
MCU : Sistem Pertanian Kosmik
hanzky|Bersambung
- Jumlah kata
- 23.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
- Jumlah kata
- 23.5K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4

hanzky|Bersambung
Di dunia Marvel di mana para pahlawan bangkit, alien menyerang, dan para dewa berjalan di antara manusia, seorang pria biasa memilih jalan yang berbeda. Arka Pratama tidak pernah bermimpi menjadi pahlawan. Dia bukan miliarder jenius seperti Tony Stark. Dia bukan dewa petir. Dan dia bukan bagian dari organisasi mana pun seperti Avengers atau S.H.I.E.L.D.. Dia hanyalah seorang pemuda pendiam yang mewarisi sebidang tanah kosong. Namun, semuanya berubah ketika sebuah suara misterius muncul di dalam pikirannya. [Cosmic Farm System telah diaktifkan.] Sistem itu memberinya kemampuan yang mustahil: Menanam tanaman yang dapat meningkatkan kekuatan manusia. Membiakkan hewan yang dapat berevolusi menjadi makhluk kosmik. Mengendalikan dimensi pertanian dengan waktu yang dipercepat ribuan kali. Dan menciptakan sumber daya yang bahkan melampaui teknologi paling canggih di Bumi. Sementara dunia memuja para pahlawan yang bertarung di langit, Arka diam-diam menanam benih di tanah. Setiap panen membuatnya lebih kuat. Setiap evolusi membuatnya semakin dekat pada sesuatu yang melampaui manusia. Ketika invasi alien terjadi… dia hanya mengamati. Ketika para pahlawan jatuh… dia terus berkembang. Ketika makhluk yang dikenal sebagai Thanos datang untuk memusnahkan setengah kehidupan di alam semesta… Arka sudah bersiap. Bukan sebagai pahlawan. Bukan sebagai penyelamat. Tetapi sebagai petani. Seorang petani… yang menanam kekuatan untuk menaklukkan kosmos. Di balik bayangan para pahlawan, sebuah kekuatan baru tumbuh. Perlahan. Diam-diam. Tak terhentikan. Dan suatu hari, bahkan para dewa akan menyadari— Bahwa entitas paling berbahaya di alam semesta… bukanlah pejuang. Melainkan seorang petani.
Langit sore itu berwarna abu-abu pucat, seolah dunia sedang menahan napas.
Arka Pratama berdiri sendirian di tengah sebidang tanah kosong yang luasnya sekitar dua hektar. Rumput liar tumbuh setinggi lutut, sebagian menguning, sebagian lagi mati. Di kejauhan, sebuah rumah kayu tua berdiri miring, seperti menunggu waktu untuk runtuh.
Tempat ini adalah warisannya.
Satu-satunya warisan dari kakeknya yang baru saja meninggal dua minggu lalu.
“Tanah tidak berguna…” gumam Arka pelan.
Ia memasukkan tangannya ke dalam saku celana, merasakan angin sore yang dingin menyapu wajahnya. Tidak ada listrik. Tidak ada irigasi. Tidak ada apa pun selain tanah yang sudah lama ditinggalkan.
Jika dijual, mungkin hanya cukup untuk bertahan hidup beberapa bulan.
Ia tersenyum tipis, senyum tanpa emosi.
Hidupnya memang selalu seperti ini.
Biasa saja.
Tidak istimewa.
Tidak penting.
Di dunia ini, orang-orang mengagungkan para jenius dan pahlawan. Mereka berbicara tentang miliarder eksentrik yang menciptakan baju zirah terbang, tentang organisasi rahasia yang menjaga perdamaian dunia, tentang ancaman yang datang dari langit.
Nama-nama seperti Tony Stark sering muncul di berita.
Dunia berubah dengan cepat.
Teknologi berkembang pesat. Senjata semakin kuat. Ancaman semakin besar.
Namun semua itu terasa sangat jauh dari kehidupan Arka.
Dia hanyalah seorang pria biasa.
Tanpa kekuatan.
Tanpa koneksi.
Tanpa masa depan yang jelas.
Ia berjalan perlahan menuju rumah kayu tua itu. Pintu depan terbuka dengan bunyi berderit pelan ketika ia mendorongnya.
Di dalam, debu menutupi hampir semua permukaan. Meja kayu tua. Kursi retak. Lemari usang.
Tidak ada yang berharga.
Arka menghela napas pelan.
Namun saat ia melangkah masuk sepenuhnya, sesuatu yang aneh terjadi.
Sakit.
Tiba-tiba, rasa sakit yang tajam menusuk kepalanya.
“—!”
Ia terhuyung, memegang pelipisnya.
Dunia seakan berputar.
Suara berdenging memenuhi telinganya.
Dan kemudian—
Sebuah suara muncul.
Dingin. Mekanis. Tidak memiliki emosi.
[Deteksi kompatibilitas selesai.]
Arka membeku.
Ia melihat sekeliling.
Tidak ada siapa-siapa.
Suara itu tidak datang dari luar.
Itu datang dari dalam kepalanya.
[Subjek kompatibel.]
[Mengaktifkan Cosmic Farm System.]
Jantung Arka berdetak lebih cepat.
“…Apa?”
Ia hampir mengira dirinya berhalusinasi.
Namun suara itu berlanjut.
[Cosmic Farm System berhasil diaktifkan.]
[Selamat datang, Pengguna.]
Udara di sekitarnya terasa berbeda.
Arka berdiri diam.
Tenang.
Bukan karena ia tidak terkejut—tetapi karena pikirannya bergerak terlalu cepat, menganalisis setiap kemungkinan.
Halusinasi?
Gangguan mental?
Teknologi?
Atau sesuatu yang lain?
Sebelum ia bisa menyimpulkan, sesuatu muncul di depan matanya.
Sebuah layar transparan biru.
COSMIC FARM SYSTEM
Pengguna: Arka Pratama
Level: 1
Status: Tidak Diaktifkan Sepenuhnya
Fitur Tersedia:
Ruang Pertanian Dimensi (Terkunci)
Analisis Tanaman (Terkunci)
Evolusi Hewan (Terkunci)
Quest Awal Tersedia.
Arka menatap layar itu tanpa berkedip.
Layar itu tampak nyata.
Terlalu nyata.
Ia menggerakkan tangannya ke depan.
Tangannya menembus layar itu tanpa hambatan.
Bukan objek fisik.
Proyeksi.
Atau sesuatu yang lebih maju.
Suara itu kembali terdengar.
[Quest Awal Tersedia.]
[Apakah pengguna ingin menerima Quest Awal?]
Arka diam selama beberapa detik.
Jika ini nyata—
Maka hidupnya baru saja berubah.
Jika ini tidak nyata—
Maka tidak ada ruginya mencoba.
“…Terima,” katanya pelan.
[Quest Awal diterima.]
Quest Awal: Kebangkitan Petani
Deskripsi:
Aktifkan Ruang Pertanian Dimensi.
Reward:
Tubuh ditingkatkan
Akses Sistem Dasar
Paket Benih Pemula
Jantung Arka berdetak lebih cepat.
“Bagaimana cara mengaktifkannya?”
[Instruksi: Fokuskan pikiran pengguna pada perintah “Aktifkan Ruang Pertanian”.]
Arka memejamkan matanya.
Fokus.
Aktifkan Ruang Pertanian.
Selama satu detik—
Tidak terjadi apa-apa.
Lalu—
Dunia menghilang.
Ketika Arka membuka matanya lagi, ia tidak lagi berada di rumah kayu tua itu.
Ia berdiri di tengah padang luas yang tak berujung.
Langit di atasnya berwarna hitam pekat, dipenuhi bintang yang bersinar terang. Tanah di bawahnya gelap, tetapi terasa hidup.
Udara di sini berbeda.
Lebih murni.
Lebih padat.
Lebih… kuat.
Arka melihat tangannya sendiri.
Masih sama.
Namun ia bisa merasakan sesuatu.
Energi.
Di udara.
Di tanah.
Di sekelilingnya.
Suara sistem terdengar lagi.
[Selamat datang di Ruang Pertanian Dimensi.]
[Dimensi ini sepenuhnya berada di bawah kendali pengguna.]
Arka perlahan berbalik, mengamati dunia baru ini.
Luas.
Kosong.
Menunggu untuk digunakan.
Menunggu untuk ditanam.
Ia berlutut dan menyentuh tanah.
Hangat.
Dan entah kenapa—
Ia tahu.
Tanah ini bisa menumbuhkan apa pun.
Perasaan aneh muncul di dalam dadanya.
Bukan ketakutan.
Bukan kebingungan.
Tetapi kepastian.
Seolah untuk pertama kalinya dalam hidupnya
Ia menemukan sesuatu yang benar-benar miliknya.
Sebuah kesempatan.
Sebuah awal baru.
Sebuah jalan menuju sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.
Suara sistem berbunyi sekali lagi.
[Paket Benih Pemula tersedia.]
Sebuah cahaya muncul di depan Arka.
Ketika cahaya itu menghilang, sebuah kantong kecil muncul di tanah.
Arka mengambilnya.
Di dalamnya ada sepuluh benih kecil, masing-masing bersinar samar.
[Benih Energi Dasar.]
[Tanaman ini dapat meningkatkan kondisi fisik pengguna.]
Arka menatap benih-benih itu dalam diam.
Jika ini nyata—
Maka segalanya akan berubah.
Ia mengepalkan tangannya pelan.
Langit berbintang di atasnya bersinar tanpa suara.
Di sebuah dunia di mana para pahlawan bertarung dan para dewa berjalan—
Seorang petani baru saja lahir.
Dan tanpa seorang pun menyadarinya—
Keseimbangan masa depan telah mulai bergeser.
[Quest Awal diperbarui.]
Tanam Benih Energi Dasar: 0/10
Reward menunggu.
Arka tersenyum tipis.
Untuk pertama kalinya—
Ia memiliki sesuatu untuk dikejar.
Sesuatu untuk dibangun.
Sesuatu untuk ditumbuhkan.
Dan ini… baru permulaan.
32 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.