
- Jumlah kata
- 1.0M
- Popular
- 620.6K
- Subscribe
- 3.1K
Sinopsis
Tuan muda dari suatu keluarga yang jatuh miskin, Felix Immanuel, pada malam pernikahannya setelah menjadi menantu, justru difitnah berbuat mesum kepada adik iparnya sendiri dan dipukuli hingga tewas. Pada saat-saat kematiannya, ia menyatu dengan ingatan Kaisar Langit di kehidupan sebelumnya dan benar-benar terbangun kembali. Musuh-musuh lama kini duduk kokoh di puncak negeri para dewa. Murid-murid yang dulu pernah diajarnya pun telah menjadi tokoh tangguh yang tiada banding. Kali ini, Felix hanya dengan seorang diri dan pedangnya akan kembali ke puncak. Dia akan membunuh tiga ribu dewa, menumpas iblis sepuluh penjuru, menaklukkan jutaan dunia, dan menjadi Raja Abadi sepanjang masa!
Ulasan
21 ulasan
Ceep Sri Haryoto
25/9/26 02:13
jadi malas bacanya, masa tiap hari cuma dibuka 1-2 bab, niatnya bikin penasaran hasilnya bikin keki, tamatlah
JACKBROWN
9/7/26 21:51
Izin promosi ya, Kak. Judulnya: Kebangkitan Dewa Pedang Dijamin seru dengan alur yang bikin penasaran, pertarungan epik! Jangan sampai ketinggalan!
Bab 1
"Anak ini... aku tidak mau menolongnya!"
Di Benua Nivia, Kekaisaran Eldoria, dalam Kota Imperis, tepatnya di Paviliun Anggrek.
Seorang pria tua yang sebagian rambutnya telah beruban, mengenakan jubah alkemis, sedang berdiri di aula. Ia memandang dingin kepada tiga orang di depannya dan berbicara dengan nada tanpa perasaan.
Di antara tiga orang itu, seorang wanita paruh baya mengenakan gaun sederhana dari kain kasar. Wajahnya memang cantik, tetapi penampilannya tampak kurus karena kelelahan bertahun-tahun.
Wanita itu wajahnya juga terlihat sangat muram, berdiri di aula, tampak serba salah dan tak tahu harus berbuat apa.
Di sampingnya, seorang gadis kecil menggenggam erat sudut baju wanita itu. Matanya yang ketakutan memandang anehnya tatapan dari sekeliling aula.
Di belakang mereka, seorang pemuda berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun, terbaring miring di atas papan kayu dengan wajah pucat pasi.
Pemuda itu mengenakan pakaian putih yang berlumuran darah. Di sela-sela pakaian yang compang-camping, terlihat tubuhnya penuh luka mengerikan. Darahnya telah mengering. Kedua tangan dan kakinya pun tampak bengkok dengan ngeri.
"Master Surya, Anda adalah alkemis terhebat di Kota Imperis. Saya mohon, selamatkanlah anak saya. Tolonglah saya ini!"
Wanita paruh baya itu dengan wajah pilu dan mata merah memohon dengan sangat. Dia terlihat sangat tidak berdaya.
Surya saat itu menatap pemuda di belakang wanita itu dan mendengus lagi, "Fiora Watson, sudah saya bilang, saya tidak akan menolongnya! Segera keluar dari Paviliun Anggrek. Kalau tidak, jangan salahkan saya jika berlaku kasar!"
Begitu Surya selesai berbicara, beberapa penjaga Paviliun Anggrek perlahan mendekat dan terlihat akan mengusir mereka.
Di sekitar, ada para petarung yang datang membeli pil di Paviliun. Melihat kejadian ini, mereka merasa penasaran dan mulai berbisik-bisik.
"Siapa pemuda yang terbaring di atas papan itu?"
"Kau tidak tahu? Itu adalah Tuan Muda keluarga Immanuel, Felix Immanuel. Kabarnya, kemarin baru saja menikah dengan Nona Mariska Bunalven dan menjadi menantu keluarga Bunalven. Kenapa hari ini jadi begitu tragis?"
"Eugh, keluarga Immanuel itu... pasti dulu pernah melakukan hal yang sangat terkutuk."
"Apa maksudmu?"
"Kau tidak tahu? Dulu keluarga Immanuel adalah salah satu keluarga terkuat di Kekaisaran Eldoria. Entah mengapa, para pria di keluarga itu tidak pernah bisa hidup lebih dari empat puluh tahun. Semuanya tiba-tiba meninggal misterius. Jadi, keluarga itu makin lama makin menurun, dan setiap generasi semakin lemah."
"Sekarang, di generasi ayahnya Felix, hanya tersisa paman ketiganya yaitu Thomas Bunalven yang masih hidup. Itu juga mungkin tidak lama lagi. Sampai di generasi Felix ini, sepertinya keluarganya benar-benar akan punah."
Ditengah suara bisik-bisik di sekeliling, pemuda yang terbaring di papan kayu itu tangannya bergetar, menatap wanita yang memohon, lalu berkata lemah, "Ibu, sudahlah, kita... pergi saja…"
Mendengar itu, Fiora berbalik menatap anaknya. Hatinya semakin perih seperti ditusuk jarum yang berkarat.
"Fiora, Felix, kalian masih tega datang ke Paviliun Anggrek untuk meminta obat?"
Pada saat itu, suara dingin penuh amarah tiba-tiba terdengar di dalam Paviliun Anggrek.
Mendengar suara yang akrab sekaligus asing itu, Felix tertegun. Dia pun mengangkat kepala menatap sekelompok orang yang muncul di pintu masuk. Matanya tampak menyala oleh amarah.
Rombongan itu dipimpin oleh seorang wanita muda nan anggun. Rambut panjangnya hitam halus terurai di bahu, gaun ungu lembut membalut tubuh indahnya, nampak mempesona seperti teratai es di puncak gunung salju. Anggun pun dingin.
Saat itu, si wanita melangkah maju, mengangkat suaranya, lalu berkata dengan dingin, "Felix, kau benar-benar berhati serigala. Benar-benar berhati kejam!"
Mendengar ini, semua orang langsung memasang telinga, sementara Master Surya tetap tenang. Sosok itu jelas sudah tahu apa yang terjadi.
"Keluarga Immanuel, dari yang dulu keluarga paling kuat di Kekaisaran Eldoria, kini jatuh miskin dan melarat. Keluargaku, keluarga Bunalven, mengenang budi baik keluargamu di masa lalu dan tak sampai hati melihat keluargamu hancur."
"Aku, Mariska Bunalven, memohon pada Ayahku agar menerimamu menjadi suamiku. Kamu masuk ke keluargaku dan aku bahkan membantu keluargamu bertahan hidup. Tapi, lalu apa? Apakah ini balasanmu? Di malam pernikahan kita, kau menyelinap ke kamar adikku, Michelle Bunalven, bahkan memberi obat padanya. Malah berniat berbuat mesum. Kau... kau ini... apa kau masih bisa disebut manusia?"
Daftar bab
1374 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
1374 bab








