
When The Archaic Calls, Aeon Stirs
Yvaine56|Bersambung
- Jumlah kata
- 126.1K
- Popular
- 969
- Subscribe
- 79
- Jumlah kata
- 126.1K
- Popular
- 969
- Subscribe
- 79
Sinopsis
Di tengah ambisi fantasi dunia yang kini dikendalikan oleh hukum baru, Henry Arkananta memilih menyembunyikan kemampuannya demi mengejar kehidupan normal. Namun, impian tenang itu hancur saat ia terseret arus takdir yang menolak untuk berkompromi. Invasi monster mendadak pecah, memaksa umat manusia untuk bertahan hidup dengan brutal. Ironisnya, dari setiap jalan yang ia pilih, Henry justru merasa langkahnya semakin menjauh dari tujuan awal.Kini, di tengah kepungan bencana yang terus mengintai di mana pun ia berada, sebuah pertanyaan besar mulai menghantui: Apakah Henry bisa merebut kembali masa depannya, atau ia akan sepenuhnya kehilangan dirinya yang dulu?
Ulasan
3 ulasan
Raja Iblis
18/8/26 14:46
novel ini ku nobatkan sebagai novel favorit raja iblis, dengan sedikit harapan bisa menyusup ke dalam cerita
Nightingale
3/8/26 14:44
kayaknya menarik nih. ijin meninggalkan jejak, kak Author... semoga karyanya lancar dan nggak hiatus
Prologue
Di dunia ini, meski hanya orang yang terlibat yang tahu, jenis manusia dibedakan berdasarkan persentase jumlah energi spiritual yang dimiliki setiap individu, untuk manusia biasa jumlah energi spiritual yang dimiliki cukup sedikit dan mendekati tidak ada. Mereka yang memiliki persentase jumlah energi spiritual lebih tinggi dari manusia biasa dikelompokkan dalam peringkat persentase jumlah energi spiritual.
Peringkat tersebut dimulai dari Indigo > Silver > Gold > Crystal > Rainbow > Rainbow Name. mayoritas mengenal peringkat Indigo, pengetahuan yang hampir umum diketahui tentang manusia dengan Indera yang lebih sensitif, yang tidak banyak orang ketahui adalah semua itu hanya permukaan dari jangkar luas yang mencangkup energi spiritual.
Faktanya kerap kali beberapa manusia biasa dapat merasakan ‘sesuatu’ begitu saja, karena mereka juga memiliki energi spiritual meski hanya sedikit, dan tidak semua Indigo ini berkaitan dengan ‘melihat sesuatu yang tak seharusnya’, itu hanya sebagian kecil dari aneka ragam manifestasi energi spiritual yang menjadikan manusia lebih sensitif pada lingkungan. Melihat dan berkomunikasi dengan makhluk dunia lain adalah salah satu dari jenis manifestasi, dan tidak semua diberkati hal tersebut. Beberapa diberkati dengan sensitivitas tinggi namun tak sampai pada penglihatan, ada pula yang hanya bisa melihat masa lalu, masa depan, dan ragam lainnya, pada intinya mereka hanya diberikan satu berkat kemampuan dari energi spiritual itu.
Jarak rentang antara peringkat berdasarkan energi spiritual ini, kalau disederhanakan dalam pemahaman awam, adalah peringkat beberapa golongan. Meski begitu perbedaan kekuatan jelas terlihat dalam hirarki peringkat ini, Indigo memang merupakan salah satu yang paling umum diketahui dan sebagian besar pemilik peringkat tinggi memilih untuk hidup normal seperti manusia biasa.
Ada beberapa kasus dimana mereka bisa memanifestasikan energi spiritual ke dunia nyata dan terlihat oleh mata telanjang, biasanya hal ini mudah terjadi pada peringkat Gold ke atas, manifestasi itu bisa dalam bentuk pengendalian satu elemen alam misalnya air, tergantung pada peringkat seseorang, pemahaman yang dimiliki, pengendalian mereka terhadap manifestasi itu pun beragam. Kalau dalam istilah video game, energi spiritual bisa diibaratkan Mana Point, dan jumlah yang dapat digunakan setiap individu sebelum kelelahan tergantung pada jumlah Mana yang dimiliki. Semakin kuat manifestasi yang dikeluarkan, semakin besar pula energi spiritual yang dibutuhkan. Tapi, semakin tinggi peringkatnya, pengeluaran energi spiritual semakin berkurang, sehingga hirarki ini terlihat sangat jelas untuk masing-masing individu. Manifestasi energi spiritual inilah yang sering disebut Kinesis.
Lalu…
Pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020, sebuah kejadian yang menggegerkan jagat maya terjadi, keberadaan mengenai pengendali kinesis tiba-tiba saja diketahui, bukan sekedar hasil editan video yang dilakukan oleh kecerdasan buatan, melainkan kejadian langsung yang dilihat mata telanjang banyak orang, di beberapa tempat secara kebetulan yang beruntun di seluruh dunia. Manusia tidak lagi beranggapan bahwa hal ini rekayasa, fantasi, mereka perlahan menyadari bahwa hal seperti ini benar adanya, keberadaan manusia-manusia super bukan lagi sekedar cerita, isapan jempol belaka.
Bagaimana bisa dijelaskan kalau kamu melihat secara langsung seseorang tiba-tiba saja menciptakan api di tangan mereka yang dibuat dalam bentuk animasi burung, bergerak-gerak seperti video editan komputer? Antara pikiranmu yang memainkan ilusi atau hal itu memang benar terjadi. Ini bukan trik sulap, meskipun terasa tidak masuk akal. Terus terulang di beberapa tempat selama hampir setengah tahun, hal ini membuat khalayak menjadi yakin dan percaya bahwa kekuatan itu ada, bukan sekedar akting script belaka.
Begitu banyak mata yang melihat, tanpa bisa mengelak dan bersembunyi di balik kata ‘normal’ lagi, keberadaan kinesis dan orang-orang yang mampu mengendalikannya perlahan terbuka, mereka yang kemudian disebut ‘orang spesial’ ini mulai dikumpulkan oleh pemerintah setiap negara dengan agenda tersembunyi. Beruntungnya pengetahuan mengenai energi spiritual masih dalam lingkaran orang terlibat, belum menyebar luas, karena pengetahuan bisa menjadi kekuatan sekaligus pedang bermata dua untuk mereka.
Swirl~
Tangan yang menengadah seakan tengah mewadahi, terdiam lesu diterpa angin, mata kelabu yang memantulkan kilau onyx menatap lurus ke depan, pada sebuah pemandangan yang memohok hati siapapun. Tidak lagi ada gedung-gedung pencakar langit, kerlap-kerlip lampu abadi yang menghiasi kota, yang tersisa hanyalah reruntuhan dengan asap debu yang masih berterbangan terlihat oleh mata telanjang.
“Pada akhirnya…”
“Kamu disini, [Redacted]. Kita sudah tidak bisa tinggal di sini”
Tatapan itu teralihkan pada sosok lain dengan mata kelabu yang memantulkan kilau amesti, terpanggil oleh nama yang asing namun akrab disaat bersamaan.
“Pada akhirnya, setelah semua yang kita lakukan, berakhir seperti ini. [Redacted], apakah salah jika aku terlalu mencintai dunia ini?”
Meski tatapannya tabah tanpa terlihat pergerakan emosi sedikit pun, nada yang digunakan begitu hilang, seakan semua harapan sudah pupus untuknya.
“Tidak ada yang salah dengan itu, [Redacted]. Kesalahanmu ada pada kelemahanmu”
Kalimat tajam itu dikeluarkan bukan untuk mengejek, melainkan menjabarkan fakta sebenar-benarnya, memohok-nya yang sudah pupus harapan lebih jauh.
“Kurasa kamu benar. Sekarang, aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan”
Dia menyerah, benar-benar menyerah, meski teguh untuk tidak meninggalkan dunia yang Dia cintai, harapan itu berkali-kali dihancurkan hingga hampir tidak tersisa seperti saat ini. Hilang arah tanpa harapan yang benar-benar bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan tersebut.
“Kalau begitu, bantu aku untuk terakhir kali”
Kalimat itu tidak datang dalam bentuk permintaan nyata, tapi sebuah perintah dalam nada permohonan, memang seperti Dirinya yang tidak pernah meminta. Dia terdiam sejenak, sebelum senyum samar terbentuk kemudian mengangguk.
"..."
“Baiklah”
Itu mungkin menjadi kali terakhir Dia menggunakan kekuatannya sebelum jatuh dalam kehancuran yang dibuatnya sendiri.
Tangannya merogoh saku, mengambil sebuah buku kecil dan merobek halaman kosongnya, dalam secarik kertas di tangan kosongnya, Dia mencurahkan hampir seluruh kemampuannya ke dalam sana. Distorsi terjadi disekitar kertas tersebut, ruang disekitarnya dipaksa tergulung dalam beberapa detik sebelum distorsi itu hilang.
“Sampai bertemu lagi, teman”
Dia menyerahkan kertas tersebut dan sebuah salam perpisahan terakhir mereka, entah takdir akan mempertemukan mereka kembali atau tidak. Karena Dia tahu, setelah ini tak ada yang ingin dilakukan.
Mata kelabu itu kini tidak lagi memantulkan kilauan onyx, perlahan tubuhnya jatuh seiring dengan kesadaran yang makin terkikis. Namun tubuh itu tidak menghantam bumi, tangan lain menadah dan membantunya terbaring damai tanpa beban diatas paparan ilalang.
“Ya, sampai bertemu lagi, teman”
Kini dengan selembar kertas berisi sisa kemampuan terakhir [Redacted] ditangannya. Menatap kembali pada pemandangan nanar di depan sana, dia tersenyum teguh. Memperkuat tekad untuk menjalankan rencana yang sudah dia susun sebelum meminta temannya itu.
"By my command, whosoever darest to look past the veil of time to defy fate shall answer with a price. And so shall I answer for mine”
Daftar bab
115 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
115 bab








