
Sistem Kekayaan Tanpa Batas
Alveandra|Bersambung
- Jumlah kata
- 158.0K
- Popular
- 8.2K
- Subscribe
- 453
- Jumlah kata
- 158.0K
- Popular
- 8.2K
- Subscribe
- 453
Sinopsis
Kekayaanku hasil dari keberuntungan mendapatkan Sistem! Dengan Sistem aku bisa membeli segalanya!
Ulasan
2 ulasan
Fithriah Arrahman
9/7/26 04:15
Permisi, izin promosi buku aku, Kak Thor...🙏 Judulnya, DIKHIANATI TUNANGAN, BANGKIT MENJADI MILIARDER DENGAN SISTEM RAHASIA Kisah seorang pria yang dikhianati oleh tunangannya, lalu bangkit dari keterpurukan setelah memperoleh sistem rahasia yang mengubah hidupnya. Makasih... 🙏
kiann'szee
20/6/26 01:50
permisi izin promosi novel baru judul = ren ashborn : dari dibuang menjadi raja harem jangan lupa mampir dijamin ga bosen 🤗
Bab 1
Malam hari dikota Jantaka, seorang pemuda masih berpakaian kurir, tampak berjalan tergesa dengan ekspresi berbunga-bunga.
Di tangannya membawa sebuah kantong plastik berisi makanan favorit seseorang yang sangat berharga baginya.
"Aku harus cepat sampai," gumamnya sambil mempercepat langkah. "Helena pasti sudah menungguku," gumamnya sambil tersenyum samar.
Pemuda itu bernama Rezha Fahrezi.
Seorang perantau dari desa kecil yang datang ke Ibukota Jantaka dengan membawa mimpi besar untuk mengubah nasib keluarganya.
Namun, kenyataan jauh lebih kejam daripada harapan.
Selama bertahun-tahun merantau, kehidupan yang dijalani Rezha tidak pernah benar-benar membaik. Berbagai pekerjaan kasar telah ia coba. Menjadi kurir, karyawan gudang, pelayan restoran, hingga buruh angkut pernah dilakoninya. Akan tetapi, penghasilannya selalu pas-pasan. Karena itulah hingga sekarang ia belum pernah pulang ke kampung halaman.
Bukan karena lupa, melainkan karena malu. Dia merasa belum pantas bertemu ibunya yang sudah membesarkannya dengan susah payah.
Di tengah kehidupan keras yang hampir membuat Rezha putus asa, ada satu cahaya yang selalu membuatnya bertahan.
Helena Cantika. Wanita yang dicintainya selama tiga tahun terakhir, demi Helena, Rezha rela bekerja lembur, dia rela menahan lapar dan rela menghabiskan sebagian besar gajinya untuk memenuhi keinginan wanita itu.
Meskipun jauh di dalam hatinya, ia tahu bahwa hubungan mereka tidaklah sehat. Wanita itu selalu meminta, tak pernah memberi dan selalu menuntut, tak pernah menghargai.
Tetapi cinta telah membuat Rezha menjadi bodoh, dia terus bertahan dengan harapan suatu hari nanti ketulusannya akan dibalas olehnya.
---
Beberapa menit kemudian, Rezha akhirnya tiba di depan kontrakan Helena.
Dia bergegas hendak mengetuk pintu, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti didepan pintu kontrakan.
Dari balik pintu kontrakan yang masih tertutup, terdengar suara tawa seorang wanita dan suara seorang pria.
Rezha mengernyit, dadanya mendadak terasa sesak. Perasaan tidak enak yang sulit dijelaskan perlahan muncul dalam benaknya.
"Kenapa ada pria di dalam?" gumamnya pelan, tangannya mengepal tanpa sadar.
Semakin lama ia mendengarkan, semakin jelas suara tawa mesra yang terdengar dari dalam. Seketika wajahnya berubah pucat, menahan amarah.
Rezha segera mendorong pintu kontrakan dan masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.
Brak!
Pintu terbuka dan dunianya seolah runtuh seketika, mata Rezha membelalak, napasnya tercekat. Saat melihat Helena sedang duduk manja di pangkuan seorang pria asing yang mengenakan pakaian mahal. Keduanya tampak begitu mesra, seolah mereka adalah pasangan yang sedang dimabuk cinta.
"Kalian...!" Suara Rezha bergetar.
Tangan kanannya menunjuk ke arah mereka, kantong makanan yang sedari tadi dibawanya langsung dijatuhkan dilantai.
Namun, Helena hanya melirik sekilas sebelum kembali bersandar nyaman di dada pria tersebut. Dia ada rasa bersalah, bahkan tampak tidak panik sama sekali dan enggan memberi penjelasan.
Seakan-akan apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang wajar.
"Oh, kau sudah datang?" katanya santai, kemudian menunjuk meja."Taruh saja makanannya di sana."
Mata Rezha memerah, dengan langkah lebar ia menghampiri Helena dan menarik lengan wanita itu. "Helena! Apa yang sedang kau lakukan?!"
Namun, Helena langsung menghempaskan tangannya, tatapannya dipenuhi rasa kesal. "Rezha, apa yang kau lakukan!?"
"Aku pacarmu!" bentak Rezha.
Helena mendengus, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Pacar?" katanya sinis. "Rezha, kau benar-benar lucu."
Pria yang memangku Helena akhirnya berdiri, dengan senyum mengejek, ia menatap Rezha dari atas ke bawah. "Dasar miskin, apa kau masih belum mengerti?"
Pria itu merangkul pinggang Helena dengan sengaja. "Helena memilihku, karena aku bisa memberinya semua yang ia inginkan." Kemudian dia tersenyum penuh kemenangan. "Sedangkan kau? Hanya pekerja serabutan yang bahkan tidak mampu membeli tas bermerek untuk pacarnya."
Mendengar itu, amarah Rezha mencapai puncaknya. "Jangan sentuh dia!"
Rezha langsung mendorong pria itu dengan keras, hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah.
Namun, sebelum Rezha bisa melakukan apa pun lagi, Helena justru berdiri di depan pria tersebut. "Berhenti, Rezha!" hardiknya sambil merentangkan kedua tangan untuk melindungi pria itu.
Tatapan wanita itu penuh kemarahan. "Rezha! Kalau kau berani menyentuh Viktor lagi, kita putus!"
Kalimat itu menghantam hati Rezha lebih keras daripada pukulan apa pun, tubuhnya membeku. Matanya menatap Helena dengan tak percaya.
"Helena... kau mwnganggap aku yang salah di sini? Aku pacarmu... Helena!" Suara Rezha semakin meninggi sambil menunjuk dirinya sendiri.
Helena menghela napas malas. "Rezha, kau harus sadar diri. Viktor bisa membelikanku segalanya dan memberiku kehidupan mewah." Dia menatap kantong makanan yang jatuh di lantai, sedikit jijik. "Sedangkan kau? Hanya bisa membawa makanan murahan."
Kalimat itu seperti pisau yang menusuk tepat ke dalam hati Rezha, tiga tahun perjuangan, pengorbanan dan semuanya ternyata tidak berarti apa-apa.
Viktor tertawa keras. "Kenapa, kau mau bilang telah melakukan banyak pengorbanan? Puih!" Dia meludah, tahu apa yang dipikirkan Rezha. "Apa yang sudah kau berikan selain barang murah dan janji kosong?"
Seketika sesuatu dalam diri Rezha hancur, tidak bisa menahan emosinya lagi, dia merangsek melayangkan pukulan.
Bugh!
Tinju keras meluncur tanpa peringatan. Wajah Viktor langsung terpelintir sebelum tubuhnya terjatuh ke lantai dengan keras.
"Bangsat! Kau berani memukulku!" Viktor meraung marah.
"Rezha!" teriak Helena marah.
Namun, sebelum wanita itu selesai berbicara, Rezha tanpa ragu melayangkan tamparan.
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi wanita itu. Helena membeku, tak percaya dirinya ditampar oleh pria yang selama ini bucin padanya.
Rezha menatap keduanya dengan mata merah, tatapan yang dipenuhi kekecewaan, kemarahan dan rasa sakit.
"Mulai hari ini... kita putus!" Suara Rezha terdengar dingin. "Aku tidak menginginkan wanita sepertimu lagi." Dia menunjuk Viktor sebelum melanjutkan, "Jaga baik-baik sampah itu."
Viktor angkat bicara. "Pergi kau pecundang!"
Tanpa ingin berdebat lebih jauh, Rezha berbalik dan berjalan keluar dari kontrakan begitu saja.
Sambil memegangi pipinya, Helena berteriak tidak terima. "Dasar bajingan! Aku yang memutuskanmu, Rezha!"
Namun, Rezha tidak peduli, dia pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.
Langkah Rezha terhuyung saat dia berjalan pulang ke kontrakannya, tatapannya tampak kabur saat. Air mata mengalir tanpa bisa dia tahan lagi.
Selama tiga tahun, dia telah memberikan segalanya. Bahkan keluarganya sendiri sering dia abaikan demi seorang wanita yang ternyata hanya memanfaatkannya.
Kini semuanya berakhir dan yang tersisa hanyalah penyesalan.
"Mungkin ini karma..." Rezha tertawa pahit, dia mendongak menatap langit. "... karena aku lebih mementingkan orang lain daripada ibuku sendiri."
Dia menundukkan kepala, hatinya terasa kosong. Seakan tidak ada lagi alasan untuk melangkah maju.
Namun, tepat pada saat itulah, sebuah suara mekanis tiba-tiba bergema di dalam kepalanya.
[Ding!]
Rezha tersentak terkejut, saat sebuah suara dan layar hologram muncul tepat dihadapannya.
[Sistem Kekayaan Tanpa Batas berhasil diaktifkan.
Aktivasi selesai.
Hadiah pemula sedang diberikan....
Uang sebesar Rp10.000.000 telah ditransfer ke rekening host.
Syarat penggunaan dana pertama telah diterbitkan.
Host wajib menghabiskan seluruh saldo dalam waktu tujuh hari.
Jika misi gagal diselesaikan, hukuman akan dijalankan; bagian tubuh acak host akan cacat permanen.]
Rezha membeku di tengah trotoar. "S-Sistem?!"
Baru saja ia dikhianati kekasihnya dan sekarang, sebuah Sistem misterius tiba-tiba muncul di dalam hidupnya?
Namun, sebelum ia sempat mencerna semuanya, ponselnya tiba-tiba bergetar.
Drrttt...
Drrttt...
Dengan cepat, Rezha membuka notifikasi yang masuk. Lalu, matanya hampir keluar dari rongganya.
Saldo rekening: Rp10.113.428.
"Astaga..." Rezha bergumam dengan suara gemetar. "... uangnya, benar-benar masuk?"
Daftar bab
147 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
147 bab








