
- Jumlah kata
- 318
- Popular
- 100
- Subscribe
- 3
Sinopsis
karena di suruh pulang kampung oleh ayahnya dan menetap di kampung, adith bergegas ke kampung untuk menetap disana di rumah yang cukup mewah di kampung, dan dia bercita-cita menaklukan seluruh wanita di kampung
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 1
Adith selalu menganggap hidupnya sempurna. Di usia dua puluh lima tahun, ia memiliki tubuh kekar hasil latihan rutin, penampilan menarik, serta kehidupan yang serba berkecukupan. Sebagai putra tunggal seorang pengusaha sukses, hampir semua keinginannya selalu terpenuhi.
Namun pagi itu, kehidupannya berubah.
“Adith, datang ke ruang kerja Ayah.”
Suara ayahnya terdengar serius. Adith yang baru selesai sarapan segera menuju ruang kerja.
“Ada apa, Yah?”
Ayahnya menatapnya cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Mulai minggu depan, kamu pulang ke kampung.”
Adith mengernyitkan dahi.
“Kampung? Untuk apa?”
“Untuk tinggal.”
Adith tertawa kecil. Ia mengira ayahnya sedang bercanda.
“Tinggal berapa hari?”
“Bukan beberapa hari. Kamu akan menetap di sana untuk sementara.”
Senyum Adith langsung menghilang.
“Tapi aku tidak bisa hidup di desa, Yah.”
“Kenapa?”
“Aku tidak tahu harus melakukan apa.”
Ayahnya justru tersenyum tipis.
“Itulah masalahmu.”
Adith terdiam.
Selama ini semua urusannya memang selalu dibantu orang lain. Makanan tersedia, rumah dibersihkan, mobil selalu siap, dan berbagai kebutuhannya dapat diperoleh hanya dengan mengucapkan satu kalimat.
Ayahnya kemudian menjelaskan bahwa rumah peninggalan kakeknya masih berdiri di sebuah desa yang jauh dari kota. Rumah itu akan menjadi tempat tinggal Adith.
“Kamu akan tinggal sendiri,” kata ayahnya.
“Sendiri?”
“Ya. Kalau kamu merasa sudah mampu hidup mandiri, pulanglah.”
Seminggu kemudian, Adith tiba di desa tersebut.
Mobil yang mengantarnya berhenti di depan sebuah rumah besar bergaya lama. Pepohonan tumbuh lebat di halaman. Udara terasa jauh lebih sejuk daripada kota.
Ketika mobil pergi, Adith berdiri sambil menatap koper-kopernya.
“Jadi... ini rumahku sekarang?”
Ia menghela napas panjang.
Adith belum tahu bahwa kepulangannya ke desa bukan hanya akan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan, tetapi juga akan mempertemukannya dengan orang-orang yang kelak menjadi bagian terpenting dalam hidupnya
Hari-hari aku lewati seperti biasa bangun agak siang tapi ada satu yang membuatku agak jengkel karena, disini susah mencari air aku pun pergi sebuah sungai yang airnya sangat jernih
Terlihat di kejauhan gadis muda yang sedang mandi tanpa mengenakan pakaian sehelai pun sedang di pinggir sungai
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








