
THE SOVEREIGN'S SHADOW SYSTEM
MiyaX|Bersambung
- Jumlah kata
- 25.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 6
- Jumlah kata
- 25.8K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 6
Sinopsis
Rendy Pratama adalah seorang pemuda biasa yang kerap diabaikan dan dianggap lemah di dunia modern yang dipenuhi retakan dimensi (dungeon) dan para pengguna sihir (Hunter). Setelah hampir tewas dalam insiden Dungeon misterius, Rendy membangkitkan sebuah sistem yang disebut—Sistem Penguasa—yang memberinya kemampuan untuk tumbuh tanpa batas melalui misi harian, pembagian stat, dan kemampuan unik untuk memikat serta memperkuat takdir para wanita berpengaruh di sekitarnya.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 1
Bau darah amis menyengat hidung Rendy Pratama saat dahinya membentur lantai batu yang dingin. Bau busuk monster dan aroma tembaga yang pekat memenuhi udara di dalam ruangan bawah tanah yang gelap ini. Di sekelilingnya, suara jeritan ketakutan dan dentingan senjata yang patah bergema, memantul di dinding-dinding batu purba yang dihiasi ukiran aneh.
"Tinggalkan dia! Dia cuma beban!" teriakan keras itu berasal dari Frans, ketua party berambut pirang yang bertindak sebagai pemimpin party itu. "Jika kita tidak keluar dari gate ini sekarang, kita semua akan mati!"
Rendy mendongak dengan pandangan kabur. Penglihatannya terhalang oleh cairan merah yang mengalir dari pelipisnya. Di depan sana, pintu gerbang dungeon yang memancarkan cahaya biru mulai meredup dan menyempit. Anggota party yang lain, para Hunter peringkat C dan D yang tadinya tertawa bersama di luar gerbang kini berlari ketakutan menuju pintu keluar tanpa menoleh ke belakang.
Mereka sengaja mengorbankan Rendy karena sejak awal, keberadaan Rendy di party ini hanyalah untuk memenuhi kuota minimum pendaftaran gate tingkat D. Dia hanya seorang pemuda sembilan belas tahun tanpa latar belakang kaya, tanpa keluarga, dan hanya memiliki tingkat mana terkecil yang pernah dicatat oleh Asosiasi Hunter yaitu: E-Rank. Tugasnya hanya membawa tas perbekalan berat dan menjadi pengalih perhatian jika situasi memburuk.
Dan situasi memang memburuk secara drastis. Ini bukan dungeon kelas D biasa. Ini adalah dungeon ganda tersembunyi.
CRACK!
Suara retakan kayu dan batu yang hancur terdengar di kegelapan. Dari balik bayang-bayang pilar raksasa, muncul makhluk setinggi tiga meter dengan kulit abu-abu berbatu dan empat tangan yang masing-masing memegang kapak karatan. Gorgon Sentinel. Monster kelas B yang seharusnya tidak pernah ada di dalam gate tingkat bawah.
"T-Tolong..." suaranya tercekat di tenggorokan. Rendy mencoba merayap, merogoh batu-batu tajam yang menusuk jemarinya. Tapi kakinya sudah patah, dihantam sabetan kapak beberapa menit yang lalu. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari panggul hingga ke seluruh sarafnya, membuatnya tak mampu bergerak sama sekali.
Gerbang dungeon itu tertutup sempurna. Cahaya biru memudar sepenuhnya, menyisakan gate itu dalam kegelapan yang pekat, hanya diterangi oleh obor-obor sihir berwarna ungu yang menempel di dinding.
Rendy sendirian, terjebak bersama kematian. Sementara mahluk bernama Gorgon Sentinel itu melangkah pelan. Setiap pijakannya menggetarkan tanah. Langkahnya terdengar seperti lonceng kematian yang berdenting di telinga Rendy. Makhluk itu berhenti tepat di atas tubuh Rendy yang terbaring tak berdaya, matanya yang merah menyala menatap Rendy seperti seorang manusia menatap seekor serangga yang siap diinjak kapan saja.
"Kenapa..." gumam Rendy dengan napas yang makin terengah, air mata bercampur darah menetes dari sudut matanya. "Kenapa selalu aku? Kenapa dunia begitu tidak adil padaku?"
Ia mengingat kehidupannya yang malang. Dilecehkan karena lemah, ditolak bekerja karena tidak memiliki kekuatan sihir yang berguna, dan kini diabaikan di tempat terasing ini, sendirian. Rasa hangat yang tiba-tiba membakar dadanya bukanlah darah yang mengalir, melainkan kemarahan yang amat sangat. Keputusasaan yang berubah menjadi kebencian mutlak pada takdirnya sendiri.
Dia tidak ingin mati.
Dia ingin hidup.
Jika dia diberi kesempatan... Dia akan membuat mereka semua membayar apa yang mereka lakukan hari ini!
Makhluk raksasa itu mengangkat kapak besarnya tinggi-tinggi. Angin dingin berhembus saat bilah logam tebal itu meluncur deras ke arah kepala Rendy. Rendy memejamkan mata erat-erat, mengepalkan tangannya yang berdarah ke tanah batu.
Satu detik.
Dua detik.
Kapak itu tidak pernah menyentuh tubuhnya, yang terdengar justru suara denting keras seperti benturan kaca yang menggema di dalam gate itu. Waktu seolah berhenti seketika. Gerakan Gorgon Sentinel membeku di udara, tepat beberapa sentimeter dari wajah Rendy. Bahkan tetesan air dari langit-langit dungeon terlihat menggantung di udara.
Tiba-tiba, sebuah suara berdenting halus bergema langsung di dalam kepalanya, disusul oleh cahaya biru terang yang muncul tepat di depan penglihatannya.
[Ting!]
[Syarat tersembunyi telah dipenuhi.]
[Subjek: 'Rendy Pratama' telah melewati batas keputusasaan fisik dan mental.]
[Mencocokkan kualifikasi kandidat... Cocok.]
[Selamat! Anda telah terpilih sebagai 'Pewaris Penguasa' (Sovereign's Host).]
Rendy membelalakkan matanya, jantungnya berdegup kencang. Di hadapannya melayang sebuah layar holografik berwarna biru.
[Misi Darurat Kematian diajukan.]
[Tujuan: Bertahan hidup dari ancaman Gorgon Sentinel.]
[Hadiah Penyelesaian: Pemulihan Tubuh Penuh, Pembukaan Antarmuka Sistem Penguasa, 10 Poin Stat Bebas.]
[Apakah Anda menerima kualifikasi ini? (Ya/Tidak)]
[Catatan: Jika Anda tidak menjawab dalam 5 detik, jantung Anda akan berhenti berdetak secara otomatis.]
"Y-Ya..." bisik Rendy dengan sisa tenaganya, tidak memiliki pilihan lain untuk bertahan hidup. "Aku menerima!"
[Konfirmasi diterima.]
[Proses Pemulihan Darurat Dimulai...]
Cahaya keemasan yang sangat hangat mendadak membungkus tubuh Rendy. Rasa sakit luar biasa yang tadi dia rasakan perlahan menghilang. Rendy bisa mendengar suara tulang kakinya yang patah bersatu kembali dengan bunyi klak-klak yang halus. Luka sobek di kepala dan dadanya menutup dalam hitungan detik. Kulitnya yang tadinya pucat pasi kini dialiri kembali oleh aliran darah segar yang sarat akan energi aneh.
[Status Pemulihan: 100% Selesai.]
[Waktu dilanjutkan.]
BAM!
Kapak Gorgon Sentinel menghantam lantai batu tepat di mana kepala Rendy berada beberapa detik lalu, memercikkan batu-batu kecil ke segala arah. Namun, Rendy sudah tidak berada di sana.
Dengan refleks yang belum pernah ia miliki sebelumnya, Rendy berguling ke samping secara alami. Ia berdiri tegak di atas kedua kakinya, bernapas lega seraya menatap kedua tangannya sendiri yang kini memancarkan aura kebiruan yang tipis. Rasa lemah yang biasa membebani badannya telah lenyap sepenuhnya, digantikan oleh kesegaran yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya.
Layar holografik kembali muncul di hadapannya, bergerak mengikuti sudut pandangnya.
[Nama: Rendy Pratama]
[Kelas: Belum Terbuka]
[Judul: Pemain Pertama]
[Level: 1]
[HP: 100/100]
[MP: 20/20]
[Statistik:]
[Kekuatan: 10]
[Daya Tahan: 10]
[Kelincahan: 10]
[Kecerdasan: 10]
[Persepsi: 10]
[Poin Bebas: 10]
[Fitur Khusus Terkunci: Sinergi Jiwa (Membutuhkan syarat interaksi khusus dengan entitas kompatibel).]
"Level... Stat?" Rendy bergumam, tercengang melihat apa yang ada di depannya. "Ini benar-benar seperti sistem game..."
GROOAAAR!
Monster raksasa itu mengaum marah karena serangannya meleset. Ia memutar tubuhnya yang besar dan mengayunkan dua kapak lainnya secara horizontal untuk membelah Rendy menjadi dua bagian.
"Masukkan semua poin bebas ke Kelincahan!" seru Rendy secara instan, menyadari apa yang paling ia butuhkan saat ini untuk menghindari monster berkecepatan rendah namun berdaya rusak tinggi itu.
[10 Poin Bebas dialokasikan ke Kelincahan. Kelincahan: 10 -> 20.]
Seketika, dunia di sekitar Rendy tampak bergerak sedikit lebih lambat. Ayunan kapak Gorgon Sentinel yang tadi terlihat seperti kilatan bayangan, kini tampak sangat jelas alurnya. Kakinya terasa seringan kapas. Rendy menekuk lututnya sedikit lalu melompat ke belakang.
WHOOSH!
Tubuhnya meluncur ke udara sejauh tiga meter dengan sangat mudah, menghindari tebasan kapak monster itu secara mulus. Rendy mendarat sempurna di atas lantai batu tanpa kehilangan keseimbangan.
"Luar biasa..." bisik Rendy dengan ulas senyum kecil yang perlahan terbit di bibirnya. Matanya yang biasa redup kini menyala dengan keberanian baru. "Aku benar-benar bisa menjadi kuat."
Di lantai dekat kakinya, tergeletak sebuah pedang pendek bekas milik anggota party yang melarikan diri tadi. Rendy membungkuk dan menyambar gagang pedang itu. Sistem langsung memberikan tanggapan cepat.
[Senjata Terdeteksi: Pedang Besi Standar (Kualitas Buruk).]
[Serangan Ditambahkan: +5.]
"Baiklah," Rendy menegakkan posisinya, menatap mata merah monster di depannya tanpa ada lagi rasa takut. "Sekarang... saatnya pembalasan."
Gorgon Sentinel itu kembali meraung dan menerjang maju. Tapi kali ini, Rendy tidak melarikan diri seperti sebelumnya, namun Rendy berlari menyongsong monster itu dengan kecepatan yang tidak pernah bisa dicapai oleh seorang Hunter E-Rank biasa.
Wusshh!!
Daftar bab
23 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








