
keturunan Sultan yg dibuang
imadz|Bersambung
- Jumlah kata
- 2.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
- Jumlah kata
- 2.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
Sinopsis
bayi Sultan yg dibuang, lalu diambil lagi stlh dia dewasa, tp ia menolak dgn keras sampai memusuhi keluarga nya sendiri (kerajaan)berjuang bersama lelaki yg dicintainya
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
pertemuan ditengah badai
Di sebuah rumah kecil di pinggiran hutan yang sunyi, Reina mengelus lembut kepala kedua jagoan kecilnya. "Sayang, Mama pergi ambil sayur dulu ya untuk makan malam. Kalian tunggu di sini sebentar," pamitnya pada Hero dan Hiro, putra kembarnya yang baru berusia tiga tahun. Si kembar hanya mengangguk lucu sambil tersenyum, melepas keberangkatan ibu mereka.
Hidup tidaklah mudah bagi Reina. Sejak suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, ia harus berjuang sendirian sebagai janda. Ia memilih tinggal di hutan yang luas, tempat yang bahkan jarang berani dimasuki orang lain karena kesannya yang menyeramkan. Namun, bagi Reina, hutan adalah pelindung bagi ia dan anak-anaknya.
Sore itu, suasana berubah mencekam. Langit yang semula redup mendadak pekat. Angin dingin mulai menusuk kulit, pertanda hujan besar akan segera turun. Reina mempercepat langkahnya, namun terlambat.
JDEERR!!
Suara guntur menggelegar dahsyat, disusul kilatan cahaya yang membelah langit, menerangi pepohonan tua yang tampak seperti raksasa hitam. Reina refleks menutup mata dengan kedua tangannya, jantungnya berdegup kencang. Namun, di antara sisa suara guruh, telinganya menangkap suara lain.
"Owaaa... owaaa..."
Suara tangisan bayi. Melengking, ketakutan, dan sangat dekat.
"Kenapa ada suara bayi di sini? Ini bukan suara anak-anakku," pikirnya cemas. Dengan perasaan was-was, ia mengikuti sumber suara itu ke arah semak-semak yang tinggi. Di sana, di antara rerumputan yang basah, ia menemukan sebuah keranjang.
Di dalamnya, seorang bayi mungil sedang menangis sejadi-jadinya. Reina segera menggendong bayi itu, memeluknya erat untuk memberikan kehangatan. "Ya Ampun... kenapa ada bayi di sini? Siapa yang tega meninggalkanmu?" bisiknya iba.
Di dalam keranjang itu, Reina menemukan secarik kertas yang ditulis dengan tergesa-gesa:
"Semoga Tuhan memberkatimu... Siapapun kamu, tolong jaga anak saya. Saya membekali dua tas perlengkapan dan sedikit uang. Saya minta tolong sebesar-besarnya, asuhlah anak saya sebaik mungkin. Namanya Belva, usianya 1 tahun. Terima kasih atas ketulusanmu. - wr -"
Di tengah derasnya hujan yang mulai turun, Reina berdiri terpaku. Hutan yang menyeramkan itu baru saja menitipkan sebuah nyawa kecil ke dalam dekapannya.
Daftar bab
4 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








