
- Jumlah kata
- 55.2K
- Popular
- 327
- Subscribe
- 58
Sinopsis
Semua berawal dari ke empat sahabat melewati jalan warung jambu. Sebuah jalan yang terkenal sepi dan angker. Konon, jika kita melewati jalan itu, wajib buat kita untuk membunyikan klakson sebanyak 3 kali. "Bunyiin klaksonnya man!" Perintah erina. "Nggak usah!" Tolak rafaila. "Klakson man!" Perintah erina bersih keras. "Nggak usah!" Akankah Feysman membunyikan klaksonnya? Apa sebenarnya yang terjadi jika feysman tidak membunyikan klaksonnya sebanyak 3 kali? "Jika kamu ingin menyelamatkan jiwa ketiga sahabatmu. Untuk kembali ke sana kamu harus melaksanakan satu syarat," ucap Pak supri. Seorang dukun pintar yang sering membantu orang-orang dalam menghadapi sesuatu di luar nalar. apa persyaratan yang harus erina penuhi untuk bisa menyelamatkan jiwa ke tiga sahabatnya?
Ulasan
3 ulasan
Kanaya
25/2/25 05:50
bagus tema nya, enak di baca juga dari cara kata dan ketikan nya rapih juga, serem sih, tapi drama nya bikin baper.
PILIHANau ulfah
4/3/25 18:48
semangat kak.🔥🔥🔥 saling support ya kak. ceritanya sangat bagus dan penasaran tiap babnya. kunjungi juga cerita saya kak. misteri pohon beringin dan bayangan di balik layar
Bab 1, Harus Kalkson!
mengalami hal-hal di luar nalar manusia.
Jalan ini memang sangat sepi, sepanjang jalan di
kanan dan kiri adalah hutan belantara. Sehingga hal ini menambah kesan horor meski melintasi di siang hari.
Kini, ke empat sahabat itu sudah melewati pembelokkan pertama.
Erina sangat tegang, karena mendekati jalan itu,
man tidak membunyikan klakson.
"man, bunyiin klaksonnya!" Perintah erina, kala mobil mereka sudah masuk di jalan warung jambu.
"Nggak usah!" Tolak rafaila.
"Klakson man!" Ucap erina bersikeras.
"NGGAK USAH LEBAY DEH RIN!!" teriak Fey.
Erina tidak mempedulikan sahabatnya. Dia bergerak maju ke depan lalu membunyikan sendiri klakson yang berada di depan Feysman.
Sudah 2 kali klakson dibunyikan, ketika Erina akan membunyikan klakson yang ke 3 kalinya.
fey menarik tubuh Erina ke belakang.
"Elo apa-apaan sih rin. Kan udah dibilangin nggak usah lebay," hardik rafaila.
"Kalian semua yang apa-apaan? Kalau kalian semua nggak percaya. Ya udah, nggak usah halangin gue untuk membunyikan klakson itu. Gue nggak mau ambil resiko jika terjadi apa-apa sama kita semua, ngerti nggak?"
Brrruukk!!!
Tiba-tiba mobil mereka menabrak sesuatu.
"Apaan tuh man?" Tanya rafaila.
"Nggak tahu? Kayaknya kita nabrak orang deh," jawab feysman.
"Emang tadi ada orang lewat?" Tanya rafaila.
feysman menggeleng.
"Terus, apa dong? Kucing?" tanya fey.
"Kita turun saja sama-sama," ajak feysman.
"Gue nggak mau, kalian bertiga aja. Bisa saja ini karena ulah kalian!" Tolak erina.
"Kenapa karena kita bertiga? Gara-gara kita bertiga nolak membunyikan klakson lagi? Katro lo rin!" Sengit rafaila.
"Terserah, tapi kalau terjadi apa-apa dengan perjalanan kita, kalian semua harus bertanggungjawab," balas erina.
"Sudah, nggak usah pada berantem kayak gini dong. Kalau erina nggak mau turun. Ya sudah, kita bertiga aja nggak apa-apa," ajak feysman.
Ketiganyapun turun. Mereka memeriksa bagian depan dan belakang. Terlihat tidak ada apa-apa.
"Kok nggak ada apa-apa ya?" Tanya feysman.
"Tapi kerasa banget loh, kalau tadi kita seperti nabrak sesuatu," ucap rafaila.
"Jangan-jangan, apa yang di katakan erina benar,"
ucap feysman dengan badan gemetaran.
Seketika rafaila memegang belakang lehernya karena merinding.
Tiba-tiba mata feysman melotot dan wajahnya berubah pucat.
"Elo kenapa man?" Tanya fey seraya memegang pundak sahabatnya.
"Kun ...kun..." ucap feysman gagap sambil menunjuk beberapa meter di belakang fei dan rafaila, berdiri sosok wanita dengan pakaian putih yang lusuh rambut panjang, dengan sekitaran mata hitam dan wajah pucat.
Sedang menatap nyalang ke arah mereka dengan bola
mata yang mengeluarkan darah.
fei dan rafaila berbalik dan terkejut melihat sosok yang selama ini hanya menjadi cerita, kini nampak nyata di depan mata mereka.
Tidak berapa lama, terdengar suara tawa yang nyaring dan melengking.
"НІНІНІНІНІНІ,"
Ketiganya tersadar, lalu bergegas masuk ke mobil.
erina merasa heran melihat ketiga sahabatnya, masuk dengan terburu-buru dengan wajah pucat.
"Kalian semua kenapa?" tanyanya.
"man, cepat nyalain mobilnya!" Perintah rafaila ketakutan.
feysman keringat dingin berusaha menyalakan mesin mobilnya, namun tak kunjung menyala. Sementara sosok wanita dengan sebutan kuntilanak itu melayang-layang di depan mereka. erina terkejut melihat sosok mengerikan yang sudah membuat ke tiga sahabatnya ketakutan.
Dia terus merapalkan doa sambil memejamkan mata, dia tidak berani membuka matanya. Dia hanya mendengar suara tawa khas dari sang kuntilanak itu.
"AAAAAAAKKKKHH!" ketiga sahabat erina berteriak kala kuntilanak itu menempel di kaca depan mobil mereka sambil memperlihatkan wajahnya yang begitu jelas pucat pasi dengan taring yang tajam.
"GAAAASS mmmaaaaaaaannn!" teriak rafaila yang berada di sampingnya.
"NGGAK BISAA, GUE UDAH INJAK GAS," jawab feysman dengan kebingungan.
fei dan erina yang duduk di belakang tidak bisa berkata-kata. Keduanya menutup telinga mereka karena suara tawa kuntilanak itu membuat telinga mereka sakit.
Tiba-tiba sebuah angin kencang datang membuat mobil mereka bergerak ke kanan dan ke kiri. Kemudian terasa oleh mereka mobil yang mereka naiki melayang dan berputar-putar seperti di tengah angin tornado.
Ke tiga gadis dan satu lelaki itu lalu terlempar keluar dengan arah yang berbeda-beda.
Seketika suasana menjadi hening.
erina meringis kesakitan, seluruh badannya seperti remuk redam. Bagaimana tidak? Dia terlempar cukup jauh dari mobil mereka berada.
erina berusaha untuk bangun, dia memegang
kepalanya yang sangat sakit karena sempat terbentur saat mobil bergoyang karena kekuatan angin.
erina berusaha berdiri, dengan sisa-sisa kekuatan dia berjalan untuk keluar ke jalan besar, tempat mobil mereka berada.
Saat sampai di jalan besar. Dia berteriak memanggil ketiga sahabatnya.
"MAAAAANNNN, RAFAAAAAA, FEEEEEYYYYY!"
Tidak jauh dari tempat dia berdiri. Dia melihat tubuh Rafaila tergeletak di bawah pohon besar. Dia berlari menghampiri sahabatnya.
"fa, rafaila, bangun rafa." erina mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. Namun, tak kunjung bangun.
erina lalu menyeret tubuh sahabatnya masuk ke mobil.
Sahabat feysman, rafaila dan fey itu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena kecapean menyeret tubuh rafaila masuk ke mobil. Dia menyeka keringat yang bercucuran di keningnya.
"FEEYYYYY!!! MAAAAANNNN! EELO SEMUA DIMANAAA?" Teriak erina memanggil ke dua sahabatnya yang tersisa. Terdengar suara burung hantu yang membuat bulu kuduk erina merinding.
Gadis manis berlesung pipit di kedua pipinya itu, seketika merapalkan doa-doa yang dia hafal dan membuat keberaniannya muncul.
"Gue nggak boleh takut. Mereka harus gue temukan."
erina mencoba menyemangati dirinya untuk berani. Dia kembali berjalan untuk mencari ke dia sahabatnya.
erina terus memanggil ke dua temannya. Tiba-tiba terdengar suara orang menangis.
"Hiks...hiks...hiks..."
erina sempat merinding mendengarnya, kemudian dia merasa mengenal suara itu.
"MAAAAANNN, ELO DI MANA?" teriak erina memanggil ketika mengenal suara tangis itu adalah suara feysman. Dia berjalan ke sumber suara. Makin lama suara tangis itu makin terdengar jelas. Dia melihat semak-semak yang bergoyang, dengan perlahan erina berjalan mendekati semak-semak itu.
"man elo di situ?" Tanya erina dengan terus berjalan perlahan mendekati semak-semak.
erina mengumpulkan keberaniannya.
"Itu teman gue, ngapain gue takut?" erina bermonolog mencoba memberanikan dirinya.
Seketika itu juga dia menyibakkan semak-semak yang ada di depannya. Nampak sosok kepala wanita dengan rambut panjang namun tanpa badan sedang tersenyum mengerikan padanya, dengan bola mata yang hampir keluar.
"ΑΑΑΑΑΚΚΚHHH!" erina berlari sekuat tenaga sambil sesekali menengok ke belakang melihat kepala tanpa badan itu mengejarnya.
Buuugh!
erina terjatuh tersungkur ke depan kala kakinya tersandung akar pohon.
Seketika suara tangis dari hantu kepala wanita tanpa badan itu, tidak terdengar lagi.
erina kemudian perlahan-lahan bangun dan mulai berjalan dengan tertatih menuju jalan besar.
Gadis itu bernafas lega ketika melihat jalan besar dan mobil mereka. Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di mobil.
Alangkah terkejutnya erina melihat kedua sahabatnya yang dia cari-cari itu, sudah berada di dalam mobil dengan kondisi tidak sadarkan diri.
"maann! feyyy! Banguuunn!" erina mencoba membangunkan ke tiga sahabatnya bergantian. Namun, ketiganya tak kunjung bangun.
Tanpa membuang waktu erina segera duduk di balik kemudi. Dia kemudian berbalik arah, memutuskan untuk pulang ke kota.
erina melajukan mobilnya dengan membunyikan klakson 3 kali.
Tanpa dia sadari di belakang mobil ke tiga sahabatnya berlari mengejar mobil yang di bawa oleh erina.
"ERINAAAAAA, BERHENTIIII!!! JANGAN NINGGALIN KITA!!!" teriak ketiganya. CEPLAAASH!!!
Terdengar bunyi suara cambuk. Ketiga gadis kota itu berbalik. Mereka saling merapat dengan badan gemetar.
"MULAIII SEKARANG KALIAN BERTIGA AKAN MENJADI BUDAKKU, HIHІНІНІНІ," ucap sihantu kuntilanak dengan suara serak dan wajah mengerikan melayang-layang di depan mereka.
Kemudian dia mengibaskan cambuk itu lalu mengikat tangan ketiga sahabat erina. Tidak ada yang bisa mereka katakan sekarang, selain penyesalan karena tidak mau mendengarkan kata-kata erina, bahkan mereka pun mengatakan erina katro karena masih mempercayai hal yang demikian.
Andai saja mereka tidak mencegah erina untuk membunyikan klakson 3 kali, mungkin saat ini mereka sudah sampai di tempat tujuan. Namun, sekarang nasi telah menjadi bubur. Jiwa mereka kini sudah terikat oleh kuntilanak yang merupakan setan pengikat jiwa mereka.
Di perjalanan pulang, erina terus fokus menyetir namun air matanya tidak kunjung berhenti, sebab dia tahu jiwa ketiga sahabatnya masih berada di jalan warung jambu. Sementara yang dia bawa di dalam mobil hanyalah raga mereka.
"Gue akan kembali nyelamatin kalian semua," ucap erin sembari menghapus air matanya.
Daftar bab
39 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








