

tahun 2010
22:30
PLAKK!! suara tamparan yang menggema disebuah ruangan.
"DASAR ISTRI GA GUNA!! SAYA MENYESAL MENIKAHI KAMU, SAKIT KANKER KAMU ITU BUAT SAYA MUAK TAU GA!!" ucap seorang laki laki yang membentak istri nya.
"Pah jangan pah, kasian mamah." ucap anak laki lakinya yang berumur 7 tahun dengan nada yang ketakutan dan gemetar sembari memegangi tangan ayah nya.
Pria itu terus saja mencengkram dagu istri nya dengan keras, emosi marah nya jelas tergambar diwajah nya yang merah padam.
"AKHH!!KAMU...Varen.NGAPAIN SIH KAMU LAHIR DARI RAHIM ISTIRI SAYA,HAH!?. KALO BUKAN KARENA KAMU SOFIA ISTRI SAYA TIDAK AKAN SAKIT SEPERTI INI!!." ia dengan sadar mendorong anak nya hingga jatuh ke lantai yang membuat kepala nya terbentur lantai.
DUGH...
Sofia terkejut."Varen, kamu gapapa nak?." ucap sofia ibu nya langsung menolong varen yang terbentur kerasnya lantai "Astaga! kepala kamu..." Ucap ibunya yang panik saat melihat darah mengucur dikepala varen.
Dikeadaan itu varen yang tak berdaya karna usia nya yang masih sangat kecil terbaring lemas akibat benturan itu, kepalanya yang mengucurkan darah membuat tubuh nya melemas "Nak...Sadar nak." ucap ibunya terhisak sedu.
"REIGI!!,KAMU KETERLALUAN, VAREN ANAK KiTA...DAN DIA GA ADA SANGKUT PAUT NYA SAMA PENYAKIT AKU!!." marah sang istri yang sembari mendorong suami nya.
Sofia mencoba menghalau tangan Reigi suaminya yang mencoba untuk menyelakai anak nya lagi. Suaranya bergetar menahan sakit lebam di tubuh nya dan emosinya yang meluap melihat suaminya yang seolah berubah menjadi iblis yang mengerikan malam itu.
Reigi suaminya yang langsung bertambah emosi nya semakin menjadi jadi, suara gelegar petir dan hujan deras yang membuat kaca jendela bergetar. Kini ia tak segan untuk membunuh siapapun yang menghalanginya, termasuk istrinya yang ia cintai sepenuh hati.
"HEH! kamu itu benar benar istri yang ga tau di untung ya, DASAR BRENGSEK!!..." Reigi menampar sofia dengan lebih keras.
Kesadaran sofia yang sudah mulai hilang ditambah penyakit nya yang membuat tubuh nya melemah akhirnya ia secara perlahan tumbang setengah tak sadarkan diri .
"Jangan menghabiskan kesabaran saya, kalau itu terjadi saya ga akan segan segan membunuh kamu, sofia." Ucap ancaman Reigi suaminya disetengah sadar nya sofia
Kejadian aneh disaat sofia yang sadar tak sadar itu, melihat suaminya berubah wujud menjadi menyeram kan dan aneh, 2 tanduk yang muncul dikepala nya, kuku kuku nya yang memanjang, mata nya yang memerah dan tangan tangan nya yang perlahan bermunculan mata satu persatu, berdiri tegak didepan sofia yang terbaring lemas dan tak berdaya.
jam 00:10
"Mah...mamah, bangun mah papah udah pergi, mamah bangun minum obat dulu ya." Ucap varen yang wajah nya sudah dilumuri darah dari bekas luka benturan dikepala nya.
Sofia perlahan membuka matanya dan mulai sadar varen membangunkannya.
"varen..." Ucap pelan sofia yang berjuang membuka matanya untuk sadar.
"kenapa wajah kamu dipenuhi darah gitu nak?papah kemana?." tanya sofia, mengusap wajah kecil nya yang lembut dan dipenuhi darah
"Varent ga tau papah kemana mah, tapi yang pasti kita aman untuk sementara ini." jawab Varen.
Sofia perlahan bangkit dari pingsan nya dan melihat keadaan sekitar yang sudah kacau balau, barang barang yang pecah, benda benda yang hancur membuat nya sedih dan mengeluarkan air mata.
"Mah kepala varen sakit mah, rasanya mau meledak." ucap varen dengan nada prengas prengis.
Sofia tersenyum memandang ke arah varen, memegang pipinya dengan lembut. "ditahan ya sayang, nanti kita obatin..oke?anak mamah kan kuat." jawab sofia dengan lembut dan penuh kasih sayang
jam 00:20
Setelah sofia selesai membersihkan darah serta mengobati luka yang berada di wajah putra nya varen.
"Nak..didunia ini ga ada yang abadi, kalau kamu udah besar nanti, jangan sedih ya kalau kamu ngeliat mamah udah pakai kain putih dan hidung yang disumbat kapas." Ucap nasehat ibu nya sofia kepada varen, menahan air matanya yang berlimpah di kantong matanya.Seolah Sofia ibu nya telah melihat masa depan Varen.
"Emang nya kalau pakai kain putih, terus hidung mamah disumbat kapas itu artinya kenapa mah?terus kenapa aku harus sedih?." Tanya polos putranya varen.
Sofia hanya bisa memandang putra nya dengan mata yang berkaca kaca, tak bisa menahan tangis tapi sofia harus tetap tegar di depan putranya.
"Loh ko mamah mau nangis? varen ga bakal sedih ko, varen kan punya mamah yang selalu nemenin varen, kalo mamah udah pakai kapas dan kain putih itu, mamah kasih tau varen ya mah, varen mau liat pasti mamah cantik banget hihii." Ucap polos varen.
Sofia yang tak mungkin menjelaskan hal itu disaat varen yang berusia 7 tahun hanya bisa memeluk varen "iya nak, pasti ko...pasti mamah bakal tunjukin pakaian dan kapas itu suatu saat, tolong hidup lebih kuat ya sayang" Ucap dalam hati sofia dengan air mata yang keluar dan sudah tak tertahan sembari memeluk erat varen .
"Iya sayang, udah yuk...tidur udah malem, varen kan besok harus sekolah." ucap sofia mengelus kepala nya dengan lembut.
"iya mah, besok aku boleh beli es krim kan mah?" Tanya varen yang menyeringai senyum.
"boleh sayang.." jawab sofia ibunya tersenyum damai dan hangat.
Mereka beristirahat setelah malam panjang yang mengerikan, ayah nya danendra entah kemana pergi dan sudah dua hari tak kunjung pulang.
Sabtu, 15 agustus 2010
Varen yang sedang bermain robot robotan milik nya khawatir akan kondisi ayah nya yang sudah 2 hari tak kunjung pulang.
"Mah, papah kemana ya? ko udah 2 hari belum pulang?." Tanya varen ke ibunya.
"Mamah juga ga tau sayang, papah ga bisa di kabarin, mamah telfon juga ga di angkat." Jawab sofia, sembari memotong sayur sayuran.
"Varen khawatir mah, takut papah kenapa kenapa." Ucap varen yang khawatir dengan ayah nya.
varen anak nya yang sering terkena siksaan ayah nya, bagaimana pun ia membutuhkan seorang ayah yang berada di samping nya menemani hidup nya.
Sofia segera mencuci bersih tangan nya lalu menghampiri varen dan mengusap kepala nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Ga papa sayang, ayah baik baik aja ko...doain aja ya." ucap sofia dengan wajah yang tersenyum hangat.
"Iya mah." jawab varen
minggu,16 Agustus 2010
*kririring kririring
Dering telepon rumah yang berbunyi.
Sofia yang sadar langsung membuka telepon
"Halo...selamat malam, dengan ibu faloranya sofia danendra?." Ucap seseorang di telepon nya.
"Betul...dengan saya sendiri, ini siapa dan ada apa ya?." Tanya sofia.
"Baik, maaf bu...kami dari pihak rumah sakit jayawarna ingin mengabarkan bahwasanya suami ibu yang bernama Reigi danendra mengalami kondisi kritis dikarenakan kecelakaan tabrak lari pada pukul 13:45 WIB, disekitar jalan saranjana II, dan sekarang pak reigi sedang dirawat diruang icu." Ucap pihak rumah sakit.
Sofia yang benar benar terkejut lagi lagi mengeluarkan air mata, raut waja nya yang begitu sedih terpapar jelas.
"B-baik dok... terimaksih atas info nya,sekarang juga saya akan kesana untukmenjenguk suami saya ya dok, boleh minta alamat RS dok?" ucap sofia, suaranya bergetar menahan rasa sedih yang mendalam.
Pihak rumah sakit memberi alamat rumah sakit yang berada di Jl.Kawarang Rt.03 Rw.01 pada saat itu juga sofia bergegas pergi ke rumah kasit tersebut, dan tanpa tahu bahwa ia sudah meninggalkan putra nya varen yang sudah tidur dirumah seorang diri.
Pada saat diperjalanan, sofia bergegas terus berlari dari stasiun ke stasiun untuk ke alamat yang sudah dikirim pihak rumah sakit.
Sofia sudah keluar stasiun dan tinggal mencari taxi, pada saat sedikit lagi sudah sampai tujuan dan ingin menyeberang jalan....
*SSSHHHH BRUAAKK!!!
Sofia tertabrak truk yang melaju kencang itu dirinya terpental cukup jauh.
Sofia tak sadar disamping nya ada sebuah truk melaju kencang ke arah nya dan menabrak nya yang menyebabkan kehancuran tubuh nya begitu miris dan mengerikan, terseret, terbentur, kedua tangan yang patah, tulang rusuk yang hancur, kepalanya yang pecah membuat sofia...tak lagi ada di dunia.
Suara sirine ambulan yang mengelilingi jalanan begitu mengiringi kesedihan dan duka yang begitu dalam, sofia meninggal pada malam itu dengan keadaan kondisi yang sangat miris.
pukul 01:25
"Mah, mamah dimana? Varen mau pipis mah, temenin Varen." Ucap varen yang terbangun dari tidur nya.
"Mamah disini nak..." Jawab Sofia ibunya.
"Mah?, mamah ngapain duduk di sofa malam malam gini?, kan dingin tau mah." Tanya Varen.
"Ngga apa apa nak, mamah lagi nunggu jemputan nih." Jawab sofia, wajah nya yang tak terlihat terhalang rambut nya yang terurai.
"Jemputan apa mah?, emang mamah mau kemana?." tanya Varen.
Sofia tak menjawab pertanyaan varen dan hanya diam duduk dengan kepala menunduk dan wajah yang terhalang rambut yang terurai
"Aduh varen kebelet pipis mah, temenin varen."Ucap minta tolong Varen.
Sofia berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan mulai berjalan menemani varen ke toilet.
Selesai buang air kecil varen keluar toilet dan sadar ibu nya sofia lagi lagi menghilang ntah kemana "mamah, iss mamah kemana sih ko ngilang mulu." Ucap Varen, mengerutkan alis layak nya anak kecil
"Mamah disini sayang." Desis sofia, bernada rendah
Kali ini sofia muncul didepan varen dengan wajah yang berdarah darah, tangan yang patah, namun Varen tak takut dengan apa yang dilihat nya.
"Mah?, mamah kenapa ko muka mamah berdarah banyak banget, terus tangan mamah kenapa? ko bengkok gitu?." Tanya Varen yang bingung dan tak tau apa apa.
Sofia menatap senyum varen dan berkata.
"Nak...sekarang mamah bukan lagi manusia,maaf ya mamah ga bisa pakai dan kasih liat pakaian putih dengan kapas yang tersumbat di hidung mamah yang mamah ceritakan saat itu." Ucap sofia, perlahan tubuh nya menjadi tembus pandang terhisap hilang.
"Mamah ngomong apa sih?, varen kan ga ngerti" tanya Varen
Sofia perlahan mendekati varen dengan sisa sisa kejelasan tubuh nya dan mengusap kepala nya untuk yang terakhir kalinya, dengan penuh kasih sayang dan lembut.
"Sayang, mamah mau pergi jauuhh banget, mulai saat ini varen harus bisa hidup mandiri ya nak..." Ucap lembut Sofia.
"Mamah emang mau kemana.? Varen ikut ya" ucap Varen.
Sofia perlahan menghilang dari pandangan Varen
"Mah, mamah jangan tinggalin varen mah" ucap Varen yang mulai panik dan mata yang berkaca kaca.
"mah...MAMAAHH!!!."