
ENHYPEN SACRIFICE (eat me up)
fallin|Bersambung
- Jumlah kata
- 1.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
- Jumlah kata
- 1.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
"Aku akan mendedikasikan hidupku untukmu tidak apa-apa jika memakanku dalam hidup ini" "Aku akan mendedikasikan hidupku minumlah daging dan darahku kebahagiaan ini di korbankan oleh takdir"
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
•Chapter 01
ENHYPEN
SACRIFICE (eat me up)
🐺🐺🐺
"Ahaha... kamu masih percaya hal-hal kayak gitu?" tanya seorang remaja berwajah imut, tawanya pecah mengejek temannya.
"Udah deh, ayo pulang. Udah mau malam," lanjutnya sambil bangkit dari duduk. Jungwon, temannya itu, hanya terdiam dengan wajah tertekuk karena Sunoo mengejeknya.
"Ck, aku tuh serius, Sunoo!" ucap Jungwon dengan nada bicara yang kentara mencoba meyakinkan Sunoo.
"Udahlah, Won, buang-buang waktu," sahut Sunoo malas. Ia jengah dengan Jungwon yang selalu membawa dunia fiksi ke dunia nyata.
Ya, Jungwon baru saja bercerita tentang makhluk bernama Vampir. Konyolnya, Jungwon sangat mempercayai keberadaan makhluk itu. Bahkan, ia bilang mereka masih ada di dunia ini, hanya saja kita tidak menyadarinya. Hal itu yang membuat Sunoo tertawa terbahak-bahak.
"Kamu kok gitu sih, Noo?!" Jungwon mulai kesal.
"Gitu gimana, Won? Udah deh, jangan bikin aku ketawa lagi. Cerita kamu tadi bagus banget, udah bikin aku ketawa, thanks ya," ujar Sunoo panjang lebar dengan nada mengejek, membuat Jungwon semakin meradang.
"Tau ah! Kalau misal suatu saat kamu dipertemukan dengan makhluk itu, aku nggak mau bantu!" ancam Jungwon, lalu berdiri dengan bibir cemberut.
"Ck, udah deh, Won, ayo pulang, kerjain tugas. Jangan kebanyakan baca novel, jadi gini kan akhirnya, percaya aja sama mitos," omel Sunoo, lalu berbalik pergi meninggalkan Jungwon.
"Sunoo, tunggu...!!!" Walaupun kesal, Jungwon tetap tidak bisa hidup tanpa Sunoo. Mereka sudah berteman sejak kecil, jadi tak heran jika mereka tidak bisa berjauhan.
Jungwon mengejar Sunoo yang sudah keluar dari kafe itu. "Sunoo, tunggu!" Jungwon menarik tas yang digendong Sunoo, membuat temannya itu sedikit oleng ke belakang.
"Apaan sih, Won! Nggak bakalan nyasar juga!" Sungut Sunoo kesal. Jungwon tidak membalas, ia hanya mencebikkan bibirnya lucu, lalu berjalan beriringan dengan Sunoo.
Mereka berjalan menyusuri jalanan yang lumayan ramai, sampai akhirnya Sunoo berkata, "Won?"
"Hmm?" Jungwon hanya berdehem menanggapinya karena masih merasa kesal.
"Setahuku, vampir itu nggak ada," lanjut Sunoo.
"Ya, terserah kamu saja," balas Jungwon sambil memutar bola mata.
"Ck, itu hanya mitos. Yang ada itu paling hewan, seperti kelelawar vampir," lanjut Sunoo lagi.
"Yayaya, terserah lah, No!"
"Ck," Sunoo berdecak kesal. "Dasar bocah!" gumamnya.
"Aku denger ya, Sunoo!" ucap Jungwon sambil menatap Sunoo tajam. Sunoo hanya cengengesan lalu lari menerobos keramaian orang-orang. "Heh! Sunoo!!!" teriak Jungwon, lalu ikut berlari mengejar temannya itu.
🐺
"Sana masuk, nanti malam aku datang, kita kerjain tugas sama-sama," ucap Sunoo.
"Iya, aku tunggu," balas Jungwon.
"Iya, tapi jangan lupa sediain cemilannya yang banyak, hehe," ujar Sunoo sambil cengengesan.
"Ck, iya iya, tau kok," ucap Jungwon yang memang sudah tahu kalau temannya itu hobi ngemil. Lihat saja itu pipinya sudah sebulat mochi. "Ya sudah, sana pergi," usir Jungwon.
"Ck, iya ini mau pergi, malah ngusir," ucap Sunoo sambil menggerutu kesal.
"Udah sana!"
"Iya, bawel!" Sunoo memutar tubuhnya dan pergi dari sana. Namun, baru saja beberapa langkah, ia berhenti dan kembali melirik Jungwon yang masih berdiri di tempatnya.
Jungwon tidak berniat untuk mengusir Sunoo, namun kalau berlama-lama, nanti takut kemalaman, apalagi nanti malamnya Sunoo harus kembali ke apartemennya untuk belajar bersama. "Apa lagi, Sunoo?!" tanya Jungwon.
"Enggak papa, cuma mau mengingatkan, 'Awas ada vampir'," ucapnya lalu berlari cepat sambil tertawa sendiri.
"HEH! KIM SEON WOO AWAS KAMU!!!" teriak Jungwon kesal karena merasa diejek terus.
Mendengar teriakan temannya, tawa Sunoo semakin tergelak. Menjahili temannya itu sangat menyenangkan, pikirnya.
Setelah lumayan jauh, ia berhenti berlari dan memilih untuk berjalan santai sambil menikmati suasana sore yang kian menggelap karena malam akan segera tiba. Jalanan ini masih terlihat ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan beberapa meter, akhirnya Sunoo sampai di rumahnya. Ia segera membuka pagar dan masuk mendekati pintu utama.
Rumah minimalis 2 lantai yang terlihat elegan itu adalah tempat tinggal Sunoo setelah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
Ya, orang tua Sunoo telah tiada karena mengalami kecelakaan maut yang menyebabkan mereka kehilangan nyawanya. Setelah itu, Sunoo tinggal sendirian.
Sunoo masuk ke dalam rumahnya dan menaiki tangga menuju lantai dua, lalu masuk ke kamarnya. Setelah menyimpan tas di meja belajar, anak itu berjalan gontai ke arah kasur dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sana. "Akh... melelahkan..." keluhnya sambil memejamkan mata. Anak itu beristirahat sebentar.
Namun, tiba-tiba ia terhenyak dan bangun dari acara rebahannya. "Bagaimana jika cerita Jungwon itu benar?" ucapnya dengan raut wajah sulit diartikan. Anak itu berpikir sejenak.
"Masa bodoh, mana ada vampir di dunia ini, setahuku itu hanya mitos," ucapnya berdialog sendiri.
"Itu hanya cerita fiksi, atau mungkin... hanya cerita orang-orang gabut," ucapnya diakhiri senyum miring mengejek.
"Haahhh... Jungwon, Jungwon... ada-ada saja," ujarnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa gerah.
🐺
"Iya, Won, aku masih di jalan, sebentar lagi sampai, kenapa sih?" Sunoo misuh-misuh karena Jungwon tidak berhenti mengomel di seberang telepon.
"Kamu lama banget, Sunoo, aku khawatir tau!" ujar Jungwon di seberang sana.
"Cie yang khawatir," ejek Sunoo sambil menahan senyum.
"Sunoo kamu ngeselin banget ya!!!" Jungwon ngambek.
"Ahaha, makanya jemput ka-"
Sret!
"YAK! PENCURI! HANDPHONE KU!" ucapan Sunoo terpotong karena tiba-tiba saja seorang dengan pakaian serba hitam mengambil handphonenya dan membawanya kabur.
Reflek Sunoo berteriak lalu tanpa basa-basi langsung mengejarnya. "YAK PENCURI!" Sunoo terus berteriak berharap ada orang yang akan menolongnya.
Sialnya, orang itu masuk ke sebuah gang sepi yang jarang sekali dilewati orang. "Aish, sialan!" umpat Sunoo karena tidak berhasil melempar batu ke arah orang itu. Kebetulan di sana ada beberapa potong kayu panjang dan Sunoo langsung mengambilnya untuk senjata.
Sunoo kembali berlari sebelum kehilangan jejak si pencuri, dan terlihat pencuri itu berbelok ke kanan. Sunoo langsung mempercepat larinya dan langsung mengikuti arahnya, ia belok kanan dan tak sengaja menubruk seseorang membuat mereka langsung terjatuh secara bersamaan. "Aish, sialan, pencuri bodoh!" gerutu Sunoo dan berusaha bangun dari jatuhnya dengan sedikit meringis lantaran pinggangnya terasa sakit.
Setelah berhasil berdiri, dengan napas yang memburu Sunoo langsung mengangkat kayunya. "Pencuri sialan, mati kau!!!"
Buk!
Sunoo berhasil mendaratkan kayu itu tepat di kepala orang itu membuat dia yang tengah berusaha untuk bangun kembali terhuyung dan terjatuh ke tanah, pukulan Sunoo tidak main-main. "Mati kau sialan!"
Buk!
Buk!
Buk!
Tiga pukulan Sunoo berikan pada punggung, dada, dan pelipis orang itu membuatnya langsung terkapar di tanah, dengan pelipis orang itu yang mengeluarkan darah, napas Sunoo masih memburu ia kembali mengangkat kayunya untuk memukul bagian perutnya. "S...siapa kau?..." tanya orang itu lemah, menatapnya dengan tajam.
"Kembalikan handphoneku pencuri sialan!" ujar Sunoo tidak peduli dengan pertanyaan orang itu.
"Sial, apa yang kau katakan"
Buk!
Akh!!
Sunoo benar-benar melayangkan kembali kayunya pada perut orang itu membuatnya memekik kesakitan. "Beraninya kau menyebut dirimu bukan pencuri!" ucap Sunoo marah dan hendak melayangkan kembali kayunya namun terhenti saat mendengar seruan seseorang.
"Ada apa ini?!" tanya seorang lelaki dengan rambut blonde sambil berlari cepat ke arah mereka.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya orang itu menatap tajam Sunoo yang terlihat sangat marah.
"Dia mencuri handphone ku!" jawab Sunoo tegas menunjuk orang yang dia pukuli dengan kayunya.
"Apa kau bilang?" tanya seorang lagi, lelaki berambut hitam dan memiliki rahang tegas.
"Dia mencuri handphone ku, aku bilang!" ujar Sunoo membuat dua lelaki itu saling pandang satu sama lain.
"Yang benar saja!" ucap lelaki berahang tegas itu lalu memeriksa orang yang telah Sunoo pukuli "Hei Sunghoon bangunlah!" ucap lelaki itu, ouh sepertinya lelaki yang Sunoo pukuli itu bernama Sunghoon.
Lelaki berahang tegas itu menepuk-nepuk pipi Sunghoon supaya sadar, "tidak mungkin Sunghoon melakukannya, kau pasti salah lihat!" ucap lelaki berambut blonde itu menatap tajam Sunoo, tak percaya.
"Aku melihatnya sendiri!, dia mengambilnya!" ujar Sunoo tegas dan sangat yakin.
"Kalaupun Sunghoon melakukannya tidak seharusnya kau memukulinya sampai seperti ini!" ujar lelaki berambut blonde itu terlihat kesal.
"Kenapa?, dia pantas mendapatkannya, karena dia pencuri!" ucap Sunoo tak santai.
"Jake benar, kau sudah kelewatan, tidak seharusnya memukulinya sampai seperti ini!" ujar lelaki berahang tegas itu membela lelaki yang berambut blonde, alias Jake.
"Kenapa kalian menyalahkanku?!" tanya Sunoo semakin kesal.
"Apa kau mau bertanggung jawab Jika dia mati?!" tanya Jake sedikit membentak membuat Sunoo langsung terdiam.
"Jay ayo bawa dia" suruh Jake pada lelaki berahang tegas itu yang masih setia menyadarkan Sunghoon.
Jay hanya mengangguk lalu mengangkat tubuh Sunghoon untuk digendongnya Jake juga ikut membantu "dan kau" Jake menunjuk Sunoo "urusan kita belum selesai" ucapnya dengan tatapan yang sangat menusuk.
"Sunghoon tidak melakukannya, aku sudah memeriksanya," ujar Jay yang sudah menggendong Sunghoon di atas punggungnya, Jay menatap Sunoo geram membuat Sunoo merasa takut.
Iya, tadi Sunoo juga sempat melihat Jay yang memeriksa semua saku pakaian yang dikenakan Sunghoon dan semuanya kosong, akhirnya mereka pergi meninggalkan Sunoo yang menunduk merasa bersalah, apa yang akan terjadi setelah ini, apa dia akan dihukum?, dilaporkan pada polisi dengan catatan percobaan pembunuhan?, lalu dipenjara, akh itu menyeramkan, Sunoo langsung mengangkat pandangannya sambil berkata "Maafkan aku!" ucapnya cepat namun...
Mata Sunoo mencari kesana-kemari keberadaan tiga orang itu, yang sudah hilang entah kemana "t...tunggu!" Sunoo merasa heran.
"Bukannya tadi mereka masih berada di sini...?" ujarnya "harusnya mereka masih ada di sini!" ucapnya lagi, Sunoo semakin mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lorong ini panjang tidak mungkin mereka bisa menempuhnya secepat itu, apalagi dengan seseorang yang mereka bawa tidak sadarkan diri.
"Apa-apaan!" ujar Sunoo, ia melempar kayu di tangannya ke sembarang arah, karena merasa takut ia langsung berlari terbirit-birit meninggalkan tempat itu.
Tanpa ia sadari tiga orang yang menempel di atas langit-langit bangunan itu menatapnya tajam "aku yang akan memberikannya hukuman" ucap lelaki bersurai hitam pekat itu diakhiri senyuman miring memperlihatkan gigi taringnya yang panjang, dengan pupil matanya yang berubah merah mengkilat, Sunghoon.
🐺🐺🐺
ENHYPEN
SACRIFICE (eat me up)
Daftar bab
1 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Volume 1 · Volume 1
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.








