

Langit Kerajaan Arvelion membentang luas, biru pucat tanpa awan. Angin tipis berhembus melewati menara-menara batu putih yang menjulang tinggi, membawa suara dentingan logam dari lapangan pelatihan utama.
Hari ini adalah hari kebangkitan.
Hari di mana para pemuda dari seluruh penjuru kerajaan berkumpul, bukan untuk bertarung, tapi untuk menerima takdir mereka.
Di tengah lapangan, berdiri sebuah kristal raksasa setinggi dua manusia dewasa. Permukaannya bening, namun di dalamnya berputar cahaya samar seperti kabut hidup.
Di depan kristal itu, seorang pria tua berjubah emas berdiri tegak.
"Setiap orang," suaranya berat dan dalam, "akan menerima kekuatan sesuai dengan kapasitas jiwa dan tubuhnya. Tidak lebih. Tidak kurang."
Ratusan pemuda berdiri berbaris.
Sebagian gugup. Sebagian penuh ambisi. Sebagian hanya berharap tidak menjadi lemah.
Satu per satu maju.
"E-level."
"D-level."
"C-level."
Sorak kecil terdengar. Beberapa wajah berseri. Beberapa lainnya tampak kecewa.
Tidak ada yang benar-benar istimewa.
Hingga—
"Berikutnya. Riyan."
Namanya dipanggil tanpa nada khusus.
Seorang pemuda melangkah maju dari barisan tengah. Rambut hitamnya sedikit berantakan, wajahnya tenang—terlalu tenang untuk situasi seperti ini.
Tidak ada ketegangan di matanya.
Tidak ada harapan besar.
Seolah apa pun hasilnya… tidak terlalu penting.
Langkahnya berhenti tepat di depan kristal.
Semua mata tertuju padanya.
"Sentuh kristal," kata pria berjubah emas.
Riyan mengangkat tangannya.
Menyentuh permukaan dingin itu.
Sunyi.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada reaksi.
Beberapa detik berlalu.
Kerumunan mulai berbisik.
"Apa dia gagal?"
"Tidak mungkin… bahkan yang terlemah pun tetap bereaksi."
"Tch. Sampah."
Namun Riyan tidak bergerak.
Tatapannya tetap datar.
Lalu
KRAAAAK…
Suara retakan halus terdengar.
Bukan dari luar.
Tapi dari dalam kristal itu sendiri.
Pria berjubah emas langsung menegang.
Matanya membesar.
"Itu… bukan reaksi normal…"
Retakan itu menyebar.
Cahaya di dalam kristal bergetar, lalu… terbelah.
Tiba-tiba...
Suara muncul.
Namun bukan di telinga.
Melainkan… langsung di dalam kepala Riyan.
🧿 [SISTEM UI – AKTIVASI]
[Sistem Tidak Terdaftar]
[Mencoba Sinkronisasi…]
[ERROR… ERROR…]
[Mengganti Protokol…]
Riyan sedikit menyipitkan mata.
"Menarik…"
🧿 [SISTEM UNLIMITED BERHASIL DIAKTIFKAN]
Nama: Riyan
Status Tubuh: Manusia Biasa Level 1
Stabilitas Realitas: 100%
Deteksi Dunia: Tidak Terdaftar
Status Utama
Kekuatan: 1
Kecepatan: 1
Ketahanan: 1
Energi: 1
Menu Sistem
[Status]
[Skill]
[Penyimpanan Unlimited]
[Evolusi]
[Analisis]
Notifikasi Khusus
[Anda memiliki hak memilih 4 Skill Pasif Unlimited]
Empat pilihan muncul.
Tanpa penjelasan panjang.
Tanpa batasan.
Namun Riyan langsung mengerti.
🌊 1. Air Firdaus (Pasif – Unlimited)
Menyembuhkan semua luka & penyakit
Anti racun absolut
Meningkatkan level tubuh secara perlahan tanpa batas
✨ 2. Nur Cahaya (Pasif – Unlimited)
Menghapus energi gelap
Memurnikan kutukan
Serangan terhadap kegelapan meningkat drastis
🛡️ 3. Tubuh Unlimited (Pasif – Anomali)
Area vital tidak bisa ditembus
Tetap bisa terluka, tapi tidak fatal
Adaptasi terhadap serangan meningkat
📦 4. Penyimpanan Unlimited
Ruang tanpa batas
Tidak terikat waktu
Bisa menyimpan makhluk hidup (terbatas kesadaran)
Tanpa ragu
Riyan memilih semuanya.
[Dipilih]
[Sinkronisasi selesai]
Belum selesai.
Notifikasi baru muncul.
🔥 Skill Aktif Diperoleh
S9 – Api Hitam Jahannam
S8 – Pindah Tempat Sekejap
S7 – Petir Absolut
🎲 3 Skill Acak
Tebasan Angin
Penguatan Tubuh
Langkah Senyap
Riyan menghela napas pelan.
"Lumayan…"
Di dunia nyata
Kristal itu
HANCUR.
BOOOOM!!
Gelombang energi menyapu seluruh lapangan.
Semua orang mundur.
Beberapa jatuh.
Pria berjubah emas bahkan terpental beberapa langkah.
"Ini… bukan rank…"
Suaranya bergetar.
"…ini anomali."
Riyan menarik tangannya.
Tidak ada aura besar.
Tidak ada cahaya mencolok.
Tapi sesuatu telah berubah.
⚔️ Sistem Kekuatan Tubuh (Dunia)
Berbeda dengan skill, tubuh memiliki tingkatan sendiri:
Manusia Biasa (Lv 1–3)
Prajurit (1–3)
Komandan (1–3)
Jenderal (1–3)
Raja → Kaisar → Dewa → Kaisar Dewa → God
Perbedaannya ekstrem.
Satu tingkat bisa menghancurkan ratusan tingkat di bawahnya.
🐺 Desain Musuh Awal
1. Hewan Buas
Serigala baja (kulit keras seperti besi)
Beruang gunung (kekuatan brutal)
2. Monster
Goblin (cerdas & licik)
Orc (kuat & agresif)
Shadow Beast (makhluk bayangan)
3. Pihak Jahat Kerajaan
Bangsawan korup
Ksatria bayaran
Eksperimen manusia (monster buatan)
Setelah kejadian itu
Riyan tidak dipuji.
Tidak juga dihormati.
Sebaliknya—
Dia diusir.
"Orang sepertimu tidak boleh berada di kerajaan!"
Tanpa penjelasan.
Tanpa pengadilan.
Hanya karena… tidak bisa dikategorikan.
Di hutan luar kerajaan—
Langit mulai gelap.
Suara binatang terdengar dari kejauhan.
Riyan berdiri diam.
Sendirian.
"Jadi… ini awalnya."
Semak-semak bergerak.
Seekor serigala muncul.
Matanya merah.
Tubuhnya lebih besar dari normal.
[Analisis]
Serigala Baja
Level: Prajurit 1
Riyan tersenyum tipis.
"Lebih kuat dari manusia biasa ya…"
Serigala itu melompat.
Cepat.
Mematikan.
Namun—
ZZZTTT!!
Kilatan petir menyambar.
Tubuh serigala itu langsung terpental.
Hangus.
Tidak mati.
Tapi… gemetar.
Riyan berjalan mendekat.
Tangannya terulur.
Api hitam muncul.
Kecil.
Tenang.
Namun udara di sekitarnya langsung berubah.
Serigala itu… mundur.
Naluri alaminya berteriak.
LARI.
Tapi sudah terlambat.
Api itu jatuh.
Tanpa ledakan.
Tanpa suara besar.
Namun detik berikutnya
Tubuh serigala itu… hilang.
Tidak terbakar.
Tidak tersisa.
Seolah tidak pernah ada.
Riyan diam sejenak.
"Berlebihan…"