
17th tanpa bayangan (The unforgotten twin)
RAEIN_RAA|Bersambung
- Jumlah kata
- 3.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 10
- Jumlah kata
- 3.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 10
Sinopsis
menceritakan tentang Dion arkanata vandric. seorang anak yg harus menjalani hidup sulit. ayahnya tak pernah menganggapnya,dan bundanya telah meninggal dunia saat melahirkannya.ia lahir prematur,sehingga ia kerap kli sakit (ririwit).dan ia di rawat oleh bibinya(adik dri ayahnya) bernama shanara eldiora. Dion memiliki teman bernama jovan.namun ia juga memiliki seorang teman yg sudah cukup lama sebelum bertemu dengan jovan,yaitu arjuna atau kerap di sapa ajun.ia orangnya sangat baik pengertian dan saat Dion membutuhkan ia selalu ada,dan saat jovan tak datang ia selalu menemani dan bermain dengan dion. hri hari berlalu ayahnya tak pernah sekalipun mengunjunginya tau sekedar menanyakan keadaanya. namun bramantya (ayah jovan)tak tahu bahwa putranya sudah lama berteman dengan dion. ia selalu merasa terpuruk dan ia terus menerus sakit dan beberapa kali di larikan ke rumah skit,meskipun keadaannya mulai membaik namun selalu sajah ada kejadian yg membuat san takut dan khawatir karena ia terus sajah sakit berkepanjangan dri demam tinggi kejang kejang sesak nafas dan lainya.saat usia doyoung menginjak 9 THN,kejadian mengenaskan terjadi.saat itu dion mulai bersekolah di sekolah jovan.mereka menjadi sering bertemu dan pertemuan itu adalah pertemuan terakhir untuk keduanya. bagaimana kisah selanjutnya?apakah Dion akan hidup bahagia? dan ayahnya akan mengakuinya dan rahasainya bagaimana rahasia akan terungkap.
Ulasan
1 ulasan
Gieh1405
27/4/26 06:40
Semangat terus menulis. Terus berkembang dan jangan menyerah. jangan lupa mampir juga ya ke "Secangkir Kopi, Sejuput Hati."
separuh jiwa yang pergi
"gimana kabar kamu sayang?"sembari mengelus elus perutmu
"Baik Daddy",timbal seorang gadis,sembari tersenyum kearahnya.
"Kamu harus baik yah di dalam jangan nakal smaa bundamu yah".
Mereka tersenyum,sepertinya mereka benar benar sangat menantikan kelahiran anaknya
Dan sesekali mengajak bicara jabang bayinya.
"Arghh", rintihnya.
Ke...kenapa sayang? perut kamu sakit?kita ke dokter yah! tanyanya.
"Perutku sakit banget mas...rintihnhanya mengangguk kecil dan menahan rasa sakit yg neghantamnya.
Kita sekarang pergi kerumah sakit yah?tunggu,sembari berkemas cepat dan mengambil kunci mobilnya dan tak lupa anak pertama mereka.
Jovano kamu mau ikut,ucap anak itu.
Iyah kita pergi ke rumah skit sekarang yah,ucap lembut bramantya.
Dengan segera bramantya membeyeng sang istri keluar dri apartnya.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit.
Kamu kuat sayang tahan sebentar yah,panik sang ayah.
Suster...,dokter tolong istri saya,ucapnya memohon.
Jovano atau kerap di panggil joe oleh kedua orang tuanya,kini ia akan menjadi seorang kakak mulai saat ini.
Namun ia msih belum mengerti dengan apa yang terjadi kepada bundanya.
Tapi ia sangat cerdas dan mengerti bahwa saat ini bundanya sedang Tidak baik baik sajah.
Ia hanya menatap bundanya dengan iba dan khawatir.
"Daddy... Bunda GK kenapa Napa kan?,adek bayi baik baik ajah kan?"
Lontaran dri seorang anak kecil yg lugu dan polos yg tak tahu apa apa.
"Iyh sayang,bunda dan adek bayi GK apa apa kok kita berdoa ajah yah,semoga dedek bayinya dan bunda baik baik ajah dan sehat dan juga selamat.
Emmh,okeh dad.
Di luar itu pramantya benar benar takut setengah mati,ia terus berdoa dan mondar mandir memastikan di dlam baik baik sajah.
"Huuuft.."menghela nafas panjang
"AUNTY ....." teriak Jovan saat seorang gadis muncul di hadapannya.
"Halo sayang" sapa shanara.adik bramantya.
"Kak gimana sekarang keadaanya kakak ipar?
,namun ia hanya menggeleng,tanpa menjawab.
"Shan tolong ajak Joe jalanvkeluar dulu yah" pinta Bram.
Ouh okh, seolah ia sudah mengerti dan kemudian pergi.
Joe kita ke kantin dulu yuk,mau?
"Mauuu"jawab Joe Dengan semangat.
"Yaudah yu", ajak Shan.
Di sisi lain,
Bramantya sejak tadi menunggu dokter keluar namun tak kunjung keluar.
"Kok lama yah...." bramantya semakin ketakutan tangan dan kakinya semakin gemetar dan keringat mulai bercucuran.
"Ya tuhan ku selamatkan istri dan anak kami jagalah mereka, aku mohon.....
Setelah 2 jam menunggu setelah suara sepi di rumah sakit,
Terdengarlah tangisan bayi.
Ia mulai berkaca-kaca, dan menangis haru.
Namun,entah kenapa tuhan tak memikahnya,
Karena ini adalah bukan cerita baik untuk bramantya.
Ceklek...
"Dok bagaimana keadaan anak dan istri saya dok.
Tak ada jawaban.
"Dok bagaimana. Keadaan anak dan istri saya, bertanya kembali pertanyaan yg sama.
"Tadi saya dengar tangisan anak saya"
"Dok,jawab, Ia mulai mewanti wanti perasaannya tiba tiba merasa tidak enak.
Dan entak kenapa udara disana terasa berbeda dan kurang enak.
"Huft.. menarik nafas lirih
Begini,ada 2 kabar.yaitu kabar baik dan kabar buruk?
Kabar baiknya apa?kabar baiknya anak bapak lahir dengan sehat dan selamat.
Lalu kabar buruknya? istri saya baik baik ajah kan dok,lanjut bramantya
Ia tiba tiba teringat Dengan sang istri.
Begini istri bapak sudah meninggal dunia hari ini jam 13.00 pas.
Karena istri bapak mengalami pendarahan saat melahirkan ini di sebut dengan Kondisi vanishing sindrom.
Itu terjadi saat hamil kembar dengan salah satu janin meninggal, yang dikenal sebagai vanishing twin syndrome jika terjadi di awal kehamilan, adalah situasi medis serius namun kehamilan seringkali dapat dilanjutkan untuk menyelamatkan bayi yang hidup. Janin yang meninggal bisa mengecil atau terserap, sementara janin satunya berkembang normal. Risiko seperti gangguan pembekuan darah atau persalinan prematur meningkat,
Dan anak bapak lahir prematur,lanjut dokter.
Bayi prematur berisiko mengalami gangguan kesehatan karena organ belum matang sempurna, sehingga sering membutuhkan perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Kelahiran ini dapat menyebabkan berat badan rendah, kesulitan bernapas, dan rentan terhadap infeksi.
Kami sudah melakukan yg terbaik,namun takdir berkehendak lain. Dan istri bapak lebih memilih sang bayi untuk di selamatkan.
"Dok ini bohongkan,katakan dok ini boongan dok,hiks hiks mulai terisak.
"Kami permisi dulu,kamu pasti kuat memberi dorongan semangat.
Entah kenapa dunainaya serasa runtuh seketika,hatinya terasa sakit dan sesak sperti di hantam oleh pedang yang tajam.
Ia tak tahu hrus berbuat apa ia terkujur di depan pintu UGD.
Ia tak bisa berkata kata,hidupnya benar benar hancur sekarang.ia. Hanya bisa Ter Isak dan mengenal nafas berat.
Ia terhuyung huyung, sperti ini adalah mimpi buruk baginya, ia mengacak ngacak rambutnya frustasi.
Telp terus berdering, namun ia tak larat untuk mengangkatnya.
3 panggilan tak terjawab dri shanara"
Tiiit..., tersambung
Halo,sapa dari sebrang sana.
"Halo lirihnya" berat.
"Kak, gimana keadaan kak elllena dan bayinya?
Kamu lagi smaa Joe?,katanya,
i...iyh,ragu.
Coba kamu sendiri dulu.
Ouh okh,mencari tempat agak jauh dari Joe.
Joe kamu tunggu sebentar Disni yah gpp kan,aunty mau angkat telp dulu yah,
Kamu jangan main jauh jauh yah, tunggu Disni! Ucapnya.
Okh aunty
Kemudian aunty pergi.
"Gimana kak? tanyanya lagi.
"Hiks hiks... Suara isakan teredengar dari seberang.
"KA..k ke.. kenapa nangis"
"Hiks isakanya semakin menjadi, hiks e.. ellena!
"Ellena kenapa kak? Bayi dan kak elllena selamatkan ?
"Ellena meninggal dan anak aku, dan anak aku yg stunya lahir prematur san,hiks...
"Benar benar duniaku kyak hancur dek,aku gak tahu lagi san aku gak ada semangat untuk hidup sekarang.
"Jangan ngomong gitu ish, semanagat kak kamu kuat aku tahubutu kamu bisa merelakan ya , kakak yang sabar yah, ucap Shan.
"GK san aku benar benar pecundang aku marah sma diriku sendiri karena GK bisa jaga istri aku dan bayi aku dengan baik hikss.
Enggak kak,kamu udah berusaha, takdir itu GK ada yg tahu mungkin itu udh takdir kamu harus iklhlas,sabar dan tabah ya kak.
Iyh San.
Aku kesana sekarang yah?
"Jangan...cegat bram,kumu pulang ajh, ajak Joe pulang dia pasti ngantuk,kmu tunggu ajah di rumah yah, dan jangan kasih tahu Joe tentang hal ini ya!" ucap Bram.
"Okeh deh kak,aku sekarang bawa Joe pulang.
Tiiit mematikan sambungan.
"Joe ayo kita pulang yah kamu pasti capek kan? bujuk shanara.
"Gak mau, aku mau ketemu bunda dan adek bayi, ucap Jovan.
"iyh sayang tunggu 1 Minggu ya soalanya adek bayi GK bisa langsung pulang harus di rawat dulu, jdi untuk sekarang kita pulang dulu yah.lirihnya sembari mencoba menahan air matanya tidak turun,ia mencoba kuat dan mencoba tidak terjadi apa apa di hadapan Jovan.
"Okh aunty...
Kemudian mereka pulang ke apart.
Sementara Bram msih meratapi kesedihannya,
Lantai rumah sakit yang dingin seolah menyedot seluruh sisa kekuatan di kakinya. Ia jatuh terduduk, menyembunyikan wajah di balik kedua telapak tangan yang masih gemetar. Isak tangis yang tadinya tertahan kini pecah menjadi raungan pilu yang memenuhi sudut ruangan sunyi itu.
"Bagaimana aku bisa menatap matanya nanti, Ellena?" bisiknya parau, seolah sang istri sedang berdiri di sampingnya. "Setiap kali aku melihatnya, aku akan melihat alasan kenapa kamu tidak lagi ada di sini."
Ia kembali berdiri dengan sisa tenaga yang ada, melangkah mendekati kaca inkubator. Di dalam sana, bayi kecil bernama Dion itu tampak begitu rapuh. Dadanya naik turun dengan bantuan mesin, berjuang demi napas yang bahkan belum ia mengerti harganya.
Satu sisi hatinya ingin merengkuh tubuh mungil itu, memberikannya kehangatan yang telah hilang dari ibunya. Namun, sisi lain hatinya terasa membeku—terluka oleh kenyataan bahwa hidup sang putra harus dibayar dengan nyawa wanita yang paling ia cintai.
"Kamu adalah napas terakhir ibumu, dion..." gumamnya dengan tatapan kosong. Matanya yang merah kini memancarkan perpaduan antara kasih sayang yang mendalam dan kepedihan yang tak terukur. "Tapi bisakah aku mencintaimu tanpa rasa bersalah?"
Hening kembali menyelimuti. Hanya suara detak jantung dari monitor medis yang mengisi kekosongan itu—tit... tit... tit...—seperti pengingat bahwa waktu terus berjalan, meski dunianya baru saja berhenti.
Ia memutar tubuhnya, meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh lagi. Di balik pintu yang tertutup rapat, ia membiarkan amarah dan duka itu melebur menjadi satu janji yang kelam.
Malam itu, di bawah temaram lampu rumah sakit, seorang ayah telah kehilangan separuh jiwanya, dan seorang anak telah kehilangan dunianya sebelum ia sempat mengenalnya.
Bersambung...
Daftar bab
3 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








