

Penjara OHara, satu-satunya penjara yang memiliki tingkat keamanan paling kuat di negara Ahania, bahkan penjara OHara, adalah penjara paling aman dan kuat di seluruh dunia.
Penjara OHara, menampung mereka yang memiliki kejahatan tingkat tinggi, yang hidup mereka sudah tidak diterima oleh masyarakat.
Dari pembunuh bayaran, pembunuh berantai, semua tahanan yang ada di penjara yang ada di pulau tengah laut itu memiliki tingkat kejahatan yang tak bisa dimaafkan.
Di salah satu sel penjara itu, satu tubuh terbaring dengan santai, dan dia seolah bukan berada di dalam penjara itu. Dia seolah-olah berada di dunia yang ia miliki sendiri.
Suara sirene penjara memaksa mata anak muda itu terbuka, dan bola matanya menyiratkan satu kekuatan yang tak tertandingi.
Dia bangkit, dan aura yang sangat menekan, aura dari seorang pemimpin memancar dari tubuhnya.
"Perkelahian lagi!" ucapnya dengan nada yang sinis.
Sudah jadi hal yang biasa, di dalam penjara itu, para tahanan ingin jadi yang terkuat dan berkuasa. Hingga di dalam penjara itu terbentuk geng-geng yang menguasai sel-sel di dalam penjara itu.
"Hai kau, ada pesan untukmu!" kata satu sipir dengan suara yang keras.
Mata pemuda yang memiliki julukan naga hitam itu melotot, dan itu membuat tubuh sipir penjara itu gemetaran.
"Apa kau tidak bisa sopan padaku? Atau kau ingin mati?" ucap pemuda itu.
"Ma ... Maafkan aku!!" kata sipir itu.
"Berikan padaku!" kata anak muda itu.
Sipir itu memberikan sebuah surat kaleng pada anak muda itu, yang mana di balik surat itu tertulis satu kata, untuk naga hitam.
"Pergilah!" ucap anak muda itu.
Sipir itu buru-buru tinggalkan sel itu, karena ia tak mampu bertahan dari tekanan yang dimiliki oleh anak muda itu.
"Sandi yang bagus!" kata anak muda itu.
Anak muda itu segera melebarkan kertas yang hanya satu lembar kosong, namun tidak baginya.
Setelah melakukan sebuah trik yang hanya dia dan beberapa orang yang tahu, di lembar kertas kosong itu muncul tulisan dengan warna merah.
"KAMI SUDAH TEMUKAN SEMUANYA!"
Wajah anak muda itu berubah saat membaca isi surat kaleng itu, dan wajahnya berubah jadi sangat menakutkan.
"Saatnya untuk keluar dari sini!" kata anak muda itu.
Anak muda melakukan sesuatu, dan tahu-tahu dari dalam perutnya ia muntahkan sebuah benda asing berbentuk chip.
Trakkkkkk!!
Anak muda itu mematahkan chip yang baru keluar dari perutnya, dan itu sebuah tanda untuk orang-orang yang mencari dirinya selama ini.
***
"Naga hitam sudah ditemukan! Segera siapkan Tim untuk jemput pemimpin tertinggi kita!"
"Baik, panglima!" teriak orang-orang yang berpakaian prajurit militer.
Dalam sekejap saja, dari segala arah belasan helikopter mulai terbang di sekitar pulau dimana penjara OHara berada.
"Ada apa ini?" teriak semua sipir yang ada.
Dan tak berapa lama, puluhan orang terjun turun dari helikopter dan dalam sekejab sudah menguasai penjara OHara dalam hitungan detik saja.
Penjara dengan tingkat kemanan yang paling tinggi di dunia itu sudah dibobol, dan pembobol itu tak diketahui apa tujuan mereka.
Bammmmmmm!!
Satu orang dengan tubuh kekar masuk ke dalam ruangan sel, dan ia menuju ke arah satu ruangn penjara.
"Panglima Jonathan, kami datang untuk membawamu keluar!"
"Bagus, itu yang aku harapkan!" kata pemuda yang memiliki nama Jonathan.
Sebuah pakaian hangat diberikan pada anak muda itu, dan dengan pengawalan yang sangat ketat, anak muda itu dibawa masuk ke sebuah helikopter, yang mana semua helikopter itu langsung meninggalkan pulau itu.
Helikopter itu membawa anak muda itu ke sebuah pangkalan milter dan saat ia turun, ribuan orang berlutut padanya.
"Selamat datang kembali Naga Hitam!" teriak semua orang.
Julukan naga hitam, merupakan sebuah julukan bagi seorang perwira yang sudah mencapai perang yang ribuan kali jumlahnya, dan Jonathan adalah satu-satunya yang mampu mendapatkan itu.
Jonathan, seorang perwira yang ditugaskan di perbatasan, dan ribuan perang telah dia lakukan.
Namun di satu pertarungan, Jo bernasib naas, yang mana rekan-rekannya tewas, dan ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara paling menakutkan di seluruh dunia.
"Apa kalian sudah temukan pengkhianat itu?" tanya Jonathan saat ia masuk ke sebuah ruangan di pangkalan militer itu.
"Sudah, naga hitam! Saat ini ia ada di kota Sawang!"
"Sungguh sangat beruntung. Bagaimana dengan tugas lain yang aku berikan?"
"Itu pun sudah naga hitam, kami sudah kumpulkan semua berkasnya di dokumen ini!" kata satu orang dan berikan itu pada Jonathan.
Jonathan menerima dokumen itu, dan satu senyuman muncul di wajah Jonathan, senyuman yang membuat siapapun yang melihat senyuman itu akan bergidik takut.
Jonathan yang memiliki julukan sebagai si naga hitam sangat jarang tersenyum, dan jika dia tersenyum maka akan ada kematian yang datang.
"Kalian boleh pergi! Aku yang akan urus semua ini!" kata Jonathan.
Setelah itu Jonathan memasuki sebuah ruangan lain di Pangkalan militer itu, dan memberikan hormat.
"Aku mengundurkan diri!" kata Jonathan.
"Apa maksudmu, kau baru saja kembali dan kau mengundurkan diri?"
"Aku memiliki urusan yang jauh lebih penting!" kata Jonathan.
"Urusanmu juga urusan kami Jonathan!"
"Tidak, urusan ini akan aku selesaikan sendirian! Dan aku jamin ia akan menerima pembalasan dariku!"
"Jonathan, ini bukan perang pribadi!"
"Tapi bagiku, ini perang pribadi!" kata Jonathan dan ambil perlengkapan pribadi yang ia miliki.
Sebuah foto keluarga terlihat oleh Jonathan, dan itu membuat mata Jonathan berkaca-kaca.
"Ayah, ibu! Aku akan membalaskan kematian kalian! Aku jamin mereka tidak akan pernah hidup tenang!" ucap Jonathan.
Saat Jonathan keluar, kabar tentang ia mengundurkan diri sudah tersebar di pangkalan militer itu, dan semuanya tak bisa terima itu.
"Naga hitam! Bawa kami! Kami akan membantu untuk membalas mereka!"
"Tidak! Kalian memiliki tugas disini, dan kalian harus lakukan itu. Dengan atau tanpa diriku, kalian harus disini!"
"Naga hitam, kode kami masih seperti dahulu, panggil jika kau butuh bantuan dari kami!"
Jonathan tak menjawab, namun ia terus berjalan hingga ia jauh tinggalkan pangkalan militer itu.
Bandara kota Sawang.
Jonathan turun dari pesawat yang membawa dirinya kembali ke kota kelahiran, kota yang ia tinggalkan tujuh tahun yang lalu. Pergi dengan cara melarikan diri.
Mata Jonathan menatap nanar ke kota yang sudah lama ia tinggalkan, kota yang membesarkan dirinya, dan kota yang memberikan rasa sakit dan kota yang memiliki kenangan buruk pada dirinya dan keluarganya.
Langkah pertama Jonathan di kota dimulai, dan pandangannya semakin menakutkan saat keluar dari bandara itu.
Mata itu menyimpan api dendam, amarah, dan juga aura tubuh dengan aroma balas dendam.
"Kota Sawang, aku datang! Siaplah untuk bergetar!" ucap Jonathan.