
- Jumlah kata
- 39.5K
- Popular
- 943
- Subscribe
- 78
Sinopsis
Mo Lin, Jenderal Perang Alam Dewa yang gugur setelah bertarung sengit melawan Raja Iblis. Kemudian jiwanya bereinkarnasi ke Alam Bawah dan menempati tubuh seorang pemuda berusia 16 tahun yang juga bernama Rizky Pratama. Yaitu seorang pemuda lemah tanpa dantian dan dianggap tidak memiliki bakat kultivasi. Dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Rizky Pratama menemukan kembali Teknik Kultivasi Dewa Kuno. Melalui teknik tersebut, dia berhasil membentuk dantian dan memulai kembali jalan kultivasinya. Dan kali ini, dia akan memulai semuanya dari nol.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 01. Awal
Bomm! Bomm!
Ledakan menggema di antara gugusan Pegunungan Bintang.
Whush...
Gelombang kejut menyapu langit dan membuat awan hitam terpecah.
Bahkan ribuan batu raksasa yang melayang di udara juga bergetar hebat.
"Aaargh..."
Jeritan para prajurit menggema dari berbagai arah dan puluhan sosok jatuh dari ketinggian dengan darah yang menetes di antara kabut.
Di atas Pegunungan Bintang, pasukan Kerajaan Mu bertarung melawan pasukan Iblis dan jutaan Energi Qi saling beradu di udara, sehingga menciptakan gelombang kehancuran yang mengguncang pegunungan.
"Jangan biarkan pasukan Iblis melewati garis pertahanan kita!" Mo Lin berteriak dan mengayunkan pedangnya ke arah depan.
Slash...
Bilah pedang berwarna biru keperakan membelah kabut dan menghantam 3 prajurit Iblis yang sedang melesat dari arah kanan.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara, membuat 3 prajurit Iblis itu terlempar jauh.
"Jenderal Mo, pasukan Iblis dari sisi timur semakin kuat!" seorang Jenderal Kerajaan Mu berteriak dan menatap Mo Lin dengan wajah tegang.
Mo Lin menggenggam pedangnya lebih erat dan menyapu pandangannya ke arah timur.
Ribuan prajurit Iblis bergerak di antara awan hitam dan aura mengerikan keluar dari tubuh para Raja Iblis yang memimpin pasukan.
"Jaga formasi dan jangan biarkan mereka memecah barisan!" Mo Lin berkata dengan suara keras dan mengarahkan pedangnya ke arah pasukan Iblis.
"Siap!"
Puluhan Jenderal menjawab serentak dan pasukan Kerajaan Mu membentuk susunan perang di udara.
Energi Qi berputar di antara 10 ribu Murid Kerajaan Mu dan setiap Murid mengalirkan kekuatan ke dalam formasi.
"Formasi Naga Langit!"
Seorang Jenderal berteriak dan 10 ribu aliran Energi Qi berkumpul di langit.
Siluet Naga raksasa muncul dari pusaran Energi Qi dan mengeluarkan raungan yang mengguncang Pegunungan Bintang.
Goarrr...
Siluet Naga menyapu awan hitam dan menghantam pasukan Iblis dari arah depan.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara, membuat ratusan prajurit Iblis jatuh dari langit.
Namun, dari dalam kabut hitam muncul 4 siluet besar.
Siluet Phoenix berwarna merah tua mengepakkan sayapnya dan menyemburkan api hitam ke arah formasi Kerajaan Mu.
Siluet Harimau berwarna hitam menerkam dari sisi kiri dan 2 siluet iblis lainnya mengeluarkan bilah Energi yang berputar dengan kecepatan tinggi.
"Jangan biarkan serangan itu mendekati Jenderal Mo!" Seorang Murid Kerajaan Mu berteriak dan mengarahkan pedangnya ke depan.
Slash...
Puluhan bilah pedang melesat dari barisan Kerajaan Mu dan beradu dengan bilah Energi milik pasukan Iblis.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
"Aaargh..."
Jeritan para prajurit terdengar lagi dan beberapa Murid Kerajaan Mu kehilangan keseimbangan akibat gelombang serangan.
Mo Lin mengibaskan jubah putih hitamnya dan melesat menuju sumber serangan.
Corak naga hitam menghiasi bagian lengan jubahnya dan corak awan putih menghiasi bagian dada, membuat penampilan Jenderal Kerajaan Mu itu terlihat gagah di tengah perang.
"Jenderal, jangan pergi sendirian!" Jenderal di belakangnya berteriak dan mencoba mengejar Mo Lin.
Mo Lin menoleh sebentar dan mengangkat pedangnya. "Kamu tetap di sini dan pimpin pasukan."
Jenderal itu mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya. "Jenderal Mo..."
Mo Lin tidak menjawab dan melesat melewati ribuan prajurit.
Aura tajam keluar dari pedangnya dan Energi Qi berkumpul di sekitar bilah pedang.
"Teknik Pedang Langit Mu!"
Slash...
Satu tebasan membelah 7 bilah Energi dan gelombang pedang menyapu pasukan Iblis.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
"Aaargh..."
Jeritan pasukan Iblis menggema dan puluhan prajurit Iblis jatuh melewati gugusan batu yang melayang.
Namun aura yang jauh lebih mengerikan muncul dari arah utara.
Mo Lin menghentikan gerakannya dan menyapu pandangannya ke arah sumber aura itu.
Awan hitam berputar dan 5 sosok muncul dari balik kabut.
4 orang adalah Raja Iblis dan 1 orang yang berada di tengah mengenakan zirah hitam dengan tanduk merah di kepalanya.
"Mo Lin." Raja Iblis di tengah berbicara dan menatap Mo Lin dengan senyum dingin.
Mo Lin mengarahkan pedangnya ke depan. "Raja Iblis Chi Yan."
Chi Yan tertawa dan aura hitam keluar dari tubuhnya. "Kamu masih mengingat namaku."
"Aku tidak mungkin melupakan Raja Iblis yang telah membunuh 30 ribu prajurit Kerajaan Mu." Mo Lin menggeser kakinya di udara dan Energi Qi berkumpul di sekitar pedangnya.
Chi Yan mengangkat telapak tangannya. "Kalau begitu hari ini kamu akan menjadi bagian dari jumlah itu."
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu langit.
Chi Yan melesat ke depan dan tinjunya beradu dengan bilah pedang Mo Lin.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
Mo Lin terdorong beberapa meter dan menguatkan pijakannya di udara.
"Kecepatan mu meningkat." Mo Lin berkata dan mengusap darah tipis di sudut bibirnya.
Chi Yan tertawa dan menggerakkan bahunya. "10 ribu tahun kultivasi tidak sia-sia."
Mo Lin mengarahkan pedang ke dada Chi Yan. "Aku tidak membutuhkan 10 ribu tahun untuk mengalahkan kamu."
"Kalau begitu buktikan." Chi Yan melesat dan 2 tinjunya menghasilkan bilah Energi hitam.
Slash...
Mo Lin menebas dari arah kiri dan bilah pedangnya beradu dengan bilah Energi Chi Yan.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
Dua sosok melesat ke arah berbeda dan kemudian kembali beradu.
Bomm!
Ledakan kedua menggema dan gelombang kejut menyapu Pegunungan Bintang.
Pasukan Kerajaan Mu dan pasukan Iblis menghentikan pertempuran selama beberapa detik dan menatap pertarungan 2 pemimpin mereka.
"Jenderal Mo, kalahkan Raja Iblis itu!" seorang prajurit Kerajaan Mu berteriak dan mengangkat pedangnya.
"Jenderal Mo! Jenderal Mo! Jenderal Mo!"
Ribuan prajurit Kerajaan Mu meneriakkan nama sang Jenderal.
Mo Lin menggenggam pedangnya dan aura putih keemasan menyelimuti tubuhnya.
"Teknik Pedang Dewa Perang!"
Slash!
Bilah pedang raksasa muncul di udara dan melesat ke arah Chi Yan.
Chi Yan mengangkat kedua tangannya.
"Perisai Iblis!"
Aura hitam membentuk perisai raksasa dan bilah pedang beradu dengan perisai tersebut.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
Retakan muncul pada perisai Iblis.
Mo Lin menggertakkan giginya dan menambah Energi Qi ke dalam pedangnya.
"Untuk Kerajaan Mu!"
Slash...
Bilah pedang menembus perisai dan menghantam Chi Yan.
"Aaargh..."
Jeritan Chi Yan menggema dan darah hitam keluar dari bahunya.
Para prajurit Kerajaan Mu bersorak.
Namun, dari sisi kiri muncul Raja Iblis lain.
"Jangan lengah Jenderal Mo!"
Jenderal Kerajaan Mu berteriak dari kejauhan.
Mo Lin menoleh dan melihat sebuah bilah Energi hitam sudah berada beberapa meter dari arahnya.
Slash...
Bilah Energi menembus pertahanan Mo Lin.
Darah menyembur dan pedang Mo Lin terlepas dari genggamannya.
"Jenderal!"
Jeritan para prajurit Kerajaan Mu menggema di Pegunungan Bintang.
Mo Lin menahan rasa sakit dan menatap Raja Iblis yang menyerangnya.
"Sekarang terimalah kematian mu Jenderal Mo! Hahahaha..." Raja Iblis itu tertawa dan kembali melesat dan muncul di depan Mo Lin.
Mo Lin mencoba mengambil kembali pedangnya, namun Chi Yan telah mengarahkan telapak tangan ke dadanya.
"Berakhir sudah."
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu langit.
Mo Lin terlempar jauh dan darah mengalir dari mulutnya.
Jubah putih hitamnya robek dan pedangnya jatuh melewati awan.
"Jenderal Mo!"
Suara para prajurit terdengar dari kejauhan.
Mo Lin menggenggam udara kosong dan menatap pasukannya.
Ribuan prajurit Kerajaan Mu masih bertempur dan ribuan lainnya berusaha mempertahankan formasi.
"Jangan mundur..." ucapnya tersenyum dengan air mata darah.
Namun Chi Yan kembali muncul di hadapannya.
"Pergilah ke alam kematian."
Telapak tangan Chi Yan menembus pertahanan Mo Lin.
Bomm!
Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu udara.
Darah mengalir dari luka Mo Lin dan auranya mulai menghilang.
Mo Lin menatap langit yang dipenuhi awan dan mengingat wajah para prajurit yang telah berjuang bersamanya.
"Seandainya aku mendapatkan kesempatan kedua..."
Kelopak matanya tertutup dan kesadarannya lenyap.
Di saat terakhir, sebuah cahaya keemasan muncul dari dalam jiwanya.
Cahaya itu membungkus jiwa Mo Lin dan menembus ruang antara alam.
Raja Iblis Chi Yan menatap cahaya tersebut. "Apa itu?"
Namun cahaya keemasan menghilang dari langit dan perang kembali bergolak.
Dan nama Jenderal Mo yang terkenal di Alam Dewa pun telah berakhir.
Daftar bab
32 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








