Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Sang Pewaris Purnama

Sang Pewaris Purnama

NonaRich | Bersambung
Jumlah kata
40.0K
Popular
1.2K
Subscribe
185
Novel / Sang Pewaris Purnama
Sang Pewaris Purnama

Sang Pewaris Purnama

NonaRich| Bersambung
Jumlah Kata
40.0K
Popular
1.2K
Subscribe
185
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalSupernaturalKekuatan SuperUrban
Shaka Purnama terpaksa pergi ke kota dengan berbekal kotak wasiat dari mendiang buyutnya untuk mencari alamat Ayah kandungnya. Ia juga mendapatkan kalung koin kuno dan ternyata memiliki kekuatan sakti yang dapat menyembuhkan segala jenis penyakit hanya dengan lewat usapan tangan bagi orang yang mengenakan kalung tersebut. Shaka dikucilkan oleh keluarga baru Ayahnya lantaran mereka tak percaya jika dirinya memiliki darah keturunan keluarga Purnama. Pemuda itu tak ingin mencari pembuktian dan justru berdiri di atas kakinya sendiri. Ia mulai dikenal karena kemahirannya dalam meracik obat herbal dan kesaktiannya dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bahkan, beberapa orang terpandang mulai melirik Shaka. Nama Shaka semakin melambung tinggi hingga mampu menyaingi perusahaan farmasi terbesar yang ternyata milik keluarga Purnama. Hal ini semakin membuat geger hingga membuat keluarga Purnama terusik akan hal tersebut. Mereka mengundang Shaka untuk kembali mendatangi kediaman Purnama. Entah untuk mengakui bila Shaka memang bagian dari keluarga Purnama, atau justru ada maksud lain?
Bab 1

Malam ini, seorang pemuda sedang berjalan dengan langkah penuh percaya diri untuk pergi ke kediaman sang pujaan hati.

Dia adalah Shaka Purnama. Pemuda desa yang gagah. Berusia 22 tahun dan sudah mantap untuk meminang sang kembang desa bernama Ayu dengan membawa sekantong tas cerewet berisi uang tabungannya selama ini.

Sesampainya di kediaman keluarga Ayu.

Lelaki itu menyerngit keheranan ketika melihat ada begitu banyak orang di kediaman keluarga Ayu. Bahkan, beberapa tetangga pun juga terlihat sangat antusias.

Shaka gegas mendekati salah satu orang yang dia kenali untuk mempertanyakan apa yang sedang terjadi di rumah itu.

"Pak, boleh saya bertanya? Di rumahnya juragan ada apa, ya? Kok, rame sekali?" tanya Shaka pada lelaki tua yang kisaran usianya di atas lima puluhan.

Pria itu menoleh, "Ayu dilamar orang kota. Dengar-dengar, maharnya lima ratus juta. Seumur-umur, hidup di desa, baru kali ini ada yang melamar dengan uang sebanyak itu!"

Mata Shaka membulat sempurna. Kenyataan macam apa ini? Kenapa kekasihnya justru dilamar oleh orang lain? Bahkan, Ayu sendiri tak pernah mengatakan hal tersebut.

Selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Minusnya hanya satu, dia dan Ayu memang jarang bertemu.

Hal tersebut dikarenakan pekerjaan Shaka yang serabutan. Kadang menjadi kuli bangunan, kadang juga harus bekerja di sawah.

"Lebih baik kamu mundur. Lawanmu tidak main-main, Shaka!" pinta pria paruh baya itu sembari menatap miris ke arah Shaka.

"Kenapa harus mundur? Semua orang juga tau jika Ayu itu kekasihku!" tegas Shaka yang sedikit tersinggung dengan ucapan tetangga kekasihnya itu.

Shaka memilih untuk masuk ke dalam sana hingga membuat beberapa orang yang berpakaian modis sontak menyerngit keheranan ketika melihat kedatangan Shaka. Begitu juga dengan seorang gadis cantik yang selama ini menjadi pujaan hati Shaka. Dia adalah Ayu, si kembang desa yang sudah satu tahun ini menjalin kasih dengan Shaka.

"Siapa pemuda lusuh ini, Pak? Kenapa tiba-tiba datang ke sini? Pembantu rumah ini?" Mendengar pertanyaan beruntun yang di lontarkan calon besannya, juragan sontak saja mendelik kesal ke arah Shaka berada.

Tangan Shaka terkepal kuat ketika dikatai pembantu oleh orang-orang kota itu. Hatinya sedikit tak terima. Apalagi ketika melihat respon Ayu yang hanya diam saja duduk bersebelahan dengan lelaki tampan yang Shaka yakini jika itu adalah lelaki yang melamar sang pujaan hati.

"Maaf, Juragan, jika saya bertamu di waktu yang tidak tepat." Shaka semakin berjalan mendekati kalangan orang kaya itu. "Kedatangan saya ke sini—"

"Shaka, jika ingin bertamu, boleh besok siang saja? Di rumah saya masih ada acara. Hanya orang yang di undang saja yang boleh datang kemari." Suara juragan terdengar sedikit ketus lantaran tak suka dengan keberadaan Shaka di rumahnya. Jangan sampai acara lamaran anaknya batal hanya karena pemuda desa satu ini.

"Saya datang kemari ingin melamar Ayu!" lantang Shaka tanpa rasa takut. Ia yakin jika Ayu akan segera membatalkan perjodohan ini dan langsung memilih dirinya. Toh juga dia dan Ayu saling mencintai dan saling berjanji jika secepatnya akan menikah.

Semua orang terdiam sejenak ketika mendengar penuturan Shaka. Namun, beberapa detik kemudian, juragan langsung tertawa canggung.

"Ayu sudah dilamar oleh orang pilihan saya. Memangnya, apa yang kamu punya sampai berani melamar anak saya?" kekeh juragan menatap hina ke arah Shaka berada.

"Saya membawa ini untuk mahar pernikahan." Shaka menunjukkan tas cerewet berwarna hitam dan membuka isinya. Banyak sekali uang receh di sana. "Terlebih lagi, saya dan Ayu saling mencintai. Saya janji akan membahagiakan Ayu!"

"Saling mencintai?" Juragan kembali tertawa dengan nada meremehkan. Ia pun kemudian menoleh ke arah Ayu yang sejak tadi gugup bukan main. "Benar begitu Ayu? Kamu dan Shaka saling mencintai?"

Ayu yang sejak tadi menunduk gegas mengangkat kepala. Pandangannya bertemu dengan Shaka yang menatapnya penuh harap.

"Tidak, Ayah. Shaka yang dari dulu mengejarku. Aku tidak menyukainya dan hanya menyukai calon suamiku yang ini!"

Sontak saja semua tamu undangan langsung geger ketika mendengar jawaban dari Ayu. Shaka tak menyangka jika Ayu tega berbohong seperti ini. Tangannya terkepal dengan kuat seiring dengan bisikan-bisikan kurang mengenakkan yang hadir di sana.

"Ayu tidak mungkin suka sama lelaki miskin macam Shaka!"

"Benar! Pekerjaannya saja tidak menentu. Kalau tidak ada yang menyuruhnya bekerja, sudah pasti nganggur di rumah. Jadi beban keluarga."

"Mana dari kecil dia nggak punya Ayah lagi. Jangan-jangan, dia itu anak haram!"

Masih banyak lagi ocehan menyakitkan dari para warga. Telinga Shaka sampai berdenging lantaran tak tahan dengan hujatan itu.

"Kamu dengar, Shaka? Kamu dengan Ayu tidak sepadan. Entah dari segi manapun, kamu tidak cocok dengan anak saya!" Juragan mulai mendekati Shaka yang wajahnya sudah pias sejak pengakuan Ayu yang dengan berani memilih untuk berbohong di hadapan semua orang.

Juragan melirik tas cerewet yang ada di tangan kanan Shaka. Merampasnya dengan cepat dan mulai melihat isi di dalamnya. Ada beberapa lembar uang merah. Bahkan, uang receh pun juga ada di sana. Juragan langsung mendengus kasar.

"Bisa-bisa anak saya mati kelaparan jika sampai menikah sama kamu. Lihat calon menantuku, Shaka. Dia orang kota. Rumahnya besar, punya usaha, uangnya jelas banyak. Kalau kamu? Jangankan uang, Bapak saja tidak punya. Kamu itu cuma anak haram yang lahir tanpa tau siapa Bapakmu!"

Napas Shaka memburu dengan cepat. Matanya merah lantaran tengah memendam amarah.

"Saya ke sini berniat untuk melamar Ayu, bukan untuk dihina seperti ini. Saya bisa menghidupi Ayu setelah kami menikah nanti!" tegas Shaka yang masih belum juga menyerah.

Semua orang bahkan langsung tertawa meremehkan. Berbeda dengan Ayu yang merasa kasihan pada Shaka. Namun, jika boleh memilih, tentu dia akan memilih lelaki kota yang sudah jelas bibit bobotnya.

"Mahar lima ratus juta itu belum semuanya. Ada perkebunan lima hektare dan sertifikat rumah. Semuanya untuk Ayu." Si lelaki kota itu menyahuti dan semakin memperkeruh suasana. Semua warga yang berkumpul di sana tentu saja geger bukan main.

Juragan tersenyum culas seraya mengembalikan uang milik Shaka. "Pergi dari sini dan bawa uangmu itu! Saya tidak butuh mahar receh untuk putri saya!"

"Saya ingin menikah dengan Ayu. Saya ingin mewujudkan mimpi kami." Suara Shaka sedikit bergetar dan masih berusaha mempertahankan harga dirinya.

"Sudah Shaka. Jangan mempermalukan dirimu. Pergi dari rumahku!" pinta Ayu dengan memelas. Sebenarnya, perempuan itu tak tega bila harus melihat Shaka tersakiti seperti ini. Hanya saja, siapa yang tak ingin menikah dengan orang kaya?

"Shaka silakan pergi dari sini sebelum saya menyuruh para pekerja saya untuk menyeret kamu keluar!" tegas juragan.

Pada akhirnya, Shaka memilih untuk menyerah. sorot mata yang penuh luka. Dia memandang lekat ke arah Ayu, tapi sang empu justru membuang muka.

Setetes air mata jatuh, tapi langsung Shaka ucap.

"Ayu, jika suatu saat kamu menyesal dengan pilihanmu itu, jangan cari aku lagi!" ujar Shaka penuh luka seraya pergi dari rumah mewah itu dengan menahan malu.

"Shaka, Ibumu jatuh di kamar mandi. Ayo segera pulang!"

Perkataan itu sukses membuat Shaka terkejut bukan main.

Bersambung

Lanjut membaca
Lanjut membaca