
Berjalan diatas Bayanganmu
rossy|Bersambung
- Jumlah kata
- 1.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
- Jumlah kata
- 1.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Adit adalah seorang laki-laki yang sudah cukup usia dan dituntut segera menikah oleh keluarga nya, memutuskan untuk menikahi teman sekolah nya dulu. Orang yang tidak pernah ia cintai dan bahkan orang yang ia benci. Saat ia Melangsungkan pernikahan dan malam pertama nya ia teringat saat ia terpaksa memintanya untuk menjadikan nya ia istrinya. Saat mereka bertemu di salah satu apotek, wanita itu dengan penampilan yang seadanya, rambut acak2an bekas helm. saat perkenalan itu mereka sering bertemu karena kebetulan ia bekerja sebagai foto grafer didaerah tempat wanita itu bekerja. Lama-lama setelah mereka sering bertemu. mereka saling berinteraksi dan saling mengirimkan pesan lewat watsh app. Setelah beberapa bulan pernikahan muncullah bayang- bayang wanita yang semasa sekolah amat ia cintai. sampai saat ini alasan ia tidak memiliki pasangan. ternyata Adit mengetahui bahwa perempuan yang selama ini selalu membayanginnya adah perempuan yangg sudah menikah dan punya 2 orang anak. ia mencoba mendekati wanita pujaanya. Lama kelamaan Adit dan pujaanya terbiasa berbagi cerita dan berbagi rasa tanpa memikirkan perasaan istrinya yang belum pernah Adit jamah sekalipun semenjak pernikahan itu
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
pertemuan pertama
Adit sudah cukup usia untuk menikah. Orangtuanya selalu mendesaknya setiap saat, rasanya tak ada ruang untuknya memikirkan hal lain selain pernikahan. Ia hanya bisa memikirkan pekerjaan dan kapan menikah. Sampai ia melupakan kesehatannya.
Suatu hari saat ia merasa kurang enak badan, ia pergi ke apotek untuk membeli obat sakit kepala, saat ia buru2 membayar dan bergegas meninggalkan apotek. Ia menabrak seorang wanita. Brak... "Aduh maaf ya, ujar Adit sambil memandang wanita tinggi kurus dihadapannya. Adit memperhatikan sosok wanita dihadapannya. Baju sederhananya, rambut acak2an. Sekilas anak tak asing dengan wajahnya wanita ini.
" Gak apa- apa mas jawab wanita ini"ia pun melihat wajah Adit. Mereka saling menatap cukup lama. Wanita itu mulai membuka pembicaraan. "Ini Adit ya kan yang dulu sekolah di SMA perjuangan".
" Eh iya... Kamu siapa ya lupa aku".jawab Adit sambil tetap melihat wajahnya sambil mengingat lagi. "Kita pernah satu kelas loh pas kelas 2 SMA ,namaku Rina ingat g" Kata rina.
"Oh.iya, agak ingat sih" Jawabku simpel sambil bergumam dalam hati, siapa sih sok kenal males deh. "Aku pergi dulu ya" jawab Adit undur diri. "Oh iya Oke dit" Kata rina. Mereka pun berpisah.
Seminggu pun berlalu, saat Adit iseng membuka handphone dan melihat dilayar handphone nya 131 pesan grup sekolah yang tak pernah ia baca, Adit membukanya dan mulai membaca. Saat ia membaca pesan itu ia melihat rina sedang mengobral dengan temannya di wa. Temannya menanyakan dimana ia bekerja dan rina menjawab bahwa saat ini ia sedang bekerja sebagai seorang kasir di supermarket di salah satu kotanya. Adit mulai mengingat rina waktu sekolah dulu. "Oh.. Kayaknya rina ini dikalas 2B oh kalau g salah dia sekelas sama manda" Ujarku. Orang yang tak pernah bisa Adit lupakan. Pertemuan pertama dan hari-harinya bersama manda sulit ia lupakan sampai saat ini.
Suatu ketika saat Adit diajak temannya ke supermarket untuk membahas kerjaan yang berlokasi disana, ia bertemu dengan rina. Adit pura-pura tidak melihat rina, karena ia malas untuk berbincang dengan rina. Tapi, rina pun melihat Adit dan menyapanya. "Hai dit, ngapain kamu... "
"Ini lagi sama teman kebetulan ada kerjaan juga disini. Kamu kerja disini" Tanyaku.
"Iya dit... " Jawab rina sembari melayani pelanggannya. "Ayo ya rin duluan" Adit berpamitan.
"Iya ayo jawab rina".
Adit meninggalkan rina dan duduk diluar dengan temannya membahas tentang pekerjaan. Tak terasa sampai sore hari Adit baru selesai membahas pekerjaannya bersama temannya. Ia mulai mengambil motornya dan bersiap untuk pergi. Tiba-tiba ia melihat rina sedang menunggu bus. Adit melanjutkan perjalanannya, belum jauh motornya melaju ia kepikiran rina jika ia tak menemukan bus pasti pulangnya ke makam. Ia pun kembali ke tempat rina yang sedang menunggu bus. "Ayo rin, kalau mau bareng kebetulan kita kan searah".
Rina sambil berpikir" Iya deh"sambil menaiki motor Adit. "Kok kamu g naik motor aja rina, disini kan sulit kalau nyari bus" Kata Adit. "Biasanya sih aku naek motor, kebetulan motorku rusak masih di servis".tak terasa sambil ngobrol sampailah rina dirumahnya. " Makasih... Ya dit"ujar rina. "Oke... " Jawab Adit dengan cuek dan meninggalkan rina.
Sampai di rumah Adit menerima pesan dan aditpun membacanya ternyata pesan dan rina yang menyakan apa Adit sudah sampai atau belum. Adit hanya membaca dan tak membalasnya. Setelah Adit selesai beres-beres Adit pun siap-siap untuk makan malam bersama keluarga. Adit termenung memikir kan pekerjaan yang menumpuk dan harus mulai dari mana. Saat ia bingung dan pusing memikirkan pekerjaannya tiba-tiba ibu Adit menanyakan lagi soal pernikahannya. "Kamu kapan mau nikah, umur kamu tu sudah berapa. Saudara yang lain tu sudah punya pasangan semua kamu masih gini-gini aja"
"Nunggu jodoh" Jawab Adit. "kalau laki-laki itu nyari, bukan nunggu. Mau nunggu ibu sampai mati apa kamu! Ujar ibu.
Adit malas mendengar kata-kata itu setiap hari, ia meninggalkan ibu, ayah dan adiknya di meja makan.
Keesokan harinya saat ia berangkat mau bekerja janjian dengan temannya di supermarket kemarin ia melewati rumah rina dan bertemu dengan nya sedang menunggu bus. Adit berhenti dihadapan rina. "Ayo bareng.. Aku juga mau kesana " Pintaku. "Oh iya kalau g ngerepotin" Sembari menaiki motornya. Aku mengegas motor ku bergegas menuju supermarket tempat rina bekerja. Sesampainya disana Rico temanku sdh menungguku disana. Rina turun dari motor ku"makasih ya maaf kalau ngerepotin "ujarnya." Oh... Oke santai aja"jawabku.
Setelah memarkirkan motorku, aku bergegas menuju Rico yang sedari tadi menungguku.
"Eh.. Bro sorry telat"
"Santai aja bro... Eh, tadi ma siapa bro. Gebetan ya bro"
"Bukan kok tu teman sekolah ku dulu kebetulan ketemu tadi pas searah jadi sekalian deh" Wajahku memerah.
"Kok malu gt sih bro... Lagian kalaupun gebetan emg kenapa. Kamu kan jomblo dia juga jomblo kan. Kenapa gak gassss aja dah bro"
"Entahlah punya pacar apa enggak bukan urusanku juga bro. Lagian bukan tipeku. Dah lah gak usah bahas dia. Yok kerja... "
Aku membahas kerjaanku tapi sambil melihat rina sedang melayani pembelinya. Setelah kupikir-pikir gak ada salahnya juga memulai kisah yang baru bersama orang yang kukenal. Meskipun aku tak pernah menyukainya tapi kalau aku ceritakan masalahku mungkin rina akan mengerti keadaan ku. Masalahpun akan berkurang.
Setelah kerjaan ku selesai aku sengaja menunggu rina pulang kerja. Aku menunggunya diatas motorku. Rina pun keluar dari supermarket, aku menghampirinya. "Mau bareng" tanyaku
"Ehmm.. Boleh kalau g ngerepotin"
"Gak ngerepotin kok... Aku emang sengaja nunggu kamu pulang kerja, soalnya ada yang mau aku omongin"
"Ada apa kok kayak serius banget" Kataku sambil tersenyum
"Besok kamu ada acara gak rencana aku mau ngajak keluar nih, kan besok kebetulan aku libur".
" Aku juga libur sih... Oke deh kalau gitu. "Sampai di rumah rina ia pun turun dari atas motor Adit dan mempersilahkan Adit mampir namun Adit menolak. Aditpun melajukan motornya menuju rumahnya.
Keesokan harinya Adit menjemput rina dirumahnya. Adit dan rina pun jalan-jalan ke pantai dengan motornya. Sesampainya di pantai Adit mulai mengutarakan keinginannya. "Rin, sebenarnya aku mau ngomong. Mau gak sih kamu jadi pacarku. Tapi sebenarnya aku mau langsung menikah karena orangtuaku pengen banget aku segera menikah. Tapi aku tahu ini terlalu terburu-buru buat kamu".
" Sebenarnya aku juga sama sih kayak kamu... Orang tuaku juga sering tanya gitu. Tapi gmn ya belum ketemu jodoh. kalau kamu serius kamu kerumah aku aja, silahkan ngobrol sama orang tua ku".
"Maksudnya.. Kamu setuju kalau kita bersama? Jadi pacar atau kita menikah."
"Aku terserah kamu aja... Mau jadikan aku apa" Jawabnya sambil malu-malu.
"Oke deh minggu depan aku akan menemui orangtuamu".
Sampai dirumah masing-masing, adit dan rina menyampaikan keinginannya kepada kedua orangtua nya masing. Betapa bahagianya kedua orangtua mereka. Akhirnya setelah penantian sekian lama anaknya juga membuka hati. Seminggu kemudian aditpun menemui orangtua rina untuk membicarakan keinginannya. Orangtua rina dengan senang hati menerima permintaan Adit untuk melamar rina dan berjanji bulan depan Adit akan membawa kedua orangtua nya untuk menemui orangtua rina.
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








