Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Menantu Pengganti Sang Mafia

Menantu Pengganti Sang Mafia

Pipi Kiri | Bersambung
Jumlah kata
165.1K
Popular
12.3K
Subscribe
836
Novel / Menantu Pengganti Sang Mafia
Menantu Pengganti Sang Mafia

Menantu Pengganti Sang Mafia

Pipi Kiri| Bersambung
Jumlah Kata
165.1K
Popular
12.3K
Subscribe
836
Sinopsis
18+PerkotaanAksiMafiaMenantuIdentitas Tersembunyi
Zayden yang baru pulang berjualan terkejut saat diminta untuk menikah dengan gadis yang dijodohkan dengan adik tirinya. Demi berbakti pada papanya, dia rela melakukan itu. Namun tak semudah rencana karena dia seorang duda dan berpenghasilan rendah hingga dipandang sebelah mata. Banyak pihak yang ingin menjatuhkannya dalam membangun kota kecil itu, hingga suatu hari statusnya sebagai Raja Mafia di Ibukota terungkap!
Bab 1 : Aku Akan Menikahinya

“Aku menolak menikah dengannya, Pa! Berita gosip itu tidak bagus untuk keluarga kita!” ucapnya ketus.

Zayden baru saja ingin masuk ke dalam rumah, tapi kakinya terhenti saat mendengar suara adik tirinya. Pria itu lalu memilih tidak peduli dan melanjutkan kembali langkahnya.

Saat melihat putra sulungnya pulang, wajah Ronny langsung berbinar bahagia. Amarahnya tadi menguap entah kemana.

“Zayden, kemari!”

Lalu terbitlah senyuman licik di wajah Fero.

“Bagaimana kalau Kak Zayden saja yang menikah, Pa?” ucapnya terlihat bersemangat.

Ronny Javier pun mengangguk setuju. “Benar sekali! Kau saja yang menggantikan Fero untuk menikah, ya? Kau harus mau!” titah pria itu seenaknya.

Kening Zayden berkerut heran lalu menatap adik tirinya itu dengan lekat. “Bukankah kau sudah setuju dengan pernikahan ini? Aku menolak, Pa!” tegasnya beralih pada papanya.

“Aku sudah terlanjur membuat pengumuman kalau putraku akan menikah dengan putri dari keluarga Wijaya. Ini memang pernikahan bisnis, tapi semua demi kebaikan keluarga kita. Kau paham ‘kan?” jelas pria paruh baya itu sedikit melunak.

Tentu Zayden mengerti papanya tidak mau malu di depan semua orang kalau pernikahan yang tinggal sebulan lagi terancam batal, tapi setelah semua yang dilakukannya tetap saja pria itu lebih sayang dengan anak tiri dan sama sekali tidak peduli perasaannya.

Fero tidak ingin kehilangan kesempatan. “Alah! Kakak cuma jualan di pasar jadi jangan belagu! Aku ini pewaris hotel dan resort, jadi nama baikku bisa hancur kalau menikah dengan gadis yang sedang terlibat skandal. Aku tidak mau!” ujarnya ketus dengan tatapan mengejek.

Zayden pun hanya bisa diam dan sabar mendapatkan penghinaan karena pekerjaannya itu.

Ronny kembali buka suara, “Kau sudah 30 tahun, Nak. Kau keburu tua dan nanti semakin lama aku menimang cucu,” desahnya sambil menggelengkan kepala.

“Dia juga cantik kok! Kau tidak akan rugi, Kak!” celetuk pemuda itu lagi.

Zayden mengepalkan kedua tangannya, tapi berusaha untuk tidak terpancing emosi karena tahu adik tirinya itu sengaja biar dia yang menanggung semuanya.

Papanya sekarang menatap tajam ke arahnya. “Tunjukkan baktimu setelah bertahun-tahun tidak pulang, Zayden!” tegasnya tak mau tahu.

Zayden berpikir sebentar karena kalau menolak, maka kesempatan untuk merebut kembali semua miliknya dari Fero akan hilang. Adik tirinya itu akan tetap berkuasa kalau papanya memberi dukungan penuh. Lagipula ada proyek rahasia yang harus dilakukan di sini, jadi menikah bisa jadi alasan untuk menetap sementara waktu.

Akhirnya Zayden pun pasrah dan menyetujui permintaan paksaan ini. Mau bagaimana lagi? Dia ditekan dari semua sisi.

“Baiklah, Pa. Aku akan menikah dengan gadis itu,” ucapnya dengan tenang.

Mendengar itu Ronny dan juga Fero akhirnya bisa bernapas lega. Pemuda itu terlihat sangat senang karena setelah ini bisa terbebas dari beban.

Zayden kembali buka suara. “Tapi, bagaimana kalau mereka menolakku? Pihak keluarga Wijaya pasti akan kecewa,” sambungnya lagi.

Tubuh Fero mendadak beku.

Ronny menggeleng cepat.

“Tidak, Zayden. Kami sudah membicarakan ini tadi pagi. Besok kau datang ke rumah mereka! Bujuk atau lakukan apapun juga karena papa tidak mau malu. Paham ‘kan?” titah pria itu mutlak.

Besok pagi sesuai permintaan papanya, Zayden pun pergi menuju ke kediaman keluarga Wijaya.

Meskipun ragu akhirnya pria itu menekan bel dan mengetuk pintu beberapa kali. Padahal dulu ia tidak pernah merasa gugup atau menggunakan tangannya untuk melakukan hal remeh seperti itu.

Tapi sekarang?

Pintu pun terbuka lalu tampaklah wanita paruh baya dengan wajah yang masih terlihat ayu.

“Selamat pagi, Bu Wijaya! Saya kemari atas permintaan dari Tuan Ronny,” sapanya dengan tersenyum kaku.

Wanita itu cukup terkejut, tapi setelah itu membalas dengan senyuman lebar. “Pagi juga. Ayo, masuk dulu!”

Zayden sebenarnya merasa tidak nyaman, tapi berusaha untuk bersikap sopan.

Saat ini sedang duduk Herman Wijaya dan istrinya. Lalu muncul seorang gadis memakai dress selutut dan ikut duduk di sofa yang ada di depan Zayden. Selama beberapa detik pria itu terpana.

‘Dia memang cantik!’ Zayden memujinya dalam hati.

“Ada keperluan apa, ya? Setahuku belum ada hal yang harus dibahas dengan Tuan Ronny,” ucap Herman memulai pembicaraan.

“Apa soal berita itu lagi?” tanya Anita terlihat cemas.

“Bukan, Bu. Sebelumnya perkenalkan, saya Zayden Alexander Javier. Anak sulung dari Tuan Ronny. Saya kemari ka-”

“Tunggu!” Herman langsung memotong ucapan Zayden. “Jadi … kau adalah kakak tiri Fero?”

“Iya, Pak Herman. Benar!” jawabnya tegas.

Suami istri itu saling pandang cukup terkejut karena mereka memang belum pernah bertemu dengannya setelah pulang ke kota ini beberapa bulan lalu.

“Fero menolak untuk menikah karena berita buruk soal Ameera. Jadi karena hal itu aku kemari,” sambungnya lagi.

Herman jadi salah tingkah dan terlihat gelisah.

“Begini, Nak Zayden. Apa ini soal mahar? Kami belum bisa mengembalikannya sekarang,” ucapnya jujur dengan suara pelan.

Zayden mengerti kekhawatiran pria itu. Mereka pikir dia datang pasti ingin meminta maharnya kembali.

Zayden pun tersenyum tipis. “Itu tidak perlu, Pak. Pernikahan akan tetap dilakukan karena aku yang akan menggantikan Fero. Ini keputusan Papa.”

“A-apa?!”

Herman dan istrinya kembali terkejut mendengar itu.

“Berani sekali kalian mempermainkanku! Kau itu duda, jadi tidak pantas menikah dengan putriku!” teriak pria itu murka.

Anita menatap putrinya yang diam saja dengan raut wajah sedih.

“Papa, jangan bicara seperti itu!” tegurnya langsung.

Sementara itu Ameera memperhatikan Zayden sekali lagi. Wajahnya memang mirip dengan Ronny, terutama mata dan hidungnya. Dia merasa meskipun seorang duda, tapi lebih tampan daripada Fero.

Zayden mengacuhkan ucapan ketus dari mereka lalu kembali buka suara.

“Jadi, apa kamu mau menikah denganku?”

“Kenapa kau masih bertanya, hah?!” jawab Herman ketus.

Zayden menggeleng. “Bukan, Pak. Aku sedang bertanya dengan Ameera,” jelasnya tetap tenang.

Ameera tersentak mendengar itu lalu pandangan mata mereka bertemu. Gadis itu menganggukkan kepalanya pelan.

“Iya, aku mau.”

Herman merasa tidak rela. “Ameera!”

Gadis itu tersenyum dan menatap papanya lekat. “Papa, tenanglah. Aku melakukan ini demi keluarga kita,” ucapnya begitu lembut.

Yang penting restoran papanya nanti mendapatkan dukungan dari Ronny. Meskipun harus menikah dengan duda dan pria yang pekerjaannya biasa saja, Ameera tidak masalah. Gadis berusia 23 tahun itu bisa menilai kalau Zayden pria yang baik dan bertanggung jawab. Justru dia awalnya menolak menikah dengan Fero yang terkenal playboy.

“Bagaimana dengan berita itu? Kamu tidak masalah?” Anita ingin memastikan lagi keputusan Zayden.

“Itu cuma gosip, Bu Wijaya. Menurutku semua hanya salah paham saja,” jawabnya tegas.

Zayden yakin dia gadis yang baik.

Herman masih tidak terima dengan keputusan ini. Apalagi saat melihat pakaian Zayden biasa saja dan tidak ada barang mewah yang melekat di tubuhnya. Datang kemari juga tidak membawa mobil. Sangat jauh berbeda dengan Fero yang selalu memakai setelan serba mahal dan mobil sport mewah yang mengkilap.

“Tidak, Ma. Dia memang putra Tuan Ronny, tapi aku dengar pekerjaannya hanya berjualan ayam potong di pasar. Bagaimana nasib putri kita nanti? Papa malu!” ucapnya dengan kepala tertunduk.

“Kalau begitu kembalikan saja mahar dari Fero!” ucap Zayden tiba-tiba.

“Apa?!” ucap Herman tak percaya. “Apa kau ingin melihatku malu di depan semua orang?!” teriaknya murka.

Zayden berpikir cepat di situasi seperti ini. Dia terpaksa menggunakan statusnya sebagai ‘Raja’ dari ibukota.

Pria itu tersenyum tipis. “Aku akan mengganti maharnya Fero nanti dan yang ada pada Pak Herman simpan saja. Lalu aku juga menambah tiga kali lipatnya sebagai mahar dariku!”

Mereka semua melongo mendengar itu.

Lanjut membaca
Lanjut membaca