

Di ujung galaksi yang tidak terpetakan, jauh melampaui wilayah yang bahkan belum mampu dijangkau oleh teknologi manusia—bahkan lebih jauh dari Pluto—terdapat sebuah planet yang dikenal dengan nama F21.
Planet ini tidak seperti planet pada umumnya.
Permukaannya gelap, diselimuti oleh struktur logam raksasa yang menjulang seperti hutan besi. Tidak ada lautan biru, tidak ada langit cerah. Atmosfernya dipenuhi partikel energi yang terus bergerak seperti badai tak kasat mata. Cahaya yang ada bukan berasal dari matahari, melainkan dari inti planet itu sendiri—sebuah sumber energi tak dikenal yang berdenyut seperti jantung raksasa.
F21 dihuni oleh makhluk yang tidak bisa disebut “hidup” dalam pengertian biasa.
Mereka adalah kombinasi antara biologi dan mesin. Tubuh mereka berbeda-beda bentuk, ada yang tinggi menjulang dengan anggota tubuh tajam, ada yang kecil namun padat seperti batu, ada pula yang hampir sepenuhnya mekanis. Namun satu hal yang sama dari mereka semua—mata mereka.
Mata yang bersinar dingin.
Tanpa emosi.
Tanpa keraguan.
Mereka tidak memiliki nama. Tidak memiliki identitas pribadi. Tidak ada keluarga, tidak ada hierarki, bahkan tidak ada pemimpin. Setiap individu bergerak sendiri… mengikuti naluri yang tidak diketahui asalnya.
Namun yang paling mengerikan—
meski tanpa pemimpin, mereka terorganisir dengan sempurna.
Seolah-olah ada satu kesadaran tak terlihat yang menghubungkan mereka semua.
—
Beberapa tahun yang lalu, sebuah terobosan besar terjadi di planet itu.
Di pusat F21, terdapat sebuah struktur raksasa berbentuk lingkaran berlapis-lapis, dikenal sebagai Core Genesis—tempat di mana teknologi paling canggih diciptakan.
Di sanalah, mereka mengembangkan sebuah teknologi yang melampaui batas kehidupan itu sendiri.
Teknologi untuk…
menghidupkan kembali makhluk yang telah mati.
Bukan hanya dari planet mereka sendiri.
Tetapi dari planet mana pun di seluruh penjuru galaksi.
—
Prosesnya mengerikan.
Mereka mengirim gelombang pencari ke berbagai planet. Gelombang itu menelusuri sisa-sisa energi kehidupan dari makhluk yang telah mati. Setelah ditemukan, data biologis dan struktur tubuhnya direkonstruksi… lalu dibangun kembali dalam bentuk baru.
Namun mereka tidak sekadar menghidupkan.
Mereka mengubah.
Setiap makhluk yang dibangkitkan dimodifikasi menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih mematikan. Bagian tubuh mereka digantikan dengan teknologi mekanis. Naluri mereka diprogram ulang.
Mereka menjadi sesuatu yang baru.
Cyborg hidup.
Pasukan tanpa rasa takut.
Tanpa rasa sakit.
Tanpa kehendak sendiri.
—
Di salah satu ruang eksperimen, terlihat deretan tubuh yang sedang diproses.
Ada makhluk besar bertaring dengan otot yang diperkuat logam.
Ada sosok ramping dengan struktur tulang bercahaya.
Ada pula makhluk bersisik yang tubuhnya dipenuhi senjata tersembunyi.
Mereka semua diam.
Namun di dalam tubuh mereka…
energi mulai bergerak.
Tanda bahwa “kehidupan” baru sedang dibentuk.
—
Tidak ada sorak kemenangan.
Tidak ada rasa bangga.
Makhluk F21 tidak mengenal emosi.
Namun seluruh planet bergerak lebih cepat dari biasanya.
Lebih aktif.
Lebih sinkron.
Seolah-olah… sesuatu besar sedang dipersiapkan.
—
Di atas permukaan planet, ribuan mesin raksasa mulai menyala bersamaan. Cahaya energi membentuk jaringan yang menyelimuti langit F21.
Data mengalir.
Perhitungan dilakukan.
Target ditentukan.
Tanpa satu pun kata yang diucapkan…
seluruh makhluk di planet itu memahami satu hal yang sama.
Waktu mereka telah tiba.
Dan di antara jutaan bintang yang tersebar di kegelapan…
Satu planet biru kecil mulai menjadi pusat perhatian mereka.
Bumi.
---
Di kedalaman struktur planet F21, tepat di pusat kendali energi yang disebut Core Genesis, seluruh sistem mulai beralih ke mode pengamatan penuh.
Ribuan panel transparan terbuka secara bersamaan, menampilkan satu objek yang sama.
Bumi.
Planet biru itu terlihat kecil dari kejauhan, berputar tenang di antara gelapnya ruang angkasa. Awan putih menyelimuti sebagian permukaannya, lautan luas memantulkan cahaya matahari, dan kehidupan berkembang tanpa menyadari bahwa mereka sedang diawasi.
Namun bagi makhluk F21…
Bumi bukan sekadar planet.
Bumi adalah target.
—
Selama bertahun-tahun, mereka telah memantau planet itu.
Mereka mengumpulkan data:
Struktur atmosfer
Komposisi biologis
Perkembangan teknologi manusia
Bahkan pola emosi dan perilaku spesies dominan di sana
Semua dianalisis tanpa henti.
Kesimpulannya sederhana.
Bumi layak untuk dihancurkan… dan dimanfaatkan.
—
Hari itu berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Sebuah peristiwa kosmik langka terjadi.
Orbit F21 dan Bumi berada dalam satu garis lurus sempurna. Tidak ada gangguan gravitasi besar, tidak ada hambatan energi.
Sejajar.
Momen yang telah mereka tunggu.
—
Tanpa perintah.
Tanpa suara.
Seluruh sistem F21 bergerak secara serempak.
Di permukaan planet, menara-menara raksasa mulai terbuka. Bagian atasnya terbelah, memperlihatkan inti energi berwarna ungu gelap yang berputar dengan kecepatan tinggi.
Energi mulai dikumpulkan.
Lapisan demi lapisan cahaya membentuk bola raksasa di langit F21.
Getaran menyebar ke seluruh planet.
Atmosfer bergetar.
Struktur logam beresonansi.
Namun tidak ada satu pun makhluk yang berhenti.
Mereka tetap diam…
menyaksikan.
—
Di pusat Core Genesis, perhitungan mencapai titik akhir.
Target terkunci.
Lintasan stabil.
Energi maksimal tercapai.
—
Dalam satu detik yang hening…
Energi itu dilepaskan.
—
WUUUUSHHHHHHH!!!
Sebuah gelombang raksasa melesat keluar dari F21.
Bukan cahaya biasa.
Bukan ledakan sederhana.
Gelombang itu adalah kombinasi energi penghancur dan radiasi biologis yang dirancang untuk merusak struktur kehidupan.
Kecepatannya…
melampaui pemahaman manusia.
Seribu tahun cahaya ditempuh dalam waktu yang nyaris tidak bisa diukur.
Dan dalam sekejap…
Gelombang itu mencapai Bumi.
—
Awalnya, tidak ada yang menyadari.
Langit tetap biru.
Angin tetap berhembus.
Namun beberapa detik kemudian…
Perubahan mulai terjadi.
—
Warna langit perlahan memudar.
Biru berubah menjadi abu-abu kusam.
Cahaya matahari terasa redup, seolah tertutup lapisan tak terlihat.
—
Di berbagai belahan dunia, manusia mulai merasa pusing.
Beberapa jatuh ke tanah tanpa sebab.
Hewan-hewan berlari liar, kehilangan arah.
Burung-burung jatuh dari langit… satu per satu.
—
Pohon-pohon yang sebelumnya hijau… mulai layu.
Daun-daun mengering dalam hitungan menit.
Ranting-ranting patah tanpa angin.
Hutan yang hidup… berubah menjadi kematian sunyi.
—
Di atmosfer…
lapisan ozon mulai retak.
Bukan seperti robekan biasa—
melainkan pecah seperti kaca yang dihantam dari dalam.
Celah-celah terbentuk.
Energi asing masuk tanpa hambatan.
—
Gelombang itu terus menyebar.
Menyentuh setiap inci permukaan Bumi.
Lautan bergejolak.
Langit menggelap.
Udara menjadi berat untuk dihirup.
—
Kekacauan pun terjadi.
Manusia mulai lemah dan jatuh.
Sistem komunikasi terganggu.
Pesawat kehilangan kendali.
Tidak ada yang mengerti apa yang terjadi.
Tidak ada yang siap.
—
Dan di atas semua itu…
Bumi perlahan berubah.
Dari planet yang hidup…
menjadi dunia yang sekarat.
—
Jauh di sana, di planet F21…
seluruh makhluk tetap diam.
Tidak ada reaksi.
Tidak ada kepuasan.
Namun jika ada sesuatu yang bisa disebut sebagai “tujuan”…
Maka tujuan itu telah tercapai.
Serangan pertama berhasil.
Dan itu…
baru permulaan.
---
Setelah gelombang perusak diluncurkan dan Bumi mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran, aktivitas di planet F21 tidak berhenti—justru meningkat drastis.
Di seluruh permukaan planet, struktur logam raksasa terbuka satu per satu. Dari dalamnya, muncul armada yang selama ini tersembunyi.
Piring-piring terbang raksasa.
Jumlahnya bukan ratusan…
bukan ribuan…
melainkan lebih dari satu juta unit.
Setiap unit memiliki bentuk berbeda—ada yang pipih sempurna, ada yang berlapis seperti cakram bertingkat, ada pula yang menyerupai prisma berputar. Namun semuanya memiliki satu kesamaan:
Sumber energi inti berwarna ungu gelap yang berdenyut seperti jantung.
—
Di langit F21, armada itu mulai terangkat.
Tanpa suara.
Tanpa getaran.
Mereka melayang secara serempak, membentuk formasi yang begitu rapi seolah-olah dikendalikan oleh satu pikiran.
Padahal… tidak ada pemimpin.
—
Di pusat kendali, lintasan menuju Bumi telah dihitung dengan presisi absolut.
Perkiraan waktu tiba: 1 bulan.
Itu adalah waktu yang dibutuhkan armada untuk menembus jarak antar galaksi dengan teknologi warp yang mereka miliki.
—
Namun yang membuat misi ini berbeda…
bukan hanya jumlah armada.
Melainkan muatan yang mereka bawa.
—
Di dalam salah satu kapal utama, terdapat ruang penyimpanan khusus. Ruangan itu dipenuhi kapsul-kapsul transparan berisi makhluk hidup… atau sesuatu yang menyerupai kehidupan.
Mereka adalah hasil eksperimen terbaik F21.
Dari jutaan yang diciptakan…
hanya lima yang dianggap paling sempurna.
Lima entitas unggulan.
—
1. Geget – Sang Orc Penghancur
Tubuhnya besar, penuh otot yang diperkuat logam hitam. Kulitnya kasar, dipenuhi bekas luka dari masa lalu kehidupannya.
Di tangannya, ia menggenggam sebuah kapak raksasa berbentuk kupu-kupu.
Kapak itu bukan senjata biasa.
Setiap ayunan menghasilkan gelombang energi yang dapat merobek apa pun di sekitarnya.
Gaya bertarung Geget brutal.
Ia berputar…
menebas…
menghancurkan tanpa henti.
Ia adalah legenda dari planet Orc.
Kini… ia adalah mesin pembantaian tanpa jiwa.
—
2. Hordan – Pemanah Elf Abadi
Berbeda dengan Geget, tubuh Hordan ramping dan elegan. Matanya bersinar tajam dengan cahaya hijau.
Di tangannya, sebuah busur energi terbentuk dari cahaya murni.
Anak panahnya tidak terbatas.
Setiap tembakan memiliki efek berbeda:
Mengunci gerakan target
Membakar dari dalam
Bahkan menembus beberapa lapisan sekaligus
Hordan tidak pernah meleset.
Ia tidak perlu mendekat.
Ia membunuh dari kejauhan… dengan presisi sempurna.
—
3. Sono – Cyborg Mutan Kadal
Tubuh Sono adalah perpaduan mengerikan antara daging dan mesin.
Sisanya masih terlihat—kulit bersisik keras—namun sebagian besar tubuhnya telah dimodifikasi.
Di kedua tangannya, terdapat gir berputar yang dapat ia kendalikan seperti senjata hidup.
Gir itu bisa:
Memotong
Menghancurkan
Bahkan berputar mengelilingi tubuhnya sebagai pertahanan
Namun kemampuan paling mematikan Sono…
adalah tembakan energi dari tangannya.
Satu tembakan cukup untuk melubangi baja.
—
4. Jeren – Sang Singa Pemburu
Jeren adalah definisi kecepatan.
Tubuhnya ramping namun penuh kekuatan. Cakar-cakarnya panjang dan tajam, diperkuat dengan logam bercahaya.
Ia tidak menggunakan senjata.
Tubuhnya adalah senjata.
Gerakannya hampir tidak bisa dilihat oleh mata.
Dalam satu detik…
ia bisa mencakar puluhan kali.
Musuhnya bahkan tidak sadar…
bahwa mereka sudah mati.
—
5. Octo – Kurcaci Baja
Yang paling kecil…
namun tidak kalah mengerikan.
Tubuh Octo padat, keras seperti baja. Setiap langkahnya berat, seolah membawa beban raksasa.
Di kedua tangannya, terpasang rantai panjang dengan ujung berbentuk bola logam berduri.
Rantai itu dapat ia kendalikan dengan presisi luar biasa:
Menghantam dari jarak jauh
Menjerat lawan
Menghancurkan pertahanan
Serangan Octo lambat…
namun sekali kena—
tidak ada yang bisa bertahan.
—
Kelima makhluk itu terbaring dalam kapsul masing-masing.
Diam.
Tidak bergerak.
Namun energi di dalam tubuh mereka terus meningkat.
Menunggu saat untuk dilepaskan.
—
Di luar kapal…
armada F21 telah siap.
Satu per satu, cahaya ungu menyala di setiap unit.
Ruang di depan mereka mulai melengkung.
Portal terbuka.
—
Tanpa aba-aba…
seluruh armada bergerak.
Meninggalkan F21…
menuju satu tujuan.
Bumi.
Planet yang kini sudah terluka.
Planet yang tidak lagi siap bertahan.
—
Dan di dalam keheningan ruang angkasa…
perang terbesar dalam sejarah kehidupan…
akan segera dimulai.