
- Jumlah kata
- 1.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Hidup nya berubah sejak menemukan jam dan dia harus menjaga 3 dunia,apakah dia bisa? apakah dia mampu? atau.... dunia telah memilih orang yang salah
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Awal
"bib... bib... bib..." perlahan arka membuka dan menatap layar ponsel nya
"Jam berapa sih?" Gumam arka dengan mata yang masih memgatuk
"Oh jam 7... J-jam 7!?"
Mata Arka yang sebelum nya tak terbuka lebar sekarang sudah terbuka dengan lebar
Dengan gerakan cepat Arka segera bergegas mandi dan bersiap sekolah
(Jam 07:23)
"Duk Duk Duk"
suara langkah kaki nya saat menuruni tangga dengan cepat, tapi sebelum ia keluar pintu terdengar sesuatu suara yang familiar tapi mengerikan untuk diri nya
"Telat lagi?" Suara seseorang dari dapur dan teryata itu suara ibu Arka
"Nanti malam ada hadiah dari ibu~" kata nya lembut tapi ia tahu itu tanda bahaya
Arka berlari menuju sekolah tanpa memperdulikan apa pun di sekitarnya.
Namun saat tiba di depan gerbang sekolah, semuanya sudah terlambat
"Duk Duk Duk" suara langkah yang tergesa-gesa mendekati gerbang
"Pak ayolah sekali aja~ bapak tahu kan Arka baru telat sekali~" kata arka dengan nada lembut dan sedikit senyum palsu
"Hmm... sekali ya, hari selasa kau datang jam 8 dan hari senin nya kau telat datang upacara jadi tak bisa" kata satpam sambil tersenyum puas pada arka
Perlahan ia menjauh dari gerbang sekolah dan duduk di dekat situ dengan tatapan kesal
"Telat lagi.... kalau ibu tahu pasti handphone ku di sita"
Arka menghela napas panjang
Membayangkan wajah ibunya saja sudah membuatnya pusing
Beberapa waktu yang membosankan berlalu dan akhirnya gerbang di buka dan Arka bergegas masuk ke dalam. Tapi saat ia berjalan cepat menuju kelas ada tangan yang memegang lengan baju nya
"Ehem... kamu jagoan ya? Datang telat terus main masuk aja~" suara nya lembut tapi penuh sarkas
"Kamu di hukum!" Katanya tegas dan singkat
"Ha!? K-kamu teloport!?"
"Elly kali ini saja bebas kan aku~" ucap nya sambil sedikit tersenyum berharap hati wanita menyebalkan ini lulug sedikit
Namanya Elly.
Wanita menyebalkan yang juga merupakan ketua osis sekolah.
Sialnya lagi, mereka sudah saling mengenal sejak kecil.
Elly pintar, rajin, dan memiliki reputasi yang hampir sempurna.
Sangat berbeda dengan Arka.
Elly hanya menata heran wajah konyol Arka dan tanpa peduli dia menyeret Arka ke tengah lapangan dengan langkah cepat
"T-tunggu dulu! Kenapa harus aku yang di hukum terus!?"
"Hmm? Kenapa ya~" gumam nya sarkas"
"Karena kamu telat jam pelajaran pertama!"
Arka hanya bisa diam tak bisa melakukan apapun. Ia berdiri di tengah lapangan dengan matahari yang semakin terik
Tapi Ia masih kesal dengan wajah Elly yang melengang pergi dengan wajah bangga tapi menyebalkan bagi Arka
Menit terus berlalu dan terik matahari menambah berat hukuman nya. Tapi tiba² ada suara dari belakang dan Arka sudah tahu itu suara siapa
"Jagoan di hukum lagi sama elly~ kalau kamu suka dia bilang aja kek" kata nya sambil tersenyum bodoh seperti biasanya
"S-siapa yang suka gadis aneh itu!?"
"Santai aja kali, cuma bercanda lagian kau cuma suka karakter game~" ucapan nya sambil memberikan arka se botol minuman
"Semangat~" katanya sambil tersenyum kecil
Akhir nya hanzz tetap sendirian di tengah lapangan
Waktu sudah menunjukkan pukul 17:39 mereka sekarang berjalan bersama untuk keluar gerbang sekolah dan pulang istirahat setelah hari yang melelahkan
"Eh kamu tahu gak sih? Katanya di gudang sekolah ada pusaka ajaib~" celetuk tiba-tiba dari hanzz
"Pusaka? Jaman udah modern gak usah percaya kayak gitu. Kuno"
"Kuno? Kamu aja masih takut hantu~" ucap nya dengan santai
Arka hanya tersenyum mendengar kalimat sarkas Hanzz
Saat berjalan pulang ke rumah nya
Arka melihat jam tangan nya sambil sedikit tersenyum mungkin karena Elly?
Entahlah Arka juga tidak tahu pasti
Hari gelap dengan lampu jalan yang mulai menyala dan Arka menghela nafas sebentar
Ia ingat kata ibu nya yang lembut tapi penuh bahaya saat berangkat sekolah tadi pagi
perlahan tangan nya membuka pintu seperti ini adalah pilihan terakhir nya
Perlahan pintu terbuka dan ada sesuatu yang meyeramkan tapi lembut juga yaitu ibu nya
"Anak mamah udah pulang~" katanya manis penuh maksud tersembunyi
"Ngomong-ngomong ibu dapat surat dari teman wanita mu.. dan isinya... hmm"
Perlahan ibu membuka surat itu dengan gerakan lembut sambil menatap Arka tajam
Ibu mengambil nafas panjang lalu perlahan membaca isi surat itu dengan jelas dan keras
"DARI PIHAK SEKOLAH MURID BERNAMA ARKA TELAH TELAT kE SEKOLAH BEBERAPA KALI DAN...." mata nya menatap arka tajam
"Kurasa anak ibu sudah pintar jadi... tau apa yang akan terjadi"
Tiba-tiba dengan gerakan cepat tak di sangka oleh Arka
Tangan nya mengambil tas sekolah arka begitupula dengan handphone arka
"Kau tak boleh main game selama 2 minggu"
"T-tapi ibu...." sambil melihat ayah nya duduk di dapur dengan tenang
"ayah saja tak marah.." gumam nya penuh putus asa
"Ayah mu sama bodoh nya dengan mu" katanya datar tapi sangat menusuk dan Arka tak bisa membantah itu
Ibu pergi dari sana dengan membawa tas dan handphone Arka lalu ruangan kembali menjadi sunyi kembali seperti tak terjadi apapun
Ia perlahan berjalan ke arah pintu dengan wajah yang agak kesal
Matanya melihat ke arah langit kamar nya sambil memikirkan sesuatu
"Pusaka? Mungkin aku akan kesana"
"Hmm...? Tapi aku benar-benar benci dengan Elly"
Tangan nya mengambil selimut perlahan lalu menutup mata
"Kuharap dia tak sekolah dia sana" gumam terakhir Arka sebelum tertidur
Pagi hari yang cerah dan Arka pagi hari ini dia masuk sekolah tepat waktu bukan karena dia rajin tapi tak ada yang bisa di lakukan
Kaki arka Perlahan melangkah masuk dengan santai sambil menatap sekeliling sekolah dengan bosan
"Pluk" ada tangan yang memegang tangan arka dan hanya satu yang bisa melakukan itu
Ia hanya berpaling melirik Hanzz dengan wajah datar
"Tumben gak telat" suara hanzz sambil menghampiri arka
"Lagi pengen aja"
Hanzz menatap curiga "hmm? ..... oh handphone di sita oleh ibu mu! Aduduh... anak mamah kena marah~" sambil tertawa kecil
"Hanzz diamlah aku masih punya ibu dan kau tak punya lebih baik diam"
Hanzz menatap heran "bercanda nya gak seru kayak cew-..."
Mata Hanzz tiba-tiba teralih oleh Elly pastinya karena paras dan reputasi Elly yang baik
"eh itu elly. Kau tahu hanzz katanya dia mau bikin ruangan baru di gudang lama kita"
Arka hanya mengakat alis "kau bilang katanya ada pusaka kuno di gudang itu kan"
"Hmm ya itu ada"
"Bagaimana kalau nanti sore kita meyelinap kesana cari benda itu"
Hanzz terseyum sedikit lalu mengaguk setuju
Langit sudah berwarna jingga dan ini waktunya yang tepat untuk melakukan hal aneh yang mereka ber dua usul kan
Di lorong yang mulai sepi kaki kecil yang indah berjalan sendirian di antara kelas kosong
Dan itu Elly masih belum pulang karena ada urusan osis yang merepotkan
"Pulang sore lagi~" kata Elly dengan wajah sedikit lelah
"Lain kali aku pengen jadi cewek biasa"
Elly perlahan melangkah keluar sekolah tapi perhatian ter alih oleh Hanzz dan Arka yang meyelinap ke gudang lama
Ia berjalan santai menghampiri mereka seolah dia adalah penguasa di sekolah ini
Saat Arka dan Hanzz perlahan menyelinap Elly menepuk pundak mereka dengan tatapan sinis
"Ehemm.... aku harap kalian tak jadi monyet nakal~"
"K-kami tidak... t-tidak... B-baiklah kami mau masuk ke dalam..." kata Arka dengan wajah yang datar karena sudah ketahuan
Di sisi lain Hanzz perlahan pergi dari sana karena tak mau kena masalah
Perlahan dia berbalik dan melangkah pergi tapi tangan Arka menahan Hanzz
"Aku tak mau kena masalah sendirian"
"Kau sendiri yang punya ide bodoh ini" katanya sarkas
"Tenang lah... kalian berdua benar-benar seperti monyet" sambil sedikit tertawa
Elly menatap heran ke arah dua orang itu
"Lagi pula kenapa kalian datang kesini? Hmm?" Tanya nya penuh curiga dan penuh tanda tanya
"Kami mau cari pusaka" jawab mereka bersama
"P-pusaka?" Elly tertawa kecil
"kalian bodoh ya?"
Di tengah tawa Elly yang penuh ejekan untuk 2 sahabat ini ada suara aneh di dalam gudang
"Brak... brak..." Elly yang tadi tertawa langsung memegang tangan Arka, jari-jarinya semakin erat mencekram tangan Arka
"KALIAN COBA JAHILIN AKU YA!? MANA SPEKER ya!?" Elly penuh amarah tapi tetap memegang tangan Arka dengan erat
"Tidak" jawab Hanzz dengan wajah datar menatap mereka berdua
"Lebih baik kita cek? Bagaimana" katanya dengan serius sambil berusaha melepaskan tangan Elly yang terlalu erat
Sore hari yang harus mereka pulang dan berbaring di ranjang mereka memilih mencari misteri
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








