Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Warisan Dewa Kuno

Warisan Dewa Kuno

Klan_Qing | Bersambung
Jumlah kata
80.9K
Popular
8.7K
Subscribe
528
Novel / Warisan Dewa Kuno
Warisan Dewa Kuno

Warisan Dewa Kuno

Klan_Qing| Bersambung
Jumlah Kata
80.9K
Popular
8.7K
Subscribe
528
Sinopsis
18+FantasiFantasi TimurSpiritualPertualanganKultivator
Follow ig aku: (novelfantasi2026): "Apa? Tubuh Kaisar Roh?" Bagaimana mungkin?" Hahaha! Jenius. Muridku seorang Jenius!"Arga adalah Jenius nomor satu di Kota Batu Angin di pinggiran Kerajaan.Namun kejeniusannya itu menimbulkan iri hati dan kecemburuan banyak Klan.Dan salah satunya adalah Klan Yamani.Dia diserang saat berlatih di Hutan Misterius dan bersembunyi di Gua Misterius.Siapa sangka Gua itu adalah Gerbang Makam Dewa Kuno.Para Dewa Kuno terkejut sekaligus gembira melihat tubuh fisik bocah 17 tahun ini.Ternyata bocah ini memiliki tubuh Kaisar Roh.Tubuh Legendaris yang bahkan di Alam Atas pun hampir tidak pernah ada.Arga pun diangkat menjadi Murid dan dilatih dengan keras.Sejak saat itu, dia kembali dengan kekuatan yang mengguncang Dunia.Bahkan Dewa dan Iblis pun berkeringat dingin mendengar namanya.Tapi ini bukan kisah lahirnya seorang Legenda.Melainkan kisah lahirnya seorang Penguasa Alam.
Bab 01. Awal

Langit di atas Kota Batu Angin selalu tampak tenang dan cerah.

Seolah tidak pernah peduli pada pergolakan yang terjadi di bawahnya.

Angin berembus dan menyapu jalanan yang menjadi saksi lahirnya banyak talenta di kota itu.

Di antara generasi muda kota itu, saat ini satu nama sedang berdiri di puncaknya.

Yang tidak lain adalah Arga Kumala.

Arga adalah seorang pemuda berusia 17 tahun.

Sejak kecil bakatnya sudah terlihat.

Dan hanya dalam waktu yang singkat, dia mampu menembus tahap demi tahap kultivasi.

Padahal orang lain membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.

Dan saat ini Arga baru saja berhenti berlatih di halaman belakang Klan Kumala.

Pemuda itu memandang langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga.

"Masih 6 bulan lagi."

Gumamnya pelan.

Waktu yang dimaksud adalah waktu bagi Sekte Gunung Emas merekrut Murid baru.

Di mana Sekte Gunung Emas adalah tempat yang diimpikan semua kultivator muda di wilayah ini.

Masuk ke sana berarti membuka jalan menuju kekuatan yang jauh lebih tinggi.

"Aku harus menjadi Murid Sekte Gunung Emas."

Arga mengepalkan tangan dan bertekad menjadi Murid Sekte.

Namun dia tahu kekuatannya belum cukup untuk lolos.

"Beristirahatlah dulu, Arga."

Tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakangnya.

"Ayah."

Arga berbalik dan menundukkan kepala hormat.

Ternyata yang datang adalah ayah angkatnya yang juga Ketua Klan Kumala.

Arga ditemukan di depan Gerbang Klan saat dia masih bayi. Karena dia tidak memiliki seorang Putra, Ketua Kumala memutuskan untuk merawat dan membesarkan Arga.

"Mito mengatakan tadi kamu mencari Ayah. Apa itu benar?" tanya Ketua Kumala.

"Benar, Ayah."

Arga mengangguk ringan. Kemudian dia menjelaskan kalau dia ingin berlatih di Hutan Misterius. Jika hanya mengandalkan pelatihan seperti ini, dia tidak memiliki keyakinan bisa lulus ujian perekrutan.

"Kamu mau pergi ke Hutan Misterius?" Ketua Kumala tersentak kaget.

Siapa yang tidak kenal dengan Hutan Misterius?

Itu adalah tempat yang bahkan ahli Kaisar pun berpikir 100 kali sebelum masuk ke sana.

"Tempat itu terlalu berbahaya, Arga. Ayah tidak mungkin mengizinkanmu pergi ke sana." Ketua Kumala menggeleng serius.

Walaupun Arga bukan anak kandungnya, tapi dia sudah merawat dan membesarkannya seperti anak kandungnya.

Terlebih lagi Arga adalah jenius langka dengan bakat yang sangat tinggi.

Ketua Kumala tidak akan sebodoh itu.

"Aku tahu, Ayah. Tapi 6 bulan lagi Sekte Gunung Emas akan membuka perekrutan Murid baru. Jika aku tetap berada di sini, kemajuanku akan terlalu lambat, Ayah. Aku butuh tempat yang lebih berbahaya dan yang lebih ekstrem. Hanya dengan begitu, Aku bisa menembus batas dan mencapai apa yang aku inginkan. Tolong izinkan aku pergi, Ayah," ucapnya menetap sang ayah dengan tatapan memohon.

Ketua Klan Kumala terdiam sejenak.

Hutan Misterius bukanlah tempat biasa.

Banyak binatang buas tingkat tinggi, jebakan alami dan fenomena aneh yang tidak bisa dijelaskan.

Semua itu membuat tempat itu dikenal sebagai wilayah kematian.

"Kamu tahu risikonya?"

Tanya Ketua Kumala dengan suara berat.

"Aku tahu, Ayah."

Arga mengangguk tanpa ragu.

Ketua Kumala terdiam sekali lagi dan memikirkan jawabannya.

"Baiklah."

"Kamu benar-benar keras kepala seperti ayah saat masih muda."

Akhirnya Ketua Kumala mengangguk dan mengizinkannya pergi.

"Terima kasih, Ayah."

Arga tersenyum dan memeluk ayahnya.

Keesokan harinya.

Setelah satu malam berlalu, akhirnya Arga meninggalkan Klan Kumala dan Kota Batu Angin.

Para Tetua Klan terkejut saat tahu Arga mau berlatih di Hutan Misterius.

Namun karena Ketua Kumala sudah mengizinkannya, para Tetua juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Pemuda itu pun dengan tenang keluar kota dengan harapan yang besar.

*******

Di Klan Yamani.

Saat ini Ketua Yamani duduk di kursi utama dan menatap seorang Tetua yang baru saja melapor.

"Jadi Arga akan pergi ke Hutan Misterius?"

Tanya Ketua Yamani dengan seringai dingin.

"Benar, Ketua Klan. Informasi ini sudah dipastikan," jawab Tetua yang melapor.

"Anak itu terlalu berbakat. Jika dia masuk Sekte Gunung Emas, maka Klan Kumala akan naik derajat. Itu tidak boleh terjadi," ucap Ketua Yamani mengubah raut wajahnya.

Kejeniusan Arga ini membuat semua orang iri.

Dan salah satunya adalah Klan Yamani.

Sudah lama mereka mencari cara untuk menyingkirkan Arga. Namun, kesempatan itu belum ada sama sekali.

Dan hari ini, Ketua Yamani mendapat laporan tentang Arga yang meninggalkan Kota Batu Angin.

Bagaimana mungkin dia melepaskan kesempatan emas ini?

"Farid!" Ketua Yamani memanggil seorang Murid Elite Klan.

"Ketua Klan."

Farid masuk dan berlutut.

"Pergilah ke Hutan Misterius dan susul Arga Kumala. Aku ingin bocah itu menghilang selamanya. Apa kamu mengerti?" perintah Ketua Yamani dengan tegas.

"Murid mengerti, Ketua," jawab Farid Yamani dengan hormat.

Tidak membuang waktu, dia meninggalkan Aula Utama Klan dan membawa 2 Murid lain.

---

3 hari kemudian.

"Akhirnya aku mencapai pinggiran Hutan Misterius," gumam Arga yang berdiri di pohon tertinggi dan menatap Hutan Misterius.

Bahkan dari luar saja, dia sudah merasakan aura binatang buas yang mengerikan.

Namun, aura itu tidak menyulut niat Arga untuk berlatih di sana.

Whush...

Dengan satu hentakan kaki, dia melompat dan melesat masuk ke dalam Hutan.

"Aura binatang buas di sini jauh lebih padat dibandingkan di pinggiran," gumamnya setelah masuk ke dalam hutan.

Hingga beberapa saat kemudian, dia berhenti di atas cabang pohon besar dan mengamati sekitar.

Prok prok prok...

Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari balik pepohonan.

Arga langsung menegang dan membalikkan badannya.

Whush.. Whush...

Kemudian tiga sosok muncul dengan senyuman yang tersungging.

Yang berada paling depan adalah Farid Yamani.

"Ternyata kamu berani memasuki hutan ini, Arga," ucap Farid menyeringai.

"Farid Yamani?" Arga menyipitkan mata. "Apa kalian mengikutiku dari Kota?" tanyanya menatap mereka.

"Benar." Farid mengakuinya. "Kejeniusanmu membuat banyak orang iri. Salah satunya Klan Yamani kami. Oleh karena itu, Kamu harus mati," lanjutnya menjelaskan.

Ekspresi Arga langsung berubah.

Ternyata kejeniusannya itu telah membuat banyak orang yang iri padanya.

"Bunuh dia!" Tanpa menunggu Arga bereaksi, Farid langsung memberi perintah membunuhnya.

"Baik Senior."

Kedua Murid lain menyeringai dan mendekati Arga.

"Bajingan. Klan Kumala tidak akan melepaskan kalian," teriak Arga mengeluarkan pedangnya.

"Klan Kumala? Hehehehe..."

Whush...

Dua Murid lain langsung menerjang Arga.

Bomm!

Arga menahan serangan pertama dan ledakan menggema. Namun, pedangnya bergetar dan dia terdorong ke belakang.

Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh. Dia hanya ahli Bumi bintang 2 tahap menengah. Sedangkan kedua murid adalah ahli Bumi bintang 3 tahap sempurna. Ada perbedaan 8 tahap di antara mereka.

"Matilah bocah!"

Whush...

Sebelum Arga menstabilkan tubuhnya, murid yang satunya lebih dulu menerjangnya juga.

Bomm!

Ledakan kembali menggema dan melempar Arga sekali lagi.

Pffttt...

Pemuda itu terguling-guling di tanah dan menyemburkan darah.

"Hahaha... apa ini yang dikatakan jenius?"

"Lemah!"

Whush...

Salah satu murid tertawa mengejek dan melesat sekali lagi.

Lanjut membaca
Lanjut membaca