

Dulu sekali, tak lama setelah dunia menciptakan keberadaannya sendiri, terjadi konflik di mana - mana yang berlarut - larut hingga seratus ribu tahun lamanya.
Ras yang terlahir kuat menjadi raja sementara ras yang terlahir lemah terpaksa tunduk pada ras yang lebih kuat.
Dua ras terkuat saat itu adalah Ras Dewa dan Ras Iblis. Mereka bagaikan cahaya dan kegelapan yang tidak pernah bisa berbagi tempat yang sama.
Sebenarnya alasan utama di balik konflik antar ras yang berkepanjangan adalah karena dua ras itu, Dewa dan Iblis.
Dewa menolak keras keberadaan kotor seperti Iblis.
Iblis sendiri adalah ras yang sangat egois, mereka tidak peduli kehancuran yang dibawa ke dunia selama bisa memuaskan keinginan mereka.
Tentu saja, tidak semua iblis seperti itu, tapi rata - rata banyak yang seperti itu.
Dewa juga tidak selalu baik, ada juga Dewa egois yang suka mempermainkan ras lain seperti ras paling lemah yaitu manusia.
Mungkin karena muak dengan konflik yang tidak selesai - selesai, surga menciptakan sesuatu yang akan mengubah seluruh tatanan dunia.
Namanya Perubahan Dewa Naga.
Perubahan Dewa Naga merupakan teknik kultivasi tertinggi yang diciptakan langsung oleh Surga.
Surga mempercayakan teknik itu pada salah satu ras terlemah, ras manusia.
Namanya Long Tian, manusia pertama yang melatih Perubahan Dewa Naga.
Dalam waktu seribu tahun, Long Tian berhasil melatih Perubahan Dewa Naga ke tingkat tertinggi dan berubah menjadi Dewa Naga.
Dengan kekuatannya yang luar biasa, Dewa Naga Long Tian menghentikan konflik antar ras yang sudah berlangsung selama lebih dari seratus ribu tahun.
Nama Dewa Naga Long Tian kemudian dikenal luas sebagai Leluhur Naga, asal - usul dari Naga yang ada di zaman ini.
Kisah ini nyata dan diturunkan dari generasi ke generasi hingga akhirnya menghilang ditelan sungai waktu yang kejam.
Dewa Naga Long Tian juga tidak pernah muncul lagi setelah berhasil membentuk kedaulatan Ras Naga.
Perlahan kisah Dewa Naga Long Tian dianggap sebagai mitos, sebelum menghilang dengan berlalunya waktu.
Meski begitu, Perubahan Dewa Naga masih ada di dunia, terus berpindah - pindah tangan hingga akhirnya tiba di era ini.
.....
Kerajaan Matahari berada di Benua Timur, Dunia Suci.
Di perbatasan, Kerajaan Matahari memiliki sebuah kota yang cukup terkenal, namanya Kota Senja.
Kota Senja memiliki setidaknya seratus ribu penduduk. Kota Senja dikuasai oleh lima keluarga besar, Kusuma, Jaya, Patih, Bulan dan Baskara.
Dari lima keluarga besar yang disebutkan, Keluarga Baskara merupakan satu - satunya yang mengalami penurunan drastis.
Tahun ini mereka harus berjuang mati - matian untuk mempertahankan status mereka sebagai keluarga besar.
Kalau mereka tidak bisa memperbaiki keadaan tahun depan, Keluarga Baskara akan diturunkan statusnya dari keluarga besar menjadi keluarga kelas sedang atau bahkan keluarga kelas bawah.
Deen Baskara, kepala keluarga saat ini sudah mengusahakan semuanya tapi belum juga membuahkan hasil.
Putra satu - satunya juga dianggap sebagai kultivator gagal karena sudah bertahun - tahun terjebak di tingkat 3 Pemurnian Qi.
Namanya Raka Baskara, berusia 18 tahun dan merupakan sampah terkenal di Kota Senja.
Bayangkan saja, di saat pemuda seusianya ada yang mencapai tingkat 7 Pemurnian Qi, Raka masih terjebak di tingkat 3.
Kalau bukan sampah, bagaimana cara kita memanggilnya?
Meskipun dicap sebagai sampah, Raka Baskara tidak menyerah. Dia percaya kerja kerasnya akan membuahkan hasil di masa depan.
.....
Bruak!
Gahk!
Seorang pemuda ditendang dengan keras oleh pemuda lain yang tampil dominan.
"Ketahui tempatmu dasar sampah!"
"Uhuk - uhuk! Rekiii, lepaskan Indah!" seru pemuda yang baru saja ditendang.
Sekarang kita tahu, nama pemuda yang tampil dominan adalah Reki. Nama panjangnya Reki Patih, salah satu keturunan biasa Keluarga Patih.
Reki menyipitkan mata tidak senang, menatap tajam ke arah Raka.
"Sudah kubilang ketahui tempatmu!"
Duak!
Reki dengan keras menendang dada Raka.
Gahk!
Raka terpental dan dengan keras menabrak dinding batu hingga hancur.
"Indah milikku, jangan usik kami lagi jika tidak mau cepat - cepat pergi ke neraka!"
Reki meremas pantat wanita yang berada di pelukannya.
"Hngh, Tuan Reki nakal!"
Bukannya marah, Indah malah bersikap manja pada Reki.
Reki menyeringai dingin, menatap penuh ejekan ke arah Raka.
Raka akhirnya sadar kalau perjuangannya sia - sia.
Kesadarannya buyar kemudian dia jatuh pingsan di hadapan Reki dan Indah.
Di wajah keduanya tidak ada belas kasihan, hanya cemoohan yang jelas - jelas ditujukan untuk Raka.
...
..
.
Bersambung...