

Hujan turun tipis di kota malam itu.
Lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di aspal basah, membuat gang sempit itu terlihat lebih sepi dari biasanya. Angin dingin berhembus pelan, membawa aroma tanah dan debu kota.
Raka Adikara berjalan sendirian sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket.
Hari itu terasa melelahkan seperti biasa.
Sekolah.
Tugas.
Guru yang terus bicara tanpa henti.
Hidupnya terasa datar, seolah setiap hari hanyalah pengulangan dari hari sebelumnya.
“Kadang aku berpikir… apa hidupku bakal selalu begini?” gumamnya pelan.
Ia berhenti sejenak di persimpangan gang.
Saat itulah sesuatu yang aneh terjadi.
Lampu jalan di atas kepalanya berkedip.
Sekali.
Dua kali.
Lalu… padam.
Gelap menyelimuti gang.
“Serius? Mati lampu sekarang?” keluh Raka.
Namun sebelum ia sempat bergerak, sesuatu muncul di depan matanya.
Sebuah layar transparan biru gelap melayang di udara.
Raka terdiam.
Tulisan aneh perlahan muncul di layar itu.
[SISTEM ECLIPSE TELAH DIAKTIFKAN]
Napas Raka tertahan.
“Apa… ini?”
Tulisan berikutnya muncul.
Pengguna terdeteksi: Raka Adikara
Sinkronisasi sistem: 100%
Status awal sedang diproses…
Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.
Ia melihat sekeliling.
Gang itu masih sepi.
Tak ada orang lain.
Tak ada yang tampak memperhatikan layar aneh yang melayang di depannya.
“Ini semacam… hologram?”
Belum sempat ia berpikir lebih jauh, suara retakan halus terdengar dari dinding gang.
Krek…
Raka menoleh.
Bayangan di dinding perlahan bergerak.
Awalnya ia mengira itu hanya efek lampu.
Namun bayangan itu… bergerak sendiri.
Perlahan, sesuatu keluar dari kegelapan.
Makhluk itu memiliki tubuh seperti asap hitam pekat, dengan mata merah kecil yang bersinar di dalamnya.
Raka membeku di tempat.
“Apa… itu?”
Layar sistem kembali menyala.
Ancaman Terdeteksi
Tipe Makhluk: Shadow Wraith (Rank F)
Status: Hostile
Makhluk itu melompat.
Cakarnya menyapu udara tepat ke arah wajah Raka.
“Gila!”
Raka refleks mundur, hampir terjatuh di jalan basah.
Jantungnya berdetak sangat cepat.
Ini tidak masuk akal.
Monster?
Di gang kota?
Namun sistem tidak peduli pada kebingungannya.
Notifikasi baru muncul.
Skill Awal Dibuka:
Shadow Pulse
Tubuh Raka tiba-tiba terasa panas.
Ada sensasi aneh mengalir dari dadanya ke tangannya.
Tanpa sadar, ia mengangkat telapak tangan ke arah makhluk itu.
Bayangan di tanah bergerak.
Seperti cairan hitam yang hidup.
“Ini… serius?”
Makhluk bayangan kembali menyerang.
Kali ini lebih cepat.
Raka menutup mata dan mengayunkan tangannya.
“Pergi!”
Bayangan di lantai meledak.
Gelombang energi hitam menyembur keluar seperti ombak.
BOOM!
Makhluk itu terpental keras ke dinding gang.
Tubuhnya hancur menjadi partikel hitam yang perlahan menghilang.
Sunyi kembali menyelimuti gang.
Raka berdiri terpaku.
Napasnya berat.
Tangannya gemetar.
Beberapa detik kemudian, sistem kembali berbunyi.
Target dieliminasi
EXP diperoleh: 100
Layar baru muncul di hadapannya.
Level Up!
Level: 2
Raka menatap layar itu dengan mata lebar.
Hidupnya baru saja berubah.
Dan entah kenapa…
ia merasa ini baru permulaan.
Di langit malam, awan perlahan bergeser.
Sebagian bulan tertutup bayangan gelap.
Gerhana mulai terbentuk.
Tanpa Raka sadari, dunia yang ia kenal perlahan membuka pintu menuju sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Dan sistem itu…
telah memilihnya.
Raka masih berdiri di tengah gang sempit itu.
Hujan tipis belum berhenti. Tetesannya jatuh perlahan dari ujung atap rumah-rumah tua di sekitar gang, menciptakan suara tik… tik… tik yang bergema pelan di malam yang sunyi.
Tangannya masih terasa hangat.
Seperti ada sisa energi yang belum sepenuhnya hilang.
Ia menatap telapak tangannya dengan bingung.
“Barusan… apa yang sebenarnya terjadi?”
Makhluk itu nyata.
Ia yakin akan hal itu.
Cakar tajamnya, mata merahnya, bahkan suara benturan saat tubuh makhluk itu menghantam dinding—semuanya terasa terlalu jelas untuk disebut halusinasi.
Layar biru transparan masih melayang di depannya.
Status Pengguna
Nama: Raka Adikara
Level: 2
STR: 6
AGI: 7
INT: 8
Skill: Shadow Pulse (Lv.1)
Raka membaca tulisan itu perlahan.
“Ini benar-benar seperti… game.”
Ia mencoba menggerakkan tangannya ke layar itu.
Anehnya, layar tersebut bereaksi.
Tulisan baru muncul.
Menu Sistem Terbuka
Beberapa pilihan muncul di bawahnya:
Status
Skill
Inventory
Quest
Raka menghela napas panjang.
“Ini gila…”
Namun rasa takut perlahan bercampur dengan sesuatu yang lain.
Rasa penasaran.
Ia memilih Skill.
Sebuah jendela baru muncul.
Shadow Pulse (Lv.1)
Mengendalikan energi bayangan untuk menciptakan gelombang serangan jarak pendek.
Konsumsi Energi: Rendah
“Energi bayangan…”
Raka menoleh ke arah bayangan di tanah.
Lampu jalan yang tadi padam tiba-tiba menyala kembali.
Cahayanya membuat bayangan tubuh Raka memanjang di aspal basah.
Tanpa sadar, ia mencoba mengangkat tangannya lagi.
“Kalau ini benar…”
Ia memfokuskan pikirannya pada bayangan itu.
Awalnya tidak terjadi apa-apa.
Namun beberapa detik kemudian…
Bayangan di tanah sedikit bergetar.
Seperti air yang tersentuh angin.
Mata Raka membesar.
“Bisa bergerak…”
Tapi sebelum ia sempat mencoba lagi, layar sistem berbunyi.
Peringatan
Energi mental menurun.
Disarankan istirahat.
Raka mengerutkan kening.
“Energi mental?”
Baru sekarang ia merasa kepalanya sedikit pusing.
Seolah otaknya baru saja dipaksa bekerja terlalu keras.
Ia menurunkan tangannya.
Bayangan di tanah kembali normal.
“Sepertinya aku tidak bisa sembarangan pakai kekuatan ini…”
Raka bersandar di dinding gang, mencoba menenangkan napasnya.
Namun pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.
Apa itu Sistem Eclipse?
Kenapa dia yang dipilih?
Dan yang paling penting—
Apakah makhluk tadi satu-satunya?
Angin malam bertiup lebih dingin.
Raka menatap ujung gang yang gelap.
Untuk sesaat, ia merasa seperti sedang diawasi.
Namun ketika ia mencoba melihat lebih jelas, tidak ada siapa pun di sana.
Hanya kegelapan.
Raka menggelengkan kepala.
“Mungkin aku terlalu tegang…”
Ia akhirnya berjalan keluar dari gang menuju jalan utama.
Suara kendaraan kembali terdengar.
Lampu toko masih menyala.
Orang-orang berjalan seperti biasa.
Tidak ada yang terlihat aneh.
Tidak ada yang tampak sadar bahwa beberapa menit lalu… sesuatu yang tidak normal baru saja terjadi.
Raka berhenti di depan sebuah toko minimarket.
Kaca besar di depan toko memantulkan bayangannya.
Ia terlihat sama seperti biasanya.
Seragam sekolah yang sedikit basah oleh hujan. Rambut hitam yang agak berantakan. Wajah yang tampak lelah.
Tidak ada yang terlihat seperti seseorang yang baru saja mengalahkan monster.
Raka tertawa kecil.
“Kalau aku cerita ini ke orang lain… pasti mereka mengira aku gila.”
Namun saat ia menoleh ke langit…
Tawanya berhenti.
Bulan yang biasanya bulat terang kini tertutup bayangan gelap.
Gerhana.
Cahaya bulan perlahan meredup.
Suasana kota terasa berbeda.
Lebih sunyi.
Lebih dingin.
Sistem kembali berbunyi.
Fenomena Eclipse terdeteksi
Sinkronisasi sistem meningkat.
Raka menatap langit tanpa berkedip.
“Jadi ini… bukan kebetulan.”
Gerhana.
Makhluk bayangan.
Dan sistem yang tiba-tiba muncul.
Semuanya terasa saling terhubung.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Raka merasakan sesuatu yang berbeda.
Bukan kebosanan.
Bukan rutinitas.
Tapi sesuatu yang lebih besar.
Petualangan.
Bahaya.
Dan mungkin… kekuatan.
Raka mengepalkan tangannya perlahan.
“Kalau dunia ini benar-benar berubah…”
Ia menatap bayangannya di tanah.
“Kalau makhluk seperti itu akan muncul lagi…”
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Berarti aku harus jadi lebih kuat.”
Langit malam semakin gelap saat gerhana hampir sempurna.
Dan tanpa Raka sadari…
Di atap gedung seberang jalan, seseorang berdiri mengawasinya.
Seorang gadis dengan rambut panjang yang tertiup angin malam.
Matanya tajam.
Ia menatap Raka dengan penuh perhatian.
“Jadi… sistem akhirnya memilih orang baru.”
Gadis itu berbalik perlahan.
“Menarik.”
Dan malam itu, kehidupan Raka Adikara benar-benar mulai berubah.
Gerhana belum selesai.
Begitu juga kisahnya.