aja, mau makan, minum, atau… ganti baju juga bilang aja, nanti suster bantuin hehe," tambah Suster yang masih berusaha menggoda Natan

"Hey!! anak orang lagi sakit malah digodain terus! sana pergi! lanjutkan saja pekerjaanmu!" bentak Tante Maya tidak suka melihat Natan yang terus digoda oleh Suster.

Suster tersebut pun pergi dengan wajah masam, ketika hendak menutup pintu, ia memberikan kiss bye ke arah Natan. Natan-pun hanya membalas dengan senyum canggung.

"Tante, aku minta maaf yaa, tadi aku menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri terlebih dahulu karena buru-buru," ujar Natan dengan wajah memelas dan memohon ampun.

"Gapapa ganteng, Tante juga salah karena bawa mobilnya gak hati-hati, udah sekarang kamu istirahat aja, gausah mikirin apa-apa dulu, biar cepet sembuh," balas Tante Maya menenangkan Natan yang masih merasa panik dan bersalah.

"Oh ya, tadi saat Tante membawamu ke rumah sakit, Tante memeriksa kantong celana kamu untuk mencari ponsel atau dompetmu, tujuannya untuk memeriksa identitas dan mencari tahu alamatmu. Namun, Tante tidak menemukan dompet atau ponselmu, sehingga Tante belum sempat mengabari keluargamu," lanjut Tante Maya.

Tante Maya kemudian menyodorkan ponsel miliknya kepada Natan seraya berkata, "Ini pakai saja handphone Tante untuk mengabari keluarga kamu, mereka pasti khawatir kamu belum pulang,".

Natan hanya diam dengan tatapan sedih,

"Kok malah diem sih ganteng, ini pakai aja gapapa," paksa Tante Maya.

"Gapapa Tante, Tiada siapapun yang perlu dikabari, aku tinggal sendirian kok Tan," balas Natan dengan nada memelas.

"KAMU HIDUP SEBATANG KARA!??," kejut Tante Maya.

"Iya, Tante. Aku anak tunggal, orang tua ku meninggal 3 tahun yang lalu, sekarang aku tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tua ku, makanya aku harus ke bengkel Bang Alan untuk bekerja supaya bisa makan," jelas Natan.

Tante Maya terlihat terkejut mendengar penjelasan Natan. Dengan spontan, ia memeluk Natan hingga membuat kepala Natan mendarat di 'buah semangka' miliknya dan berkata, "Ya ampun, maafin Tante ya. Tante gak tau kalau kamu ternyata hidup kamu seberat itu,".

Natan yang terkejut dengan aksi Tante Maya yang tiba-tiba tersebut, hanya bisa tersipu malu sembari berusaha mencari udara dikarenakan nafasnya yang sesak akibat dihimpit oleh dua 'gunung kembar' super lembut milik Tante Maya yang hanya dibalut oleh gaun merah mewah super tipis.

"Iya Tante gak apa-apa, aku udah biasa kok, huphh (berusaha bernafas)," balas Natan.

"Yaudah, kalau gitu kamu lanjut istirahat di sini dulu aja, tunggu hingga tubuhmu pulih kembali. Tapi Tante harus pergi terlebih dahulu, masih ada pekerjaan yang harus Tante lakukan," ucap Tante Maya sembari mengambil tas mahal nya dan beranjak pergi. "Tante pulang dulu yaa, kamu istirahat yang bener!," paksa Tante Maya.

"Iyaa Tante, terimakasih banyak ya sudah membantuku," ucap Natan.

"Oiya, tadi pijatan kamu enak banget loh, udah lama 'buah semangka' Tante gak dimanja seperti tadi, hehe," ujar Tante Maya ke Natan dengan nada menggoda. Ternyata Tante Maya selama ini sadar akan aksi Natan sebelumnya. Ia dengan sengaja memancing Natan dengan menggeliatkan tubuhnya dan menempatkan 'roti kukus' besar miliknya digenggaman tangan Natan.

Natan pun hanya bisa terkejut dan menahan malu. Ia tak menyangka ternyata aksi nekat nya sudah disadari oleh Tante Maya, walaupun Natan masih belum sadar kalau Tante Maya memang sengaja memancing nya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca