Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Sistem Evolusi Tanpa Batas: Birru Sang Pemulung Legendaris

Sistem Evolusi Tanpa Batas: Birru Sang Pemulung Legendaris

Danker | Bersambung
Jumlah kata
68.6K
Popular
100
Subscribe
1
Novel / Sistem Evolusi Tanpa Batas: Birru Sang Pemulung Legendaris
Sistem Evolusi Tanpa Batas: Birru Sang Pemulung Legendaris

Sistem Evolusi Tanpa Batas: Birru Sang Pemulung Legendaris

Danker| Bersambung
Jumlah Kata
68.6K
Popular
100
Subscribe
1
Sinopsis
FantasiIsekaiMonsterPedangDungeon
Di dunia di mana "Gerbang" muncul dan mengubah manusia menjadi "Awakener" dengan sistem level seperti game, Birru hanyalah seorang Porter (pembawa barang) kelas rendah yang sering dihina. Tanpa bakat tempur, ia hanya bisa memungut sisa-sisa jarahan pemburu hebat demi membiayai pengobatan adiknya. Namun, saat terjebak dalam sebuah Hidden Dungeon yang mematikan karena dikhianati oleh timnya sendiri, Birru tidak mati. Sebaliknya, ia membangkitkan sebuah sistem terlarang: [Sistem Ekstraksi Skill & Evolusi Tak Terbatas]. Birru kini bisa mendapatkan Stat dan Skill permanen hanya dengan mengonsumsi inti energi monster atau menyentuh mayat musuhnya. "Kalian menyebutku sampah? Maka aku akan menjadi sampah yang melahap seluruh dunia kalian." Dimulailah perjalanan Birru dari seorang pemulung yang diremehkan menjadi penguasa tunggal yang berdiri di puncak rantai makanan. Siapa pun yang menghalangi jalannya hanya akan menjadi "EXP" tambahan baginya!
Bab 1: Harga Nyawa Seorang Pemulung

Darah terasa jauh lebih dingin saat kau menyadari bahwa kematianmu bukanlah ulah monster, melainkan ulah manusia yang kau panggil "Rekan Satu Tim".

"Maafkan aku, Birru. Tapi satu nyawa sampah sepertimu adalah harga yang sangat murah untuk keselamatan kami."

Suara itu milik Leo, seorang *Hunter Rank-B* yang biasanya selalu tersenyum ramah di depan kamera berita. Namun di kedalaman *Dungeon Rank-B*—Sarang Laba-Laba Gua—senyum itu digantikan oleh seringai pengecut.

Birru terbatuk, memuntahkan gumpalan darah hitam ke atas bebatuan lembap. Sebuah tombak es menancap dalam di perutnya. Bukan, itu bukan serangan monster. Itu adalah sihir milik wakil ketua tim mereka. Mereka sengaja melukainya agar bau darahnya memancing *Boss Monster* yang sedang mengamuk, sementara mereka melarikan diri menuju portal keluar.

Birru hanyalah seorang *Porter*. Seorang *Awakener Rank-F* dengan *Statistik* yang sangat menyedihkan sehingga dia bahkan tidak pantas memegang pedang. Tugasnya hanya memanggul tas ransel seberat empat puluh kilogram berisi bangkai monster, *mana core*, dan perbekalan.

Kini, tas itu terasa seperti batu nisan yang menindih punggungnya.

*Bruk!*

Langkah kaki raksasa bergetar di seluruh penjuru gua. Dari kegelapan, muncul sesosok Arachnid raksasa seukuran bus tingkat, dengan delapan mata merah yang menyala kelaparan. Air liur asam menetes dari taringnya, melelehkan bebatuan yang disentuhnya.

"Sialan..." Birru mengumpat lirih, pandangannya mulai kabur.

Bayangan adiknya, Nisa, yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit melintas di benaknya. Uang dari ekspedisi ini seharusnya cukup untuk membayar biaya cuci darahnya bulan ini. Jika Birru mati di sini, Nisa tidak akan bertahan hidup lebih dari seminggu.

*Apakah semuanya berakhir di sini? Menjadi makanan serangga raksasa? Menjadi pijakan bagi orang-orang kuat seperti Leo?*

Laba-laba raksasa itu memekik dan menerjang maju. Salah satu kaki runcingnya menusuk bahu Birru, memaku tubuh kurus itu ke tanah. Rasa sakit yang meledak di bahunya melebihi apa pun yang pernah ia rasakan.

"ARGHHH!"

Birru mengulurkan tangan gemetarnya, mencoba meraih pisau belati berkarat yang jatuh tak jauh darinya. Matanya menyala dengan kemarahan yang membara. Bukan hanya kepada monster ini, tapi kepada dunia. Dunia yang membagi manusia ke dalam *Rank*, dunia di mana yang lemah ditakdirkan untuk diinjak.

"Aku... tidak akan... mati seperti ini..."

Tepat saat taring laba-laba itu terbuka untuk mencabik kepalanya, dunia seakan berhenti. Waktu membeku. Rasa sakitnya memudar digantikan oleh suara mekanis yang dingin dan tak beremosi di dalam kepalanya.

**[Ding!]**

**[Syarat Tersembunyi Terpenuhi: Bertahan dari pengkhianatan dengan keputusasaan mutlak dan kebencian tanpa akhir.]**

**[Status Kesadaran: Sekarat (HP: 1/150)]**

**[Sistem Otoritas Dunia mendeteksi anomali pada Jiwa Subjek.]**

Di depan wajah Birru yang bersimbah darah, sebuah layar holografik berwarna merah darah—bukan biru terang seperti milik *Hunter* pada umumnya—muncul menyala di tengah kegelapan dungeon.

**[Protokol Keselamatan Dibatalkan.]**

**[Menginisiasi Kebangkitan Kelas Tersembunyi: 'Sistem Evolusi Tanpa Batas'.]**

**[Tautan Jiwa berhasil (100%).]**

**[Selamat, Tuan Rumah. Anda telah membangkitkan Skill Eksklusif: {Gluttony's Touch} (Pasif/Aktif - Rank EX)]**

*Skill Rank-EX?* Birru tidak bisa mempercayai matanya. Di seluruh dunia, *Skill Rank-S* sudah dianggap sebagai peninggalan dewa. Apa itu *Rank-EX*?

Sebelum ia bisa mencerna apa yang terjadi, waktu kembali berjalan. Laba-laba itu kembali menerjang.

Namun, sesuatu di dalam diri Birru telah berubah. Naluri bertahan hidupnya menendang dengan kekuatan yang tak masuk akal. Tangan kanannya yang bersimbah darah berhasil meraih belati berkaratnya. Dengan sisa tenaga terakhirnya, ia tidak menangkis serangan monster itu, melainkan menusukkan belatinya langsung ke luka terbuka di kaki laba-laba yang menancap di bahunya.

*Crassh!*

Darah monster berwarna hijau memuncrat, membasahi tangan kanan Birru.

Seketika, layar merah kembali berkedip agresif.

**[Skill {Gluttony's Touch} Diaktifkan!]**

**[Mendeteksi DNA dan Mana dari {Venomous Cave Arachnid (Boss) - Lv. 45}]**

**[Mengekstrak...]**

**[Ekstraksi Berhasil!]**

Rasa panas yang luar biasa mengalir dari tangan kanan Birru, menjalar ke seluruh pembuluh darahnya. Otot-ototnya yang robek mulai menyatu kembali. Luka berlubang di bahu dan perutnya mengeluarkan uap panas, menutup dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

**[Anda mendapatkan Stat: +10 Strength, +15 Agility, +20 Vitality.]**

**[Anda mengekstrak Skill Pasif: {Lesser Poison Resistance}.]**

**[Level Up!]**

**[Level Up!]**

**[Level Up!]**

Birru menarik napas panjang saat energi murni meledak di dalam intinya. Matanya, yang sebelumnya redup karena kematian yang mendekat, kini bersinar dengan cahaya keemasan yang buas.

Ia meraih kaki raksasa yang menancap di bahunya. Dulu, ia bahkan tidak bisa memindahkannya satu inci pun. Kini, dengan otot yang diperkuat oleh stat baru, ia mencabut kaki laba-laba itu dari dagingnya dan mematahkannya seakan itu hanyalah ranting kering.

Laba-laba raksasa itu memekik mundur, terkejut melihat mangsanya yang setengah mati tiba-tiba bangkit dengan aura yang setara dengan predator puncak.

Birru berdiri perlahan. Darah segar menetes dari dagunya, namun senyum miring perlahan terbentuk di bibirnya. Ia melirik layar status barunya.

**[Nama: Birru]**

**[Level: 4]**

**[Kelas: Sang Pemangsa (Predator)]**

**[HP: 850/850]**

Ia menatap *Boss Monster* yang mendadak terlihat ragu-ragu di hadapannya. Laba-laba itu dulunya adalah mimpi buruk yang membuat *Hunter Rank-B* lari terbirit-birit. Tapi sekarang, di mata Birru, monster raksasa itu tidak terlihat seperti ancaman.

Monster itu terlihat seperti hidangan pembuka.

"Leo... kau salah," bisik Birru, suaranya menggema dingin di dinding gua. Belati berkarat di tangannya kini memancarkan aura kemerahan dari sisa-sisa *mana* ekstraksi. "Aku bukan sekadar sampah. Aku adalah sesuatu yang akan melahap kalian semua."

Birru menekuk lututnya, batu di bawah pijakannya retak, dan dalam satu kedipan mata, ia melesat maju menyongsong sang *Boss*.

Malam ini, pemulung itu sudah mati. Dan sang predator baru saja lahir.

Lanjut membaca
Lanjut membaca