

"ayo bangun! sebentar lagi kita sudah harus kerja" panggil Bagas sambil menggoyang-goyangkan tubuh seorang pemuda yg masih tidur nyenyak yg tidak lain adalah rekan kerjanya .
Tidak lama kemudian pemuda itu bangun dari tidurnya sambil meregangkan otot-ototnya setelah pemuda itu bangun dan mandi barulah mereka pergi ke warteg untuk makan sebelum pergi bekerja.
ketika keduanya sudah sampai di warteg itu si Bagas memesan makanan untuk dia dan temannya ,akan tetapi bagas melihat teman sekaligus rekan kerjanya hanya melamun dia pun tahu apa yg dipikirkan temannya itu
" Sudahlah faz , orang tua mu sudah tenang di surga sana " ucap Bagas pada Fazri temannya itu .
Fazri pun hanya mengangguk sebagai jawaban , sambil membatin di dalam hati " ayah ibu doakan aku anakmu ini semoga bisa berguna bagi orang lain di kehidupan ".
ayah Fazri adalah seorang jenderal tentara , ayahnya meninggal ketika ia berusia sepuluh tahun dan tidak berselang lama tepatnya dua tahun kemudian ibunya juga meninggal akibat sebuah kecelakaan lalu lintas.
Semenjak itu, Fazri tinggal bersama pamannya yg berada di pinggiran kota, meski Fazri tinggal di kediaman pamannya sendiri tapi terkadang ia menjadi bahan pelampiasan amarah keluarga itu dan juga kadang ia mendapat perlakuan yg tidak layak di keluarga itu, padahal uang pensiun ayahnya itu dipegang seluruhnya oleh pamannya itu.
ketika lulus SMA , Fazri pun memilih merantau tanpa pamit pada pamannya itu. Lalu ia bekerja sebagai office boy di sebuah perusahaan ternama , setiap ia gajian ia sisihkan uang untuk anak anak panti asuhan yg terletak tidak jauh dari kosan nya itu .
Selain kecerdasan yg di miliki Fazri, sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya, belum genap sebulan Fazri di pindahkan ke bagian administrasi tapi tak berselang lama dia dituduh mencuri data perusahaan, karena ia tak bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah maka ia pun di pecat dari perusahaan itu
Fazri tau ini pasti ulah rekan kerjanya yg iri dengan dia . Setelah di pecat Fazri mencoba mencari pekerjaan di beberapa perusahaan tetapi ia di tolak dengan alasan klasik ,ia pun tahu bahwa perkara pemecatan pekerjaan ia di perusahaan lama sudah tersebar.
Demi menyambung hidup ia menjadi kuli bangunan dan pekerjaan serabutan yg lain.
.............................................................................
" ini mas sudah siap makanannya " ucap pemilik warteg .
" oh iya taruh sini saja bude " ucap Bagas kepada pemilik warteg
ketika mereka berdua mau makan , tiba tiba datang lima pria kekar yang datang di sisi dekat meja Fazri dan Bagas, lalu salah satu pria kekar itu maju dan menggebrak meja di depannya ia pun menatap dan berbicara kpd pemilik warteg
" uang keamanan " ucap pria itu kepada pemilik warteg
" be....belum a...ada bang kan minggu kema....marin abang udah a.....ambil uang keamanan untuk bu...bulan ini " ucap pemilik warteg terbata-bata lalu melajutkan lagi ucapannya " se.....sekarang kan belum wa....waktunya bayar ba..bang" ucapnya pada pria kekar itu
" Terserah gua dan gua gk peduli sekarang lu bayar uang keamanan ini atau gua hancurin warung ini dan..." ucap pria kekar itu lagi sambil mengeluarkan sebuah pisau dari saku celananya lalu melanjutkan ucapannya "gua habisin nyawa lu denger gak!!! " ucap nya pada pemilik warteg
" jangan bang saya beneran belum ada uang bang, jualan saya bener bener belum laku bang " ucap pemilik warteg yg seorang wanita paruh baya , sambil memohon pada pria kekar itu
" Arghhh " pria itu pun marah dan langsung menikam pisau yang ada di tangan nya itu ke arah wanita itu.
Fazri yang melihat itu pun langsung bergegas mendekat dan tiba di tengah tengah pria kekar dan pemilik warteg .....alhasil pisau itu pun terkena tepat di dada kirinya yg langsung menembus jantung nya .
Bagas yg melihat temannya tertusuk pisau pun bergegas mendekat dan menopang badan temannya itu , ia tau Fazri memiliki hati yang welas asih dan ia sudah mencegah agar Fazri duduk diam di tempat, tapi mau gimana lagi Fazri langsung berlari menuju ke pria kekar untuk menghalangi supaya pisau itu tidak mengenai pemilik warteg karena hatinya tak tega melihat perempuan yang mau di sakiti , ia teringat akan ibunya bagaimana bila itu ibunya ? ,maka tanpa pikir panjang Fazri pun berlari menuju ketengah antara pria kekar dan pemilik warteg .... alhasil fazri pun bersimbah darah , Bagas pun segera menelpon ambulan , sementara itu pria kekar dan rombongannya kabur karena pengunjung lain sudah menelpon polisi.
" Fazri !!! " jerit Bagas ketika melihat fazri sudah tak bernyawa ketika ambulan datang.