Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Mustika Naga

Mustika Naga

NALURITA | Bersambung
Jumlah kata
145.6K
Popular
2.6K
Subscribe
285
Novel / Mustika Naga
Mustika Naga

Mustika Naga

NALURITA| Bersambung
Jumlah Kata
145.6K
Popular
2.6K
Subscribe
285
Sinopsis
FantasiFantasi TimurDewaHaremDewa Pedang
Dijuluki Sampah Klan, Saka hanyalah cecunguk yang sering diremehkan. Bahkan wanita yang dijodohkan padanya diembat sepupunya, ia dijebak dan hampir mati di ujung hayatnya. Hingga semuanya berubah ketika ia mendapat Warisan Mustika Naga, kini ia bersumpah mengangkat kembali nama klan dan mengambil semua wanita di dalamnya.
BAB 1

Kota Awan terletak di Benua Timur yang merupakan sebuah kota kecil di pinggiran Ibu Kota Provinsi yang memiliki banyak pendekar tangguh (kultivator), di antaranya banyak terdapat di dalam Sekte maupun Klan atau keluarga yang tersebar di wilayah pegunungan luas dengan jumlah masyarakat mencapai puluhan ribu orang.

Meskipun Kota Awan adalah kota kecil, namun tingkat ekonominya sangat baik karena sebagai daerah penopang Ibu Kota Kerajaan Langit tidak tertinggal jauh dari wilayah-wilayah lainnya di Kekaisaran Merpati yang memiliki beberapa kerajaan.

Pada saat ini, mentari pagi mulai menampakkan sinarnya diiringi kesibukan orang-orang di Klan Mahesa dalam memulai aktivitasnya. Kabut tipis perlahan mulai menghilang saat seorang anak remaja berjalan santai menuju aula latihan Klan Mahesa sambil membawa sapu, dia adalah Saka, putra dari Devan yang merupakan putra kelima dari Patriark keluarga Mahesa.

Ayahnya yang bernama Devan telah lama meninggal sejak Saka berusia tujuh tahun. Pada waktu itu ibunya Saka yang bernama Bunga juga ikut meninggal pada peristiwa yang sangat memilukan, yakni dibunuh oleh seorang Tetua Sekte Kristal Es dalam mempertahankan informasi keberadaan peta warisan makam kuno.

Kebangkitan bangsa Iblis, demi tempat tersebut merupakan warisan terlarang yang berkaitan dengan mencegah bocornya informasi tersebut mereka berdua rela mengorbankan nyawa.

Kedua orang tua Saka diyakini menemukan peta makam kuno yang berisi warisan dan harta karun, hanya saja Sekte Kristal Es sebenarnya mengetahui bahwa informasi tersebut terkait dengan makam Kaisar Iblis Azazil yang telah disegel.

Mereka ingin membangkitkan kembali Kaisar Iblis melalui ritual pengorbanan untuk memimpin dunia ini. Oleh sebab itu secara rahasia mereka mencoba membangun kekuatan pasukan Iblis di wilayah Kerajaan Langit. Dalam sebuah ramalan kuno, mereka meyakini bahwa Kaisar Iblis akan bangkit dari wilayah tersebut.

Patriark keluarga Mahesa pada saat itu, Abah, terlambat memberikan pertolongan kepada anak dan menantunya karena sedang menjalani kultivasi tertutup. Dalam kejadian tersebut, Saka juga mengalami luka dalam yang diakibatkan oleh pukulan beracun dari salah seorang Tetua Sekte Kristal Es.

Kini delapan tahun telah berlalu, Saka telah berusia lima belas tahun dan menjadi pemuda yang tampan dan berwibawa, namun kebencian Saka akan tindakan Tetua Sekte tersebut selalu membekas dalam ingatan dirinya, ia membulatkan tekadnya untuk menjadi kuat agar dapat melindungi dirinya dan orang-orang terdekatnya.

Namun luka dalam yang ditimbulkan akibat pukulan beracun menyebabkan kemampuan Saka dalam melatih kultivasi bela diri menjadi terhambat tidak seperti anak-anak seusianya di Klan Mahesa. Maka dari itu Saka juga mendapatkan perawatan khusus dari Patriark Abah untuk menetralkan efek dingin dari pengaruh pukulan beracun tersebut.

Patriark Mahesa sangat sayang terhadap Saka, demi kesembuhan cucunya tersebut ia rela mengalirkan Qi vitalitas setiap pagi hari demi kesembuhan cucu tersayangnya itu. Namun hal ini menyebabkan kecemburuan dari cucu lainnya yang bernama Rafa. Ia beranggapan bahwa Saka tidak mungkin bisa diselamatkan dan hanya membuang-buang energi dan sumber daya keluarga saja.

Namun siapa sangka tanpa ada yang menyadarinya, tubuh Saka adalah tubuh khusus yang menyimpan kekuatan spiritual. Zat racun yang sulit terdeteksi itu memberikan pengaruh yang sangat besar, setiap energi vitalitas yang masuk ke dalam tubuhnya seperti terserap ke dalam lubang yang sangat dalam.

Pada saat ini kemampuan kultivasi Saka juga masih dalam Pemurnian Qi Tingkat Satu, kendati begitu kebencian Rafa kepada Saka tidak ada yang mengetahuinya, tampak di luar ia adalah sepupu sekaligus orang yang dipercaya dan dikenal baik oleh Saka.

"Selamat pagi saudara Saka. Bagaimana kabarmu? Apakah kamu hari ini sudah merasa lebih baik?" sapa Rafa kepada Saka sambil membawa pedang bermata ganda kualitas menengah untuk berlatih.

"Masih seperti sebelumnya, belum ada peningkatan yang berarti," jawab Saka dengan nada tak berdaya.

"Tetaplah semangat, kamu adalah harapan keluarga Mahesa kita," balas Rafa menimpali.

"Ah, kamu jangan mengejekku Rafa, aku sudah bisa hidup saja sampai hari ini sudah merupakan berkah. Entah bagaimana aku bisa membalas budi baik kakek karena sudah mengorbankan energi vitalitasnya selama tujuh tahun terakhir ini," ujar Saka dengan ekspresi malu.

Saka sambil menundukkan kepala melanjutkan pekerjaannya menyapu aula latihan Klan Mahesa. Ia memang tidak diizinkan berlatih terlalu keras seperti anak-anak lain di generasinya, hal ini disebabkan kondisi fisiknya yang tidak stabil, jadi ia hanya bisa menyaksikan yang lainnya berlatih teknik kebanggaan Klan Mahesa.

Perlu diketahui Klan Mahesa merupakan kekuatan yang tidak bisa diremehkan begitu saja di Kota Awan. Hal ini dikarenakan basis kultivasi Patriark Mahesa sudah berada pada tahap Kelahiran Kembali Tahap Awal dan merupakan dua yang tertinggi setelah Septian dari Kuil Shaolin.

"Aku sudah tidak sabar untuk segera melenyapkan Saka, walau bagaimanapun aku yang seharusnya menjadi pewaris Klan Mahesa di masa depan," batin Rafa sambil mendengus kesal

melihat Saka yang tampak bodoh dari kejauhan.

"Tuan Muda Rafa, apakah kita perlu bertindak sekarang?" tanya Farel yang menyadari perubahan ekspresi Rafa.

"Aku sepertinya sudah sangat muak melihat Saka, kita tunggu Patriark, ayahku serta para pamanku lengah. Farel, kamu sebaiknya segera menyiapkan keperluan yang dibutuhkan, karena tidak lama lagi kudengar Patriark dan Tetua lainnya akan menghadiri undangan jamuan dari Kerajaan Langit," ucap Rafa dengan nada serius.

"Baik Tuan Muda Rafa, tapi tolong izinkan saya untuk memberi Saka pelajaran juga, biar dia merasakan jurus Tinju Api keluarga Mahesa kita," pinta Farel dengan ekspresi penuh semangat.

"Hahaha, bagus, bagus memang seperti itu seharusnya. Kamu tenang saja, aku akan memberikan kesempatan itu, kamu jaga rahasia ini baik-baik atau kamu tidak bisa mengelak dari kematian jika membocorkannya," ancam Rafa dengan serius.

"Ampun Tuan Muda, hamba tidak berani, sebagai pewaris Klan Mahesa di masa depan tentu aku harus selalu di sisimu. Dengan bakat jenius aku yakin Klan Mahesa di masa depan akan menjadi yang terkuat di Kekaisaran Merpati ini," ucap Farel dengan nada dan senyum menjilat.

Mereka melanjutkan latihan di aula sambil sesekali memandang Saka dengan tatapan sinis dan penuh kehinaan. Adapun Saka tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa mengetahui maksud dari sepupunya.

Ia masih beranggapan Rafa adalah saudara yang selalu menjaga dan melindunginya selain Patriark Mahesa.

Sambil mengelap keringat yang mulai membasahi keningnya Saka berkata sendiri.

"Aku harus menjadi kuat, tidak boleh lemah. Aku tidak boleh menyia-nyiakan nyawa kedua orang tuaku, bakatku harus mampu meninju langit Alam Dewa, Benua Timur masih terlalu sempit untukku berpijak."

Saka hanya bisa melihat murid-murid Klan Mahesa berlatih, sesekali ia juga memperhatikan setiap gerakan yang diperagakan oleh Rafa. Pada saat ini kultivasi Rafa merupakan yang tertinggi yaitu berada pada ranah Pemurnian Qi Tahap Ketujuh di antara bakat muda Klan Mahesa lainnya.

Hal ini tentu saja sangat membanggakan keluarga Mahesa, pada dasarnya Rafa dianggap pemuda jenius di Klan Mahesa. Pada usianya yang baru memasuki lima belas tahun ia sudah mengukir namanya di jajaran pemuda terbaik Kota Awan.

Di Kota Awan kultivator muda yang memiliki tingkatan tinggi masih sulit ditemui, rata-rata basis kultivasinya berada pada Pemurnian Qi Tingkat Empat dan Lima. Adapun tingkatan kultivasi yang terdapat di Benua Timur yaitu: Pemurnian Qi, Pondasi Qi, Inti Qi, Kelahiran Kembali, dan Immortal.

Lanjut membaca
Lanjut membaca