
dendam pendekar iblis merah
senja menulis|Bersambung
- Jumlah kata
- 61.4K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 21
- Jumlah kata
- 61.4K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 21
Sinopsis
Hendra adalah pendekar sakti dari sebuah padepokan aliran hitam. dia melayani kepala padepokan dengan sangat sungguh sungguh, semua perkataan dari kepala padepokan adalah titah yang tidak bisa di bantah. suatu masa Hendra berhadapan dengan wonggo, kepala padepokan dari aliran putih. di sini Hendra menemukan fakta bahwa wonggo berkerjasama dengan kepala padepokan Hendra untuk membunuhnya. Hendra pun bersumpah menuntut balas kematiannya di kehidupan berikutnya.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
1. di khianati.
Malam itu terlihat sangat indah. Bintang-bintang dan sebuah bulan purnama terlihat menyinari angkasa. Tiada sedikitpun awan yang menghalanginya.
Namun tidak semua orang menikmati indahnya malam hari ini. Salah satunya adalah hendra, sang srigala iblis.
hendra merupakan srigala yang sangat patuh pada tuannya. Tuannya itu tidak lain adalah doso seorang pemimpin dari Padepokan alap alap iblis, salah satu pendepokan yang berada di sisi aliran gelap.
Di sebuah tebing gunung, kondisi Hendra terdapat luka sobek yang melintang di dada hingga perutnya.
“Keparat! Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan bekerja sama dengan doso!” kata hendra kepada sosok dengan sebuah pedang di tangannya. Pedang itulah yang menyobek melintang dadanya.
Orang yang berada di depannya ini adalah wonggo, pemimpin dari Padepokan Watu Gilang.
“Kamu hanya serigala biasa, apakah kamu tahu kesalahanmu?” meskipun gelap, namun hendra bisa melihat wajah wonggo yang menyeringai tajam.
“Kesalahanku?” tanya Hendra dengan sedikit heran.
“Ya, kesalahanmu... sepertinya kamu tidak mengerti kesalahanmu, baiklah akan aku beritahu apa kesalahanmu,” kata wonggo sambil menyeringai.
“Apakah karena aku gagal dalam misi yang terakhir?” tanya hendra dengan penuh tanda tanya.
“Haha, bukan, kesalahanmu adalah kamiu terlalu kuat untuk menjadi seorang rendahan di padepokan, kamu bahkan menunjukan kekuatan melebihi kekuatan tiga murid doso itulah kesalahanmu!”
hendra terperanjat kaget. Tidak pernah terbesit dalam fikirannya bahwa dia hampir dibunuh seperti ini hanya karena dia lebih kuat dibanding ketiga murid tuannya.
“budak yang sedikit lebih kuat seperti dirimu inilah yang mungkin menjadi ancaman bagi doso dan ketiga muridnya, oleh karena itu dia meminta bantuanku untuk menyingkirkanmu..." kata wonggo dengan sebuah senyuman.
Setelah mengatakan hal itu, suasana menjadi begitu sepi. hendra terlihat menundukkan kepalanya.
"Hahaha!" tiba-tiba hendra mendongak sambil tertawa dengan lantang, "Kamu benar-benar menyadarkanku, betapa bodohnya diriku!"
"Selama ini aku mengira setiap orang dari aliran terang dan aliran gelap akan selalu bermusuhan, ternyata itu salah! Kamu dan doso bahkan diam-diam membuat kerja sama licik!"
"Dan bodohnya aku melayani tuan yang salah! Tuan yang membunuhku hanya karena aku mempunyai bakat dan kekuatan yang lebih tinggi dari ketiga muridnya!”
“Bagus kalau kamu sadar!” kata wonggo, “Sekarang kisah serigala iblis akan berakhir di sini!”
wonggo langsung mengunuskan pedangnya.
Slash!
Pedangnya itu langsung memotong leher hendra.Seketika itu juga kepala hendra jatuh ke tebing.
Kisah hendra sang serigala Iblis telah berakhir.... Atau akan baru dimulai?
--
Pagi yang tenang, seorang pria sekitar 20 tahunan terlihat terbangun di samping sebuah kandang sapi yang kotor.
“Kenapa aku di sini?” gumam Hendra dengan bingung ketika membuka mata.
“Loh?” hendra begitu akrab dengan kandang sapi ini. Ini adalah sebuah kandang sapi tempat dia menjadi budak sebelum bergabung menjadi anjingnya doso.
hendra buru-buru melihat tangannya dan mencoba untuk meraba wajahnya.
“Tidak mungkin? Aku kembali ke masa lalu?” kata hendra dengan kebingungan. Dia buru-buru menuju ke sebuah wadah air minum sapi, dia mencoba melihat wajahnya dari pantulan cermin air itu.
“A... aku kembali?” kata Hendra dengan kebingungan.
Sedektik kemudian dia langsung memegangi lehernya. Dia mengingat betul betapa tajamnya pedang wonggo ketika memotong lehernya.
Ketika mengingat semua kejadian sebelum ini, wajah hendra langsung dipenuhi dengan ekspresi geram dan marah. Bagaimana tidak, ternyata tuan yang dia layani selama ini telah bersengkongkol dengan salah satu pemimpin aliran terang untuk membunuh dirinya.
“doso, wonggo! Di kehidupan ini aku akan menebas leher kalian berdua!” kata Hendra dengan penuh tekad.
hendra kemudian berdiri. Meskipun dia dipenuhi dengan emosi balas dendam, namun dia bukan orang bodoh. Baik doso maupun wonggo bukanlah sosok biasa, mereka berdua merupakan salah dua pemimpin besar dari kedua fraksi.
hendra sadar, tubuh yang dia miliki pada saat ini merupakan tubuh yang sangat lemah. Tidak ada kekuatan prana sedikitpun.
Apabila dia nekad menemui doso atau wonggo di padepokan mereka, mungkin dia bisa kehilangan nyawa di tangan penjaga gerbang saja.
“Aku harus menjadi lebih kuat!” kata Hendra mengepalkan tangannya.
Hendra harus menjadi kuat, untuk mengigit kembali doso dan wonggo yang telah membunuhnya di kehidupan sebelum ini.
hendra keluar dari kandang sapi itu dengan penuh percaya diri. Bagaimana tidak? Pada saat ini hendra menyadari bahwa dia memiliki sebuah modal untuk mengumpulkan kakuatan jauh melebihi masa lalunya, yaitu dengan pengalaman dan informasi masa depan.
hendra sudah mengetahui berbagai peristiwa di masa depan dari kehidupan lalunya, dia bisa menggunakan ini untuk menjadi lebih kuat dengan cepat.
Tanpa basa-basi lagi hendra langsung menuju ke arah bawah pohon waru yang ada di dekatnya. Dia langsung bermeditasi untuk membangkitkan prana di dalam tubuhnya.
Namun ketika dia baru saja memulai meditasi untuk membangkitkan prana, tiba-tiba hedra mendengar beberapa orang yang mengendap-ngendap di sekitar kandang sapi ini. dengan segera hendra membuka matanya.
“Hei, apakah kamu sudah memastikan tempat ini gampang dibobol?”
“Sudah, aman, aku sudah mengamati tempat ini dari beberapa hari yang lalu, penjaga kandang sapi ini hanyalah seorang budak yang lemah, kita bisa memukulinya dengan mudah!”
“Bagus kalau begitu, ayo cepat kita curi sapinya!”
Sekitar lima orang terlihat mengendap-ngendap dan mulai muncul di pinggir kandang sapi tersebut.
Ketika mereka hendak memasuki pekarangan kandang sapi, mereka mendapati seorang pria muda 20 tahun dengan baju penuh kotoran sapi sedang berdiri menatap mereka.
“Apakah ini budak yang kamu maksud?” tanya salah satu orang kepada rekannya.
“Benar, ini adalah budak itu, ayo cepat kita hajar budak ini dan kita ambil sapinya!” jawabnya.
Sementara itu hendra menyeringai, “Keparat, aku benar-benar lupa dengan kemunculan kalian!” kata Hendra.
Kemudian hendra menambahkan, “Kalian adalah pencuri sapi, dahulu kalian memukuliku, dan mengambil sapi yang ada di sini, sehingga aku harus disiksa oleh tuanku bahkan aku dipasung dengan sangat menyedihkan karena perbuatan kalian!” kata Hendra.
“Dahulu?” kelima pencuri ini bingung, mereka merasa ini adalah pencurian pertama mereka di kandang ini, dan ini juga pertemuan pertama mereka, mengapa budak ini mengatakan kata dahulu?
“Bajingan, apa yang kalian lakukan? Ayo cepat kita pukuli budak ini dan cepat kita ambil sapinya!” kata salah satu dari kelima orang pencuri.
“Eh, benar juga, ayo cepat kita hajar!”
hendra menyeringai mendengar para pencuri yang hendak menghajarnya.
“Meskipun pada saat ini aku belum mengembalikan kekuatanku sepenuhnya, namun bukan berarti aku tidak bisa menghajar pencuri rendahan seperti kalian! Perlu kalian ketahui, aku dulu dikenal sebagai serigala Iblis!”
“Kebetulan sekali aku membutuhkan tempat untuk melampiaskan kekesalanku terhadap doso dan wonggo!” imbuh Hendra sambil menyeringai.
“Serang!”
“Hajar budak itu!”
Kelima pencuri itu langsung melesat menyerang hendra.
Daftar bab
50 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








