
Suami/Ayah bayang-bayang
White Rose|Bersambung
- Jumlah kata
- 1.2K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
- Jumlah kata
- 1.2K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Seorang suami atau ayah yang tidak pernah memberikan tanggung jawab penuh kepada keluarga. Ayah yang sangat egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan hati istri dan anak-anaknya. Seorang ayah yang tidak pernah menunjukkan sikapnya sebagai ayah ataupun suami. Seorang suami yang tidak pernah memberikan nafkah kepada keluarganya dan membiarkan istrinya yang banting tulang bekerja siang malam demi mencukupi kebutuhan. Seorang suami yang tidak pernah perduli mengenai keluarganya karena tidak adanya kesadaran diri bahwa dia punya tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga. Karena keegoisan seorang ayah membuat anak-anak terkena dampk buruk baik mental dan fisiknya karena melihat orang tua mereka bertengkar setiap harinya. Anak-anak tidak bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya. Dari setiap tingakah laku orangtua baik buruk ataupun baik yang diperbuat akan tertanam dihati dan pikiran anak-anak karen anak hanya mencontoh dari apa yang dia lihat dan dengar. Orangtua punya peran yang sangat penting untuk pertumbuhan fisik maupun mental anak-anak.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Kepala Keluarga hanya di dalam Kartu Keluarga
Sebuah keluarga yang dimana didalamnya tidak ada lagi kedamaian maupun komunikasi yang baik keluarga yang penuh dengan kehancuran.Sepasang suami isteri yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik terhadap anak-anaknya demi pertumbuhan mental dan fisik anak-anaknya, tapi pada kenyataannya seorang ayah sebagai kepala keluarga tidak pernah memberikan nafkah kepada keluarganya. Tangisan seorang isteri yang setiap harinya keluar karena setiap tingkah dan perkataanya yang sangat menyayat hati.
Seorang ayah yang selalu berkata kasar , mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati dan perasaan isteri dan anak-anaknya. Seorang ayah yang hanya dengan egonya berbuat sesuka hatinya , berkata sesuka hatinya tanpa memikirkan mental dan fisik dari isteri dan anak-anaknya. Seorang isteri yang banting tulang bekerja dari pagi sampai sore demi mencukupi kebutuhan biaya anak-anaknya. Seorang isteri yang berusaha keras berpikir bagaimana supaya anak-anaknya bisa bahagia , tidak berkekurangan dan kelaparan.
Kepala keluarga dirumah ini hanya sebagai simbol pelengkap penderita saja dalam sebuah Kartu Keluarga . Seorang ayah ataupun suami yang mulai dari awal pernikahan smpai sekarang tidak punya tanggung jawab. Dari dulu sampai sekarang anak -anak sudah besar dia tidak pernah memberikan kebahagiaan dan menunjukkan dirinya sebagai ayah yang bisa memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarga.
Kepala keluarga yang hanya bisa menuntut haknya tapi tidak bisa memberikan tanggung jawab penuh kepada keluarga. Seorang ayah yang tidak punya jati diri dan berkepribadian buruk yang selalu mengandalkan harta orangtuanya yang selalu membantunya dalam hal apapun. Dengan selalu mengandalkan bantuan
orangtuanya ,sehingga dia selalu bekerja tidak pernah bertahan dalam setiap pekerjaannya. Dia selalu pindah-pindah dalam tempat bekerja karena dia mempunyai sifat yang buruk yang tidak mau diatur dan diperintah sehingga selalu berganti-ganti tempat bekerja.
Dia hanya seorang ayah ataupun suami yang bertemperamen tinggi suka marah dan main tangan kepada isteri. Dia hanya seorang suami atau ayah yang menganggap dirinya hebat orang lain kecil, sangat sombong baik dalam perkataan maupun tingkah lakunya. Seorang ayah yang suka bermain judi, mabuk, melakukan KDRT(kekerasan dalam rumah tangga) seperti memukul, melempar barang, membentak, memaki, berkata-kata kasar dan lain sebagainya. Semua tingkah lakunya sebagai ayah sangat tidak pantas dan tidak layak menjadi seorang ayah atau suami.
Bertahun-tahun sudah tapi tidak ada perubahan. Dia sudah tidak lagi satu rumah dengan isteri dan anak-anaknya karena pada suatu hari dia melakukan KDRT yang dimana melemparkan sebuah piring ke kepala isterinya yang baru pulang bekerja hanya karena makanan yang dia rasa tidak enak. Kemudian membuat kepala isterinya berdarah dan membuat keluarga dari isterinya murka sehingga mengusir dia keluar dari rumah karena rumah yang ditempati adalah rumah keluarga dari isterinya. Sehingga diapun keluar dari rumah dan kembali ke kampungnya kerumah orang tuanya. Dengan tidak merasa bersalah dan tidak ada rasa penyesalan sama sekali. Dia hanya seorang ayah atau suami yang tidak berguna dan manusia bodoh dan bebal. Seorang ayah atau suami yang benar-benar cocoknya dimusnahkan dari muka bumi ini atau cocoknya dibuangkan keasam kumbang jadi makanan buaya-buaya disana.
Anak-anak mempunyai memori yang tidak baik tentang ayahnya yang membuat mereka tidak perduli dan bahkan tidak menganggap dia adalah ayah mereka. Anak-anak tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ayah sehingga hanya ada kebencian dan kekesalan dihati mereka.
Anak-anak melihat ibunya banting tulang bekerja demi menyekolahkan mereka. Apapun dikerjakan ibunya demi kebutuhan anak-anaknya , semua dikerjakan yang penting halal supaya mendapat anak-anaknya tidak kelaparan. Sedangkan ayah mereka tidak mau tahu tentang anak-anaknya yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun tidak ada perubahan yang baik terjadi dengan ayah mereka. Ayahnya selalu bersikap sombong dan arogan yang selalu mengandalkan harta orang tuanya. Seorang ayah yang malas bekerja, malas berusaha, tidak mau hidup susah padahal dia tidak punya apa-apa bahkan rumah untuk tempat tinggal pun tidak punya. Rumah yang dia tempat ini pun sekarang menumpang dirumah orang tuanya tapi merasa dirinya hebat dan kaya.
Padahal sudah tidak satu rumah tapi ketika ber telepon dengan anak-anaknya perkataanya tidak mencerminkan seorang ayah ataupun seorang suami. Padahal anak-anak sudah mulai dewasa harus nya dia berubah tapi pada kenyataannya tidak ada perubahan yang baik didalam dirinya. Selalu bersifat yang sama , tidak ada kasih dalam dirinya hanya ada setan yang merasuki hati dan pikirannya. Ketika isteri selalu berniat untuk berpisah atau bercerai selalu ada yang menahan karena selalu ada larangan dari orang tua . Orang tua selalu mengingatkan ketika sudah bercerai ketika kelak nanti anak-anakmu mau menikah seorang isteri dalam adat Batak tidak lagi bisa hadir dalam perkawinan anaknya, hanya sebagai tamu. Hal tersebut yang selalu menahan untuk berpisah karena anak-anak dari kecil sampai besar hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Ibu yang berusaha kuat dan tegar mencoba selalu bersabar demi anak-anak. Ibu yang harus bisa menahan semuanya supaya anak-anaknya bisa sekolah dan sukses dikemudian hari.
Sekarang bukan lagi waktunya untuk meratapi dan menangisi seorang suami yang tidak bertanggung jawab. Tapi sekarang waktunya menata hidup kedepannya supaya anak-anak bisa sukses dalam persekolahanya. Anak-anak bisa mempunyai kehidupan yang lebih layak. Dengan anak-anak bisa mendapatkan cita-cita dan kebahagiaan mereka sudah membuat seorang ibu bahagia dan bangga. Seorang ibu hanya bisa mendoakan anak--anaknya mendapatkan yang terbaik. Seorang ibu selalu berdoa supaya anak-anaknya sehat dan bisa menyayanginya dihari tuanya kelak.
Terkadang ketika takdir hidup berbeda dengan apa yang kita inginkan tapi mengharuskan kita harus lebih kuat dan berlapang dada untuk menjalani semuanya. Terkadang setiap keadaan menuntut kita harus bisa segalanya walaupun sejujurnya kita tidak sanggup. Setiap tetesan air mata yang keluar mempunyai makna kehidupan yang memberikan warna-warni kehidupan yang menuntut kita harus selalu bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun. Bersyukur dalam kondisi suka maupun duka memanglah sepatutnya harus dilakukan supaya hidup kita selalu diberikan berkat yang berlimpah ruah.
Mungkin setiap kita punya jalan cerita yang berbeda-beda tapi semuanya pasti bisa dijalani dan dilalui dengan hati yang mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi dalam kehidupan kita.
Sesulit apapun harus dilalui, sejenuh apapun harus bisa dilewati. Setiap rintangan dan masalah pasti punya solusi dan akan ada pelangi menerangi hati kita. Walaupun hati seorang isteri sangat sakit dengan sikap dan tingkah suami yang sangat tidak bertanggung jawab tapi apalah daya isteri harus kuat dan ikhlas . Walaupun hati anak-anak sangat membenci ayahnya itu semua karena dari apa yang mereka lihat dan dengar jadi hati anak-anak sangat sakit tapi seorang ibu harus bisa bertugas menjadi ayah dan ibu sekaligus supaya anak-anak tidak merasakan kesedihan yang mendalam.
Apapun hal yang sudah terjadi tidak akan bisa diputar kembali . Tapi ketika seorang manusia ingin berubah menjadi lebih baik lagi itu sangatlah lebih baik dan perbuatan yang sangat terpuji. Tapi ayah anak-anak tidak punya niat untuk berubah maka biarlah dia menjadi hancur dengan sendirinya dengan segala sifat dan tingkahnya yang sangat tidak baik. Anak-anak tidak boleh meniru sifat dan tingkah ayahnya tapi harus bisa menjadi manusia yang berguna dan bijaksana. Keluarga ini sudah retak dan hancur biarlah mengalir seperti air. Karena tidak akan pernah bersatu kembali karena memang pasangan suami isteri ini sudah tidak ada lagi kata cinta dan kasih yang bisa membuat mereka bersatu kembali. Tidak ada kesadaran diri dari seorang ayah membuat hati seorang isteri dan anak-anak hancur dan penuh dengan tangisan air mata.
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








