
- Jumlah kata
- 208.6K
- Popular
- 3.4K
- Subscribe
- 271
Sinopsis
Kematian Arya membawanya bereinkarnasi ke dunia mistis, Benua Dewata sebagai pewaris tunggal Keluarga bangsawan Mahendra. Di kesempatan ini, Arya bertekad menggunakan ingatan masa lalunya dan kecerdasannya untuk berlatih ilmu kesaktian. Sayangnya, ribuan pasukan elit membantai habis Keluarga Mahendra dan membuat Arya terdampar di lembah beracun terlarang. Kehilangan keluarga untuk kedua kalinya membuat hati Arya membeku, ia mewarisi ilmu hitam Ajian Pemakan Jiwa dan bangkit sebagai pendekar bertopeng yang haus darah. Dalam perjalanannya menuntut balas, sebuah misteri besar terungkap: tragedi kematiannya di Bumi ternyata bukanlah kebetulan, melainkan konspirasi para Dewa Langit yang berusaha menyegel jiwa dewa primordial di dalam dirinya.
Ulasan
1 ulasan
Rhyn15
12/7/26 09:38
Halo izin promosi Thor. Judul : Omnipotent Amidst the Apocalypse Novel ini akan membawa kalian menjelajahi Dunia fantasy, kiamat yang membuat para manusia berubah aneh dan bahkan bermutasi menjadi monster.
BAB 1: Kematian yang Menyedihkan dan Kelahiran Kembali
"Apa yang kamu lakukan? Bukankah katamu kita semua keluarga? Tapi kenapa? Kenapa kamu melakukan ini? Jawab aku ARYA!" Seorang pria yang diikuti oleh puluhan orang di belakangnya menatap sosok pria muda penuh luka dan darah di tepi tebing. Pria itu tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum menatap orang-orang yang mengejarnya dengan tatapan kosong.
"ARYA! Kembalilah, mungkin hukumanmu akan berkurang jika kamu mengakui kesalahanmu. Jangan membuat masalah lagi untuk keluarga, kembalilah!" Teriak yang lain dengan tubuhnya gemetar menatap sosok berantakan tersebut.
"AH! Hujannya bukankah terlalu deras? Petirnya juga membuatku tidak dapat mendengar yang kalian katakan!" Pria penuh luka itu tersenyum menatap orang-orang yang juga keluarga baginya dulu. Semua terjadi padanya, dan dia tidak pernah menyesal melakukan itu semua kepada mereka.
"Karena kamu tidak mau kembali maka jangan salahkan kami. Tangkap dia, jika melawan bunuh!" Teriak pria yang memimpin, langsung maju ke arah pria muda dengan tubuh penuh darah itu.
"Iya!"
"Ha, pada akhirnya aku sendiri lagi kah?"
"Arya, apa kamu sudah menyelesaikan tugas kemarin?" Tanya seorang pria berjas dan memakai dasi. Sosok pria itu memiliki tinggi seratus lima puluh sentimeter dengan bentuk badan yang lumayan gemuk.
"Iya, sudah pak!" Sahut seorang pria yang terlihat berumur kurang dari tiga puluh tahun. Pria gemuk yang tadi bertanya merasa puas dengan kinerja dari Arya, dia membiarkan pria muda itu pulang duluan setelah merapikan mejanya.
Dan, dia juga memberi kabar gembira kalau Arya akan mendapatkan hadiah besok saat presiden direktur datang. Dengan kinerja sangat baik Arya, banyak yang merasa kalau pria tersebut cocok diberikan jabatan baru. Mendengar kalau dirinya mungkin akan mendapatkan jabatan baru, Arya sangat gembira. Ia bergegas menyelesaikan semua tugasnya. Setelah beres, Arya segera pulang sambil melihat nomor-nomor di handphone sebelum ia mengklik salah satu nomor di sana untuk dipanggil.
"Ah! Kenapa aku perlu menelponnya? Bukankah akan bagus jika aku memberi dia kejutan?" Segera setelah berpikir seperti itu, ia menekan tombol cancel di hp-nya. Ia menaiki taksi dan turun di sebuah jalan menuju apartemen miliknya. Melihat ke arah apartemen, entah kenapa hatinya terasa bahagia.
"Oh! Sayang, apa kamu benar-benar akan menikahi ku?"
Tapi sebelum Arya melangkah masuk ke gerbang, suara wanita yang dikenalinya menghentikan langkah kakinya. Ia menoleh, melihat ke arah satu mobil mewah tidak jauh dari gerbang ia berdiri. Wanita yang saat ini sedang merangkul seorang pria dengan wajah berjarak sangat dekat membuat hati Arya mendidih. Apalagi saat ia mendengar semua pembicaraan keduanya, yang menyebut kalau ia tidak layak untuk wanita tersebut. Dengan amarah yang memuncak, Arya mendatangi mereka dan tanpa sepatah katapun memukul wajah pria tersebut hingga berdarah.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya wanita itu menatap Arya dengan marah, jelas dia tidak suka dengan sikap Arya yang main pukul itu.
"Aku yang bertanya, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Arya balik kepada si wanita.
Wanita itu dengan kasar mendorong Arya lalu dia bergerak menolong pria berjas hitam itu berdiri. Dengan wajah menahan amarah, dia menunjuk Arya dan mengancam akan membuatnya menderita. Lalu pergi memasuki mobil, wanita yang melihat si pria pergi juga beranjak pergi meninggalkan Arya yang tampak bingung dan masih mencerna semua yang terjadi.
Malam itu adalah awal dari bencana kehidupan pertama Arya. Pada keesokan harinya, wanita yang telah menemaninya selama lebih dari enam tahun pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun kepadanya. Lalu, di kantor ia tiba-tiba dipecat langsung oleh anak pemilik perusahan yang dipukulnya tadi malam. Anak itu setelah tahu Arya bekerja di perusahaan milik ayahnya segera melakukan pembalasan. Tidak sampai di sana, awal buruk hidup Arya berlanjut hingga ia kehilangan semuanya. Ternyata anak pemilik perusahaan itu pun memblokir nama Arya sehingga ia tidak dapat bekerja di perusahaan manapun di negaranya sendiri.
"Apa salahku? Kenapa hidupku seperti ini? Semenjak kecil aku hidup terombang-ambing, aku bekerja keras di saat semua anak bisa tertawa dan bahagia bersama orangtua mereka. Sekarang, setelah aku bekerja begitu keras dan hampir mencapai titik kesuksesan, kamu mengambil semua ini? Jika ada dewa di dunia ini, kenapa bertindak tidak adil kepadaku? Kenapa?" Tanya Arya yang duduk di sebuah taman di malam hari. Menatap langit malam, air matanya tidak pernah berhenti menetes.
Dari lahir ia tidak tahu siapa orangtuanya, dari mana asalnya, dan untuk apa ia lahir ke dunia yang kejam ini. Dirawat dalam panti asuhan kecil dan bekerja keras sehingga selalu mendapatkan beasiswa sampai tamat perguruan tinggi. Tapi hasilnya benar-benar tidak sesuai dengan kerja keras yang ia lakukan selama ini. Dan di saat itu, tiga sosok pria berbadan kekar mendekati Arya yang berada di taman sendirian.
"Hei, kamu Arya bukan?" Tanya salah satu pria kepada Arya.
"Iya, ada apa...?"
DOOOORRRRRR.
Sebelum Arya tahu apa yang terjadi, bunyi letusan pistol terdengar memekakkan telinganya. Saat ia melihat ke bawah, dadanya sudah bersimbah darah. Rasa sakit yang luar biasa kuat membuat ia tidak dapat menahannya. Tapi anehnya, tubuh Arya tidak bergerak sesuai dengan rasa sakit itu. Ia jatuh ke tanah dengan mata yang masih terbuka, dan saat itu salah satu pria mengeluarkan karung. Memasukkannya ke karung, lalu bergegas pergi dari taman tersebut.
"Bagaimana? Apa kalian berhasil?" Tanya suara yang dikenal oleh Arya.
"Berhasil! Kalau begitu kami buang saja ke laut tubuhnya, apa anda tidak keberatan Tuan Muda?" Pria berbadan kekar itu menjawab dengan santai.
"HM? Berbahaya tidak? Apa tidak ada yang akan mencarinya?" Tanya tuan muda itu balik pada pria berbadan kekar tersebut.
"Tidak apa sayang, lakukan sesuka kalian. Dia anak yang bahkan tidak punya keluarga, jadi hilang pun aku yakin tidak akan ada yang akan mencarinya! Hanya sampah, siapa yang peduli?" Balas suara wanita yang membuat hati Arya semakin hancur. Barulah ia sadar kalau yang ingin membunuhnya adalah mantan kekasihnya dan tuan muda yang ia pukul dulu.
"Hahaha, kamu benar! Pria sampah tanpa kekuatan seperti ini mana ada yang peduli, bagus! Lakukan saja seperti yang dikatakan calon istriku ini!"
Ah! Apa mereka tidak puas setelah melakukan semuanya padaku? Kenapa? Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini? Ucap Arya dalam hati, berakhir di sana dengan matanya yang tidak lagi dapat terbuka, hanya dapat mendengar suara tawa penuh hinaan dari orang-orang yang telah membunuhnya.
"Dimana ini? Apa ini neraka? Atau surga? Aku benar-benar mati?" Tanya Arya yang kebingungan. Ia tidak dapat melihat apapun di sekitarnya, terlebih tubuhnya tidak dapat digerakkan.
"Ah! Tampaknya aku benar-benar mati. Begitukah akhir hidupku? Ugh?" Arya yang tidak dapat melihat apapun merasakan ada yang menyentuhnya. Ia tidak tahu asal dari tangan yang menyentuhnya itu, tapi ada kehangatan yang tidak dapat dijelaskan dari sentuhan tersebut.
"Hangat! Ah, kenapa hatiku terasa damai? Apa ini yang dinamakan kedamaian setelah kematian?" Pikir Arya, masih tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.
Di sela-sela Arya masih berpikir apakah ia benar-benar masuk neraka atau surga, di sisi lain sepasang suami istri sedang terlihat tersenyum bahagia. Sang suami tampak menyentuh perut si istri dan menempelkan telinganya ke perut besar itu agar dapat mendengar suara dari dalam. Beberapa saat kemudian sang suami tersenyum bahagia, dia dapat mendengar dengan jelas gerakan dari dalam perut sang istri.
"Sayang, sepertinya dia bergerak? Hehehe, apakah anakku tidak sabar untuk melihat dunia kita?" Tanya sang suami kepada istri sambil sedikit bercanda.
"Tentu saja, setelah anak kita lahir nanti, berikan kehidupan yang penuh kebahagiaan untuknya!" Balas sang istri dengan senyuman penuh penantian akan kelahiran anaknya.
Entah sudah berapa lama, Arya berhasil membuka mata dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah sosok pria paruh baya. Wajah pria itu gagah, pakaiannya terlihat seperti jubah bangsawan zaman kerajaan kuno. Di sisi tempat tidur ada sosok wanita cantik yang tampak kelelahan. Arya sadar kalau ternyata dirinya baru saja bereinkarnasi dan terlahir kembali di dunia yang sama sekali baru.
"Lihat.. Ratna, anak kita sungguh tampan! Wajahnya mirip denganmu dan bola matanya berwarna hitam tajam sepertiku!" Ucap pria paruh baya itu, memperlihatkan Arya yang baru saja lahir kepada wanita di kasur.
Wanita itu melihat bayi kecilnya, merasa hatinya sangat hangat. Sudah berapa lama dia menunggu hari ini? Saat ini adalah kebahagiaan yang sebenarnya bagi seorang ibu. Wanita itu mengelus Arya yang tampak diam lalu menangis dengan sendirinya. Saat itulah si pria paruh baya terpaksa memberikan anaknya kepada sang istri untuk disusui.
Apa yang terjadi? Kenapa aku malah...! Ahhh! Ini sungguh memalukan! Ucap Arya dalam hatinya saat menyadari kalau ia sedang menyusu di dada seorang wanita.
"Kanda, kamu ingin memberikan nama siapa untuk anak kita?" Tanya wanita yang dipanggil Ratna itu.
"Yah... Tentu saja seperti janjiku dulu padamu, jika anak kita laki-laki maka akan kuberi nama Arya. Arya Mahendra, nama yang gagah bukan?" Jawab ayah baru Arya sambil tersenyum bangga melihat wajah anaknya itu.
"Arya? Anakku sayang, selamat datang di keluarga barumu. Semoga kamu menjadi anak yang paling bahagia di dunia ini!" Sang ibu dengan senyuman mengelus bayi kecilnya itu.
Tanpa disadari dibalik kebahagian keluarga Mahendra itu, ada sosok yang mengamati dari jauh dan merasa terancam dengan kehadiran pewaris baru itu.
Daftar bab
140 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
140 bab








