
TERJEBAK DALAM CINTA BELUM USAI
Yasa2111|Bersambung
- Jumlah kata
- 9.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
- Jumlah kata
- 9.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Bagi Raka, hidup hanya tentang dua hal—kecepatan dan kebebasan. Malam adalah dunianya, jalanan adalah tempat dia berkuasa. Sampai satu kejadian kecil mengubah semuanya. Seorang gadis bernama Naira… yang tiba-tiba masuk ke hidupnya dengan cara yang tidak pernah dia rencanakan. Awalnya hanya pertemuan biasa. Sebuah kebetulan yang terasa sepele. Tapi semakin Raka mendekat— semakin dia sadar… ada sesuatu yang tidak beres. Terutama pada satu orang. Arga. Pria sempurna yang selalu berada di sisi Naira. Tenang. Rapi. Tak tersentuh. Namun bagi Raka… pria itu menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap dari yang terlihat. Ditambah lagi dengan kehadiran Luna—gadis pendiam yang selalu terlihat ketakutan, seolah terjebak dalam sesuatu yang tidak bisa dia hindari. Raka mulai menyadari— ini bukan lagi tentang cinta atau kebetulan. Ada permainan yang sedang berjalan. Perlahan. Rapi. Dan berbahaya. Dan tanpa sadar— dia sudah berada di tengahnya. Saat perasaan mulai tumbuh, dan kebenaran mulai terungkap… Raka harus memilih— tetap hidup bebas seperti sebelumnya, atau masuk lebih dalam ke permainan yang bisa menghancurkan segalanya. Karena kali ini— yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan. Tapi hati. Dan mungkin… nyawa.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
bAB - 1 RAJA JALANAN
Lebih real menyala seperti bintang buatan, jalanan panjang berubah jadi arena, dan suara mesin—itulah musiknya.
Di dunia ini, yang bertahan bukan yang paling kuat.
Tapi yang paling berani mengambil risiko.
Dan malam ini
Gue yang akan menang.
“RAKA! LO LAWAN SIAPA MALAM INI?!” teriak seseorang dari kerumunan.
Gue nggak langsung jawab.
Helm masih di tangan, mata gue menyapu jalan di depan. Aspal lurus, sedikit lembap, tapi masih aman.
“Night Reaper,” jawab salah satu anak di samping gue.
Sorakan langsung pecah.
“WOOOI! GILA! LAWAN BERAT!”
“BLACK VORTEX VS NIGHT REAPER!”
Nama itu sudah cukup bikin suasana panas.
Di seberang, geng Night Reaper berdiri santai. Motor mereka berderet, lampu redup tapi aura mereka jelas bukan pemain baru.
Salah satu dari mereka maju.
Jaket hitam dengan garis merah. Tatapan dingin.
“Lo,Raka?” tanyanya.
Gue nyengir tipis. “Tergantung. Lo siapa?”
Beberapa orang tertawa kecil.
Dia nggak tersenyum. “Yang bakal bikin lo turun dari tahta.”
Raka mengangguk pelan. “Banyak yang bilang gitu. Belum ada yang berhasil.”
Suasana begitu Tegang dan
Udara berubah.
Bukan cuma soal balapan lagi.
Ini soal harga diri.
“Taruhan?” tanya dia.
Raka memutar kunci motor di jari.
“Apa yang lo punya?”kata Raka.
Dia melempar sesuatu ke arah Raka.
Raka menangkap Kunci motor.
Dan saat Raka melihatnya dan matanya melebar."Motor sport keluaran baru".
“Motor gue,” katanya singkat.
Kerumunan langsung ricuh.
“ANJIR! SERIUSAN?!”
“INI GILA!”
Raka tersenyum lebih lebar.
"Menarik". Gumam Raka
“Deal,” jawab Raka tanpa ragu.
Salah satu anak maju ke tengah jalan. Jadi starter.
“Trek satu putaran. Sampai jembatan, putar, balik lagi. Yang duluan sampai sini menang!” katanya dengan tegas
"Raka naik ke motor.Mesin dinyalakan.
VROOOOMMMM!!
Suara itu langsung memotong udara malam.
Di samping Raka, lawannya juga sudah siap.
Dia melirik.
“Jangan jatuh.”katanya
Raka menoleh sedikit. “Lo aja yang jangan hilang di belakang.”sahutnya
Tangan di depan,Terangkat,Semua diam penuh ketegangan.Detik terasa lambat.
“TIGA!."
Raka menarik napas menunggu arahan.
“DUA!”
Gas mulai ditekan.
“SAAATUUU!”
Sapu tangan di turunkan.
BRRRRRAAAAKKK!!
Motor melesat.
Angin langsung menghantam tubuh Raka. Jalan di depan jadi garis lurus yang harus ditaklukkan.
Raka langsung ambil posisi depan.Tapi dia cepat,bahkan sangat cepat.
Dalam hitungan detik, dia sudah sejajar.
“Belum cukup!” teriaknya.Dia nyalip dari kiri.Raka menyeringai di balik helm.
“Bagus…”batinnya.Tikungan pertama di depan.Lampu minim,Aspal sedikit licin.Dia tetap gas dengan nekat.Raja sedikit turunin kecepatan,Masuk tikungan dengan kontrol dan keluar lebih stabil.saingannya hampir tergelincir.
“Fokus, bro…” teriak Raka
Sekarang Raka di depan lagi.Jarak tipis tapi cukup di kejauhan, lampu jembatan terlihat,Setengah lintasan angin makin kencang.Mesin meraung seperti mau pecah.ini bagian paling berbahaya dan paling menentukan siapa pemenangnya membuat suasana jadi tegang.Raja nggak mikir panjang dia mulai gas penuh,motor melaju lebih kencang lebih gila lebih liar.Beberapa detik dunia terasa menegangkan
Cuma Raka Motornya dan jalanan di depan Sampai Sekilas.Sesuatu lewat di pikiran Raka Seperti bayangan.Seperti Raka sudah pernah ada di titik ini.Persis seperti ini.Raka mengernyit.
“Apaan sih…” Fokus".mtmbuang pikiran yang tiba - tiba muncul.Tikungan balik di jembatan sudah dekat.
Raka rem,Miringkan motor.Hampir jatuh tapi berhasil balik arah.dan menggas lagi.Lawannya masih di belakang cukup dekat.Raja tarik lebih dalam lebih jauh lebih cepat.lampu garis finish mulai terlihat.Kerumunan Sorakan penonton Semua makin jelas.
“AYO RAKA!!”
“JANGAN KALAH!”Raka nggak dengar semuanya.Cuma satu hal di kepalanya Menang.Raka melewati garis finish.
BRRRAAAKKK!! Motor berhenti.
Napas berat tapi Raka tersenyum.
Beberapa detik kemudian, lawan Raka sampai.Dia turun dengan perasaan kesal,tapi dia menyadari dan menerima tanpa protes Raka turun dari motor dan Melepas helmnya
“Good race,” kata Raka.dia menatap nya beberapa detik.Lalu melempar kunci motor ke arah Raka.
“Lo menang.” Raka menangkapnya.Sorakan pecah lagi.
“RAKAAA!”....“RAJA JALANAN!”
Raka cuma nyengir biasa saja buatnya kemenangan Ini cuma malam biasa,karena bukan ini yang dia cari ,dia menoleh ke arah jalanan yang Gelap Sepi dan entah kenapa Perasaan itu datang lagi aneh,Seperti ada sesuatu yang dia tunggu,keadilan.Raka menghela napas panjang dan menghembusksnnya dengan kasar.
Dia kemudian memaasang helmnya.
Gue Balik duluan ” katanya ke anak-anak gengnya.Mesin dinyalakan.
VROOOOMMMM!! Dan Raka mulai melaju meninggalkan tempat itu tanpa tah tujuan.Malam ini bukan cuma soal kemenangan tapi awal dari sesuatu yang bakal mengubah segalanya.
POV
Arga dan Naira
"Besok lusa jadi magang di kantor aku?!". Tanya aga sambil jalan kedua tangan di masukan saku celana dan Naira menggandeng sebelah tangan kiri Arga
"Jadi dan berkasnya udah aku siapkan dan besok aku udah entervio". Jelas Naira
"Tapi nanti atasan kamu bukan aku melainkan sepupu aku dari Paris,kekna udah sampai indonesia mungkin udah nyampe rumah!". Ujar Arga dan menghentikan langkah mereka karena udah sampai parkiran.
"Sepupu kamu yang mana sich,aku kenal gak!?". Tanya Naira
"Sepertinya enggak deh,tapi gak tahu,karena dia pindah ke indonesia pas kita udah 2 SMP,jadi gak sempat,kita kan kenalan pas kelas 2 juga kan!". Ucap Arga menjelaskan dengan lembut.
"Oh,tapi gak galakkan!?". Tanya Naira dengan nada was was.
"Enggak,dia orangnya jarang bicara ,jadi kalau galak tergantung kamu,sambil memasukkan helm ke kepala Naira.
"Udah mau pulang". Ucap Arga dengan gaya spoken.
"Iya", sambil mengangguk
Arga pun naik motor dan Naira juga naik dengan di bantu Arga dengan lengan Arga,agar Naira bisa naik motor dengan mudah.
Setelah itu Arga mulai memasukkan kunci motor dan menjalankan mesinnya dengan memutar gasnya dengan pelan kemudian menjalankan ya menuju rumah Naira karena sudah terlalu malam
Arka masuk rumahnya dan membersihkan diri,seperti biasa Arka jarang dirumah,dia selalu menghabiskan waktu di luar rumah bersama gengnya, setelah bekerja seharian di kantor,
Karena baginya rumah bukan yang aman untuk dirinya,kadang dia berfikir ada yang beda antara keluarganya dan yang lain,ayah ibunya selalu saja bertengkar dari masalah sepele sampai yang besar. Dari masalah ini lah ia terjun menjadi anak jalanan,hingga ia sekarang di juluki Raja jalanan,dan di segeni anak anak pencinta motor.
"Udah sampai"!. Ucap Arga dan Naira motor di susul Arga dan melepaskan helm Naira dan membenarkan poni rambut Naila yang berantakan.
"Thanks"!? Ucap Naila.
"Aku langsung pulang,udah malam,titip salam buat mama papa"!?. Ucap Arga
"Tapi besok kita jadikan ke mall!?". Tanya Naila.
"Jadi,tapi agak siangan aja ya"!,
"Ok, dech!". Ucap Naila sambil tersenyum
"Aku pamit ,langsung tidur ya!?" Ucap Arga sambil naik motor dan memutar kunci langsung gas,dan Naila melambaikan tangan sampai Punggung Arga menghilang dari pandangan Naila ,dan langsung menuju rumahnya dan membuka pintu rumahnya,pas Naila
Mau menaiki anak tangga, seorang wanita paruh baya memanggil Namanya
"Nairaa"?!?" Teriaknya
Nairapun langsung berbalik badan dengan wajah rasa takut dan was was dengan hati berdebar rasa khawatir dan takut.
BERSAMBUNG
Daftar bab
8 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








